
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
Erik, Antony, Joel dan Axton seolah tak peduli dengan nasib roh jahat yang kini ditarik kembali ke neraka. Pandangan mereka terfokus pada Hashirama yang memasang wajah datar. Tiba-tiba, Hashirama beranjak pergi begitu saja. Axton dan lainnya dengan sigap mengikuti. Hanya saja ....
"Aku tak tahu lagi harus bagaimana menghadapi kalian. Benar-benar mengecewakan," ujar Hashirama terlihat begitu marah sampai tangannya mengepal. Meski ia memunggungi empat roh itu, tetapi Antony dan lainnya bisa merasakan kekecewaan Hashirama.
"Aku minta maaf. Kami minta maaf jika para penerusmu ini tak bisa kau andalkan, Tuan. Hanya saja, dunia kita memang berbeda. Zaman telah berubah. Yang Anda lakukan saat hidup dulu, tak bisa diterapkan sepenuhnya di zaman kami," ucap Antony yang membuat kawan-kawannya langsung meliriknya tajam.
"Sebaiknya kau tahu yang akan diucapkan," bisik Axton. Antony menarik napas dalam.
"Dulu, kalian para mafia melakukan aksi dengan sembunyi-sembunyi. Sedangkan kami, dengan bisnis dan politik. 13 Demon Heads yang awalnya selalu diam-diam dalam bekerja, mulai berubah dan menunjukkan diri ketika Vesper memimpin. Putrimu, ingin agar kelompok kita dilihat, ditakuti, dan tak diremehkan. Vesper terang-terangan menyatakan perang dengan militer yang mengusiknya. Dampaknya sangat besar, Tuan Hashirama. Kami kehilangan dan beberapa anggota dewan tewas. Namun, Vesper tak menyerah. Ia tak takut. Ia membuat strategi baru dengan membuat ekonomi dunia mengalami krisis."
"Wow!" celetuk Joel tiba-tiba. Axton melotot meminta Joel diam dengan gerakan bibirnya.
"Dengan para anggota dewan yang hampir memegang kendali sektor-sektor penting di seluruh dunia, membuat pemerintah berpikir ulang untuk melenyapkan kami. Tingkat kejahatan meningkat, pengangguran di mana-mana, kemiskinan, dan kelaparan hampir terjadi di seluruh dunia. Vesper menjanjikan masyarakat hidup dengan damai tanpa terusik oleh para mafia asalkan 13 Demon Heads tak diganggu. Sangat sulit keputusan itu dibuat hingga akhirnya berhasil. Bahkan, Vesper berkomplot dengan CIA dan badan intelejen lainnya untuk membantu memecahkan kasus The Circle. Meskipun mafia dan pemerintah seperti melakukan aksi damai, tetapi Anda tahu jika itu hanya formalitas saja. Kami tetap diawasi dan berusaha dilenyapkan sedikit demi sedikit. Namun, Vesper berhasil membuat kami bertahan, Tuan, hingga kematian merenggutnya," ucap Antony panjang lebar yang membuat Hashirama langsung membalik tubuhnya dan menatap Antony lekat.
"Sebegitukah dampak yang dilakukan putriku saat memimpin 13 Demon Heads?" tanya Hashirama dengan sorot mata tajam.
"Ia membunuh banyak orang pemerintah yang melakukan tipu muslihat dalam agensinya sendiri, Tuan. Aku dan Antony juga dilibatkan. Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk memihak kami selama kebusukan mereka tak tercium publik. Siapa yang mau mengotori nama yang dibanggakan negara dan warganya? Kami, para mafia yang harus menerima pekerjaan sampah-sampah itu untuk mengharumkan nama orang-orang dan pemerintah yang terlibat," imbuh Axton terlihat kesal.
"Aku ... aku sangat iri karena tak bisa terlibat, Axton," ucap Erik merasa bersalah karena istrinya berjuang sendirian penuh darah.
"Percayalah, Erik. Mati lebih awal adalah pilihan terbaik ketimbang harus mati seperti kami berdua," ucap Axton seraya bertolak pinggang.
Joel diam saja mendengar perkataan orang-orang tentang istrinya. Entah apa yang dipikirkan pria itu, tetapi Joel terlihat serius hingga keningnya berkerut.
"Apakah ... Vesper bekerjasama dengan pemerintah untuk melenyapkan musuh-musuhnya? Bodoh, dia dimanfaatkan!" pekik Joel tiba-tiba.
__ADS_1
"Tidak, idiott. Vesper malah yang memanfaatkan mereka. Ia memasukkan anak buahnya ke tiap badan dan perusahaan milik pemerintah untuk mencari tahu kinerja mereka. Mencari celah, mencuri data, mengawasi orang-orang yang dianggap ancaman dan menunda pembunuhannya sampai dirasa waktunya tiba. Heh, mereka saja yang bodoh karena tak menyadari hal itu," jawab Axton bangga karena ia ikut terlibat dengan CIA menguak The Circle.
"Jadi ... kami minta maaf jika tak sesuai harapan Anda, Tuan Hashirama. Namun, kehidupan yang kami jalani sama sulitnya dengan kehidupan zaman Anda dulu," ucap Antony di mana jarang sekali ia berbicara banyak. Hanya saja, kali ini keadaan mendesak mengingat pria di depannya menaruh kekecewaan kepada penerusnya.
Hashirama tersenyum tipis. Ia menatap ke arah bulan yang masih betah memamerkan dirinya. Hingga tiba-tiba, muncul gumpalan asap di hadapan para roh itu. Joel dan lainnya dibuat tegang karena merasa akan hadir sosok lagi di antara mereka. Akan tetapi, Erik menyadari sesuatu ketika melihat Hashirama tersenyum dengan wajah sendu seperti akan menangis. Benar saja ....
"Liana ...."
"Vesper?" panggil Axton sampai matanya membulat penuh.
Erik dan lainnya tertegun saat melihat roh Vesper kembali datang di mana tadinya ia diseret ke neraka karena berubah menjadi roh jahat. Vesper terlihat kebingungan saat memindai sekitar hingga tubuhnya berputar. Saat ia memunggungi kumpulan roh di belakangnya, wanita cantik itu tertegun ketika dipeluk dari belakang oleh seseorang. Vesper dengan sigap membalik tubuhnya dan menatap sosok itu lekat.
"Kau ...."
"Apa kau mengenaliku?" tanya Hashirama dengan wajah sendu.
"One? Oh, bukan. Kau mirip dengannya, tetapi ...," ucap Vesper mengamati sosok di depannya saksama yang bertubuh tinggi besar dan berambut panjang.
"Kau ... kau mirip dengan ibumu," ucap Hashirama saat pelukan mereka berakhir dan menangkap wajah tirus Vesper dengan dua tangan besarnya.
"Ayah ...," panggil Vesper dengan mata berlinang.
"Aku sangat bangga padamu. Kau tak mengecewakanku, Liana. Kau tumbuh menjadi wanita kuat dan cerdas. Aku bisa melihat dari matamu, dari sentuhanmu dan responmu. Maaf, aku tak ada di sana untuk melihatmu tumbuh. Kau pasti sangat kerepotan menghadapi dunia," ucap Hashirama yang membuat Vesper tertawa pelan.
"Ya, sangat merepotkan. Namun, aku dibantu banyak orang yang sudi kumaki dan kupekerjakan dengan upah sewajarnya," ucap Vesper yang membuat wajah Axton dan lainnya berkerut.
"Aku sampai lupa jika dia materialistis," gumam Axton kesal.
__ADS_1
"Hem. Dia meracuni Manda yang menjadi gemar belanja hanya karena tak ingin disaingi Vesper. Dasar ular," sahut Boleslav kesal.
"Oh, ada yang menggerutu di belakang sana, Ayah. Apakah ... kau memberikan beberapa kursus kepada mereka saat aku tak ada?" tanya Vesper langsung merangkul lengan Hashirama tak canggung.
"Hem. Aku bisa merasakan betapa tertekannya kau harus menjalani misi dengan para mafia bodoh itu," sahut Hashirama dengan wajah malas.
Kali ini, Antony dan lainnya dibuat bersabar. Mereka kesal, tetapi tak ingin merusak momen pertemuan ayah anak yang langka itu.
"Lihat! Lihat! Dia bahkan bisa tertawa saat sedari kemarin sibuk memaki kita dengan wajah bengisnya!" pekik Joel kesal saat melihat Vesper dan Hashirama tertawa terbahak entah apa yang dibicarakan karena mereka menjauh.
"Sudahlah, biarkan saja. Setelah ini, kita tenang karena Vesper yang menggantikan Hashirama. Kita bisa lega," sahut Erik seraya memijat dahinya.
"Jangan lunak pada mereka, Putriku. Hukum saja jika menyusahkan. Mereka sudah mati dan rohnya tak akan hancur meski kau ingin sekali membunuhnya," sahut Hashirama yang membuat Axton dan lainnya tercengang.
"Hehe, tentu saja, Ayah. Jangan khawatir," ucap Vesper dengan senyuman seraya menggenggam tangan sang Ayah.
"Waktu kita tak banyak. Jadi ... apa yang ingin kita lakukan sampai matahari terbit?" tanya Hashirama menatap putri cantiknya lekat.
"Jadilah ayah seperti yang kuimpikan selama ini. Kau bisa?" jawab Vesper manja seperti ketika ia menjadi Lily dulu.
"Hem!" jawab Hashirama mantap dengan anggukan.
"Ha? Apa tadi katanya? Apa yang dia inginkan?" tanya Joel dengan kening berkerut.
Namun, Axton, Erik dan Antony yang tak mendengar dengan jelas menggeleng pelan.
***
__ADS_1
tengkiyuw tipsnya jeng Ramlah. lele padamu💋💋💋 cuma ini agak worry krn pas setor naskah kok masuknya ditengah2 eps ya? takutnya ngacak lagi. sistem MT kumat gaes. padahal mau crazy up mumpung embul gak rewel tapi mengkhawatirkan