
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Tubuh Vesper sampai bergetar dengan mata terbelalak lebar melihat empat kawan rohnya kini ditangkap oleh Miles dan Borka. Banyak pertimbangan berlalu-lalang di kepalanya. Vesper panik untuk membuat keputusan. Borka dan Miles menyeringai. Para roh jahat tertawa melihat Vesper tak mampu bertindak.
"Vesper! Jangan buat usaha kita sia-sia! Agh!" erang Antony saat mulutnya dibungkam dan membuat dirinya tak lagi bisa bicara.
"Rantai dia, Sayang! Kau harus selesaikan tugas i— ergh!" erang Erik yang mulutnya ditutup rapat oleh tangan-tangan hitam itu.
Jonathan dan Tobias berusaha memberontak, tetapi mereka yang kalah jumlah seolah hanya sebutir gula dengan semut berkerumun untuk menyantap. Mata Vesper bergerak tak beraturan hingga ia melihat King D di kejauhan.
"Jangan ragu, Oma! Kami akan mendoakanmu!" teriak King D lantang di mana ia tahu jika sang nenek dilanda kebimbangan.
"Aku meminta kak Juna untuk menggantikanku!" teriak Jonathan dengan kepala mendongak saat ia berhasil membuat tangan roh jahat yang menutup mulutnya terlepas setelah ia gigit.
Sontak, ucapan Jonathan membuat mata Vesper melebar.
"Ergh! Cuhh!" teriak Antony yang juga berhasil melepaskan tangan hitam itu di mulutnya. "Aku minta Jordan menggantikanku!"
Miles dan roh jahat lainnya tertegun. Para roh hitam seperti tak percaya jika roh-roh berwarna putih itu sudi dijebloskan ke neraka bersama mereka dan digantikan dengan roh lainnya. Borka mulai panik karena khawatir jika sang Kematian mengabulkan.
"Aku minta kepada siapapun yang pantas dan bisa bekerja sama dengan istriku serta roh lainnya untuk menggantikanku! Vesper harus menyelesaikan misi ini dengan anggota barunya!" teriak Erik yang membuat mata Antony dan Jonathan melebar karena mulut mereka dibungkam lagi.
Jonathan berpikir jika sang Kematian akan menggantikan ayahnya dengan Ivan. Keturunan Benedict itu tersenyum lebar.
"Ergh, Toby! Giliranmu, cepat!" teriak Erik marah yang kemudian tak bisa bicara lagi karena bernasib sama dengan Jonathan dan Antony.
"Aku tak sudi digantikan! Aku harus kau bebaskan, Vesper! Kau harus membebaskanku!" teriak Tobias yang membuat Jonathan dan lainnya marah karena keturunan Flame tersebut sangat egois.
"Ya Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya King D panik karena ia tak bisa melihat roh Tobias, Jonathan, Erik dan Antony. Namun, ia bisa mendengar suara mereka dari arah dua gedung bertingkat yang ditatap sang nenek.
"Vesper!" panggil Antony lantang dengan mata melotot dan napas menderu.
"Errghh!" raung Vesper marah karena ia harus segera bertindak.
Sang pemimpin kelompok terbang dengan cepat ke arah Borka. Ayah dari Joel Ramos yang melihat kedatangan Vesper dengan sigap melepaskan pasukan roh jahatnya untuk menggagalkan Vesper. Mata King D melebar. Ia bisa melihat gerakan Vesper seperti ingin melawan sesuatu yang sangat banyak karena dua telapak tangannya terbuka lebar.
"Apa yang harus aku lakukan? Apa?" tanyanya panik.
"Junior! Junior!" panggil Jonathan yang membuat King D langsung menoleh ke asal suara. "Ergh! Lengkingannya! Buat Junior melengking, D!" teriak Jonathan yang berusaha keras menyingkirkan tangan-tangan hitam di wajahnya.
King D dengan sigap menoleh ke arah Junior yang berhasil melumpuhkan para pria berseragam hitam. Mereka tak mati, tetapi sekarat dan tak lagi bisa bergerak karena tuli.
"Junior! Melengking!" titah King D menunjuk pria berkulit pucat yang sedang berjongkok itu. Junior melihat telunjuk King D yang mengarah ke dua bangunan besar rusak dan telah ditinggalkan. "Cepat!" serunya.
__ADS_1
Junior langsung menguatkan tubuhnya dan menarik napas dalam dari lubang hidung. Seketika ....
"Iieekkkk!"
"GAARRR!" raung para roh jahat yang siap menerjang Vesper.
Para roh itu menoleh ke arah Junior yang sedang menyerukan lengkingan ke arah mereka seolah ia seperti bisa melihatnya. Roh-roh jahat itu terdiam dan menatap Junior lekat.
"Haarghhh!"
KRANG! KRANG! KRANG!
"GARRR!" raung dua roh jahat saat tubuh mereka terkena sentuhan tangan Vesper yang tiba-tiba saja sudah berada di hadapan.
Vesper dengan sigap terbang menukik lalu menangkap dua leher roh jahat seperti mencekiknya. Begitu rantai emas tersebut menjerat, ia langsung terbang ke buruan lain untuk membelenggu mereka. Praktis, gerakan gesit itu membuat para roh jahat panik. Mereka segera terbang kembali ke Borka dan Miles untuk menyatu.
Borka yang melihat kedatangan Vesper ke arahnya, dengan cepat mengarahkan tangan berisi Erik. Vesper menahan tangisannya melihat suami yang dicintainya itu harus kembali ke neraka. Erik yang tak ingin usaha sang istri gagal kini malah memegang dua roh jahat dengan dua tangannya saat gumpalan asap itu ingin menyerang Vesper.
"I love you," ucap Erik dengan senyuman saat wajahnya kembali terlihat.
Vesper menjulurkan dua tangannya ke arah Erik dengan mata terpejam dan wajah berpaling. Erik tahu jika sang istri tak tega melihatnya diseret kembali oleh neraka. Erik menarik dua roh jahat yang ia cengkeram kuat lalu didorong ke arah sang istri. Kakinya masih didekap kuat oleh roh jahat yang menyatu dengan tubuh raksasa Borka termasuk anggota tubuh lain.
KRANG! KRANG! KRANG!
"GARRR!"
Namun, Erik menggeleng. Ia masih memegangi erat dua roh jahat di dua tangannya. Vesper menangis sampai dua tangannya gemetaran melihat sang suami merelakan diri agar bisa menyelesaikan misi.
"Kau harus menyelesaikannya, Sayang! Kita akan bertemu lagi. Aku mencintaimu," ucap Erik yang akhirnya tak terlihat karena tubuhnya diselimuti gumpalan hitam yang meraung karena neraka kembali lagi padanya.
Vesper menangis terisak saat melihat Antony ikut tersenyum padanya dan perlahan sosoknya menghilang karena roh-roh jahat memberontak mencoba membebaskan diri dari jeratan rantai besi. Tubuh Vesper bergetar hebat. Ia tak sanggup melihat dua orang yang dekat dengannya pergi di mana dirinya tahu, jika setelahnya bukan kedamaian yang didapat, melainkan siksaan yang dilanjutkan.
"Vesper! Vesper!" panggil Tobias yang membuyarkan tangisan sang Ratu. Air mata Vesper terhenti seketika. "Kau harus menyelamatkanku!" teriak keturunan Flame marah karena Vesper mengacuhkannya.
"Mama! Miles berusaha kabur!" teriak Jonathan saat tubuhnya ditarik kuat oleh roh-roh jahat agar tak lepas dari sosok raksasa Miles.
Mata Vesper melebar. Ia dengan sigap terbang mengejar Miles. Namun, para roh jahat yang tak sudi dibelenggu, mulai membebaskan diri. Jonathan dan Tobias tertegun karena mereka dilepaskan.
"Enak saja mau lari!" teriak Vesper marah yang dengan cepat menyentuh tubuh roh jahat di mana tangannya bisa menjangkau.
Beberapa dari mereka yang masih terhubung, dengan cepat terbelenggu oleh rantai emas. Seketika, senyum Jonathan dan Tobias terkembang. Mereka yang melihat banyaknya jumlah roh jahat dalam sosok raksasa Miles, tak ingin kehilangan peluang.
"Mama!" teriak Jonathan yang berhasil menjepit kepala satu roh jahat di antara dua pahanya dan dua di ketiak. Vesper tersenyum lebar dan segera mengeksekusi tangkapan putranya itu.
__ADS_1
KRANG! KRANG! KRANG!
"GARRR!"
"Bagus, Nathan! Tangkap yang lain!" titah Vesper dan Jonathan dengan cepat mengejar roh jahat lainnya yang berusaha kabur.
Tobias juga berhasil menangkap dua dan menariknya ke arah Vesper. Sang Ratu dengan cekatan segera merantai mereka sehingga para roh jahat yang melihat hal tersebut semakin panik.
KRANG! KRANG! KRANG!
"Yeah!" seru Jonathan riang karena mendapatkan tangkapan besar.
Roh jahat Miles yang berhasil kabur bersama roh jahat lainnya membuat Vesper, Jonathan dan Tobias kembali kewalahan karena mereka berpencar. Pemandangan neraka kembali terlihat dengan banyaknya roh jahat yang ditenggelamkan. Vesper yang tak sanggup membayangkan Antony dan Erik bersama mereka, memilih untuk terbang menjauh diikuti Tobias serta Jonathan.
"Mama ...," panggil Jonathan dengan air mata menetes.
Vesper langsung memeluk putranya erat. Tobias diam saja enggan berkomentar. Vesper meneteskan air mata, begitupula Jonathan. Dua orang itu bersedih karena lagi-lagi harus ditinggalkan oleh Erik Benedict.
"Nathan inget, Ma. Tiba-tiba saja Nathan inget. Nathan kira itu dulu hanya mimpi, ternyata ... itu adalah kenangan saat Nathan kecil dulu. Kenangan saat Nathan gak rela berpisah dengan papa. Wajah papa samar dalam ingatan Nathan, begitu juga suaranya. Namun, saat Nathan dipeluk papa, cara dia liat dan bicara, mimpi itu terasa sama persis. Hiks, kenapa ... kenapa Nathan baru sadar sekarang, Ma?" tanyanya kembali meneteskan air mata.
Vesper menggeleng tak bisa menjawab. Ia kembali memeluk putranya yang menangis terisak. King D berjalan mendekat diikuti Junior di sampingnya. Tobias menatap King D sendu, begitupula lelaki itu.
"Jadi ... Tuan Antony dan Erik ... mereka ... mereka pergi?" tanya King D dan diangguki Tobias. "Kenapa? Apa yang salah dengan tugas ini?"
"Itu karena Borka membuat tubuhnya menjadi besar seperti raksasa. Dia menangkap Antony dan Erik. Mereka tak bisa lepas, terlebih jika rantai dari sang Kematian sudah menjerat," ucap Tobias menerangkan.
"Jadi ... mereka kembali ke neraka?" tanya King D memastikan. Tobias, Vesper dan Jonathan mengangguk pelan. Seketika, Junior menangis. Tubuh pria pucat itu bergetar hebat dan suara tangisannya terdengar memilukan. Saat air mata Junior menetes, cairan itu berubah menjadi bulir-bulir es. Vesper, Jonathan dan Tobias tertegun. King D diam saja dan hanya bisa mengembuskan napas panjang. "Lalu ... jika mereka tak ada, jumlah anggota kalian akan berkurang. Lantas, bagaimana menyelesaikan tugas dari-Nya?" tanya King D cemas mengingat jumlah anggota Vesper kini hanya tiga.
"Papa dan Tuan Antony sudah melakukan permintaan dengan sang Kematian untuk pengganti mereka. Jadi ... kita tunggu saja," ucap Jonathan yang sudah kembali tegar.
Benar saja, tiba-tiba muncul dua kepulan asap putih di belakang Vesper dan kawan-kawan rohnya. Mata King D menyipit saat ia melihat ada wujud roh baru yang tak ia kenal muncul. Kening Vesper dan Jonathan berkerut. Namun, mata Tobias melebar.
"Oh, shitt! Sungguh? Itukah dia?" tanyanya melotot.
"Siapa, Toby?" tanya Vesper dengan wajah tegang.
King D dan lainnya menatap Tobias lekat yang tak berkedip.
"Lucifer Flame."
***
__ADS_1