TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Mengejar Kekurangan


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Lucifer yang tak ingin diremehkan oleh para mafia di mana seharusnya ia dulu menangkap para penjahat itu, kini berkolaborasi dengan mereka. Dalam diam, Lucifer berpikir jika apa yang dikatakan Vesper ada benarnya. Semua kekacauan yang terjadi di masa lalu, biarlah tetap berada di sana dan jangan mengubahnya. Karena, seburuk apa pun tragedi yang terjadi, akan mendapatkan nilai positif darinya, seperti 13 Demon Heads dan The Circle yang akhirnya berdamai walaupun banyak yang tewas dalam dua kubu. Meski demikian, Lucifer menaruh hormat kepada orang-orang yang memperjuangkan persatuan dua kelompok mafia terbesar di dunia itu karena berakhir bahagia.


"Harghhh!"


"Bagus, Tuan Flame! Tahan!" teriak Vesper saat Lucifer berhasil menangkap kaki roh jahat lalu menarik tubuhnya sendiri sehingga ia kini menaiki punggung lawan. Lucifer mendekap gumpalan gas itu dari belakang sangat kuat.


"Heahh!"


KRANG! KRANG! KRANG!


Vesper menangkap kepala roh jahat itu sampai rantai emas muncul dan melilitnya. Sang Ratu dengan sigap mendorong dahi Lucifer sehingga pria itu melepaskan tangkapannya.


"Maaf, jika tidak sopan. Hati-hati dengan tangan mereka," ujar Vesper menunjuk dan Lucifer mengangguk dengan gugup. "Kita harus bergegas sebelum jam 12 malam. Waktu kita tak banyak," tegas Vesper.


"Mom!" panggil Tobias di kejauhan yang membuat Vesper langsung terbang ke atas keluar dari rimbunan hutan.


Ia melihat Tobias berhasil menangkap satu roh jahat yang berusaha kabur darinya. Lucifer dengan sigap terbang untuk menolong, begitupula Vesper. Saat keduanya melesat, tiba-tiba, BUAKKK!!


"Arghhh!"


"GARRR!"


"Oh, shitt!" pekik Vesper saat ia melihat sekumpulan roh jahat tiba-tiba muncul dari balik kawah gunung Sinabung yang sedang tidak aktif.


Tubuh Lucifer dihantam kuat dari samping oleh seorang roh jahat hingga ia terdorong kuat dan menjauh. Jonathan dan Jordan yang ikut menyadari datangnya roh jahat panik karena mereka seperti dikeroyok.


"Mereka pasti roh-roh jahat yang kabur sebelumnya!" pekik Jonathan yang dengan cepat terbang ke arah sang ibu.


"Miles?" tanya Jordan ikut bergabung.


"Hati-hati! Mereka pasti berusaha untuk menyeret kita ke neraka seperti yang terjadi dengan Erik dan Antony!" teriak Vesper mengingatkan.


"A-ayahku ditangkap? Oleh karenanya, aku yang menggantikan?" tanya Jordan dengan mata melebar.


Jonathan dan Vesper mengangguk cepat. Napas Jordan memburu dan Vesper dengan cepat memegang pundak pria tampan itu.


"Ingat, jaga emosi. Jangan jadi seperti mereka. Kau paham?" tegas Vesper dan Jordan mengangguk.


"Vesper! Mereka mengincarku!" teriak Tobias saat ia melihat sekumpulan roh jahat terbang ke arahnya.


"Jangan biarkan mereka bersatu atau akan menjadi raksasa! Pisahkan sebisa mungkin!" seru Vesper dan diangguki semua roh yang mendengar.


Kali ini, mereka fokus menyelamatkan Tobias. Vesper sengaja membiarkan Lucifer berusaha melawan roh jahat yang menyerangnya. Jordan dan Jonathan memukuli roh jahat yang ingin menangkap mereka. Vesper melihat para roh jahat itu seperti menghindarinya karena tahu jika ia pemegang rantai.


"Heh, takut padaku rupanya. Baguslah, memang seharusnya begitu," ucap Vesper dengan seringai.


Vesper terbang dengan cepat mendekati Jonathan yang sedang menghajar roh jahat. Jordan dan Tobias juga berada di dekatnya ikut melakukan perlawanan. Namun, saat Vesper mendekat, para roh jahat itu langsung kabur. Jonathan kebingungan karena tangkapannya berhasil meloloskan diri. Akan tetapi ....

__ADS_1


"Vesper!" teriak Jordan saat melihat sekumpulan roh jahat terbang dari arah belakang Vesper dengan cepat lalu menangkapnya.


"Arghh!" rintih Vesper saat ia dipegangi kuat dari segala sisi hingga tubuhnya tak terlihat, kecuali dua telapak tangan dan sebagian wajah.


Jordan dengan sigap mendekat, tetapi Vesper menggeleng cepat. Jordan berkerut kening dan menghentikan laju terbangnya. Wajah Vesper yang hanya terlihat dua buah matanya itu bergerak seperti memberikan isyarat. Jordan melihat hal tersebut lalu menatap Vesper saksama.


"Aku minta maaf," ucap Jordan dan Vesper mengangguk pelan.


"Harghh!" raung Jordan sembari menjabat salah satu tangan Vesper lalu pergelangannya dipegangi kuat. "Errghh!"


KRAKK!


"Arrghh!" teriak Vesper karena tangannya dipatahkan oleh keturunan Boleslav itu hingga ia menjerit.


Tobias yang kembali diserang, begitupula Jonathan terkejut saat Jordan menggerakkan tangan Vesper dan membuatnya tertekuk.


"Kemari kau!" Jordan menangkap salah satu roh jahat yang mengerubungi tubuh Vesper dan menariknya kuat.


KRANG! KRANG! KRANG!


"GARRR!"


Jordan tak membiarkan para roh jahat yang mengerubungi tubuh Vesper lolos. Ia menggunakan tangan kiri Vesper yang kini bisa bergerak bebas untuk merantai para roh jahat tersebut. Satu per satu, gumpalan hitam itu terbelenggu. Jonathan dan Tobias yang ikut mendapat tangkapan, bergegas menyeret buruan ke arah Jordan untuk dirantai.


Vesper memejamkan matanya rapat dengan tubuh berdiri tegak dan dua tangan direntangkan. Ia menahan sakit di pergelangan tangan kirinya, sedangkan tangan kanan memegangi satu roh jahat yang berusaha kabur sekaligus merantainya.


KRANG! KRANG! KRANG!


"Harrgh!"


BUKK! BUKK! BUKK!


Vesper terkejut saat tangan lainnya ditarik kuat. Lucifer tiba-tiba datang dan membuatnya terbebas. Jordan melotot melihat pergelangan tangan Vesper yang lunglai itu lepas dari genggamannya. Napas Vesper tersengal ketika tubuh rohnya didekap kuat oleh Lucifer yang melihat para roh jahat terjerat rantai karena aksi Jordan hingga pelukan itu terlepas.


"Kau gila! Apa para mafia sepertimu tak bisa memikirkan hal wajar untuk menangkap para roh terkutuk itu?" pekik Lucifer melotot di hadapan Vesper.


"Tenang saja, Tuan Flame. Tanganku akan kembali seperti semula," ucap Vesper seraya mengarahkan tangannya yang lunglai seperti tak bertulang itu ke hadapan. Mata Lucifer terbelalak melihat jari-jari lentik itu bergerak gemulai. "See? Kembali seperti semula. Seperti ketika kau mematahkan hidung Jonathan. Sakit memang, tetapi tak seberapa dengan siksa neraka," ucap Vesper tenang.


"Kau sinting," ucap Lucifer menunjuknya.


"Mungkin karena itulah aku dipilih untuk tugas ini," jawab Vesper dengan wajah berbinar. Lucifer geleng-geleng kepala. "Kerja bagus, Jordan," puji Vesper seraya menyentuh salah satu pipi pria tampan itu.


"You're welcome," jawab Jordan dengan wajah datar.


"Kalian para mafia, tidak waras," ucap Lucifer dengan kening berkerut.


"Hei! Sudah selesai kencannya? Kami di sini kerepotan!" teriak Tobias kesal karena roh jahat yang berhasil ditangkapnya memberontak.


"Nathan udah gak sanggup, Mama! Nathan capek!" keluhnya dengan satu roh jahat dalam cengkeraman.

__ADS_1


"Setahuku ... kita tak memiliki lelah, Jonathan," ucap Vesper masih membiarkan anaknya berusaha menahan pergerakan roh jahat itu.


"Oh, gitu, ya? Kalau gitu, cepet kemari sebelum dia kabur lagi!" teriak Jonathan yang sempat bingung, lalu kembali memegangi buruannya kuat.


Vesper tersenyum lalu terbang mendekat. Praktis, kemunculan Vesper dihadapan satu roh jahat tangkapan Jonathan membuat gumpalan asap hitam itu panik.


"Bye," ucap Vesper sembari menyentuh pundaknya.


KRANG! KRANG! KRANG!


"GARRRR!"


"Fiuh, akhirnya," ucap Jonathan lega seraya mengelap dahinya seolah ada keringat di sana.


"Hei, bagaimana dengan lelaki tampan di sini!" teriak Tobias kesal.


"Bawa kemari, manja!" teriak Lucifer.


Tobias kesal dan menyeret roh jahat itu. Vesper menahan senyum melihat anak angkatnya mengamuk. Namun, pria itu berhasil dan Vesper segera membelenggunya.


"Sial, sisanya kabur," gerutu Tobias bertolak pinggang.


"Aku melihat mereka bergerak ke arah sana," ucap Lucifer seraya menunjuk ke arah helikopter King D berada.


"Hem, pengamatan yang bagus, Tuan Flame," puji Vesper.


"Panggil saja, Lu. Aku tak masalah," jawab pria itu ramah.


"Kau jatuh hati dengan ibuku? Jangan macam-macam, Lu," tegas Tobias menunjuk.


"Untukmu, tetap panggil aku dengan nama lengkap," jawab Lucifer menunjuk Tobias.


"Ayo, kita segera pergi. Waktu kita tak banyak. Jika aku tak salah hitung, kita masih kurang 30 roh jahat lagi," ucap Jordan.


"Oh, benarkah itu? Kau sempat menghitungnya?" tanya Jonathan kaget. Jordan mengangguk dengan wajah datar.


"Apakah hitungannya tepat, Sang Kematian?" tanya Tobias ragu.


"Itu benar," jawab sang Kematian tiba-tiba.


"Wow!" puji Lucifer seraya bertepuk tangan, tetapi Jordan diam saja lalu terbang ke arah helikopter King D yang masih menunggu di kejauhan. "Dia ... irit bicara," keluh Lucifer.


"Dan kau, terlalu banyak bicara," sahut Tobias seraya menunjuk saat melewatinya.


Vesper mengembuskan napas panjang. Jonathan hanya terkekeh. Mereka membiarkan para roh jahat itu menjerit saat neraka menarik dan mengurung dalam siksa abadi untuk selamanya.


***


__ADS_1


__ADS_2