
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
Para roh bergegas terbang menuju ke wilayah kota mati yang disinyalir dulunya berada di negara Thailand. Kelima roh tersebut kini bisa merasakan kehadiran roh jahat. Axton juga berhasil keluar dari raga seorang jasad tanpa bantuan roh lain meski ia belum menyadarinya.
"Ada 2! Jangan biarkan mereka kabur!" seru Axton semangat.
"Ingat! Formasi ganda!" teriak Vesper bertitah.
"Yes, Mam!" jawab Erik mantap yang membuat para roh tersenyum.
Sontak, kehadiran lima para mafia tersebut mengejutkan dua roh jahat yang sedang merasuki raga manusia. Dua pria itu seperti ingin saling membunuh karena terlihat luka sayatan dari pisau sebagai senjata mereka.
"GARRR!"
"Dia kabur!" teriak Tobias saat melihat roh jahat yang telah memunculkan tanduk dan tangan tajamnya keluar begitu saja dari raga yang dirasuki.
Vesper segera terbang dengan cepat untuk menghadang. King D yang akhirnya tiba, menyembunyikan diri di balik reruntuhan bangunan untuk melihat aksi para leluhur. Mantan presiden dunia itu terlihat tegang. Matanya menajam melihat aksi para mafia senior seperti sedang menyerang sesuatu yang tak ia lihat.
"Kuasa Allah. Aku tak pernah melihat hal seperti ini sebelumnya," ucapnya takjub dengan jantung berdebar kencang, berjongkok di balik bongkahan dinding.
King D menyaksikan Vesper seperti menghajar sesuatu yang tak terlihat. Antony mengerang seperti sedang menarik sesuatu yang berukuran sangat besar dan sulit pada bagian kepala manusia tersebut. Sedangkan Erik, seperti menarik sesuatu dari sisi kanan orang itu seraya memukul kepala bagian luar. Napas King D menderu. Ingin rasanya ia terlibat. Hanya saja, wujud tak terlihat itu membuatnya tak bisa membantu.
"Axton!" teriak Vesper saat berhasil menangkap dua tangan roh jahat yang kabur dan menariknya ke belakang hingga sosok hitam itu mengerang.
"Harghh!" raung Axton yang sedari tadi ditampar kuat oleh tangan lawan karena berusaha menangkap tubuhnya.
Tobias membantu dengan menghajar tubuh roh jahat yang dipegangi Vesper sehingga raungan kesakitannya makin terdengar jelas. Roh jahat terus memberontak mencoba melepaskan diri dari cengkeraman kuat Vesper. Namun, sang ratu yang tak mengizinkan, ikut menyerang dengan menendangi punggung lawan.
"Inilah refleksi penderitaan!" teriak Vesper yang membuat Tobias terbahak.
"Ha! Dan inilah refleksi penghancuran tubuh!" sahut Tobias dengan kepalan tangan meluncur kuat mengenai dada dan perut roh jahat.
Axton yang kesal setengah mati karena tak bisa menyentuh sedikitpun musuhnya itu, kini terbang dengan cepat karena melihat kesempatan.
"Berani-beraninya kau menyerang wajahku!" teriak Axton marah yang dengan sigap menangkap dua tanduk besar roh jahat dengan dua tangannya.
KRANG! KRANG!
"GARRR!"
__ADS_1
"Menyingkir!" seru Tobias yang dengan sigap terbang menjauh saat melihat rantai emas pemberian sang Kematian berhasil membelenggu kepala gumpalan hitam tersebut.
Mata Vesper, Tobias dan Axton terbelalak menyaksikan rantai emas menjerat kuat kepala gumpalan asap itu. Besi tersebut menjalar lalu melilit kuat roh jahat sampai ke ujung kaki. Perlahan, tampilan neraka yang dipenuhi oleh kobaran api membara menelan sosok hitam terbelenggu hingga tak bersisa.
"Hei!" panggil Antony karena roh jahat yang kini menjadi lawannya enggan untuk keluar.
"Menyusahkan! Waktu kita tak banyak!" teriak Tobias seraya terbang mendekat.
Vesper dan Axton kini membantu dengan menghajar tubuh roh jahat yang keluar sebagian dari raga.
"Tobias! Tarik tanduknya!" teriak Antony dengan dua tangan menggenggam kuat tanduk hitam berasap itu hingga tubuhnya menegang.
Saat Tobias akan menariknya, tiba-tiba saja wujud roh jahat berubah menjadi padat. Sontak, hal tersebut mengejutkan Vesper dan lainnya.
"Tobias?" panggil roh jahat dengan suara besar yang serak.
Tobias menatap wajah roh jahat yang perlahan memudar dan membentuk layaknya manusia. Kening Antony berkerut hingga pada akhirnya mata tersebut membulat penuh.
"Joel! Dia Joel!" teriak Erik yang ikut melihat perubahan wujud roh tersebut.
Tobias tertegun dan langsung terbang mundur. Ia mengenali nama itu. Para roh spontan melepaskan lawan dan ikut menatap dengan saksama meski menjaga jarak.
Joel keluar dari raga manusia yang ia rasuki dengan terbang perlahan. Manusia yang dirasukinya tiba-tiba tergolek lemas, termasuk pria lainnya yang tadi dirasuki. Dua orang itu tergeletak dengan pandangan tak menentu dan napas tersengal seperti bingung dengan apa yang terjadi. Pria Filipina itu lalu mendatangi Tobias yang kini dikerubungi kawan-kawannya. Keturunan Flame tersebut menatap pria bernama Joel lekat tak berkedip.
"Kau Joel Ramos? Ayahku?"
"Yes. Aku Joel Ramos. Akhirnya ... aku melihatmu, Toby," jawab Joel dengan suara serak.
Sayangnya, ketika tangan Joel akan menyentuh wajah putra yang sangat ia rindukan, Tobias terbang mundur seperti menghindar. Sontak, hal itu mengejutkan Vesper dan lainnya, termasuk Joel sendiri.
"Aku ayahmu, Tobias," ucap Joel dengan wajah sendu.
"Apa buktinya? Siapa nama istrimu? Seperti apa dia?"
Praktis, pertanyaan Tobias mengejutkan keturunan Borka tersebut. Vesper dan kawan-kawannya yang pernah mendengar kesaksian Joel terlihat tegang karena tahu jawaban itu. Joel menatap Tobias saksama yang menatapnya tajam dengan wajah datar.
"Aku ... tak mengenal ibumu. Aku bahkan tak tahu jika memiliki anak," jawab Joel lirih.
Tobias tersenyum sinis dengan mata berpaling dari pria yang mengharapkan pelukannya.
__ADS_1
"Aku sudah menduganya cukup lama. Apa kau tahu? Aku bahkan tak pernah merindukanmu, atau membayangkan bertemu denganmu. Kurasa kau juga demikian karena berpikir aku tak ada. Kuyakin, kau tahu aku ada karena Vesper, bukan?" tanyanya seraya memunggungi sang ayah dan melayang mendekati Axton serta lainnya yang berkumpul.
Vesper terdiam dengan wajah sendu. Ia bisa merasakan kekecewaan dalam diri Tobias dan penyesalan dari Joel.
"Aku berpura-pura sepertimu untuk memuaskan para pemimpin The Circle. Mereka suka dirimu yang keji, tak berbelas kasih, kasar, memiliki banyak wanita, berkuasa dan kaya. Kau bodoh karena dimanfaatkan oleh The Circle. Namun, para D juga bodoh karena selama ini kutipu. Kubersandiwara agar mereka percaya padaku. Hingga saatnya tiba, aku berkhianat dan merebut semuanya. Kau tahu kenapa aku menjadi seperti ini? Ya, itu karena kau yang menelantarkan ibuku! Jadi ... pergilah ke neraka!" seru Tobias tiba-tiba seraya menarik lengan Axton hingga telapak tangan sang Casanova menyentuh roh Joel.
Tentu saja, hal mengejutkan itu membuat kepanikan tersendiri. King D yang akhirnya bisa melihat sosok Joel Ramos meski arwahnya berwarna hitam melotot. Pria itu berkerut kening saat menyaksikan roh Joel seperti terhimpit oleh sesuatu. Hanya saja, King D tak bisa melihat rantai yang menjerat itu.
"Toby," panggil Vesper saat melihat tangan Tobias menembus raga Axton usai membuat ayahnya terbelenggu rantai.
Keturunan Giamoco tersebut kaget dan memilih diam seraya terbang menjauh dari Joel yang kini dibelenggu. Joel diam saja, tetapi terlihat jelas ia menahan kesakitannya saat pemandangan neraka muncul di sekitar para roh itu. Tobias memunggungi sang ayah yang terlihat sedih dan pasrah dengan akhir hidup atas keputusan sang anak.
"Aku minta maaf, Toby. Aku memang ayah yang buruk," ucap Joel dengan wajah berkerut saat kaki rohnya kini tenggelam dalam luapan magma.
"Baguslah jika kau menyadari hal itu. Selamat tinggal," jawab Tobias lalu terbang mendatangi King D yang menyembunyikan dirinya di balik reruntuhan.
King D tak menduga jika Tobias tahu keberadaannya. Antony dan roh lainnya iba dengan kondisi Joel, tetapi tak bisa melakukan apa pun. Mereka terbang menjauh dengan wajah sendu.
"Maaf, Joel," ucap Vesper menahan kesedihannya.
Joel akhirnya meraung saat merasakan panas api neraka yang membakar raga rohnya. Vesper memejamkan matanya rapat dan masih terbang melayang di hadapan Joel yang meronta kesakitan.
"Argh! Borka! Ayahku dan roh jahat lainnya berada di Indonesia. Mereka memiliki niatan jahat untuk menghancurkan perdamaian! Hentikan mereka, Tobias!" teriak Joel di akhir masanya sebelum letupan magma menelan kepala.
Pengakuan tersebut, membuat Vesper dan lainnya tertegun. Tobias menoleh dan tak lagi melihat ayahnya yang sudah dilahap keganasan neraka. Perlahan, pemandangan siksa neraka lenyap dari pandangan. Para roh kembali bernapas lega di mana hawa panas dari neraka yang muncul begitu terasa.
"Kalian dengar itu? Akhirnya kita tahu asal mula kekacauan ini," ucap Vesper dengan wajah serius.
"Namun, tujuan kita Rusia, Vesper," tegas Boleslav.
"Ya. Akan tetapi, tugas kita adalah menangkap roh jahat. Borka dan lainnya adalah roh jahat," sahut Erik.
"Sebelum kalian berdebat akan hal itu, ingatlah jika kita masih punya hutang menangkap roh jahat. Kita kembali berburu sebelum sang Kematian menyeret kita ke neraka menyusul Joel," tegas Tobias yang kembali membuat para roh tegang.
"Aku hampir lupa, sial. D! Ke mana kami bisa mencari roh jahat lagi! Kami masih kurang 3!" tanya Axton panik.
"Mm ... apakah tempat ini tak cukup? Maaf, aku hanya tahu lokasi ini karena yang terdekat. Sisanya, jika kita ke sana, hari sudah berganti dan kalian akan kehabisan waktu," jawab King D yang membuat panik para roh mafia tersebut.
***
__ADS_1