
Betapa terkejutnya Ferdi saat mendapati sang Mama ternyata dalam keadaan baik-baik saja, jangankan demam bahkan perempuan itu baru saja keluar dari dapur dengan Apron yang masih melekat di tubuhnya.
“Loh, Mama!” seru Ferdi meneriaki nama perempuan yang hampir saja membuat dirinya jantungan setelah mendengarkan kabar kalau wanita yang telah melahirkannya itu dalam keadaan demam akibat merindukannya.
“Alhamdulillah, akhirnya anak kesayangan Mama pulang juga! Sini peluk Mama dulu, Nak!” Perempuan itu merentangkan kedua tangannya menunggu kedatangan Sang putra yang begitu sangat dirindukannya. Bahkan dirinya melakukan mogok makan terhadap putra bungsu dan juga suaminya kalau sampai Ferdi Fernando tidak pulang ke rumah malam ini juga.
Bukan hanya itu yang dilakukan perempuan itu untuk membuat Ferdi pulang ke rumah, dirinya juga memberikan ancaman pada Tuan Regan agar tidak boleh memaksa Ferdi menikahi perempuan yang tidak dicintainya. Setelah melakukan perjanjian sepasang suami istri itu akhirnya mereka mengalah dan berjanji akan menerima siapa saja pilihan yang akan menjadi pendamping hidup untuk anak pertamanya.
“Kamu kok malah sedikit gemukan setelah diusir papamu,” ucap sang Mama dengan mata melirik seolah sedang menyindir suaminya.
__ADS_1
“Ya iyalah Ma, Abang bakalan tambah gemuk jika keluar dari rumah ini apalagi calon bininya itu pintar masak! Mama tahu kan sama keponakannya Almarhum Bang Bagas si asisten pribadinya Bang Ferdi itu? Dia kekasihnya anak sulung Mama ini, namanya Nadia dan dia jago masak loh Ma. Gadis itu sekarang juga sedang berada di Bandung untuk mengikuti olimpiade sains fisika, cuma dua orang yang dari sekolah kami menjadi perwakilan dan calon mantu Mama itu merupakan anak yang paling hebat Bahkan dia sekolah di tempat Rei dengar-dengar juga mendapatkan beasiswa akibat kepintarannya!”
Renaldo begitu bersemangat menceritakan sosok seorang Nadia yang akan menjadi kakak iparnya walau di dalam hati sebenarnya dia ingin sekali sang gadis batal menikah dengan Ferdi karena dia juga diam-diam sangat menyukai gadis yang sama.
“Jadi Mama melakukan ini semua hanya untuk membuat Ferdi pulang ke rumah?” pria itu masih saja bernada datar setelah mengurai temukannya bersama perempuan yang telah melahirkannya itu.
“Astagfirullah Ma … Ferdi harusnya malam ini berangkat ke Bandung untuk menemui Nadia karena besok dia terakhir berada di sana dan Ferdi sudah memiliki kegiatan sendiri untuk esok hari di Bandung!” jelas Ferdi masih membuat tiga orang yang sedang menatapnya merasa memiliki teka-teki.
“Memangnya kegiatan apa yang bakal kamu lakukan dengan perempuan itu di Bandung, hem?” tanya Tuan Regan ikut merasa penasaran.
__ADS_1
Ferdi terdiam, dia ragu untuk mengatakan rencana gilanya yang ingin menikahi gadis dengan umur terpaut sangat jauh darinya, tapi dia juga sudah melakukan hal-hal yang sempat disuruh Nadia seperti menjalankan shalat istikharah beberapa kali agar bisa mendapatkan petunjuk dari Allah.
Melihat Ferdi yang hanya bergeming tentu saja membuat Tuan Regan dan istrinya jadi saling pandang, merasa ada satu hal penting yang berusaha untuk disembunyikan Putra mereka.
“Besok merupakan akhir pekan, papa, mama dan juga adikmu akan berangkat ke kota Bandung untuk menghadiri pesta pernikahan seorang rekan,” lanjut Regan berusaha memancing karena sebenarnya pria paruh baya itu sudah mendapatkan informasi dari salah seorang teman Ferdi kalau anaknya akan melakukan pernikahan dengan Nadia di kota Bandung.
“Papa juga mengharapkan kamu segera menikah seperti anak temannya Papa ini, karena mamamu sudah sangat ingin menimang cucu. Kapan kamu akan memperkenalkan gadis bernama Nadia itu sama mama dan papa? Kalau perlu, saat pertama kali Papa bertemu dengannya … kamu langsung menikah saja dengannya, sebab papa sudah memberikan restu untukmu dan gadis yang kamu sukai itu!” pungkas Tuan Regan tak ingin lagi berbasa-basi karena sepertinya Ferdi masih saja berusaha merahasiakannya.
“Bang, sebaiknya Abang jujur aja deh sama mere–” Belum selesai Renaldo ingin mengungkap hal yang sebenarnya akan dilakukan kakaknya itu, tiba-tiba saja Ferdi dengan lantang menyampaikan apa yang bakal terjadi esok hari.
__ADS_1
“Ferdi akan menikahi Nadia jam tujuh malam di salah satu hotel milik Rossa!“