
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Kali ini, Jordan yang memimpin perjalanan para penangkap roh untuk memburu roh-roh jahat. Mereka sadar jika dikejar waktu karena matahari mulai meredup dan sebentar lagi tenggelam. Vesper dan lainnya tampak tegang saat menyusuri beberapa wilayah dengan mata memindai sekitar.
"Sial, mereka kabur ke mana? Aku tak bisa merasakan aura roh jahat selama melintasi beberapa daerah," ujar Tobias kesal karena ia tak sudi kembali ke neraka.
"Seharusnya kita sudah hampir sampai di tujuan. Tempat itu berada di— itu mereka! Tangkap!" seru Jordan tiba-tiba yang mengejutkan semua roh karena muncul seorang roh jahat yang terbang dari balik sebuah rumah gadang berukuran cukup besar, tetapi sudah reyot.
"Ada lagi di sana!" teriak Tobias saat melihat seorang roh jahat terbang keluar dari raga seorang manusia berpakaian hitam.
"Para penjahat itu berada di wilayah ini!" seru Jonathan yang mengenali pasukan berseragam hitam.
"Dapatkan sebanyak mungkin roh jahat!" titah Vesper yang dengan sigap segera dilaksanakan oleh semua anggota tim.
Jordan yang sudah mengunci buruannya, dengan cepat melesat ke arah seorang roh jahat yang memunculkan sebagian wujudnya. Gumpalan asap itu menunjukkan dua tanduk dan juga tangan-tangan hitam berkuku runcing, pertanda jika manusia yang dirasukinya siap untuk membunuh.
"Jangan ... kumohon, jangan ... aku tak mengenalmu ... apa salahku?" tanya seorang wanita tua memohon ampun dengan pakaian sudah terkoyak dan tubuh dipenuhi luka sayatan.
Jordan yang dulunya adalah seorang eksekutor kematian bagi para terdakwa dalam persidangan 13 Demon Heads, merasa dirinya tak sekeji pria berseragam hitam itu. Ia tahu siapa yang harus dibunuh dan apa kesalahannya. Berbeda dengan pria yang memegang sebuah parang dan siap untuk menjadi tukang jagal.
"Kau tak akan kumaafkan!" teriak Jordan lantang.
Roh jahat yang mendengar teriakan itu langsung menoleh dengan tubuh bagian atas terlihat. Namun, Jordan yang lebih cepat, segera meluncurkan kepalan tangan kanannya ke wajah tanpa paras layaknya manusia itu.
BUAKK!!
"GARRR!"
"Agh!" rintih manusia berseragam hitam yang wajahnya ditutupi topeng hitam saat merasakan jiwanya tiba-tiba berkecamuk.
"Nenek! Cepatlah pergi!" teriak Jordan, berharap wanita itu bisa mendengarnya.
Sang nenek kebingungan dengan tubuh kotor karena merayap mundur menggunakan dua telapak tangan dan dua kakinya. Wanita itu tak segera pergi karena melihat pria yang ingin membunuhnya—dengan bilah tajam telah berlumuran darahnya—mengerang seperti memberontak akan sesuatu.
"Hah!" kejut sang nenek saat melihat pria berpakaian hitam lainnya mengerang di kejauhan.
Wanita tua dengan rambut beruban sebahu itu akhirnya mendapatkan tenaganya kembali saat melihat seorang wanita berlumuran darah—terkena luka tusuk di bahunya—sedang mengerang kesakitan.
"Mina! Mina!" panggil sang nenek dengan susah payah berdiri lalu berlari tertatih menahan sakit di sekujur tubuhnya. Ia mendekati wanita muda yang menangis seraya memegangi bahunya karena terus mengeluarkan darah.
"Ibu ... ibu ...," panggil wanita cantik bernama Mina yang ikut menjadi korban kebiadaban para pria berseragam hitam.
"Cepat! Ayo! Kita pergi dari sini!" pinta sang wanita tua, mengajak putrinya yang gemetaran untuk segera bangun.
Dua wanita itu jatuh bangun karena sudah kehilangan tenaga sekaligus mental. Mereka menangis dalam setiap langkah berusaha mempertahankan nyawa. Ketakutan akan kematian membuat keduanya panik.
"Aku akan melindungi mereka berdua dari para pria jahat yang dirasuki! Rantai roh jahat sebanyak mungkin, Vesper!" teriak Lucifer yang kali ini terlihat begitu serius mengalahkan musuhnya.
"Tak usah kau beritahu dia sudah mengerti apa yang harus dilakukan!" teriak Tobias marah lalu membenturkan kepalanya ke wajah seorang roh jahat yang berusaha mempertahankan raga manusia sebagai wadah.
Lucifer benar-benar memegang ucapannya. Ia menahan tiap pergerakan roh jahat yang mengendalikan manusia berseragam hitam. Para pria keji itu mengejar dua wanita malang tersebut yang terus berlari tak tentu arah demi menyelamatkan diri. Lucifer tebang ke sana kemari dengan membuat roh jahat yang memunculkan wujudnya babak belur terkena pukulannya. Sedangkan Vesper, berusaha keras menarik roh jahat hasil tangkapan bersama Jordan di mana gumpalan asap hitam itu terus memberontak.
"Harghhh!" raung Jordan menarik dua tanduk besar lawan sekuat tenaga dan Vesper ikut mendorong punggung roh jahat menggunakan dua tangannya agar keluar dari raga.
"Heahhh!" teriak Jonathan tiba-tiba datang dan langsung memukul wajah hitam itu.
__ADS_1
BUAKK!!
"GARRR!" raung roh jahat yang kini memunculkan dua tangan berkuku tajam dan siap mencabik roh Jonathan.
CRATT!!
"Arghh! Wajahku!" teriak Jonathan marah saat terkena cakaran hingga wajahnya mendapatkan goresan panjang. "Tak bisa dimaafkan! Heahhh!"
BUAKK!!
"GARRR!"
KRANG! KRANG! KRANG!
"Bagus! Berikutnya! Tobias!" ajak Jordan saat pukulan telak Jonathan karena mengamuk membuat roh jahat itu langsung keluar dari raga.
Vesper berhasil merantai buruannya karena gumpalan hitam itu mengerang kesakitan akibat perutnya dipukul kuat oleh salah satu putranya. Jonathan yang marah, melampiaskan pada roh jahat hasil tangkapan Tobias dengan mencengkeram wajahnya lalu menggunakan dua ibu jari untuk mencongkel mata merah itu.
"GAARRR!"
"Herrghh! Rasakan! Ini akibat sudah membuat wajahku rusak!" teriak Jonathan yang tak sadar jika parasnya telah kembali seperti semula.
Namun, Vesper, Jordan dan Tobias membiarkan hal itu. Mereka tahu saat Jonathan mengamuk, kekuatannya di luar dugaan.
"Hajar dia!" teriak Tobias yang kini memukul tubuh roh jahat itu dengan kuat bersama dengan Jordan dari depan dan belakang.
"Jonathan! Tarik!" titah Vesper saat melihat dua tangan putranya masih memegang kepala lawan erat.
Jonathan menarik kepala bagaikan gumpalan asap itu kuat dengan Jordan dan Tobias terus menghajar musuh. Vesper membantu dengan mendorong tubuh bagian bawah roh jahat yang masih tersangkut di kepala manusia itu agar keluar.
"GARRR!"
KRANG! KRANG! KRANG!
"Tinggalkan! Lucifer!" seru Jordan yang dengan sigap melepaskan tangannya lalu terbang melesat ke arah mantan Jenderal itu.
Mereka yang tak memiliki lelah, tak ingin membuang waktu karena matahari mulai bersembunyi di balik awan dan membuat kegelapan segera datang. Para roh yang diburu waktu dan tergesa, mengincar roh jahat yang ditemui dan menangkapnya secara berkelompok.
"Lucifer! Tahan dia!" teriak Tobias dan lelaki berambut hitam itu dengan cepat mendekap leher roh jahat yang dilawannya dari belakang menggunakan salah satu lengan.
"Heahhh!"
KRAKK!
"Oh!" kejut Vesper dan roh lain karena Lucifer mematahkan leher roh jahat itu dengan memutarnya menggunakan dua tangan. Sayangnya, hal tersebut tak membunuhnya, hanya menunda kematian saja.
"Cepat! Aku bisa melakukan hal ini ratusan kali!" teriak Lucifer mempertahankan tangkapannya sebelum roh jahat itu kembali memberontak.
"Lepaskan dia dari manusia itu!" titah Vesper yang kali ini membuat Jordan, Tobias dan Jonathan segera menarik tubuh roh jahat tersebut ke samping agar terlepas dari wadahnya.
"GARR! GARR!" raung roh jahat memberontak dan menggunakan tangannya untuk mencabik punggung Lucifer.
"Arrghh!" raung Lucifer yang merasakan punggungnya seakan dicambuk. Lucifer mengerang dengan teriakan penuh penderitaan yang mengingatkannya saat disiksa dulu.
KRANG! KRANG! KRANG!
__ADS_1
"Lu, lepaskan! Lepaskan! Apa yang kaulakukan!" teriak Vesper karena Lucifer masih memegangi kepala itu.
Rantai yang berhasil membelenggu tubuh bagian bawah roh jahat dan terus naik ke atas itu membuat Vesper panik. Wanita cantik tersebut dengan sigap menarik tubuh Lucifer. Namun, pria itu seperti terjebak dalam kenangan pahit masa lalu karena matanya terpejam erat dan dua tangan masih mendekap leher roh jahat.
"Lepaskan dia, atau kau akan terseret ke neraka!" teriak Vesper lantang saat melihat rantai emas itu menjalar dengan cepat ke atas.
"Dasar tuli!" teriak Tobias marah dan tak segan menjambak rambut lelaki itu sekaligus memasukkan tangan kanannya ke mulut Lucifer yang terbuka lebar.
"Arghh!" rintih Lucifer karena mulut dan rambutnya ditarik kuat ke belakang hingga ia tersadar.
"Dasar bodoh! Jika ingin ke neraka, silakan saja! Namun, katakan lebih awal agar kami tak perlu repot membantumu!" teriak Tobias marah seraya mengibaskan tangannya karena tadi berada di mulut Lucifer.
Napas Lucifer tersengal. Ia terlihat pucat karena ditatap tajam oleh para roh lainnya. Pria itu lalu mengusap wajahnya kemudian mengangguk dengan wajah tegang.
"Maaf, hanya saja ... oke, maaf," ucapnya yang memilih untuk merahasiakan penyiksaan dirinya kala itu.
Jordan dan Vesper menatap Lucifer lekat. Mereka tahu jika pria itu menyembunyikan sesuatu karena wajahnya tegang dan bicara gugup.
"Ada satu lagi!" teriak Jonathan melihat satu roh jahat merasuki seorang pria berseragam hitam yang kini menghajar wajah si wanita tua hingga perempuan malang itu menggelepar di tanah dengan mulut berdarah.
"Ibu! Ibu!" teriak si wanita cantik histeris dengan tubuh tengkurap dan kotor terkena tanah.
"Cepat tolong dia!" teriak Vesper panik karena wanita tua itu tak lagi bergerak.
Mata dan mulutnya terbuka. Ia tengkurap di atas puing bangunan kota mati di sebuah daerah yang dulu disebut Padang.
"Oh!" kejut Jonathan saat melihat roh wanita itu keluar dari raga dengan wajah sayu seperti bersedih.
"Dia membunuhnya! Kau tahu, sobat. Dosamu melimpah bagaikan lautan," ucap Lucifer geram sampai dua tangannya mengepal.
"GARR!" raung roh jahat yang tiba-tiba saja keluar dari raga si manusia lalu menerkam arwah dari si wanita tua.
"AAAA!" teriak arwah wanita tua histeris.
"Dia berusaha mengubahnya menjadi roh jahat!" teriak Jonathan panik.
"Hentikan dia!" teriak Lucifer yang dengan sigap terbang melesat ke arah roh jahat itu.
Si wanita tua meraung. Rohnya menjadi abu-abu seperti yang terjadi pada Vesper dan lainnya kala itu.
"Menyingkir!" teriak Vesper dengan dua tangan terjulur ke depan siap menangkap buruannya.
"Awas!" seru Jonathan yang dengan sigap menarik bahu Lucifer agar menjauh dari roh jahat. Lucifer tertegun karena tubuhnya dipegangi kuat oleh Jonathan.
KRANG! KRANG! KRANG!
"GARRR!" raung gumpalan hitam itu berusaha kabur, tetapi rantai besi dengan cepat melilitnya.
Namun, naas. Roh wanita malang itu ikut terjerat bersamanya. Vesper dan lainnya shock. Kening mereka berkerut melihat si wanita tua harus terseret ke neraka.
"Keterlaluan!" teriak Lucifer marah yang aksinya membuat mata Vesper melotot.
"Apa yang dia lakukan!" pekik Jordan kaget karena Lucifer merasuki jasad wanita tua itu.
***
__ADS_1