TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Keturunan Terakhir*


__ADS_3


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


Sang Presiden Dunia tampak gugup saat ditatap lekat oleh lima roh di depannya. Terlebih, saat mereka mengatakan jika yang diinginkan adalah dirinya. Alva menarik napas dalam. Tetap berusaha untuk tenang dengan tersenyum sembari duduk di sofa.


"Aku? Oke. Keinginan seperti apa yang dibutuhkan oleh para roh di hadapanku ini? Namun, sebelum itu. Bisakah kalian jujur padaku? Apakah kekacauan dan kabar tentang mayat hidup adalah ulah kalian?" tanya Alva mulai bersikap tegas.


"Ohh, aku suka cara bicaranya. Santun, tetapi menggigit. Sayangnya ada hal yang aneh dengan ini. Aku tak terangsangg sama sekali," ucap Axton heran seraya bertolak pinggang.


"Sang Kematian tahu kelemahanmu, Axton. Oleh karena itu, dia menghilangkannya," ucap Erik yang membuat sang Casanova cemberut.


Vesper melirik kawan-kawannya, tetapi mereka seperti cuek dan enggan menjawab pertanyaan Alva. Vesper mengembuskan napas panjang.


"Ya, itu perbuatan kami. Namun, semua ada alasannya. Oleh karena itu, kami mencarimu," jawab Vesper tenang.


Alva mengangguk. "Jujur. Dari semua arwah, hantu, roh dan semacamnya, kalian ... berbeda. Maksudku ... kalian seperti manusia, hanya saja sudah mati. Selain itu, kalian berkelompok. Seperti ... sebuah grup. Kalian memiliki misi?" tanya Alva yang diangguki Joel karena benar adanya.


"Itu rahasia Tuhan, Alva. Kami tak bisa membocorkannya," jawab Vesper seraya mendekat lalu duduk melayang di samping wanita cantik itu.


Alva tak terlihat gugup. Baginya, lima roh di hadapan tak menyeramkan seperti arwah-arwah yang pernah dijumpai olehnya.


"Oke. Apa yang bisa kubantu?" jawab Alva menatap Vesper lekat.


"Masa lalu."


"Masa lalu?" tanyanya mengulang. Vesper mengangguk. "Spesifik."


"Hem, gadis cerdas. Kami ingin tahu. Siapakah keturunan kami yang hidup di zaman ini? Hal itu karena ... kami mendengar doa-doa yang dipanjatkan. Itu pertanda, masih ada keturunan kami yang hidup. Hanya saja, kami tak tahu di mana."


Alva mengangguk. Ia lalu menekan layar pada jam tangan emas di pergelangan tangannya. Para roh terfokus pada gerak-gerik Alva ketika mulai bekerja.


"Zalama," panggil Alva tenang seraya melirik ke atap ruangan.


"Yes, Ms. President."


"Maaf, nama Anda?" tanya Alva menoleh ke roh di sampingnya.


"Vesper."


"Zalama. Cari semua berkas nama seorang wanita bernama Vesper dari semua zaman."


"Mohon ditunggu," jawab sistem ruangan yang suaranya terdengar di kamar tersebut layaknya pengeras suara. Suara sistem adalah seorang perempuan dewasa.


Para roh dibuat tegang. Sedangkan Vesper dan Alva saling berpandangan seraya menunggu.

__ADS_1


"Maaf, jika boleh tahu. Anda hidup di tahun berapa?"


"Hem, sekitar tahun 90-an sampai 2000-an. Aku tak begitu yakin kapan aku meninggal," jawab Vesper mengingat-ingat.


"Ditemukan."


"Oh! Namamu ada, Vesper!" pekik Axton semangat. Vesper terlihat gugup.


"Bacakan," pinta Alva tetap tenang dalam posisi duduk.


"Satu berkas ditemukan dengan nama wanita bernama Vesper Zeno alias Liana Herlambang alias Kim Lily alias Vesper Axton alias Margareth alias ...."


Mata Alva dan para roh melotot. Axton ditatap tajam oleh para roh karena ada nama pria itu di sana.


"Ahh, masa lalu yang indah," ucap Axton dengan wajah bahagia.


"Nama Vesper tersimpan dalam berkas rahasia militer file kategori hitam."


Alva terlihat tegang saat melirik Vesper. Namun, roh cantik itu tersenyum.


"Saat itu keadaan sangat sulit, Alva. Percayalah," ucapnya, dan Alva memilih tak berkomentar.


"Lanjutkan, Zalama," pinta Alva mulai serius karena ia tahu jika berkas militer dengan file kategori hitam adalah untuk penjahat paling diburu, paling kejam, sanksi hukuman mati atau penjara seumur hidup dengan pengawasan 24 jam non-stop.


"Vesper Zeno adalah seorang penjahat kelas dunia dan menjadi ketua perkumpulan para mafia di seluruh dunia bernama 13 Demon Heads. Vesper bersama antek-anteknya melakukan aksi kejahatan dan menantang militer di beberapa negara. Vesper—"


Alva menatap para roh di depannya dengan wajah tegang di mana Zalama masih membacakan file tentang Vesper.


"Oke, oke," jawabnya gugup. "Zalama cukup. Kita ... mm, maaf. Apa yang Anda butuhkan, Nyonya?" tanya Alva kembali menatap Vesper lekat.


"Kau mulai kehilangan fokus, Sayang. Keturunanku," jawab Vesper lembut.


"Ah, ya, ya. Maaf," jawabnya seraya membenarkan posisi duduk. "Zalama. Tolong cari garis keturunan Vesper sampai data terakhir. Adakah yang masih hidup di zaman ini?" tanya Alva.


"Mohon tunggu."


"Nyonya, maaf. Hanya saja, 200 tahun. Aku tak begitu yakin. Entah Anda tahu atau tidak, tetapi ... banyak manusia yang tewas selama 100 tahun terakhir. Perang besar terjadi dan menewaskan hampir seluruh populasi manusia saat itu," ucap Alva sedih karena takut hasilnya akan percuma.


Akan tetapi ....


"Ditemukan."


Praktis, jawaban dari sistem ruangan tersebut mengejutkan semua orang.


"Siapa?" tanya Antony penasaran.

__ADS_1


"King D."


"Oh my God!" pekik Vesper langsung melotot.


"Ha? Siapa?" tanya Joel bingung.


"Putra Javier dan Lysa! Oh, King D! Ta-tapi ... bagaimana mungkin?" tanya Vesper bingung.


"Zalama, detail," pinta Alva ikut terkejut.


"King D. Dinobatkan menjadi Presiden Dunia pertama kali tahun 2071. King D memiliki kemampuan khusus yang diberi nama serum Mitologi. Dia bersama kawanannya berhasil memberantas wabah monster yang mulai menyeruak sejak tahun 2050. King D adalah orang terakhir dari jajaran 13 Demon Heads yang hidup setelah ia memutuskan mundur dari jabatan Presiden usai kematian sang istri, Irina Tolya."


"Irina Tolya? Cucuku!" pekik Antony yang kembali mengejutkan roh lainnya.


"Hati-hati jantungmu, Tony. Pegangi kuat," ucap Axton. Antony mengangguk seraya memegangi dadanya dengan wajah tegang. Kening Alva berkerut.


"Ta-tapi ... Anda sudah mati," ucapnya gugup seraya menunjuk keturunan Boleslav tersebut.


"Diam!" bentak Joel yang mengejutkan Alva.


"Kemampuan unik sang Presiden dihapuskan sesuai kesepakatan saat ia memutuskan mundur. Tahun 2099, King D menjadi warga sipil dengan menjalani beberapa bisnis legal di beberapa sektor penting hampir di seluruh negara di dunia. Namun, data mencatat jika King D meninggal pada tahun 2120 saat perang kedua dimulai. Akan tetapi, kamera satelit dunia menangkap sosok King D muncul selama satu tahun terakhir di tiga lokasi. Negara Russ-King Distrik Bom, Distrik Baatar Kota Underground dan yang terakhir Distrik Kepulauan Indonesia."


Praktis, mata Vesper melebar. Mulutnya sampai menganga karena kaget. Perlahan, wanita itu seperti menangis, tetapi dengan senyuman.


"Di mana tepatnya lokasi itu? Beritahu kami, Alva," pinta Boleslav cepat seraya mendekat.


Alva seperti ikut terkejut. "Tunggu sebentar. Jujur, aku juga kaget mendengar informasi ini. Memang banyak perubahan setelah ayahku mundur dari jabatan seperti Negara Baatar yang akhirnya memutuskan menjadi Distrik karena runtuh dan negara besar tersebut tertimbun dalam tanah. Sang Pemimpin meninggal berikut ribuan warga lainnya yang bermukim di bawah tanah. Aku sangat yakin ayahku merasa gagal sehingga jatuh sakit dan tak ingin menjabat lagi," ucap Alva menjelaskan.


"Kami tak butuh cerita sedih tentang ayahmu dan penyesalannya. Kau sepertinya tak menyimak dengan baik, gadis manis. Yang kami butuhkan sekarang adalah lokasi," tegas Joel menunjuk.


Alva terlihat kesal. Ia duduk dengan tegap dan kaki menyilang. Wanita cantik itu meletakkan dua tangan di atas lututnya.


"Sikapmu tak sopan untuk seorang roh yang butuh bantuan," tegasnya.


Joel melotot dan terbang melayang mendekati Alva. Mata wanita cantik itu menyipit saat pria garang tersebut mendekat lalu mencekik lehernya. Vesper dan lainnya terkejut, tetapi lega karena cekikan tersebut tak berdampak pada manusia. Alva menatap Joel malas dengan satu alis terangkat.


"Kau sudah lama mati, tetapi kenapa sampai tak tahu jika roh tak bisa menyentuh raga manusia. Kau seperti dibangkitkan kemarin," ucap Alva yang membuat para roh terkejut.


"Hem, sepertinya pengalamanmu cukup banyak, Cantik. Kami minta maaf jika berkesan memaksa. Hanya saja, waktu memang tak mengizinkan bagi kami untuk bersantai. Ada pekerjaan berat yang menanti sembari kami mencari keberadaan keturunan terakhir," ucap Vesper menjelaskan dengan hati-hati.


Alva menatap Vesper lekat lalu berdiri. "Aku ingin terlibat. Bagaimanapun, mantan Presiden Dunia yang ternyata masih hidup adalah tugasku. Dia pasti tahu sejarah dunia yang sesungguhnya. Aku ingin memastikan apa yang tercatat dalam komputer sesuai dengan fakta. Semua manusia yang hidup di zaman ini tanggung jawabku. Aku harus tahu tentang penipuan kematian King D dan apa tujuannya mendatangi tiga tempat itu," ucapnya seraya menatap para roh bergantian.


Vesper ikut berdiri dan menatap Alva tajam. Ia melirik Antony dan lainnya. Para roh lelaki itu mengangguk pelan tanda setuju.


"Oke. Akan kupersiapkan," ucap Alva tegas seraya meminta izin pamit meninggalkan ruangan. Vesper dan lainnya mengangguk pelan.

__ADS_1


***


ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE


__ADS_2