
Mobil yang dikendarai Ferdi mulai memasuki area sekolah dan karena memang hari masih terlalu pagi, mereka berdua memutuskan untuk memasuki kantin wlau tetap saja sudah ada beberapa siswa yang juga ikut sarapan di sana.
“Mas mau sarapan apa? Biar Nadia yang pesankan.” Gadis itu hendak langsung ke arah pemilik kantin untuk memesan sarapan buatnya dan juga Ferdi.
Namun, Ferdi malah menyuruh Nadia duduk selaras kedua tangannya menekan pundak Gadis itu di salah satu bangku panjang yang bisa muat untuk enam siswa sekali duduk.
“Kali ini biarkan Kekasihmu yang super tampan ini untuk melayani apa pun yang kamu butuhkan. Hamba siap melayani ratuku,” ucap Ferdi bagaikan seorang pelayan Inggris dengan membungkukkan separuh badan.
Apa yang dilakukan Ferdi barusan tentu saja menimbulkan beberapa bisik-bisik di antara siswa yang sudah datang dan ikut sarapan di kantin sekolah.
“Mas Ferdi apa-apaan sih melakukan semua ini, aku kan jadi malu.” Gadis itu benar-benar merasa gemas sekali dengan apa yang baru saja dilakukan Ferdi padanya karena semua mata tertuju pada mereka berdua dan tingkah Ferdi ternyata membuat beberapa orang dengan sengaja memvideokannya.
__ADS_1
Ferdi yang memang punya sifat cuek malah tidak terganggu sama sekali dengan apapun yang terjadi di sekelilingnya, sebab memang begitulah sifatnya selama ini tak peduli dengan lingkungan, selain obsesi dan juga kepentingan akan tujuannya sendiri.
“Ngapain harus malu segala? Toh kita itu makan bukan minta sama mereka kok. Kamu itu sekali-kali harus belajar tidak terlalu memikirkan perasaan orang lain dan selalu menjadi orang baik, karena di kota ini terkadang ketulusan dan juga keikhlasan dari orang baik sepertimu inilah yang sering memanfaatkan sama penjahat,” pesan Ferdi.
Lelaki itu memang terlalu mendalami sisi kehidupannya sejak memegang perusahaan keluarga dan rata-rata orang yang ditemuinya di dalam kehidupan bisnis memang selalu memikirkan diri sendiri, bahkan terkadang banyak yang melakukan cara-cara curang asalkan bisa mencapai obsesi mereka agar terlihat sebagai seorang pengusaha sukses.
Terlalu banyak mengenal sifat manusia yang satu dengan yang lain akhirnya membuat Ferdi begitu mudah menyeleksi dan mengetahui sifat seseorang walau masih baru dikenalnya hanya dari sekedar melihat raut wajah saja.
Andai saja papanya mendengarkan dan juga mempercayai penjelasannya tetapi sayang Tuan Regan terlalu tinggi hati untuk mengakui kesalahan hingga masih membiarkan anaknya pergi sejak tadi malam hingga sekarang.
“Eh iya aku sampai lupa, kamu mau sarapan sama apa sih?” Lelaki itu menggaruk-garuk pangkal lehernya untuk menutup rasa gugup karena ketahuan baru saja melamun.
__ADS_1
“Aku mau makan bubur Kampiun aja dengan ketan hitam yang sedikit lebih banyak, minumnya cukup air putih,” jelas Nadia menerangkan pesanan yang ingin dijadikannya sebagai sarapan pagi ini. Sarapan ringan yang pastinya masih bisa membuatnya terasa kenyang hingga nanti sampai jam istirahat tiba.
“Oke sweet heart … tunggu sebentar ya!” Ferdi berjalan tanpa memperhatikan beberapa siswa yang begitu terpana melihat penampilannya, walau hanya mengenakan pakaian biasa tetapi kharisma yang dibawa Ferdi sungguh luar biasa mampu membuat para gadis tak bisa mengedipkan mata.
“Ya Tuhan … beruntung sekali si Nadia ya? Punya pacar cakep, kaya raya dan yang paling bikin iri itu … tuh CEO sangat sayang sama dia, diiih, aku jadi pengen!” celetuk Rina teman sekelasnya Nadia.
“Hust, kamu ini, dulu idolain Nando buat gebetan sekarang mau ngerebut pacar orang? Mana bisa, ngaca ding! Wajah boleh cantik tapi isi kepala seuprit hehehe,” ejek Yuli dengan mencibir.
“Gue malah penasaran, bukannya beberapa hari lagi si Nando sama Nadia pergi ke Bandung ya untuk ikut olimpiade sains? Apa tuh CEO nggak cemburu kali ya sama Nando yang cakepnya 11 - 12 dengan Renaldo? Kalo gue yang jadi pacarnya Nadia, Gue bakal ngintilin pacar gue biar nggak ada yang gangguin, apalagi Nadia nya cakep begitu, tampang-tampang polos gimanaa gitu loh? Bikin nagih walau hanya buat dipandang eii,” sambar siswi lain.
“Hust, udah diam. Kalian jangan ngompor deh! Entar pacar Nadia ngintil beneran hihihi.” Rina Kembali bersuara dengan melirik wajah Ferdi yang telah berubah masam.
__ADS_1
Parahnya obrolan para siswi cantik itu tepat terdengar di telinga Fredy dan itu membuat dirinya terpaksa memejamkan mata sesaat hingga lupa nama pesanan sarapan untuk Nadia.