Tuan Muda Penjaga Hati

Tuan Muda Penjaga Hati
Bab 53. Fitnah Kejam


__ADS_3

“Bukankah semua yang saya katakan itu benar, Firda?” Ferdi menaikkan sebelah alisnya dengan senyum menyeringai horor membuat Firda ingin sekali menghabiskan Ferdi sekarang juga.


Ferdi tentu saja sangat tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya karena kartu As wanita yang baru saja mengancam dan memfitnahnya ada di genggaman tangannya.


‘Apa jangan-jangan asisten kurang ajar itu sempat mengadu sebelum mautnya datang? Hal ini bisa bikin rusuh rencanaku nanti, apa yang mesti aku lakukan ya? Aku gak mau pernikahan dengan Ferdi jadi gagal hanya karena urusan sepele kayak gini. Hemm, sepertinya Om Regan akan tetap bisa berada di bawah pengaruhku asal Ferdi gak merusak semua dengan kekuasaannya. Oh no, Ferdi sangat menakutkan kalau sampai merasa terusik, ’ batin Firda dengan tubuh membeku ketakutan.


Namun, bukan Firda namanya kalau belum mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, wanita itu dengan sengaja berjaga-jaga mengedit video adegan panas dirinya sendiri dengan sang kekasih hati yang sudah kabur entah ke mana, setelah mengetahui kalau Firda telah berbadan dua. Firda memang suka mengoleksi adegan panasnya dengan beberapa pria dan sekarang ternyata wanita itu menganggap apa yang telah ia lakukan itu ada manfaatnya.


“Aku nggak nyangka kalau kamu malah hanya ingin memanfaatkan tubuhku saja, tega kamu Ferdi! Kamu jahat sekali jadi manusia ingin lepas tanggung jawab begitu saja, setelah merenggut kesucianku! Pokoknya aku tak terima karena kamu harus tanggung jawab menikahiku sebab sekarang aku sedang hamil anakmu!” ucap Firda dengan kedua bola mata yang sudah berkaca-kaca, menatap pria berwajah dingin itu yang malah terlihat membelalakkan matanya.


‘Aku yakin kalau papamu pasti akan merasa sangat bersalah karena kamu ingin lepas dari tanggung jawab setelah menghamiliku dan om Regan pasti akan mempercepat pernikahan kami,’ batinnya dengan jumawa.


Siapa suruh Ferdi menolak cintanya hingga Firda terpaksa melakukan segala cara untuk menyelamatkan harga dirinya sebagai seorang wanita yang telah hamil di luar nikah. Wanita itu tidak ingin menanggung aib malu karena perbuatan tercela yang sudah dilakukannya dengan seorang pria yang telah dikencaninya selama dua tahun ini. Sayangnya pria itu kabur begitu saja meninggalkan dirinya setelah mengetahui Firda berbadan dua. Ronal tidak terima jika sampai Firda mengandung anaknya karena pria itu merasa tak pernah menabur benih di dalam tubuh wanita itu sebab dirinya selalu merasa melakukan permainan aman di atas ranjang.

__ADS_1


Ronald bahkan masih bisa mengingat dengan jelas kalau di dalam dompetnya selalu tersedia pengaman dengan merk salah satu ulat dan kain yang sangat lembut itu. Jadi Mana mungkin benihnya bisa jebol begitu saja hingga berkembang biak di dalam rahim milik Firda jika bukan laki-laki lain yang sudah menyemainya di sana, makanya Ronald sama sekali tak mau bertanggung jawab!


“What?! Firda hamil?” Sontak saja pertanyaan itu sama-sama ke luar dari mulut semua orang yang hadir di ruang tamu, tidak terkecuali dengan Renaldo yang masih berada duduk lesehan tak jauh dari sana.


“A-aku bicara yang sejujurnya kalau sekarang aku memang sedang mengandung anaknya Ferdi, tapi aku nggak nyangka kalau kamu sama sekali gak mau bertanggung jawab dengan benih yang sudah kamu tanam!” Firda benar-benar pintar berakting di depan keluarganya dan juga keluarga Ferdi dengan begitu lihainya.


Ferdi terlihat beberapa kali menggelengkan kepala dengan kedua tangan yang sudah mengepal, seolah ingin sekali menghabisi mulut berbisa wanita yang sekarang memberikan fitnah kejam terhadapnya.


“Heiii Firdaaa!!! Lancang sekali kau menuduh saya menghamilimu! Jangankan untuk bersentuhan dengan tubuh kotormu itu, saya bahkan tidak sudi melihat wajahmuuu!!” lantang Ferdi menunjuk dengan jari kiri perempuan yang sudah berani memfitnahnya.


“Sekarang cepat katakan, siapa ayah anak dari perbuatan harammuu?!” Raung Ferdi mulai merasa tak sabar dengan mencekik leher Firda.


Renaldo yang melihat itu semua dengan cepat bergerak dan melerai perbuatan kakaknya, dia tak ingin akibat terlalu emosi, Ferdi malah masuk ke dalam jeruji besi. Firda seketika terbatuk-batuk dan berusaha mengambil oksigen sebanyak-banyaknya untuk mengisi kembali paru-parunya.

__ADS_1


Sayangnya perbuatan Ferdi barusan malah membuat Firda semakin bersemangat untuk memperlihatkan pada keluarganya dan juga keluarga Ferdi sendiri dengan akting berpura-pura menjadi seorang korban ke egoisan sang CEO.


“Gak usah membentakku, Ferdi! Telingaku gak tuli, jadi kau tak usah berteriak! Dasar lelaki egois, mau enaknya tak mau anaknya, kamu kira aku akan takut hanya karena kau mencekik ku? Akui saja kalau aku memang hamil anakmu, jangan pernah menyangkal perbuatanmu karena aku punya bukti malam panas kita berdua!” tantang Firda yang tak mau mengakui perbuatannya.


Bagaimana mungkin rencana yang telah begitu matang disusunnya, berubah jadi berantakan semua hanya karena lidah papanya yang terlalu ember untuk berbicara dengan sembarang orang.


‘Jangan sebut nama gue Firda kalau tak bisa ngedapetin tubuh lo!’ batinnya di dalam hati tetapi yang terlihat di mata semua orang wajah Firda saat ini benar-benar menyedihkan dan membuat orang yang melihat terasa pilu penuh kasihan.


Ferdi semakin merasa dibuat frustasi saja dengan Obsesi Firda terhadap jinnya karena yang ada di mata pria itu saat ini, Firda bukan lagi merasa jatuh cinta padanya tetapi hanya ingin memanfaatkan dirinya sebagai pembersih namanya yang sedang memiliki aib besar di dalam keluarga dengan hamil di luar nikah dan Ferdi juga tahu bahwa laki-laki yang meniduri Firda tidak hanya satu orang saja


“Kau!! Ah, dasar Gadis murahan tak tahu malu, berani-beraninya kau menuduh saya berbuat hal yang sangat tercela dan juga rendahan!” Kalau saja Firda bukan seorang perempuan maka tubuhnya sudah pasti dihabisi saat ini juga sama Ferdi.


Pria itu benar-benar tidak pernah menyangka jika Firda tega menuduhnya begitu kejam hingga memaparkan fitnah untuk membuatnya luluh di hadapan Tuan Regan dan juga Tuan Winata. Namun, Ferdi tidak akan pernah menggadaikan harga dirinya hanya untuk hubungan kerjasama di antara orang tua mereka berdua, di mana kebahagiaannya yang akan menjadi taruhannya.

__ADS_1


“Dasar anak kurang ajar, kau sudah mempermalukan papa! Pokoknya Papa tak mau tahu, hari Sabtu ini kau harus menikahi Firda!!” putus Regan dengan tatapan membunuhnya.


__ADS_2