
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Para roh terus terbang secara berkelompok hingga matahari menunjukkan sinarnya. Wajah Vesper dan lainnya berubah tegang seketika karena itu pertanda hari baru untuk menyelesaikan menangkap roh jahat dari sang Kematian.
"Eko! Kau sebaiknya jangan dekat-dekat kami saat penangkap roh jahat. Bisa-bisa, mereka kabur semua," ucap Axton mengingatkan.
"Hem," jawab Eko dengan wajah malas karena selalu diperingatkan hampir tiap jam.
"Joel. Kau yang paling peka dalam mencari roh jahat. Kupercayakan padamu," ucap Vesper.
Pria Filipina itu hanya melirik dalam diam dengan wajah datar. Vesper menahan senyum. Baginya, emosi Joel yang meledak-ledak sangat cocok untuk tugas ini. Wanita itu berpikir, pastilah sang Kematian sudah merencanakan hal ini di mana ia sudah tahu kemampuan masing-masing dari tiap anggota kelompok penangkap roh jahat.
"Kau menyimpan banyak rahasia, Sang Kematian," gumam Vesper tersenyum miring.
Eko yang mendengar hal itu menahan senyum. Benar saja, tak lama setelah Vesper bicara, Joel mendapatkan buruannya.
"Di sana!" teriaknya lantang dan segera menukik.
"Heh! Dia sepertinya mulai mahir dalam hal ini," ucap Axton memuji.
Para roh bersiap. Eko yang telah sepakat untuk tak ikut campur memilih terbang di langit dan mengawasi di kejauhan. Joel melihat sekumpulan pria berpakaian hitam dengan wajah dicoret tinta warna merah sedang menghajar seorang pria di sebuah kota terbengkalai lainnya.
"Lihat! Orang-orang itu lagi!" pekik Erik.
"Tidak, ada yang berbeda. Seragam mereka sama, tetapi goresan di wajah lain. Sebelumnya mereka membuat seperti topeng, yang ini layaknya tentara. Hanya saja, berwarna merah seperti darah," ujar Antony menatap tajam.
"Vesper! Mungkinkah mereka tersebar di seluruh dunia? Maksudku ... kelompok ini. Diam-diam mereka membentuk sebuah komplotan seperti penjahat yang diketuai oleh seseorang dengan tujuan merusak Era Perdamaian?" tanya Axton.
"Pemikiran bagus. Jika benar begitu, ayo gagalkan!" titah Vesper.
"Heh, ingin menjadi roh baik, ha?" sindir Joel.
"Enak saja. Di sini, hanya aku yang boleh menjadi penjahat!" jawab Vesper lantang terbang melesat saat melihat tanduk dari roh jahat mulai keluar dari raga manusia yang dirasuki.
"Hem, begitu," gumam Joel dengan anggukan.
"Hadeh, kirain tobat, ternyata podo wae. Mbak Vesper ... Mbak Vesper. Jadi orang jahat, eh, roh penjahat kok bangga lho. Sabar, sabar," ujar Eko seraya mengelus dada.
__ADS_1
"GARR!" raung roh jahat itu saat tanduknya dipegangi kuat oleh Vesper dan ditarik.
Namun, siapa sangka. Jika lima pria berpakaian hitam itu juga dirasuki oleh roh jahat dalam jiwa mereka.
"Kesempatan emas! Kita buktikan jika mampu untuk menghajar mereka!" seru Erik bersemangat yang kini mengincar roh jahat lain sedang menunjukkan tangan hitamnya.
"Aku tak akan kalah!" sahut Axton yang ikut memegangi tangan dari roh jahat di raga manusia lain.
Joel yang tak ingin tertinggal, segera memilih mangsanya. Antony dengan sigap menarik tangan roh jahat lalu memukulnya hingga kepala makhluk itu keluar dari raga. Eko tampak tegang menyaksikan lima penjahat kelas dunia pada zamannya kini sedang bertarung dengan roh-roh jahat yang tak kalah kejinya seperti mereka.
"Ya, ampun! Entah mengapa kok hati ini pengen kasih semangat buat Mbak Vesper dan dedengkotnya, ya? Boleh gak, ya?" ucap Eko gelisah.
"Silakan," jawab sang Kematian yang mengejutkan Eko karena bersuara tiba-tiba, di mana lelaki itu sedang dilanda kepanikan.
"Hore! Makasih, ya!" seru Eko gembira. "Mbak Vesper, Mas Erik, Pak Toni, Joel Termos, Om Axton, semangat! Hajar semuanya! Jangan sampai Eko terbang ke sana bantuin!" teriaknya dari atas langit menyemangati.
"Jangan kemari! Awas jika kau sampai datang!" teriak Axton mengancam yang sedang bersusah payah menarik tanduk roh jahat incarannya.
Eko tegang saat melihat Vesper menghajar roh jahat dengan membabi buta hingga gumpalan asap itu meraung. Sayangnya, sekeras apa pun Vesper mencoba membuat roh jahat itu meninggalkan raga si manusia, sosok hitam tersebut bertahan di wadahnya.
"Gigit tangannya, Mbak Vesper!"
KRAUKK!
"GARRR!"
"Hahaii!" teriak Eko gembira karena Vesper melakukan seperti apa yang ia minta.
Sang ratu mafia menggigit lengan roh jahat dan membuat gumpalan asap hitam itu meraung keras. Vesper melihat kesempatan dan dengan sigap mengepalkan tangan kanannya untuk memukul wajah bertanduk itu bertubi-tubi. Ia menambah serangan dengan menangkap salah satu tanduk menggunakan tangan kanan lalu menariknya kuat bersamaan satu lengan yang keluar dari raga.
"Arrghhh!" teriak Vesper mengerahkan seluruh tenaganya untuk menarik roh jahat dari raga manusia tersebut.
"GARRR!"
"Mbak Vesper!" teriak Eko panik karena gumpalan asap hitam itu dengan cepat memutar tubuh dan membuat mulutnya siap menelan Vesper.
"Arrghhh!" raung Vesper menahan serangan itu dengan memegangi dua tanduk makhluk tersebut dan dua kaki menahan dada serta perutnya.
__ADS_1
Roh jahat yang ingin menelan Vesper dan menjadikan seperti jenisnya, menarik raganya sendiri hingga keluar dari si manusia. Vesper terdorong kuat hingga ia menembus dinding bangunan dengan punggungnya.
"Lily!" teriak Erik panik di mana dirinya juga dibuat kewalahan.
Axton yang melihat kesempatan segera terbang untuk membelenggu roh jahat tersebut. Namun, siapa sangka, gumpalan hitam yang dilawan oleh Axton menyadari jika kawannya terancam. Roh itu keluar dari raga manusia yang dijangkitnya dan menangkap dua kaki Axton kuat.
"GARRR!"
"Oh, shitt!" teriak Axton saat dirinya diputar lalu dilempar kuat.
"Axton!" teriak Antony dengan mata melotot melihat kawannya kini balas dihajar dengan dipukuli terus-menerus oleh roh jahat tersebut.
Joel meninggalkan roh jahat buruannya termasuk Erik dan Antony untuk menolong Vesper serta Axton. Akan tetapi, tiga roh jahat yang bertarung melawan tiga pria itu ikut keluar dari raga dan menghentikan aksi para mantan mafia.
"Arghhh!" teriak Erik, Joel dan Antony bersamaan ketika tubuh mereka ditahan lalu dipukul kuat.
"Gaswat ini! Bener-bener gaswat!" pekik Eko panik. "Sang Kematian! Boleh, ya? Boleh, ya! Please! Eko maksa!" pinta Eko histeris memegangi kepalanya karena khawatir dengan kondisi kelima roh tersebut.
"Tidak boleh."
"Ya, ampun. Mati nanti mereka!" ucapnya panik.
"Mereka memang sudah mati."
"Iya, tau, tapi maksudnya ... ya, ampun, ya ampun!" teriak Eko gemas bukan main sampai mencengkeram kuat pakaian putihnya.
Sayangnya, sang Kematian tidak mengizinkan. Tak diduga, jika kemampuan para roh jahat di luar dugaan. Saat kelima mantan mafia itu terdesak karena terus diserang, Vesper melihat gumpalan asap hitam tersebut perlahan berubah membentuk wajah. Sontak, mata Vesper melebar karena mengenali sosok itu. Gumpalan asap tersebut berubah menjadi roh seperti dirinya, tetapi berwarna hitam pekat dengan mata menyala merah bagaikan kobaran api neraka.
"You!" pekik Vesper melotot melihat musuh di masa lalunya muncul dari sosok gumpalan asap hitam pekat itu.
"Ves ... per," ucapnya menyeringai dengan dua tangan mencengkeram kuat pergelangan tangan sang mantan ratu mafia.
***
tengkiyuw tipsnya😍lele padamu💋sebenernya lele lelah teramat sangat tapi gak bisa bobo, jadi up lagi walaupun gak tau kapan lolos review. Sebab eps sebelumnya aja belom naik😩 semoga gak ketuker ya epsnya dan kalau lele nanti telat up itu karena lagi pulkam ke Jogja ya. hehe😁
__ADS_1