TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Ucapan yang Dikabulkan*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


Vesper segera berenang ke tepian. Ia naik ke tangga menuju dermaga lalu berlari kecil dengan tubuh membungkuk menuju ke sebuah kawasan dengan banyak pohon tumbuh. Vesper yang basah kuyup, bergegas mengganti pakaiannya. Beruntung, ide dari Antony kala itu ia terapkan. Sebuah setelan selamat karena dibungkus dengan plastik sehingga tidak basah. Para roh yang sudah kehilangan gairah sekssualnya tak tergiur sama sekali dengan kemolekan tubuh Gina yang polos itu.


"Kita harus bergegas, Vesper. Kita selesaikan tugas dulu baru kembalikan jasad Gina," ujar Axton yang terbang melayang menatap orang-orang berlalu lalang di sekitar tak jauh dari tempat Vesper berada.


"Aku tahu. Menggunakan Gina terlalu lama juga tak menguntungkan karena ia sudah dikenali mungkin hampir di seluruh penjuru dunia," jawab Vesper seraya memakai celana panjang dan meninggalkan pakaian lamanya di semak.


"Apakah kau sudah tahu lokasi keberadaan keluarga Gina? Aku sudah mendengar dari Erik dan Joel tentang rencanamu," tanya Antony.


"Ya, aku sepertinya mulai paham menggunakan alat seperti jam tangan multifungsi ini," jawab Vesper seraya merapikan penampilannya.


Saat Vesper mencoba memasukkan alamat rumah Gina pada layar jam tangan, empat roh sibuk mengawasi sekitar.


Kali ini, baik Erik, Joel, Antony ataupun Axton tak bertengkar karena hal-hal sepele. Mereka tahu jika hari ini ada pekerjaan penting yang harus diselesaikan dan tak lain adalah tugas dari sang Kematian. Para roh itu belum mendapatkan target. Mereka juga heran, tampaknya sangat sedikit orang-orang yang dirasuki roh jahat karena aura mereka tak memancarkan kebencian.


"Dunia di zaman ini terlalu damai. Sial! Jika saja kita ditempatkan saat kehidupan kakekku, atau ayahku, mungkin sehari bisa sampai 10 roh jahat didapatkan," celetuk Axton.


"Hehe, kau benar. Banyak sekali penjahat di zaman itu. Oh, aku rindu masa lalu," sahut Joel yang membuat semua roh tersenyum membenarkan hal tersebut.


Saat Vesper mengembangkan senyuman karena rute ke rumah keluarga Gina didapatkan saat mengotak-atik jam tangannya, tiba-tiba ....


"Oh!" kejut Vesper karena matahari tiba-tiba menghilang.


Langit berubah gelap dan hujan mengguyur sekitar. Mata para roh itu melebar saat mereka berada di suatu tempat yang sangat jauh berbeda dengan masa depan. Mereka seperti berteleportasi begitu saja. Tempat itu suram, kotor, dan terlihat kuno seperti kehidupan abad pertengahan. Jam tangan di pergelangan tangan Vesper lenyap, termasuk raga Gina. Wanita berwajah Asia itu bingung karena menjadi roh lagi.


"A-apa yang terjadi?" tanya Erik bingung dengan wajah tegang melihat sekitar.


"Woah! Li-lihat! Ada orang digantung!" pekik Axton yang membuat semua orang terperanjat.


Para roh itu langsung menjauh dari seorang pria yang tergantung entah apa kesalahannya hingga ia menjadi mayat dengan kondisi mengenaskan karena terdapat luka cambukan di sekujur tubuh.


Saat para roh sedang mengawasi sekitar yang terlihat sepi layaknya kota yang ditinggalkan. Mereka saling merapat membentuk lingkaran karena bisa merasakan aura di tempat itu penuh dengan hawa negatif. Hingga, tiba-tiba ....

__ADS_1



"Akk! Akk! Akk!"


"Shitt! Dia lagi!" pekik Joel kesal karena dikagetkan oleh sang Kematian dalam wujud burung gagak.


"Di mana kami?" tanya Boleslav dengan wajah tegang.


"Bukankah kalian kesulitan mendapatkan roh jahat di masa depan? Kalau begitu kubawa kalian ke masa lalu sesuai harapan."


"What! Aku tak memintanya! Itu harapan konyol mereka!" pekik Vesper kesal menunjuk Axton dan lainnya.


"Hei! Mana kutahu jika akan dikabulkan!" sahut Joel marah.


Kembali, perdebatan terjadi di antara lima roh itu. Mereka saling menyalahkan dan berujung pada perkelahian.


"Jangan bicara sembarangan! Lihat perbuatanmu!" teriak Antony marah karena ia lebih menyukai masa depan ketimbang tempatnya berada sekarang.


BUK! WUSS!


Antony dan Axton saling hajar. Tendangan juga tak luput untuk saling melukai. Hanya saja, rasa sakit sesaat yang para roh itu dapatkan tanpa luka serius di tubuh. Mereka menjadi asap kemudian raga kembali utuh. Erik yang awalnya marah, malah terbengong saat melihat mantan istrinya menghajar Joel Ramos penuh emosi.


"Dari dulu sampai sekarang kau tidak berubah!"


BUAKK!


"Wanita sialan!"


BUKK!


"Tugasku di Lumia sudah hampir selesai, tapi semua kacau karena keegoisanmu!" teriak Vesper marah.


Axton dan Antony yang awalnya saling pukul langsung terdiam melihat Vesper tak berhenti menganiaya Joel. Entah apa yang terjadi, Vesper begitu marah. Joel sampai tak berkutik dan tak bisa melawan balik karena pukulan serta tendangan Vesper begitu cepat tak seperti ketika ia bertarung dengannya dulu saat malam pertama. Begitu raga rohnya utuh kembali, Vesper dengan sigap meluncurkan serangan dan hal itu terjadi berulang kali. Erik, Antony dan Axton mematung melihat kebuasan Vesper saat mengamuk.

__ADS_1


"Li-Lily ...," panggil Erik sampai tergagap karena melihat perubahan dalam jiwa mantan istrinya.


Benar saja ....


"Oh! A-apa itu!" pekik Axton sampai melotot saat melihat roh Vesper berubah.


Erik, Axton, dan Antony sampai melayang mundur. Jantung mereka seolah kembali berdetak. Para roh itu bisa merasakan hawa jahat penuh kebencian dalam diri Vesper yang kini ukurannya menjadi besar layaknya raksasa. Kuku-kuku di jari-jari tangannya meruncing. Giginya berubah menjadi tajam layaknya gergaji dan memiliki tanduk besar seperti banteng. Mata Vesper menyala merah terang bagaikan kobaran api penuh dendam. Tiap napasnya berembus, muncul asap panas yang terasa memanggang tubuh.


"Ve-Vesper?" panggil Joel tergagap dengan mata melotot saat melihat perubahan Vesper layaknya roh jahat, tetapi muncul sayap besar layaknya kelelawar di punggungnya.


"HARGGHHH!"


"Vesper! Hentikan!" teriak Erik saat Vesper meraung dengan suara besar layaknya monster.


"Hargh! Joel Ramos! Aku muak denganmu!" geram Vesper dengan tangan siap menangkap roh pria asal Filipina tersebut.


"ARGGHHH!"


"Vesper!" panggil Erik untuk kedua kalinya karena sang istri seperti gelap mata kehilangan kewarasannya.


Vesper menangkap roh Joel lalu diangkatnya. Mata Antony dan lainnya melebar melihat Vesper seperti ingin merobek roh Joel karena dua jari berkuku tajamnya menancap di raga pria itu. Joel berteriak kesakitan sampai matanya melotot. Saat Vesper ingin merobek Joel, tiba-tiba ....


KRANG! KRANG! KRANG!


"Arghh!"


"Vesper!" panggil Erik panik saat rantai-rantai besar melilit tubuh wanita yang dicintainya, tetapi kini telah berubah wujud menjadi monster.


Roh Joel terlepas dan kembali utuh tanpa luka. Antony dengan sigap menangkap Joel yang lemas seperti mengalami siksaan dan sakit luar biasa karena lemas. Seketika, penampakan neraka kembali muncul di bawah kaki para roh itu. Letusan dari lava yang mengalir dan magma membuat para roh bergidik ngeri. Axton dan lainnya panik karena roh Vesper seperti akan dijebloskan kembali ke neraka untuk selama-lamanya.


***


ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE

__ADS_1


__ADS_2