Tuan Muda Penjaga Hati

Tuan Muda Penjaga Hati
Bab 21. Tolong Lindungi Dia


__ADS_3

“Saya dari pihak kepolisian ingin memberitahukan kalau paman anda baru saja mengalami kecelakaan!” Jelas seorang pria yang tidak dikenali oleh Nadia Tetapi dia yakin itu adalah pihak berwajib.


Ponsel yang sedang dipegang Nadia seketika terjatuh hingga membuat Ferdi langsung menyambar benda pipih berwarna hitam milik gadis tersebut dan menanyakan Siapa yang sedang menelpon keponakan sahabatnya itu.


“Maaf, ini sebenarnya siapa dan anda sedang menyampaikan berita apa?” Dengan cepat Ferdi mempertanyakan identitas orang yang baru saja menghubungi Nadia.


Hati pria itu masih saja terasa ngilu melihat perubahan raut wajah Nadia yang tiba-tiba saja begitu pucat dan pias.


“Kami dari pihak kepolisian ingin menyampaikan jika saudara yang bernama Bagas baru saja mengalami kecelakaan tetapi sekarang sudah berada di rumah sakit Medika Chandra. Setelah kami mendapatkan identitas korban dan juga ponselnya terlihat jika nomor ini merupakan nomor terakhir yang dihubungi oleh korban makanya saya menghubungi anda!” jelas pria yang menelpon barusan.

__ADS_1


“Terima kasih atas informasinya Pak, saya akan segera ke sana!” jawab Ferdi sembari mengalihkan wajah melihat Nadia yang masih saja shock setelah mendengar berita tentang kecelakaan pamannya.


Gadis itu masih terdiam melongo seolah lupa jika dirinya masih hidup. Sementara Ferdi langsung mengambil ponselnya sendiri yang tadi diletakkan di atas meja dan memasukkan ke dalam saku celananya, mengambil kunci mobil, serta memanggil bibi Upi dengan suara keras hingga membuat Nadia terbangun dari lamunan ketakutannya.


“Bi Upii!!”


Ferdi sengaja memanggil bibi Upi dengan suara yang sangat keras agar pelayan itu segera datang. Terlihat sang pelayan datang tergopoh-gopoh dengan penampilan rambut acak-acakan karena sepertinya perempuan paruh baya itu sudah berbaring untuk beristirahat tetapi langsung kembali bangkit untuk mendatangi Ferdi setelah mendengar panggilan lantang darinya.


Tentu saja wanita paruh baya itu merasa sangat heran, apalagi melihat wajah Nadia begitu pucat tanpa suara seolah-olah baru saja melihat hantu di hadapannya atau bisa jadi baru saja mendapatkan kabar buruk entah dari siapa.

__ADS_1


“Bagas mengalami kecelakaan, jadi saya dan Nadia akan langsung ke rumah sakit. Bibi tolong jaga rumah dengan baik, kunci semua pintu jangan bukakan pintu untuk sembarang orang kalau memang tidak kenal! paham?” Ferdi menarik pergelangan tangan Nadia tanpa Gadis itu mempersiapkan diri langsung ikut melangkahkan kaki mengikuti pergerakan Ferdi menuju mobilnya yang ada di dekat teras rumah.


Gadis itu seperti orang linglung yang tidak tahu harus melakukan apa bahkan dirinya langsung ikut saja ketika Ferdi menarik tangannya tanpa melihat keadaan pakaian yang sedang dikenakannya.


Wanita paruh baya itu langsung membekap mulutnya, merasa tidak percaya dengan berita yang baru saja didengarnya tetapi itu memang kenyataan karena keponakan sang majikan terlihat begitu pucat.


“Astagfirullah Ya Allah, innalillahi wa inna ilaihi rojiuun mudah-mudahan den Bagas nggak apa-apa, tolong lindungi beliau ya Allah ….” Wanita paruh baya itu sontak merapalkan do’a perlindungan untuk majikannya yang sangat baik hati selama ini terhadapnya.


Sementara itu Ferdi dan Nadia telah memasuki mobil. CEO Singgalang Group itu mengendarai kuda besinya dengan kecepatan tinggi tetapi Nadia tetap diam tanpa suara. Pikirannya terasa kosong membayangkan sudah tidak lagi ada orang sebagai tempatnya berpegangan.

__ADS_1


“Ya Allah … hamba mohon pada Mu … tolong lindungi nyawa Om Bagas. Dia keluargaku yang tinggal satu-satunya,’ batinnya memohon kepada sang pencipta.


__ADS_2