Tuan Muda Penjaga Hati

Tuan Muda Penjaga Hati
Bab 81. Menantu Idaman


__ADS_3

Keesokan harinya, keluarga tuan Regan semua berangkat ke kota Bandung tapi sebelumnya, Ferdi memastikan terlebih dahulu pada Rafael dan Kevin kalau bibi Upi telah berada di Bandung. Tentu saja semua sudah terencana dengan begitu baik karena sang mantan CEO itu ingin pernikahannya dengan Nadia begitu terkesan dan tak akan pernah terlupakan seumur hidup.


‘Semoga kamu akan selalu bahagia hidup dengan ku, Nadia karena aku akan selalu membuatmu tersenyum.’ Ferdi membatin di dalam hati.


Pria itu merasa kalau amanah yang diberikan oleh Bagas, sesaat lagi benar-benar akan disempurnakannya karena sudah bertekad menikahi keponakan sahabatnya itu. ‘Mulai sekarang kamu bisa tenang di surga sana karena aku tidak akan pernah membuat keponakanmu itu menangis lagi dan aku akan selalu menjaganya seumur hidupku,’ sambung Ferdi berjanji di dalam hati memejamkan mata sealah-olah sedang bicara dengan almarhum sahabat yang juga sekaligus bertahun-tahun menemaninya sebagai seorang asisten.


Ferdi lebih memilih menikahi Nadia sebelum gadis itu tamat SMA dari pada terlalu sering merasakan kecemasan karena Nadia tinggal hanya berdua dengan pelayan perempuan itu. Apalagi Ferdi sudah mendapatkan persetujuan dari dari gadis itu untuk menikahinya karena mereka hanya butuh wali hakim akibat keluarga sang gadis yang sudah tak punya siapa-siapa lagi di dunia ini.

__ADS_1


“Ferdi, cincin nikahnya udah dibawa kan?” tanya sang mama saat mereka di perjalanan – tepatnya saat berada di jalan Tol Cipularang.


Diantara mereka berempat, sang Mama yang terlihat begitu cerewet sejak semalam mempersiapkan segala sesuatunya untuk dibawa buat sang menantu padahal Ferdi sudah mewanti-wanti tidak perlu membawakan apa-apa karena dirinya memilih untuk menikah di Bandung agar pernikahan itu tak terendus oleh kawan-kawan Nadia di sekolah.


Ferdi hanya menyuruh Kevin untuk menyiapkan seluruh acara di salah satu Rooftop hotel bintang Yang bakal dihadiri oleh orang-orang tertentu saja karena yang terpenting untuknya dan Nadia adalah kesakralan akad nikahnya.


Tuan Regan benar-benar terlihat sudah berubah, bahkan semalam Ferdi tak akan pernah melupakan saat papanya itu menginginkan setelah selesai pernikahannya dengan Nadia, Gadis itu tinggal bersama mama dan papa. Itu saja hal itu ditolak mentah-mentah sama Ferdi karena dia tak ingin Renaldo mengganggu istrinya, sebab dia juga mengerti kalau Adiknya itu sebenarnya pernah menyukai Nadia.

__ADS_1


“Mama sama papa tenang aja, kalau nanti cincinnya lupa dibawa sama Bang Ferdi, kan masih bisa pake gelang karet hahaha,” ledek Renaldo menggoda kakaknya.


“Diam lo, berisik!” sungut Ferdi.


Keluarga itu asik bercanda selama menempuh perjalanan ke Bandung. Hal yang sudah sangat lama tak pernah mereka lakukan dengan bersenda gurai di sepanjang perjalanan. Ternyata setelah mengalami pertengkaran hebat serta mendapatkan pelajaran dari papanya Firda, membuat tuan Regan tak ingin lagi gegabah untuk memaksa sang putra dijodohkan dengan anak temannya. Lelaki paruh baya mengambil pelajaran setelah mendapatkan tamparan dari istrinya saat Ferdi diusirnya.


Dengan suami istri itu kembali berdiskusi di dalam kamar hingga membuka pintu hati Tuan Regan, kalau ternyata semua yang dilakukannya selama ini sebenarnya salah. Sekarang dirinya ingin melihat kedua buah hatinya hidup bahagia dan akan mengabulkan apapun keinginan kedua putranya termasuk menerima hadiah sebagai menantu satu-satunya.

__ADS_1


‘Akhirnya keluargaku kembali seperti dulu. Semoga kami akan selalu bahagia selamanya dan semoga gadis yang bernama Nadia itu menjadi menantu yang baik dan takkan pernah mengecewakan keluarga ini. Walau aku belum pernah bertemu dengannya tapi hanya dengan melihat wajahnya lewat foto saja, aku yakin Nadia adalah menantu idaman yang sangat baik bahkan bisa membuat seorang Ferdi kembali jatuh cinta setelah beberapa tahun menutup diri,’ batin sang mama di dalam hati.


__ADS_2