TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Kegelapan Datang


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Sontak, aksi Lucifer membuat panik anggota tim karena lelaki itu malah merasuki seorang jasad. Lucifer bangkit dalam tubuh wanita tua yang telah tewas dengan luka sayat di sekujur tubuh dan wajah babak belur hingga berdarah.


"Ibu ... ibu ...," tangis Mina dengan tubuh bergetar hebat dalam posisi tengkurap.


Vesper melihat gadis itu terlarut dalam kesedihan sehingga tak menyadari jika mayat ibunya bangkit.


"Dasar bodoh! Kau akan menambah hukuman kita!" teriak Tobias marah dengan tangan mengepal, siap menghajar Lucifer.


Akan tetapi, Jordan dengan cepat menangkap kepalan tangan kanan yang siap diluncurkan itu. Tobias dan Jordan bertatapan tajam hingga akhirnya sentuhan mereka terlepas.


"Aku ingin melihat aksinya," ucap Jordan tenang yang membuat kening Tobias berkerut.


KRASS!


"Hem," gumam Vesper tersenyum miring melihat Lucifer mengambil sebuah parang yang dijatuhkan oleh salah satu pria berseragam hitam.


Lucifer menggunakan senjata tajam itu untuk menebas leher pria yang membunuh si wanita tua. Kejadian tersebut membuat para roh terdiam. Mereka membiarkan Lucifer membalaskan dendam atas kematian wanita malang yang mati mengenaskan. Tanpa bicara, Lucifer mendekati satu per satu para penjahat itu dengan senjata temuannya. Ia menghabisi mereka dengan sangat keji hingga terdengar rintihan kematian. Vesper menatap Mina saksama yang masih menangis dan tak sadar dengan apa yang terjadi di sekitarnya.


JLEB!


"Arghh! Emph!"


"Sstt ... bagaimana rasanya? Sakit, bukan? Ya, memang seharusnya demikian. Jadi ... nikmati penderitaanmu," bisik Lucifer dengan tangan kanan menusuk perut salah seorang pria berseragam hitam menggunakan parang.


Wajahnya tepat di depan lelaki itu meski topeng masih menutupi paras pria berseragam hitam. Tangan kiri Lucifer memegangi kuat kepala belakang lawan agar tak memberontak saat ia membawa kematian padanya tanpa diduga.


BRUK!


Pria itu dijatuhkan begitu saja usai ia melepaskan tusukan dan cengkeraman di kepala. Lelaki tersebut tergeletak dengan rintihan kesakitan seraya memegangi perutnya yang berdarah hebat.


"Matilah ...."


JLEB! CRAT!

__ADS_1


"Shitt!" pekik Jonathan langsung memalingkan wajah terlihat shock karena leher pria itu ditusuk hingga darahnya tersembur.


Wajah si wanita tua seolah tak memiliki ekspresi. Ia melihat sekeliling usai aksi pembantaiannya selesai dan tak menyisakan satu pun pria berseragam hitam di sana. Lucifer meletakkan alat membunuhnya perlahan di atas tanah lalu berjalan mendekat ke arah Mina. Ia membaringkan tubuh si wanita tua perlahan dalam posisi terlentang.


Kepalanya ia tolehkan ke arah Mina dengan senyuman dan tangan kiri didekatkan pada sang anak. Lucifer memejamkan mata lalu tak lama, rohnya keluar begitu saja terlihat mudah. Tobias tertegun karena Lucifer melakukannya tanpa kesulitan padahal baru pertama kali mempraktikkan. Lucifer terbang melayang dengan wajah datar ke sisi Vesper.


"Kau menambah pekerjaan kita, Lu. Kau membuat kita semakin dekat dengan neraka," ucap Vesper kesal.


"Bukankah ... kita semua memang penghuni neraka? Apa pun yang kita lakukan sekarang hanyalah menunda. Setelahnya, kita tetap akan kembali ke sana," ucap Lucifer tenang.


"Sok bijak. Kau bukan malaikat," gerutu Tobias.


"Ya, dan aku bukan iblis, Tobias. Aku hanya seorang roh yang diberikan tugas untuk membantu kalian. Jadi ... ke mana selanjutnya, Jordan?" tanya Lucifer menatap putra Boleslav dengan pandangan sayu.


"Masih di Pulau Sumatera. Ayo," ajaknya dan diangguki semua roh kecuali Vesper.


Wanita berambut panjang tersebut masih berdiri melayang melihat Mina yang akhirnya bisa menenangkan hati. Tangisnya reda seketika saat ia membuka mata dan mendapati jasad sang ibu tergeletak di sisinya dengan tersenyum. Mina kembali menangis lalu memeluk wanita yang disayanginya itu erat. Vesper mengembuskan napas panjang. Ia melihat para roh dari para pria berseragam hitam seperti orang linglung karena kematian tak diduga. Vesper seperti sengaja berada di tempat itu sedikit lama, hingga akhirnya apa yang dinantikan tiba.


"Dia datang," ucap Vesper lirih saat melihat Eko muncul dan tak menyapanya.


Hati Vesper sedih karena ingatan lelaki itu tentang kenangan masa lalu bersamanya dihapuskan. Eko mengumpulkan para arwah lelaki berseragam hitam lalu mengajaknya pergi tanpa berpamitan. Vesper mengembuskan napas panjang dengan wajah tertunduk lalu berpaling. Ia tahu, tak ada gunanya berharap. Namun, siapa sangka jika kawan-kawannya menunggu dan menatapnya lekat seperti melihat kejadian itu.


Para roh kembali terbang ke tempat selanjutnya. Mereka meninggalkan kota yang dulunya disebut Padang menuju ke kota lain yakni Jambi. Perlahan, matahari meredup dan kegelapan datang. Wajah para roh tegang karena mereka tahu jika waktu mereka semakin sempit. Tersisa 6 jam lagi sampai tengah malam sebelum hari berganti.


Jordan mempercepat laju terbangnya dengan mata memindai sekitar, berharap ditemukan roh jahat berkeliaran dan bisa ditangkap. Sayangnya, sampai di kota Jambi, mereka tak menemukan satu pun buruan. Lucifer dan lainnya semakin tegang karena khawatir tak bisa menyelesaikan tugas tepat waktu. Di kota Jambi, terlihat pemukiman yang telah porak-poranda akibat perang zaman dulu.


Vesper dan lainnya kembali dibuat miris karena banyak kota-kota mati yang ditinggalkan penduduknya. Selain itu, jumlah populasi manusia juga berkurang drastis. Hanya segelintir manusia terlihat di beberapa kawasan menggunakan transportasi lama seperti temuan. Tampaknya, moderenisasi belum menyeluruh karena masih terlihat tempat-tempat terbengkalai seperti dibiarkan untuk dijadikan layaknya situs sejarah.


"Berhenti! Kalian rasakan itu?" ucap Jordan tiba-tiba dengan tangan kanan mengepal terangkat di sisi telinga kanan.


Vesper dan lainnya segera membentuk formasi melingkar dengan mata memindai sekitar.


"Ya, ada roh jahat di sini. Mereka bersembunyi lagi. Tak kusangka, jika mereka licik dan cerdik," ucap Tobias dengan mata tajam menyorot beberapa bangunan dan kendaraan berbahan bakar bensin terparkir secara acak seperti ditinggalkan terburu-buru.


"Mereka mengawasi kita," bisik Vesper dan diangguki semua roh karena sepakat dengannya.

__ADS_1


Benar saja, tiba-tiba ....


"GARRR!"


"Awas!" teriak Lucifer lantang saat melihat sekumpulan roh jahat muncul layaknya sebuah bibit tanaman yang tumbuh dari dalam tanah.


Gumpalan asap hitam itu membentuk layaknya tali yang terjulur ke atas dan bergerak dengan cepat. Mata Tobias dan lainnya terbelalak lebar melihat sekumpulan roh-roh jahat itu meraung dengan tangan-tangan berujung runcing siap mencabik roh mereka.


"Heahhh!" teriak Vesper yang tetap berada di posisi dan malah melakukan aksi perlawanan terhadap roh-roh jahat itu.


Wanita cantik tersebut menukik tajam dengan dua tangan terjulur ke depan. Jonathan dan lainnya tertegun dengan mata terbelalak lebar melihat roh-roh jahat tersebut tiba-tiba membentuk formasi layaknya pusaran angin. Vesper terkejut karena ia seperti masuk dalam gulungan angin tornado dengan roh-roh jahat terbang cepat mengelilinginya.


"Mama terkepung! Ia bisa terperangkap di sana!" teriak Jonathan panik.


"Kita tak bisa menolong atau akan berubah seperti saat itu! King D tak ada di sini untuk menyelamatkan kita!" jawab Jordan dengan mata melotot.


"Dan kau akan membiarkan ibuku terjebak di sana?" teriak Jonathan dengan napas memburu.


"Dia tahu risikonya," jawab Jordan menegaskan membalas tatapan tajam itu.


"Argh! Mama!" teriak Jonathan lantang karena tak bisa melakukan apa pun selain melihat gulungan besar itu sedang memerangkap sang ibu di dalamnya.


Vesper yang tak bisa kabur dan tubuhnya mulai dicabik oleh para roh jahat yang terbang memutarinya, membuat wanita cantik tersebut merintih. Vesper yang melihat kesempatan dalam kesempitan, berusaha keras untuk menangkap salah satu dari mereka karena rantainya bisa terhubung dengan para roh jahat yang menyatu. Sayangnya, tiap ia ingin menggapai salah satu dari mereka, roh-roh jahat itu dengan gesit menghindar. Vesper geram dan marah.


"Arghhh!" teriak Vesper yang dengan cepat terbang ke atas, mencoba menjebol pertahanan para roh jahat entah berapa jumlahnya karena mereka begitu banyak.


Vesper dikejar dari bawah dengan tangan-tangan jahat terjulur cepat untuk menangkap kakinya. Vesper menunduk dan melihat para roh jahat itu semakin gencar mengejarnya. Saat Vesper mendongak, ia melihat bagian atas pusaran telah tertutup sehingga tak ada celah untuk menerobos. Namun, Vesper tetap terbang dengan cepat dan dua tangan sengaja diarahkan ke atas. Para roh jahat panik dan membuat celah kecil di sana karena tak ingin dibelenggu karena terkena sentuhan itu.


"Hem, penakut," sindirnya.


Akan tetapi, GRAB!


"Argh!" rintih Vesper terkejut saat pergelangan kakinya tiba-tiba saja ditangkap oleh seorang roh jahat.


Vesper dengan sigap mendekap tubuhnya sendiri seperti memeluk dan dua tangan mengepal. Dengan cepat, raga wanita itu dikerubungi hingga tak terlihat. Vesper menjerit saat merasakan jiwanya kembali dirasuki untuk dihasut agar berubah menjadi seperti mereka. Vesper meringkuk dalam kepungan para roh jahat yang kini membentuk bola besar berwarna hitam pekat. Mata Jonathan melotot melihat pergerakan itu karena sosok ibunya tak terlihat.

__ADS_1


***



__ADS_2