Time Travel: The Goddess Of Death

Time Travel: The Goddess Of Death
63. Episode 63


__ADS_3

"Ha..hanya sekedar teman" ucap kakek tabib.


"Hey jangan membuatnya takut, bukannya wajar saja kalau mereka dekat? pria itu sudah menolong may ingat Kita berhutang kepada keluarga mereka Karena telah menyelamat kan mayleen" ucap Zhixin.


"Dimana rumah pria itu?"Tanya Liu yaoshan.


"Mau apa kau kesana?"Tanya jingmi.


"Bukan urusan mu, cepat katakan!" ucap Liu yaoshan.


"Biar kakek Yang mengantar kalian ke Sana" ucap kakek tabib.


"Huuhh kenapa masalah tidak pernah ada habisnya" ucap Zhixin.


Sementara mayleen benar datang kerumah Jin huo untuk menanyakan hal tadi Karena dia pergi dengan wajah tidak baik.


"Hai Bibi, apa Jin huo ada?"Tanya mayleen.


"Oh nak may, iya dia ada tetapi saat dia pulang sepertinya dia sedang emosi Bibi tidak tahu apa Yang terjadi padanya" ucap Bibi.


"Sepertinya ini ada hubungannya dengan kejadian tadi" batin mayleen.


"Kalau begitu Aku masuk dulu Bibi" ucap mayleen.


Setelah itu mayleen masuk dan mengetuk pintu kamar Jin huo tetapi tidak ada respon dari dalam.


"Jin huo buka pintunya"ucap mayleen.


....


"Apa kau sedang marah kepadaku? tapi Aku tidak tahu dimana letak kesalahan Ku" ucap mayleen.


....


"Baiklah, jika kau benar-benar tidak ingin bertemu denganku lagi Aku juga tidak ingin bertemu dengan mu lagi" ucap mayleen lalu berbalik untuk pergi.


1 2 3


Jin huo yang berada didalam mendengar semua perkataan mayleen dan pada akhirnya dia membuka pintu kamarnya tersebut.


"Tunggu" ucap Jin huo.


"Apa lagi? bukannya kau tidak mau lagi bertemu denganku?"Tanya mayleen.


"Siapa Yang bilang seperti itu, Aku tidak pernah mengatakannya" ucap Jin huo.


"Lalu kenapa tidak membuka pintu kamarku untukku?" Tanya mayleen.


"Ii..itu Karena tadi Aku sedang mengganti baju" ucap Jin huo.


"Benarkah?tapi bukannya bajumu Sama saja dengan Yang tadi?"Tanya mayleen menahan tawanya.

__ADS_1


"Su..sudahlah kau menang" ucap Jin huo.


"kenapa kau marah kepadaku?"Tanya mayleen.


"Aku tidak marah pada mu, sejujurnya Aku tidak mau kau pergi Dari desa ini" ucap Jin huo.


"Aku tahu, Aku juga sebenarnya tidak bisa berbuat apa pun Aku juga sudah menganggap kau sebagai kakakku dan kakek sebagai kakekku juga" ucap mayleen.


"Jadi selama ini kau menganggap Aku sebagai kakakmu, baiklah mungkin Kita memang tidak ditakdirkan bersama, mulai saat ini Aku akan mencoba mengiklaskan semua mu dan akan menganggap mu sebagai adikku" batin Jin huo.


"Baiklah adikku, Aku akan mengizinkan mu pergi tapi jangan sampai kau melupakan aku dan kakek, seringlah berkunjung kemari" ucap Jin huo.


"Jadi kau sudah mengizinkan Aku untuk pergi, Huuhh baiklah aku Akan ikut bersama mereka mungkin ingatan Ku biasa kembali jika ikut bersama mereka" ucap Mayleen.


"Bolehkan aku memelukmu untuk terakhir kali?"Tanya Jin huo.


"Tentu saja boleh" ucap mayleen.


Saat mereka sedang berpelukan, Liu yaoshan dan yang lainnya datang dan menyaksikan keduanya saling berpelukan.


"Apa-apaan ini!!" bentak Liu yaoshan.


Jin huo lalu segera melepaskan pelukannya dengan mayleen dan menjelaskan semuanya pada Liu yaoshan.


"Tenanglah, jangan Salah paham mayleen kemari hanya ingin bertemu denganku terakhir kali jadi anggap saja ini pelukan terakhirku dengan adikku" ucap Jin huo.


"Adikmu?"Tanya Liu yaoshan.


Akhirnya mereka mengerti dan saling berpelukan untuk terakhir kali.


"Jadi may sudah menyetujui untuk ikut bersama kami, kalau begitu Kami akan berangkat malam ini juga" ucap Liu yaoshan.


"Secepat itu? kitakan perlu beristirahat"Tanya jingmi.


"Tidak perlu Aku sudah memutuskan untuk berangkat malam ini jadi Kita Akan berangkat" ucap Liu yaoshan.


"Turuti saja kemauannya, dia orang yang tidak suka dibantah dan sangat keras kepala" ucap mayleen melirik tajam Liu yaoshan.


"Hehe istri Ku memang orang yang paling mengerti diriku" ucap Liu yaoshan tersenyum Manis kearah mayleen dan menarik pinggangnya.


Saat mereka berbincang-bincang ibu Jin huo datang dan menegur putranya.


"Jin huo kenapa kau tidak menyuruh tamu duduk dan membiarkan mereka berdiri" ucap ibu Jin huo.


"Hehe Aku lupa bu, kalau begitu kalian pergilah duduk diruang tamu, Aku akan membuatkan teh untuk kalian" ucap Jin huo.


"Tidak perlu, kita sebaiknya pulang sekarang Karena mayleen perlu mengemas semua barang-barangnya" ucap Liu yaoshan.


"Kalau begitu sebaiknya Kita segera bergegas Karena Hari sudah mulai malam" ucap Zhixin.


Liu yaoshan dan mayleen serta yang lainnya pun pergi rari rumah Jin huo.

__ADS_1


"Ayah tetaplah disini, Kita sudah lama tidak bertemu dan berbincang-bincang" ucap ibu Jin huo.


"Baiklah putriku, kalau begitu sepertinya kakek tidak bisa mengantar kalian Karena putriku menahanku disini hehe" ucap kakek tabib.


"Tidak apa-apa kek, biar Aku saja Yang mengantar mereka kakek tetaplah disini bersama ibuku" ucap Jin huo.


"Kalau begitu ayo" ucap Zhixin.


Tak berapa lama kemudian mereka sudah sampai dirumah kakek tabib dan Liu yaoshan membantu mayleen mengemas seluruh barang-barangnya.


"Apa selama disini kau tidak pernah memakai perhiasan may?"Tanya Liu yaoshan.


"Tidak, Aku tidak terlalu suka memakai perhiasan" ucap mayleen.


"May ada Yang ingin Ku katakan kepadamu" ucap Liu yaoshan.


"Hm?" Tanya mayleen.


"May maafkan aku, jika saat itu Aku tidak memaksa mu saat itu mungkin kau tidak akan jadi seperti ini sekarang" ucap Liu yaoshan menggenggam kedua tangan mayleen.


"Sudahlah, lupakan Yang lalu biarkan semuanya berjalan seiring waktu" ucap mayleen.


"Terima kasih sayang" ucap Liu yaoshan mencium kening mayleen.


"Heh siapa Yang menyuruh mu menciumku" ucap mayleen menatap Liu yaoshan dan mundur beberapa langkah.


"Hehe Aku suka, sini Aku cium lagi" ucap Liu yaoshan maju kearah mayleen.


Mayleen merasa geli dengan Liu yaoshan, mereka lalu saling kejar-mengejar, may melempar benda-benda disekitarnya kearah Liu yaoshan sambil berlari dan Liu yaoshan berhasil menangkisnya, mereka lalu tertawa sambil kejar mengejar didalam kamar.


Brukk


"Aduh aduh kakiku" ucap Liu yaoshan berhenti Karena kakinya menendang sebuah meja kayu.


"Hahahhahahha, enakkan? Bwahahahhah perutku Bhahahaha" ucap mayleen tertawa terbahak-bahak melihat Liu yaoshan.


"Mayleennnn kenapa kau menertawaiku, kaki ku ini sedang Sakit bukannya menolong kau malah menertawaiku" ucap Liu yaoshan cemberut.


"Hahaha ma..maafkan aku hahaha" ucap mayleen tak henti-henti menertawai Liu yaoshan.


Sementara zhixin, jingmi dan Jin huo penasaran kenapa mayleen tertawa begitu keras hingga mereka memutuskan untuk mengecek apa yang sedang terjadi didalam kamar mayleen.


"May? apa kalian baik-baik saja?"Tanya Jin huo.


"Buka saja pintunya" ucap mayleen dari Dalam.


Jin huo lalu membuka pintunya, ketiga orang tersebut terbelalak melihat keadaan kamar mayleen seperti kapal pecah dan posisi Liu yaoshan Yang terduduk dilantai sambil memegang kakinya.


**Jika kalian tertarik pada ceritanya jangan lupa Di like, komen, Dan vote.( ◜‿◝ )♡


See you next time (づ。◕‿‿◕。)づ

__ADS_1


Bye-bye** (ノ゚0゚)(ノ゚0゚)ノ


__ADS_2