TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Maaf, Toby


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Tentu saja, perubahan Tobias membuat Jordan dan Lucifer melebarkan mata. Dua roh berwarna putih itu terbang menjauh secara perlahan karena melihat sosok kawan mereka sedikit berbeda tak seperti roh jahat yang pernah dihadapi sebelumnya. Mata Jordan dan Lucifer terkunci pada gumpalan asap hitam di depan mereka yang menggerakkan punggungnya seraya terus meraung. Tiba-tiba saja, tubuh Tobias membungkuk yang membuat Lucifer tertegun.


"GARRRR!"


"Oh, shitt!" pekik Lucifer panik karena punggung Tobias muncul tangan-tangan hitam dan membuatnya terlihat seperti seekor laba-laba raksasa bertanduk dengan jari-jari tajam di tiap tangan yang muncul.


"GARRR!"


Jordan sampai terperanjat dan bergegas terbang mundur dengan cepat bersama Lucifer. Roh-roh jahat yang bersembunyi di sekitar kawasan itu seperti terpanggil. Mereka keluar dari persembunyian dan berkumpul mengelilingi Tobias.


"Ini tidak bagus," ucap Lucifer ngeri dengan mata melihat sekitar karena banyaknya roh jahat yang datang.


"GARRR!"


"Pergi dari sini!" titah Jordan yang dengan sigap dilakukan oleh Lucifer.


Para roh jahat berukuran seperti manusia itu seperti mendapatkan perintah dari Tobias. Tobias yang kini berjalan merangkak bagaikan laba-laba itu membuat Jordan dan Lucifer panik setengah mati. Ditambah, roh-roh jahat yang tiba-tiba muncul langsung mengejar mereka tanpa alasan jelas.


"Vesper!" teriak Lucifer di mana hanya wanita itu satu-satunya yang bisa menyelamatkan mereka.


Beruntung, Vesper mendengar namanya dipanggil. Akan tetapi, sang Ratu merasakan aura lain yang membuat tubuh rohnya seperti meremang. Ia dan Jonathan saling bertatapan tajam lalu terbang tinggi ke langit untuk mencari tahu.


"Apaan tu!" pekik Jonathan melotot saat melihat sekumpulan asap hitam terbang dengan cepat mengejar dua roh berwarna putih.


"Itu Jordan dan Lucifer. Aku merasakan bahaya besar, Nathan!" pekik Vesper dan diangguki putranya.


Vesper dan Jonathan menukik dengan cepat. Jonathan kali ini melindungi ibunya agar bisa membelenggu roh-roh jahat yang tiba-tiba saja mengejar dua kawannya. Benar saja, Jonathan bisa merasakan kehadiran sosok roh jahat yang membuat jantungnya kembali berdebar kencang.


"GARRR!"


"Waaaa!" teriak Jonathan histeris saat tiba-tiba saja muncul roh jahat seperti laba-laba raksasa yang melompat ke arahnya.


Jonathan yang terkejut, tak siap ketika tubuhnya terhantam raksasa tersebut hingga terhempas. Keturunan Benedict itu shock, tetapi ia baik-baik saja meski awalnya ia merasa seperti tertindih dan mengalami sesak napas.


"Gila! Monster apa tu?" pekiknya panik dan segera bangun usai roh jahat layaknya monster itu menyerangnya.


Mata Jonathan melotot melihat ibunya diserang secara membabi buta oleh roh jahat laba-laba dengan tangan-tangan runcing. Kening Jonathan berkerut melihat wujud tak lazim itu di mana jumlah tangannya ada 8 dan tetap memiliki kaki, tetapi merangkak.


"Jonathan! Itu Tobias! Dia berubah menjadi roh jahat!" teriak Jordan yang terus berkelit menghindari tangkapan para roh jahat lain karena ingin mencabik tubuhnya.


"What! Bang Dad?" teriaknya kaget.

__ADS_1


Vesper yang ikut mendengar hal tersebut dibuat tertegun. Ia tak menyangka, jika Tobias akan menjadi sepertinya kala itu. Hanya saja, ada yang lain. Waktu itu, ia tiba-tiba saja terjerat dan diseret kembali ke neraka. Akan tetapi, Tobias tidak demikian. Vesper menduga jika sang Kematian sengaja melakukan hal tersebut. Ia seperti mengizinkan agar Tobias mereka tangkap agar bisa menyelesaikan tugas.


"Maafkan aku, Toby. Namun, kau akan menjadi penentu akhir misi kita," ucap Vesper terlihat tak tega saat ingin membelenggu roh jahat yang dulunya adalah salah satu anak angkat.


"Rantai dia, Vesper! Argh!" rintih Lucifer saat tubuhnya tiba-tiba saja dicabik oleh tangan lain Tobias ketika ia menghindari serangan dari roh jahat yang terus mendesaknya.


Praktis, kegelapan di wilayah itu semakin mencekam karena salah satu anggota penangkap roh jahat kini malah menjadi lawan. Vesper terpaksa membelenggu Tobias. Pria itu seperti lupa akan dirinya dan roh-roh yang menjadi kawan. Tobias terus menyerang dan menampik semua serangan yang ditujukan padanya.


"Bang Dad nyerah aja!" teriak Jonathan kesal karena sang ibu tak bisa menangkap tubuh keturunan Flame tersebut.


Baik Vesper atau pun lainnya tak bisa mendekati Tobias. Tangan-tangan hitam miliknya seperti menjadi pelindung otomatis karena selalu tahu jika ada serangan datang. Tobias tak segan mencabik atau menghempaskan kawan-kawannya. Ditambah, roh-roh jahat lainnya ikut menyerang sehingga Vesper dan timnya makin kewalahan.


"Tobias! Ini kami!" teriak Lucifer seraya memukul salah satu roh jahat yang berhasil menangkap rohnya.


Vesper dengan sigap menjauh dari Tobias. Ia melihat jika roh-roh jahat yang melindungi laba-laba besar itu seperti ingin menjadikan Jordan serta yang lain layaknya mereka. Praktis, hal tersebut membuat mata sang Ratu terbelalak lebar.


"Mereka berusaha untuk mengubah kita menjadi roh jahat! Jangan sampai tertangkap dan menyatu dengan Tobias!"


Jordan tertegun. Ia semakin gencar menjauh dari Tobias. Awalnya, Jordan ingin menangkap salah satu tangan agar bisa dibelenggu oleh Vesper. Akan tetapi, saat ia merasa jika roh-roh jahat tersebut ingin mengubahnya, Jordan kembali melindungi diri.


Sedangkan Vesper, sang Ratu melihat jika Tobias sulit didekati. Akhirnya, ia nekat membuat keputusan.


"Jordan! Bertahan!" teriak Vesper lantang saat melihat Jordan dikeroyok oleh sekumpulan roh jahat dan membuat rohnya tercabik.


Vesper terbang melesat. Matanya terfokus pada Jordan yang tampak tersiksa karena begitu tubuh rohnya rusak, akan kembali seperti semula. Persis ketika disiksa dalam neraka.


"Kurang ajar!" teriak Vesper marah.


Para roh jahat yang melihat kedatangan Vesper langsung melepaskan Jordan dan kabur. Akan tetapi, tidak dengan Tobias.


"GARRR!"


"Vesper!" teriak Lucifer usai berhasil menendang salah satu roh jahat yang ingin menggapai tubuhnya dan melihat pergerakan Tobias.


CRATT!


"Argh!"


"Mama!" teriak Jonathan panik karena roh Vesper dicabik oleh Tobias dan membuat tubuh bagian atas dan bawahnya terpisah.


"Tak bisa dimaafkan!" teriak Lucifer marah dan kini terbang menukik ke arah Tobias.


Pria yang dulunya memiliki tato itu langsung mendongak. Tangan-tangan kejinya siap menyambut Lucifer yang datang ke arahnya untuk menyerang. Jonathan dan Jordan yang melihat kesempatan, ikut menyerang dari sisi lain. Mata Tobias bergerak cepat dengan tangan-tangan berjari tajam siap untuk melawan. Namun, lagi-lagi ....

__ADS_1


"Argh!" rintih Jonathan ketika punggungnya tiba-tiba dicabik dari belakang oleh salah satu roh jahat dan membuat pria itu berubah arah.


Para roh jahat tak membiarkan tuan mereka dilukai. Jordan terus berkelit agar tak tertangkap, begitu pula Lucifer. Waktu seakan terasa lama karena mereka tak memiliki lelah dan saling menyerang.


"Dasar gila! Hentikan!" teriak Lucifer yang akhirnya bisa mendekati Tobias usai berhasil menyingkirkan satu roh jahat yang menghalangi dengan memukul wajahnya.


"GARRR!"


CRATT! CRATT!


"Arghh!" rintih Jordan dan Lucifer bersamaan saat tiba-tiba saja tangan Tobias mencabik mereka.


Tubuh dua roh itu terkoyak dan lama untuk kembali. Tobias meneruskan cabikannya hingga roh keduanya bagaikan asap tanpa bentuk. Mata Jonathan terbelalak lebar melihat dua anggota timnya sudah tak berbentuk.


"Arghh! Bang Dad!" teriak Jonathan marah yang disambut raungan oleh keturunan Flame tersebut.


Akan tetapi ....


KRANG! KRANG! KRANG!


"GARRR!"


"Ma-Mama! Hahahaha! Yeah!" teriak Jonathan gembira dengan dua tangan terangkat ke atas saat Vesper tiba-tiba datang menyerang usai rohnya kembali utuh.


Vesper menyentuh salah satu kaki Tobias yang tak terlindungi ketika roh besar itu sibuk menyerang Jordan dan Lucifer dengan buas. Vesper berhasil mengendap dan lolos dari para roh jahat yang ingin menangkapnya. Cukup menunjukkan dua telapak tangannya, para roh jahat yang mengincarnya langsung kabur menyelamatkan diri. Roh Jordan dan Lucifer yang kembali utuh, segera ditarik oleh Jonathan agar menjauh dari Tobias.


"Lihat! Mereka kabur! Dasar cemen!" ledek Jonathan ketika para roh jahat melihat tuan mereka dirantai dan meraung keras.


Vesper segera terbang menjauh ketika pemandangan neraka perlahan muncul. Tobias terus meraung dengan tangan-tangan besarnya berusaha melepaskan jeratan rantai emas. Jordan dan lainnya terdiam. Mereka menyaksikan tubuh Tobias dicambuk oleh lava panas dan membuat roh itu meraung kesakitan.


"Maaf, Toby," ucap Vesper sedih.


"Tak perlu minta maaf, Nyonya Vesper. Kita semua tahu konsekuensinya," ujar Jordan dan diangguki Lucifer karena benar adanya.


Kali ini, mereka menunggu, tak pergi seperti biasanya. Kepergian Tobias layaknya perpisahan. Tubuh besar itu akhirnya terlahap magma neraka tak meninggalkan sisa. Perlahan, pemandangan neraka sirna dan kembali seperti semua.


"Yeah! Kita berhasil, bukan?" tanya Jonathan gembira.


Vesper dan roh lain saling memandang. Mereka tak tahu akan hal itu. Para roh tersebut menunggu munculnya roh pengganti Tobias. Akan tetapi, bukan seperti yang diharapkan karena sosok sang Kematian datang pada mereka. Para roh panik saat teringat akan tempat tersebut. Mereka kembali ke tempat asal mula dibangkitkan. Sebuah tempat yang hanya ada kegelapan.


"Oh, no," gumam Jonathan dengan wajah pucat.


***

__ADS_1



__ADS_2