
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Para roh yang sudah mengantongi beberapa lokasi, dengan cepat berkoordinasi.
"Ambil yang terdekat. Hanya saja, sial. Bentuk dunia sudah tak sama lagi seperti dulu," gerutu Vesper karena banyak negara yang kehilangan wilayahnya dilihat dari peta dunia melalui satelit.
"Akan aku bantu, Oma. Akan kuantarkan kalian ke sana untuk mengejar waktu," tegas King D langsung berdiri.
"Hoh! Hoh!" sahut Junior cepat seraya melompat-lompat dalam posisi berjongkok.
"Ya, kau kuizinkan," ucap King D sambil menoleh ke arah pria bertubuh pucat itu.
"Aku ikut!"
"Aku juga!"
"Tidak! Jangan. Terlalu berbahaya. Akan sangat mencolok jika sampai satelit Alva menangkap pergerakan kita. Kalian bantu saja dari sini," ucap King D.
"Dengan pesawatku, mereka akan tiba lebih cepat," ucap Keno.
"Dasar bodoh. Kami tak bisa duduk di bangku pesawatmu. Kemampuan terbang kami hampir setara dengan pesawat jika dimaksimalkan," ucap Tobias melirik Keno kesal.
"Benarkah! Wah! Kenceng banget dong! Nathan baru tau," sahut Jonathan semringah.
"Maaf, Keno. Hanya saja para roh tak bisa menggunakan benda apapun karena raga mereka akan menembusnya," jawab King D menjelaskan.
Para keturunan tampak kecewa. Mereka seperti sangat ingin membantu, tetapi tak tahu caranya.
"Sebaiknya kita mendoakan mereka bersama-sama di tempat ini. Bukankah itu yang mereka butuhkan," ucap Cora.
"Hehehe, udah cantik, pinter, berani ngomong lagi. Jian, cucu mbah Eko gak ada tandingannya!" ucap Eko bangga.
"Oh! Bagaimana jika kita pasang foto para leluhur sehingga bisa terus mengingatnya?" tanya Fagan menyarankan.
"Jangan, itu berbahaya! Alva sedang menyelidiki kita! Dia bisa tahu jika kita keturunan para mafia. Kita bisa dianggap ancaman!" sahut Keno yang membuat orang-orang itu kembali panik.
"Biarkan saja. Biarkan Alva dan seluruh orang di dunia tahu siapa kita. Sudah waktunya menunjukkan diri. Kita harus buktikan, meskipun generasi penjahat pada zamannya, kita bukanlah musuh. Kita yang selama ini membantu dalam mewujudkan perdamaian dunia. Alva dan semua orang harus berterima kasih pada kita," sahur Iris tegas.
__ADS_1
"Heh, dia memang keturunan Flame," puji Tobias.
"Setengah Flame. Jangan lupa, dia juga keturunan Boleslav," sahut Antony yang membuat wajah Tobias masam seketika.
"Jangan berantem, inget umur," celetuk Jonathan yang langsung mendapat lirikan sadis dari Boleslav dan Tobias.
"Sudah, ayo!" ajak Erik dan Jonathan dengan sigap menggandeng tangan ayahnya.
"Kalian, lakukan yang terbaik untuk para leluhur. Doakan mereka bisa menyelesaikan misi sebelum batas waktu," pinta King D dan diangguki semua manusia di ruangan itu.
"GIGA! Tunjukkan pada kami semua leluhur dari jajaran 13 Demon Heads, Demon Kids dan The Circle. Lalu, kirimkan semua foto-toto berikut nama-nama mereka ke seluruh rumah dari jajaran kita," pinta Iris tegas.
"Perintah dilaksanakan," jawab GIGA yang dengan sigap, mengirimkan tugas dari Iris.
Jam tangan yang dikenakan oleh para keturunan itu berbunyi secara bersahut-sahutan, menunjukkan jika ada pesan masuk. Senyum orang-orang terkembang. Mereka menerima pesan tersebut dengan segera. Serempak, foto para leluhur dari tiga jajaran terpampang dalam bentuk hologram di dinding tiap rumah para keturunan. Iris lalu mengajak keluarga besarnya untuk berkumpul dan melakukan doa bersama.
"Hati-hati, King D. Jika kau mendapat masalah di luar sana, jangan segan untuk memberitahu. Secepatnya, kami akan datang," ucap Iris dan diangguki King D.
Iris berjalan mendekat dan tiba-tiba saja, ia mencium bibir mantan presiden dunia itu. Semua orang tertegun termasuk King D. Antony langsung terbang mendekat dengan cepat dan mencekik leher Iris. Hanya saja, itu sia-sia.
"Sabar, Tuan Boleslav. Sabar," ucap Jonathan seraya mendekat dan menepuk pundak pria itu.
"Kau seharusnya bangga dengan Iris. Kuyakin, Irina-mu itu tak sehebat keturunanku," sahut Tobias.
Praktis, aksi baku hantam terjadi. Tobias dan Boleslav sama-sama tak mau mengalah. King D yang mendengar hal itu memilih tak berkomentar dan segera pergi dari ruangan, meski terlihat jelas ia tersipu malu. Junior dengan sigap mengoperasikan helikopter warisan Jonathan yang telah dimodifikasi untuk mengantarkan ke lokasi.
"Seret mereka. Benar-benar membuang waktu," ucap Vesper kesal dan segera mengikuti cucunya.
"Siap, Nyonya!" jawab Jonathan dan Erik serempak dengan hormat.
Erik dengan sigap menarik tubuh Boleslav. Sedangkan Jonathan menarik Tobias. Dua roh itu terpaksa harus menunda perkelahian karena mengejar waktu.
"Bukannya lebih baik kalau gunakan amarah kalian buat hajar roh jahat. Gimana sih?" ucap Jonathan dengan wajah cemberut.
"Kali ini, aku setuju," sahut Tobias seraya terbang melewati Boleslav memasang wajah kesal. Antony diam saja meskipun hatinya mengatakan jika sependapat dengan keturunan Flame tersebut.
"Eko di sini aja, ya. Mastiin doa mereka bener gak ngawur kaya Fagan," ucap Eko dan mendapat jempol dari Tobias.
__ADS_1
Helikopter King D terbang meninggalkan kediaman Iris menuju ke lokasi terdekat di mana GIGA mendapatkan informasi dari laporan penduduk sekitar yang pernah mendatangi wilayah tersebut jika kawasan itu berhantu. Junior mengemudikan helikopter saat King D mensinkronkan dengan laporan GIGA untuk menentukan rute penerbangan berikutnya sampai ke titik terakhir.
"D! Tujuan pertama kita ke mana?" tanya Antony serius yang ikut masuk ke dalam helikopter bersama roh lain kecuali Tobias. Lelaki itu terbang di luar pesawat untuk mengawasi langsung jika ada roh jahat berkeliaran selama penerbangan.
"Kalian dulunya mengenal tempat itu sebagai Krong Battambang. Terdapat candi dan kuil di tempat tersebut. Menurut informasi, tempat itu dulunya digunakan oleh orang-orang untuk bernaung. Namun, lokasi itu malah membuat para penjahat datang karena orang-orang yang mencoba menyelamatkan diri dari peperangan membawa harta benda. Mereka dibantai dan mayatnya ditinggalkan begitu saja. Arwah mereka terperangkap di tempat itu dan katanya, banyak yang melihat hantu di lokasi tersebut," ujar King D yang membuat senyum para roh terkembang.
"Semoga roh jahatnya banyak," ucap Jonathan penuh harap.
"Kalian ... tidak takut?" tanya King D heran.
"Roh itu sebutan indah dari hantu, King D. Sedangkan kami adalah raja dan ratu dari para hantu," ucap Jonathan yang membuat putra Javier tersebut langsung ber-Oh dilanjutkan dengan anggukan.
"Hei! Aku merasakan adanya roh jahat di dekat sini!" seru Tobias tiba-tiba saat masuk dalam helikopter.
"Hem, aku suka instingmu, Toby. Semua, bersiap!" titah Vesper dan para roh segera keluar dari helikopter.
King D melongok dari jendela saat melihat para leluhurnya terbang menuju ke suatu tempat. Junior yang penasaran, mengawasi pergerakan King D.
"Sepertinya, insting mereka lebih peka ketimbang informasi dari GIGA. Hem, mereka memang hebat!" puji King D dan diangguki Junior dengan cepat. "Junior, ubah haluan! Mereka sepertinya menemukan tempat lebih bagus ketimbang tujuan kita."
"Hoh! Hoh!" jawab Junior yang dengan sigap membelokkan helikopter sesuai arahan telunjuk King D.
Benar saja, saat helikopter terbang melintasi Danau Tonle Sap masih di negara Kamboja, tiba-tiba saja, para roh itu menukik dengan cepat. King D meminta Junior untuk mendaratkan helikopter di daratan. Junior yang tak bisa melihat roh, mengikuti pergerakan mata King D yang bergerak dengan cepat seperti sedang menyaksikan sesuatu.
"Mereka mendapatkannya!" seru King D dengan senyum terkembang saat melihat Tobias seperti menghajar sesuatu yang tak ia lihat.
Junior yang penasaran, segera mendekat dan melihat dari balik jendela helikopter. Sayangnya, hanya rumah-rumah kosong ditinggalkan, pepohonan dan hamparan air yang ia lihat. Junior menatap King D lekat dan pria itu tersenyum lebar.
"Ingin aku ceritakan apa yang mereka lakukan?"
"Hoh! Hoh!" jawab Junior dengan anggukan cepat.
"Oke. Mungkin aku akan terdengar seperti komentator sepak bola," ucap King D yang membuat Junior melebarkan mata dengan wajah berbinar. "Hem, bersiaplah."
***
__ADS_1
ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE (CruiseMapp)