
“Dan Kami sebenarnya sudah berjanji akan menjadi sepasang kekasih apabila dia lulus menjadi salah satu mahasiswa undangan di Universitas Jakarta agar bisa bertemu denganku,” jawab Nadia dengan membalas tatapan Ferdi yang terlihat langsung berubah.
“Jadi … itu artinya setelah dia datang kamu akan menjadi kekasihnya?” Wajah Ferdi berubah suram, merasa tidak suka dengan jawaban yang diberikan secara jujur oleh Nadia, tetapi Gadis itu memang tak ingin melakukan dusta sedikit pun terhadap laki-laki yang sebentar lagi bergelar suaminya jika memang sang mantan CEO itu menikahinya.
Nadia menatap bingung dengan kelemotan cara pikir Ferdi malam ini, bagaimana mungkin pria itu masih menganggap dirinya akan tetap menjadi hubungan dengan Prasetyo sementara sudah menerima pinangan dari Ferdi.
Huft!
__ADS_1
Nadia tetap keluar dari mobil, merasa kesal dengan tanggapan Ferdi barusan yang terdengar konyol, padahal jelas-jelas rasa bahagia masih saja memenuhi singgasana hatinya tetapi dirusak terang-terangan oleh ucapan Ferdi barusan.
Kevin sendiri menggelengkan kepala di belakang kemudi, merasa gemas dengan cara pikir bosnya saat ini yang terkesan benar-benar tak tahu diri mempertanyakan hal yang tidak seharusnya.
“Loh kok dia kelihatan marah waktu gue nanyain?” Ferdi terlihat bingung mendapati Nadia yang keluar dari mobilnya bermuka masam.
“Astaga Ferdi! Gue kirain lu emang pintar makanya bisa dapat jabatan bagus sekelas CEO walau itu di perusahaan sendiri tapi sumpah … gue baru tau kalo lidah lu terlalu lemes! Buruan kejar Nadia ke sana dan minta maaf karena ucapan lo barusan bisa aja membuat dia ragu … mau lo batal nikah sama Nadia!” suruh Kevin lewat tatapan tajamnya sebagai seorang asisten.
__ADS_1
Kevin benar-benar tak mengerti dengan jalan pikiran Ferdi saat ini, jelas-jelas dia sendiri yang memaksa Gadis itu supaya cepat dinikahinya tetapi sekarang siapapun akan bisa menilai bahwa keinginannya itu hanyalah bualan semata.
“Yaelah Ferdi, masa iya hal begituan aja lo nggak tahu! Mikir deh pakai kepala dingin, lo baru aja meminang Nadia bahkan melingkarkan cincin berlian di jari manisnya. Terus sekarang lo dengan tanpa dosa meragukan cintanya? Oh my God, gue benar-benar nggak bisa ngerti dengan cara pikir lo! Buruan keluar dari mobil dan minta maaf sama dia sebelum gadis itu benar-benar marah sama lo karena udah nuduh dia tipe perempuan tak tahu diri!” usir Kevin dengan sengaja mengarahkan tubuh ke jok belakang dan mendorong tubuh atletis atasannya itu.
Ferdi masih tidak mengerti tetapi lelaki itu tetap melakukan apa yang asistennya perintahkan, menyusul Nadia masuk hingga ke dalam rumah bagan melihat gadis itu yang ternyata sudah berada di dalam dapur dengan segelas air bening di tangannya. Pria itu memperhatikan Nadia yang sedang menenggak air mineral dengan wajah tidak enak dipandang mata.
“Maaf, tadi aku bertanya hal yang tak sepantasnya, karena jujur aku cemburu sama pemuda yang jauh lebih tampan dariku dan dia juga sepantaran umur denganmu! Aku tau ini terlalu berlebihan tapi aku takut kamu berpaling pada cowok yang memang telah kau cintai lebih dulu!” lirih Ferdi yang memberanikan diri melingkarkan tangan di perut sang gadis.
__ADS_1
“Eh … ada Den Ferdi juga, maaf, bibi kirain tadi siapa,” ucap bibi Upi yang langsung membuat Ferdi terpaksa melepaskan kedua tangannya dari pinggang Nadia dan mengumpat sang pelayan di dalam hati.
‘Sialann memang, baru juga dapat moment yang pas buat meluk Nadia, malah keganggu!’