
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Vesper dan lainnya tertegun. Para roh itu panik karena hasil akhirnya tak seperti yang diharapkan.
"Tidak ... tidak ... kenapa tempat ini? Apakah ... apakah ini pertanda ... jika kami ... ka-kami ...," tanya Lucifer tergagap.
"Itu benar. Sangat disayangkan. Aku membiarkan kalian menyelesaikan pekerjaan untuk menangkap Tobias. Kalian melebihi 2 menit dari batas waktu."
Sontak, jawaban itu membuat para roh lemas seketika. Tubuh mereka lunglai dan terlihat tak siap untuk kembali ke neraka. Vesper ambruk dan duduk di atas lantai hitam seperti akan menangis. Sungguh, ia tak ingin kembali ke neraka meneruskan penyiksaan. Jonathan berjongkok di samping sang ibu dan memeluknya. Ia harus tegar meskipun sebenarnya panik.
"Tunggu! Bukankah kau sebelumnya mengatakan tentang bonus? Apa bonus kami?" tanya Lucifer langsung berdiri tegap.
"Itu benar," jawab sang Kematian yang membuat para roh seperti mendapatkan kesempatan.
"Bisakah waktu 2 menit sebagai bonus?" tawar Jordan.
"Sayangnya, tidak."
Kembali, para roh dibuat tegang.
"Lantas, apa bonus kami?" tanya Lucifer tak sabar.
"Kalian kuizinkan untuk bertemu dengan satu roh sampai matahari terbit. Selain itu, kalian boleh memilih satu dari sekian banyak orang yang telah mati untuk menggantikan posisi sebagai penangkap roh jahat."
Vesper terkejut. Namun, perlahan senyumnya terpancar.
"Kurasa, aku bisa menerima bonus ini dengan hati lapang," ucapnya yang membuat kening para roh berkerut.
"Siapa yang ingin kau temui, Vesper?" tanya Lucifer penasaran.
Vesper tersenyum tipis. "Ibuku. Aku ingin bertemu dengan Jiao Yu."
Praktis, ucapan Vesper membuat mata semua roh terbelalak lebar. Vesper menatap sang Kematian lekat di kejauhan dengan sebuah anggukan. Seketika, muncul gumpalan asap putih di hadapan. Para roh tegang termasuk Vesper. Jonathan dengan cepat mendatangi sang ibu lalu menyisir rambutnya dengan jari tangan.
"Terima kasih, Nathan," ucap Vesper tersenyum lebar.
"Harus keliatan cantik maksimal. Wah, Nathan gak nyangka bakal ketemu sama nenek. Nathan deg-degan," ucap Jonathan yang kali ini ikut merapikan rambutnya.
Perlahan pemandangan yang hanya dipenuhi kegelapan itu sirna. Para roh kini berada di sebuah kawasan tampak asri dengan danau besar membentang memanjakan mata. Kening Vesper berkerut, ia mengenali tempat itu.
"Bukankah ini ...," ucap Jordan menerka.
"Ya, Lugu Lake," jawab Vesper dengan senyuman.
Lucifer mendekati Vesper di mana Jonathan dan Jordan kini berada di samping wanita cantik itu. Senyum Vesper terkembang saat melihat sosok roh berwarna putih dengan rambut panjang tergerai. Jonathan ikut tegang karena baginya sang nenek sangat cantik untuk kategori wanita Asia. Jordan langsung membungkuk hormat, termasuk Lucifer.
"Aku pernah mendengar rumor yang mengatakan jika istri Hashirama sangat cantik. Ternyata, kabar itu benar," ucap Lucifer yang mengejutkan Vesper dan lainnya.
"Kau tahu tentang ibuku?" tanya Vesper kaget.
"Begitulah. Aku hanya pernah mendengar tentangnya saat di penjara. Siapa sangka jika bisa melihatnya secara langsung meski kami berdua sudah menjadi roh. Ini hebat," jawab Lucifer tenang dengan dua tangan saling menggenggam di depan perut.
"Di mana aku? Siapa kalian?" tanya wanita cantik itu terlihat kebingungan sampai tubuhnya berputar.
"Halo, Nyonya Jiao Yu. Perkenalkan, kami adalah ... mm, bagaimana menjelaskannya?" jawab Lucifer tiba-tiba bingung.
"Ibu!" panggil Vesper langsung terbang dengan cepat lalu memeluk wanita yang diyakini adalah ibu kandungnya.
Jiao Yu tertegun karena dipeluk begitu saja oleh seorang wanita cantik yang menangis. Vesper melepaskan pelukan untuk memastikan wajah sang ibu yang selama ini hanya bisa ia bayangkan dari lukisan hasil diskripsi Tora kala itu.
"Nenek!" teriak Jonathan tak kalah hebohnya dan kini ikut memeluk.
Jiao Yu hanya bisa diam memandangi dua roh yang tampak terharu karena kemunculannya.
__ADS_1
"Kau bilang apa tadi? Ibu?" tanya Jiao Yu menatap wanita cantik di depannya lekat. Vesper mengangguk. Pandangan Jiao Yu lalu beralih pada Jonathan. "Dan kau ... cucuku?" tanya Jiao Yu memastikan. Jonathan mengangguk cepat.
Tiba-tiba saja, sosok Vesper berubah. Jiao Yu tertegun karena wanita cantik di depannya berubah menjadi seorang bayi. Jonathan dan lainnya ikut tersentak ketika bayi cantik tersebut tumbuh dan berkembang sesuai bertambahnya umur. Mulut Jiao Yu menganga lebar ketika muncul bayangan keluarga Herlambang yang merawat sang putri hingga ia menjadi dewasa. Vesper kembali menjadi wanita dewasa berumur 26 tahun dengan paras Asia yang mempesona.
"Putriku!" panggil Jiao Yu langsung memeluk wanita cantik di depannya.
Vesper balas memeluk. Untuk pertama kalinya, Jordan meneteskan air mata ketika ia menjadi roh, tetapi dengan cepat air mata itu lenyap. Jonathan menangis terisak dan Lucifer dengan sigap memeluknya. Pria itu sepertinya tahu jika salah satu putra Vesper tersebut mudah terharu akan suatu hal.
"Oh, oh, ini sungguh kau. Ini sungguh kau! Liana ...," ucapnya saat pelukan mereka terlepas. Jiao Yu lalu memegang kedua bahu sang putri erat.
"Yes, yes. Ini aku, Bu. Ini aku, Liana," jawab Vesper dengan air mata menetes.
"Oh, Dewa. Aku akhirnya bisa melihat putriku. Kau putriku," ucap Jiao Yu kembali memeluk Vesper erat, dan sang anak balas memeluknya.
"Nenek, Nathan juga dong," ucap Jonathan seraya mendekat.
Jiao Yu terkejut lalu pandangannya kembali pada sosok pria tampan di depannya. Namun, Jiao Yu tak langsung memeluknya. Lagi, sang Kematian memberikan keajaiban. Kali ini, Vesper terpaku ketika melihat Jonathan kembali menjadi bayi dengan dia dan Erik bersamanya. Lalu Jonathan tumbuh dengan orang-orang yang menyayanginya dulu. Vesper kembali meneteskan air mata saat melihat orang-orang yang sangat menyayangi putranya muncul di sekitar sosok Jonathan.
"Tuan Charles, Ivan, Nyonya Rose, dan ... Pustakawan Tom," ucap Vesper sampai tubuhnya bergetar tak bisa menahan rasa rindu karena orang-orang tersebut telah merawat putranya dengan baik. Kemudian, muncul sosok lain yakni Kai, Han, dan orang-orang terdekatnya dulu.
"Kau cucuku," ucap Jiao Yu saat umur Jonathan berhenti ketika ia masih remaja.
"Nenek!" teriak Jonathan gembira karena sang nenek memeluknya penuh kasih.
"Wow! Kehidupanmu ... sangat bagus, Jonathan. Kau dimanja bak pangeran," ucap Lucifer geleng-geleng kepala.
"Gak usah iri, deh," ucap Jonathan cemberut.
"Dan begitulah. Aku masih merasa dia tetap anak-anak meski sudah dewasa," imbuh Jordan. Jonathan langsung memasang wajah sadis di hadapan putra Boleslav tersebut.
"Kuberikan waktu hingga matahari terbit," ucap sang Kematian yang mengejutkan semua roh.
"Kau belum memberikan bonus untukku," ucap Jordan seraya melihat ke arah langit, padahal sosok sang Kematian tak terlihat di sana.
"Aku tahu yang kau inginkan," jawab sang Kematian.
"Ah, aku mengerti. Oh, Dewa. Aku tak menyangka jika hal seperti ini sungguh ada," ucap Jiao Yu terkejut.
"Di luar nalar, bukan?" sahut Vesper dan Jiao Yu mengangguk dengan wajah lugunya.
Jonathan yang begitu menyukai sosok Jiao Yu karena terasa sangat keibuan, terus memeluknya. Meskipun hanya bertahan lima detik, tetapi remaja itu kembali memeluk seolah tak terusik dengan batasan waktu. Vesper terkekeh.
"Oh, ada yang muncul!" pekik Jiao Yu polos.
"Siapa yang kauminta, Jordan?" tanya Lucifer penasaran.
"Kau tak bisa menebaknya?" tanya Jordan melirik.
Lucifer berdecak kesal. "Aku tak tahu silsilah keluargamu. Mana aku tahu?" jawabnya sebal.
Jonathan terkekeh.
"Oh, itu ...," ucap Vesper dengan mata terbelalak.
"Nyonya Jiao Yu. Gadis cantik di depan Anda adalah, cucu Anda yang lain. Perkenalkan, Sandara Liu," ucap Jordan saat melihat sosok istrinya muncul saat masih remaja dengan wajah terdahulunya.
"Jordan," panggil Vesper dengan rasa haru menyeruak di hati.
"Tak masalah, Nyonya. Aku memang ingin menemui Dara sekali lagi," jawabnya dan Vesper sangat berterima kasih akan hal itu.
Sandara terlihat bingung untuk sesaat, hingga ia akhirnya memahami dengan apa yang terjadi. Matanya terkunci pada sosok wanita cantik berwajah Asia yang mendatanginya dengan dua tangan terjulur.
"Hai, Dara," sapa Jonathan seraya melambaikan tangan di kejauhan, begitupula Vesper.
__ADS_1
"Anda ...," panggil Sandara terkejut saat dua tangannya diraih.
"Kau tahu siapa aku?" tanya Jiao Yu dengan wajah berbinar.
"Nenek! Kau Jiao Yu!" jawabnya cepat dan langsung memeluk wanita yang memiliki mata bulat teduh itu.
"Wow! Dara emang jenius. Udah jadi roh aja masih peka. Kenapa Nathan gak kaget, ya?" ucap Jonathan dengan wajah sebal.
"Wah, keluargamu sangat sempurna, Vesper. Kau memiliki anak-anak yang tampan dan cantik," ucap Lucifer mengangguk.
"Ya, aku beruntung," jawab Vesper dengan senyuman.
"Kalau begitu, Nathan! Nathan belum minta!" ucap Jonathan dengan telunjuk terangkat ke atas.
"Aku sudah tahu siapa yang ingin kau panggil," jawab sang Kematian.
"Oh, ya? Gak pakai sok tahu lho, ya," jawabnya yang langsung mendapat jeweran di kuping kiri oleh Vesper.
Jordan segera mendekati istrinya lalu memeluk erat. Sandara tersenyum lebar saat bertemu dengan kekasih hatinya lagi. Jiao Yu bersalaman dengan Jordan di mana ia sangat berterima kasih karena pria tampan itu memberikan kesempatan agar dirinya bisa bertemu sang cucu.
"Wow! What the ... Nathan? Mama? Jo-Jordan! Dara!" pekik pria tampan berwajah Asia yang tiba-tiba muncul di hadapan para roh.
"Nah, dia cucumu juga, Nenek Jiao Yu. Kenalin, Junet," ucap Jonathan memperkenalkan.
"Dasar sial. Sebutkan namaku dengan benar!" teriak Arjuna marah.
"Emang namamu yang benar siapa?" tanya Jonathan bingung yang mendadak lupa dengan nama sang kakak.
Vesper terkekeh pelan. Arjuna tampak gugup saat sang ibu datang lalu memeluknya.
"Hehe, masih gak punya nyali ketemu mama. Rasain," sindir Jonathan. Lucifer mendekat lalu berbisik.
"Sepertinya ... kalian memiliki semacam pertikaian dalam keluarga," tebaknya.
"Heh, insting yang bagus, Om Lu. Dia emang biang kerok, tukang bikin onar, dan pastinya, anak durhaka," jawab Jonathan mantap, tetapi mendapat lirikan sadis dari Vesper. Jonathan langsung diam seketika dengan wajah pucat.
"Kau tampan sekali. Seperti ... wajah kakekmu, Hashirama, saat muda dulu," ucap Jiao Yu yang mengejutkan semua orang.
"Oh, ya? Sungguh?" sahut Vesper dengan kening berkerut. Ia lalu mengamati putranya lekat yang menelan ludah karena gugup. "Ah, kau benar, Ibu. Ya, aku melihat adanya kemiripan dengan ayah," ucap Vesper lalu menyentuh salah satu pipi putranya.
"Tunggu. Dari ucapanmu, apakah ... kau ...."
"Ya, Ibu. Aku bertemu dengan ayah. Ia mengorbankan diri untuk disiksa lagi di neraka untuk memberikan tempatnya padaku," jawab Vesper sedih.
Para roh yang mendengar hal itu terdiam. Jiao Yu seperti menahan tangisannya. Ia memegang wajah putrinya dengan sendu.
"Ia adalah pria yang bijak, Liana. Meskipun orang-orang mengatakan dia kejam, tetapi yakinlah, dia sangat menyayangi kita. Dia berubah banyak semenjak memutuskan keluar dari dunia mafia. Ia adalah seorang ayah yang hebat dan pria cerdas. Kau harus bangga menyebut Hashirama adalah ayah kandungmu," ucap Jiao Yu seraya menggenggam tangan Vesper erat.
"Ya, Bu. Aku sangat setuju. Meskipun waktuku dengannya sangat singkat, tetapi ... aku sudah bisa merasakannya. Ayah memang luar biasa," jawab Vesper yang membuat Jiao Yu mengembangkan senyuman.
"Sepertinya ada yang belum bikin permintaan," ucap Jonathan yang kini menatap Lucifer.
"Mm, baiklah. Karena aku tak memiliki wanita yang dicintai ... hubunganku dengan kedua orang tua juga kurang bagus, dan kuyakin mereka baik-baik saja di alam sana, jadi ... maaf, aku lupa. Siapa nama anakmu yang satu lagi? Yang tak ingin dibangkitkan oleh Tobias?"
Sontak, Vesper terkejut. Ia mendekati Lucifer cepat. "Sungguh? Kau akan menyerahkan kesempatanmu untuk membangkitkan putriku yang bahkan kau sendiri tak mengenalnya?"
Lucifer mengangguk pelan dengan senyuman.
"Terberkatilah kau, Tuan. Kau sangat murah hati," ucap Jiao Yu yang mendapat senyuman dari Lucifer.
"Lysa Herlambang," ucap Vesper.
"Dan begitulah, Sang Kematian. Lysa Herlambang. Tolong," pinta Lucifer yang membuat senyum semua roh terkembang.
__ADS_1
***