TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Siksaan yang Pedih*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


Bangunnya seorang jasad laki-laki di hadapan warga membuat kengerian tersendiri, terutama Axton. Pria itu pucat karena tahu siapa roh yang memasuki raga tersebut. Axton merasa jika kematian akan datang padanya dua kali akibat aksinya kali ini. Joel dan dua roh lainnya ikut terkejut saat menyadari jika Hashirama yang merasuki raga tersebut.


"Oh, oh, dia ... dia bangkit!" pekik seorang pria melangkah mundur dengan telunjuk menunjuk.


Hashirama menatap sekumpulan manusia yang ketakutan di depannya. Axton berusaha untuk tetap tenang, meski ia merasa jantungnya seperti ingin meledak karena akan mendapat siksaan dari pemimpin kelompoknya tersebut.


"Jangan takut. Aku adalah tangan kanan sang Casanova. Aku akan membantunya untuk menyingkirkan orang-orang jahat yang ingin melukai warga. Oleh karenanya, setelah kepergian kami berdua, jangan ikuti. Jika kalian menemukan jasad kami suatu hari nanti, kuburkan dengan layak. Itu pertanda, tugas kami telah selesai," ujar Hashirama berdiri tegap meski raga yang dirasuki memiliki banyak luka.


Orang-orang itu mengangguk dengan gugup. Axton tersenyum lebar. Ia memegangi dadanya dengan perasaan lega. Axton lalu turun dari mimbar seraya melambaikan tangan dengan senyum terkembang.


"Jangan lupa doakan Adrian Axton Giamoco agar terbebas dari siksa api neraka. Jika doa itu tak sampai, aku tak sudi untuk membantu kalian," ucap Axton mengancam.


"Kami pasti akan mendoakan pria itu, Sang Casanova," ucap seorang wanita gugup dengan dua tangan saling menggenggam di depan dada.


Axton tersenyum seraya mengedipkan salah satu matanya. Ia lalu berjalan begitu saja memamerkan tubuhnya yang hampir tak terbungkus karena kain penutup kejantanan tak menutupi bongkahan indah pantatnya. Erik terkekeh melihat Axton berjalan dengan gaya tengil meninggalkan kumpulan diikuti oleh Hashirama. Beruntung, ayah dari Vesper tersebut masih berbusana.


Orang-orang menatap kepergian Axton dan Hashirama yang menunggangi kuda sebagai kendaraan mereka. Joel dan lainnya mengikuti dua manusia itu dengan terbang di samping. Hashirama diam saja selama perjalanan. Namun, hal itu membuat empat roh mafia malah gugup karena khawatir membuat kesalahan.


"Apa yang sebenarnya kau pikirkan dengan sandiwaramu ini, Axton?" tanya Antony terlihat kesal.


"Doa! Apalagi? Aku ingin didoakan seperti Vesper. Aku tak mau disiksa di neraka. Sungguh, aku tak sanggup merasakan betapa menyakitkannya ketika peniisku dipotong dan membiarkanku menjerit. Dua tangan dan kakiku dirantai dengan besi yang sangat panas. Aku ... aku tak mau," jawab Axton dengan tubuh gemetaran saat teringat siksaannya di neraka.


"Aku juga demikian. Aku mendapatkan siksaan sama sepertimu," ucap Erik dengan suara bergetar dan pandangan tak menentu terlihat begitu ketakutan.


"Dipotong, dibiarkan merasakan kesakitannya, lalu dipulihkan kembali. Dipotong lagi, dan seperti itu seterusnya," imbuh Joel yang membuat kumpulan roh itu pucat seketika.


Hashirama memejamkan mata dengan dua tangan menggenggam tali kendali kuda erat. Lama para roh itu terdiam selama perjalanan, teringat akan siksaan yang mengerikan dan tak kenal ampun. Hingga bulan mulai menunjukkan keperkasaannya. Terlihat begitu besar di langit malam seolah memancarkan cahaya sendiri.


Perlahan, para roh itu melupakan siksaan mereka karena mengagumi ciptaan Tuhan. Axton mencuri-curi pandang ke arah pria yang kini merasuki raga seorang lelaki yang memakai pakaian layaknya prajurit kerajaan. Hashirama juga menyempatkan mengambil pedang sebagai senjatanya, mengingat zaman tempatnya bertugas penuh dengan peperangan.


"Jadi ... kali ini ... kau ... eh, maksudku ... Anda mendukung aksiku?" tanya Axton memberanikan diri bicara.


"Hem," jawab Hashirama singkat dengan wajah datar.


"Axton. Carilah pakaian untuk menutup tubuhmu. Lukamu itu akan mengakibatkan infeksi dan tubuh membusuk," ucap Antony mengingatkan.


"Aku tahu. Kita pasti akan mendapatkannya, tenang saja," jawab Axton santai meski berulang kali mengibaskan tangan karena lalat mulai menghampiri.


"See?" sindir Antony.


"Dari pada menyindirku, lebih baik carikan pakaian!" teriak Axton marah.


Erik dan lainnya berusaha bersabar dengan taktik aneh dari sang Casanova. Namun, Antony melakukan yang Axton minta. Pria itu terbang lebih dulu untuk melihat sekitar, mencari pemukiman baru demi pakaian. Hingga matanya memindai pergerakan di tengah kegelapan. Terlihat dua orang seperti mengerang kesakitan karena mengalami luka-luka. Antony mendekat dan menatap dua orang itu saksama.

__ADS_1


"Itukan ... hem, bagus," ucapnya senang dan segera terbang kembali menuju kelompoknya.


"Lihat! Dia kembali! Heh, dilihat dari wajahnya, Tony pasti menemukan mangsa," ucap Axton yakin.


"Ayo, ikut aku. Namun, kurasa hanya Tuan Hashirama yang bisa menyelesaikan ini," ucap Antony.


"Hem, baiklah," jawab Hashirama terlihat tak keberatan.


Axton dan lainnya yang penasaran, segera mengikuti Antony menuju sebuah hutan gelap, keluar dari jalanan setapak. Dua kuda yang dinaiki sengaja ditinggalkan di bagian luar hutan. Axton dan Hashirama berjalan mengendap saat Antony menunjukkan lokasi buruan.


"Oh, ada manusia," ucap Axton berbisik.


"Mereka adalah para penjahat yang saat itu menyerang desa!" pekik Joel yang mengenali dua orang itu.


"Mereka terluka parah. Bagus, akan sangat mudah menghabisi keduanya," sahut Erik memancarkan seringai.


"Hem." Hashirama berjalan dengan tenang ke arah dua pria malang itu.


Sontak, kedatangan Hashirama membuat mata dua orang tersebut melebar. Mereka panik dan merangkak mundur, menjauh dari sosok yang diyakini telah mati.


"Sovo! Ka-kau masih hidup?" pekik salah satu dari dua orang yang ternyata berpakaian hampir sama dengannya.


"Hem," jawab Hashirama singkat.


Dua pria itu langsung berdiri sembari memegangi bagian tubuh yang sakit. Ketika dua orang itu berjalan mendekati kawan mereka, tiba-tiba ....


Para roh tegang seketika, termasuk Axton. Dua orang itu berteriak, mengerang kesakitan dan berusaha melepaskan tangkapan tangan orang yang mereka kenal karena berusaha merobek wajah.


CRATT!


"ARRGHHH!"


"Fvck!" pekik Joel panik saat melihat jari-jari Hashirama mampu membuat robekan di wajah seperti cakaran hewan buas.


"Harghhh!"


DUAKK! BRUKK! KRAKK!


"AAARRGHHH!"


Mata Erik dan lainnya melotot saat melihat Hashirama membenturkan dua kepala itu dengan sangat keras hingga terdengar suara retakan pada tengkorak. Dua orang tersebut sampai memejamkan mata disertai teriakan kesakitan. Saat dua orang itu ambruk, Hashirama menuntaskannya dengan menginjak tengkorak mereka dan membawa kematian. Joel terlihat tegang saat Hashirama berjongkok dan menatap dua raga itu saksama. Hingga tiba-tiba, ia berdiri dengan rentangan tangan seperti meminta agar para roh di sekitarnya mundur.


"Boleslav, Benedict, Ramos! Bersiap!" teriaknya yang membuat tiga lelaki itu kebingungan. "Now!"


"Shitt!" pekik Joel dengan mata melotot saat melihat roh jahat tersebut keluar dari raga seorang jasad.

__ADS_1



"Tangkap dia!" titah Hashirama saat dirinya diincar karena telah membuat wadah si roh jahat tewas.


Joel, Erik dan Antony dengan sigap menangkap tubuh bagaikan asap hitam penuh dendam itu. Hashirama berdiri tegap menatap roh jahat tajam seperti tak terintimidasi dengan kedatangannya. Akan tetapi, hal lain membuat napas Hashirama memburu.


"Apa yang kau lakukan bodoh! Cepat keluar dari raga itu dan rantai dia!" teriak Hashirama marah besar menatap Axton tajam.


"A-aku tak bisa. Aku tak bisa keluar dari raga ini tanpa ada yang menarikku!" jawab Axton panik.


Hashirama memejamkan matanya. Axton menelan ludah melihat Hashirama mengepalkan kedua tangan seperti menahan amarah yang siap meledak. Axton yang panik melangkah mundur karena khawatir akan terkena amukan. Akan tetapi, hal tak terduga lainnya terjadi.


"Woah!" teriak Axton dengan mata melotot saat melihat Hashirama mampu keluar dari raga yang dirasuki dan langsung menyerang roh jahat.


"Kalian benar-benar membuatku muak!"


BUAKK!


"GARRR!"


"Oh!"


Erik sampai terkejut dan langsung melepaskan genggamannya. Joel dan Antony ikut menjauh saat melihat Hashirama menghajar roh jahat itu sebagai pelampiasan amukannya.


"Cepat! Cepat! Tarik aku! Sebelum kita semua mati untuk kedua kalinya!" pinta Axton panik memberikan dua tangannya.


Antony dan Erik dengan sigap menolong Axton karena dialah satu-satunya pemilik rantai emas. Axton mencoba untuk mendekat, tetapi berulang kali gagal karena kebuasan Hashirama saat melampiaskan amarahnya kepada roh jahat.


"Kenapa diam saja? Kau ingin rohmu dirobek olehnya?" tanya Antony memekik.


"Bagaimana caranya! Kalian lihat sendiri!" jawab Axton ikut memekik karena panik.


Erik dan lainnya dibuat tegang karena Hashirama tak memberikan ampun pada roh jahat itu. Ia memukul tubuhnya berulang kali yang diteruskan dengan menendang. Antony sampai mematung melihat kekejaman Hashirama seperti ingin mematahkan setiap anggota tubuh berupa gumpalan asap itu.


"Giamoco! Jangan sampai aku ke sana dan merobek tubuhmu!" teriak Hashirama dengan wajah bengis.


Axton panik dan segera berlari mendekat. Ia dengan sigap menangkap tubuh roh jahat saat ia dipegangi kuat oleh Hashirama. Seketika ....


KLANG! KLANG! KLANG!


"HARGHHH!"


Axton langsung melangkah mundur, begitu juga Hashirama yang melepaskan dekapannya. Hanya saja, kali ini bukan fenomena neraka yang membuat para roh mafia muda itu gugup. Melainkan, sosok Hashirama yang membuat nyali mereka ciut.


***

__ADS_1


ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE


__ADS_2