Tuan Muda Penjaga Hati

Tuan Muda Penjaga Hati
Bab 27. Cewek Incaran


__ADS_3

Rei benar-benar tidak pernah menyangka kalau semua akan jadi seperti ini. Jika dirinya bersaing dengan sang kakak, tentu saja dirinya akan kalah karena dia tau persis bagaimana sepak terjang sang kakak yang sangat hebat dalam setiap apa saja dilakukannya tapi masa iya kakaknya bakal mengejar Nadia juga?


‘Dasar gue bodo, udah jelas waktu itu abang bilang ke gue kalau dia suka sama cewek polos dari desa masih SMA tapi kenapa harus Nadia?’ rutuknya lemas di dalam hati.


Rei ingin teriak tapi rasanya semua itu tidak ada gunanya karena memang antara dia dan Nadia belum memiliki hubungan yang khusus sebab Renaldo baru punya ancang-ancang ingin menyatakan cinta pada sang gadis ketika sore nanti. Itulah sebabnya kenapa Rei ingin sekali mengantarkan Nadia dan ikut dengan gadis itu ke rumah sakit. Namun, kenyataan yang ada seakan menampar wajahnya karena ternyata selama ini cewek yang sering diceritakan sang kakak adalah Nadia keponakan asistennya sendiri yang juga menjadi incarannya.


‘Abang dari dulu gak pernah main cewek, dia juga udah kayak bonekanya papa, kalau gue embat Nadia kayaknya dia juga pasti bakal mundur, tapi gue mana bisa jadi adik yang gak tau diuntung? Bang Ferdi yang paling sayang sama gue, papa aja nggak perhatian kayak abang, mama sibuk ama penyakitnya, cuma abang yang sayang ama gue jadi sebaiknya gue cukup jadi temennya Nadia aja. Mungkin gue masih bocah dan harus ngalah buat bahagianya bang Ferdi,’ putusnya di dalam hati.


Cowok berseragam abu-abu itu lebih memilih saudaranya daripada menyatakan cinta yang belum tentu juga bakal mendapatkan sambutan dari Nadia, toh mereka belum punya hubungan apa-apa. Bukankah kalau abangnya bahagia, Renaldo juga bakal kecipratan uang jajan hahaha. Dasar Renaldo.


“Rei, ntar kalo abang lo dateng, bilang gue udah balik ngantor ya! Nadia juga sudah ada di sini sama lo, jadi gue cabut dulu!” pamit Kevin.

__ADS_1


“Yo-i, Bang. Kami bakal nungguin Bang Ferdi dan nyampein pesan nya Abang,” jawab Rei dengan memaksakan senyumnya.


“Lagian tuh abang lo aneh banget, biasanya janji kagak pernah ingkar tuh. Apa jangan-jangan dia ngira lo ama Nadia —” Kevin menatap wajah remaja di sampingnya itu secara bergantian tapi dia ragu untuk melanjutkan kalimatnya takut dua kakak beradik itu berantem memperebutkan si gadis berambut kepang dua.


Bagaimanapun juga perasaan Ferdi itu belum pernah dinyatakannya pada Nadia tetapi lelaki yang menjabat sebagai CEO di perusahaan Papanya tersebut tidak pernah menyembunyikannya dari teman-temannya.


Nadia dan Renaldo jadi saling pandang menerka-nerka apa perkataan yang tidak dilanjutkan sama Kevin, “memangnya aku sama Renaldo kenapa, Om Kevin?”


“Ah nggak ada kok, Om hanya mau bilang kalau kalian berdua itu pasangan yang serasi, apa Ferdi tahu jika kalian berpacaran?” tanya Kevin menatap secara bergantian wajah Nadia dan juga Renaldo seolah dia ingin memastikan tentang hubungan di antara keduanya.


“Siapa yang pacaran? Ya enggaklah, Nadia sama Rei itu cuman temen doang kok, Om. Ngapain juga mikir hal kayak begituan sekarang, apalagi yang jadi prioritas Nadia sekarang hanya ingin melihat Om Bagas kembali sadar dan nemenin kehidupan Nadia lagi sampai nanti aku bisa menjadi orang sukses. Nadia sama sekali belum punya keinginan untuk hal-hal selain belajar,” tepis Nadia menjawab pertanyaan sahabat pamannya itu.

__ADS_1


Pernyataan yang baru saja meluncur dari bibir tipis milik Nadia, sekonyong-konyong membuat ada sesuatu yang terluka di dalam hati seorang Renaldo, karena ternyata gadis yang sempat ingin ditembak dan juga disayangi perasaannya itu sama sekali tidak pernah menganggapnya lebih dari seorang teman. Semua itu tentu saja sangat pantas terjadi karena memang selama ini antara Renaldo dan juga Nadia tidak pernah saling dekat selain sekedar tegur sapa.


“Oh, om kira kamu sama Rei pacaran hehehe, sorry! Kalau gitu om pamit dulu,” ujar Kevin pergi begitu saja.


“Om Kevin aneh ya, masa ngirain kita pacaran, padahal dekat aja baru kali ini,” celeteh Nadia tanpa melihat dan mulai membuka kantong yang tadi dibawa Renaldo.


Nadia melihat ada dua kotak jus jambu, memberikan satu ke Rei dan mengambilnya satu kotak. Mencolok dengan pipet lalu meminumnya.


“Oh ya, Nad … kalo boleh tau, kamu udah punya pacar belum sih saat di kampung?” selidik Renaldo sembari mengirim pesan sama kakaknya.


[Bang, buruan ke rumah sakit! Gue ada acara sama Nando gak bisa jagain lama-lama cewek inceran lo! Dilariin cowok lain baru tau rasa, lagian udah jemput ke sekolah ngapa gak langsung nyamperin sih? Untung Nadia sam gue, coba kalo sama ketos kami, dia suka loh sama Nadia]

__ADS_1


Send


__ADS_2