Tuan Muda Penjaga Hati

Tuan Muda Penjaga Hati
Bab 58. Viral 1


__ADS_3

Pembicaraan antara Tuan Regan dan juga tuan Winata masih saja belum usai sampai setelah mereka menghabiskan minuman yang ada di atas meja, serta mengosongkan beberapa piring yang tadinya berisi cemilan. Tiba-tiba saja ponsel milik Tuan Winata bergetar terus, serta begitu banyak notifikasi pesan masuk ke dalam ponselnya dari aplikasi berwarna hijau.


“Angkat saja teleponmu itu dulu, Winata! Bukankah nanti kita masih bisa melanjutkan dan juga mendiskusikan bagaimana caranya agar Ferdi segera sadar dari apa yang baru saja dilakukannya,” suruh tuan Regan mempersilahkan Tuan Winata agar tidak merasa sungkan hanya sekedar menerima panggilan dari seseorang yang sedang menelponnya.


“Yakin kamu nggak bakalan tersinggung kalau aku mengangkat telepon dari salah seorang klienku? Ah iya, biar kamu tak merasa keberatan maka aku akan menyalakan loud speaker untuk bicara dengan klienku ini karena dia merupakan salah satu klien yang akan melakukan kerjasama untuk memasukkan bahan baku ke gudang pabrik ku yang baru di daerah Bogor!” jelas Tuan Winata dengan begitu jumawa.


Sangat jelas sekali jika Tuan Winata dengan sengaja menyombongkan diri pada sahabatnya itu tetapi Tuan Regan sama sekali tidak merasa tersinggung dengan apa yang dilakukan calon besannya itu karena mereka berdua memang sudah sama-sama hafal dengan karakter masing-masing.


“Untuk apa aku harus tersinggung segala dengan sikapmu yang arogan ini hahaha. Bukankah dari dulu kau memang selalu suka sombong dengan segala prestasi yang kau punya? Ayo segera kau terima telepon orang itu sebelum terputus!” pungkas Tuan Regan dengan memberi isyarat jari sembari menunjuk benda pipih Android milik Winata.


Winata pun dengan senyum sumringah menggeser icon warna hijau yang sudah tertera di layar utama ponsel miliknya, serta menekan icon tanda load speaker agar apa yang dibicarakannya dengan klien itu bisa terdengar langsung oleh Tuan Regan.

__ADS_1


“Halo Pak Tono, selamat malam. Tumben sekali Anda menelpon saya malam begini? Apa ada hal terdesak yang ingin Anda bicarakan dengan saya? Sepertinya Anda sudah sangat tidak sabar untuk melakukan hubungan kerjasama ini, padahal surat kontrak kita baru saja ditandatangani kemarin, bukankah begitu?” Tuan Winata terlihat begitu sombong dengan mengangkat sebelah kaki menunggangi kakinya yang lain, tersenyum tanpa henti ke arah sang calon besan.


[Selamat malam juga tuan Winata yang terhormat, bahkan kehormatan anda sekarang benar-benar dipertanyakan oleh seluruh warga dunia bukan hanya Indonesia saja. Saya tidak ingin berbasa-basi dan akan langsung to the point saja agar nama saya tidak terseret dalam list nama pria yang mungkin saja bisa terseret dengan perbuatan Putri kebanggaan anda itu! Saya hanya ingin menyampaikan kalau kerja sama kita langsung saya batalkan malam ini juga, sebelum nama saya ikut terlibat dalam kasus yang sedang viral di mana Putri Anda yang menjadi tokoh utama video pendek dunia maya!]


Pria yang menelepon Tuan Winata terdengar mengambil nafas pendek berusaha menetralkan emosinya, [Oleh sebab itu, besok kuasa hukum saya akan pergi ke perusahaan anda untuk menyampaikan surat somasi karena anda telah melanggar kontrak yang sudah kita sepakati! Dari awal saya sudah menyatakan, kalau saya tidak ingin mengalami kerugian sedikit pun jika ada keburukan yang dilakukan pihak Anda, tetapi belum juga kerjasama itu berlangsung 36 jam, anda telah melanggar janji itu hingga membuat perusahaan saya bisa saja merugi, selamat malam.]


Panggilan telepon itu sudah terputus sementara Winata masih bingung dengan apa yang sedang terjadi hingga salah seorang kliennya tiba-tiba memutuskan kerjasama dengannya, ditambah lagi perkataan yang dilontarkan oleh Pak Tono barusan yang mengatakan putrinya sedang viral sebagai tokoh utama sebuah tontonan dunia maya.


“Apa-apaan ini, Firda?!” teriak Winata yang baru saja kaget mendapatkan banyak pesan dari teman bisnis dan juga kliennya.


Mereka semua bertanya tentang video panas yang sedang viral dalam beberapa menit lalu, mereka semua bersuara sama ingin mendapatkan konfirmasi tentang kebenaran berita video panas Firda dengan beberapa pria. Bahkan beberapa lelaki yang ada di dalam video ranjang putrinya itu memperlihatkan wajah kliennya sendiri. Pria itu menggelengkan kepala beberapa kali, menatap nanar wajah putrinya. Winata berdiri hendak memberikan pelajaran pada Firda dengan menamparr anak yang selalu dibangga-banggakannya selama ini sebagai gadis yang sangat baik hati, tapi ternyata telah melemparkan kotoran ke wajahnya sendiri.

__ADS_1


“Fir-firda … ka-kamu bikin papa kece–”


Brugh!


“Winata!”


“Papa!”


“Tuan Winata!”


Seru mereka bertiga secara serempak ketika melihat Tuan Winata memegangi dadanya waktu ambruk tanpa menyelesaikan perkataannya.

__ADS_1


Tubuh jangkung tuan Winata ambruk di lantai rumah Tuan Regan, membuat mereka yang ada di sana langsung saja panik seketika. Firda tidak mengetahui apa sebenarnya yang sedang terjadi dan baru saja dilihat Papanya lewat Ponsel yang masih menyala terjatuh ke atas kursi sofa.


__ADS_2