TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Roh-roh Iblis*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


Pria gemuk mantan anggota Dewan 13 Demon Heads tersebut berbalik, meninggalkan kelompoknya. Axton dan lainnya yang kesal enggan untuk mengikuti, tetapi Antony sadar jika pria berambut ikal itu adalah salah satu anggota timnya.


"Sudahlah. Anggap saja dia butuh adaptasi. Sukoco lebih baik ketimbang Joel dengan mulut berbisanya," ujar Antony lalu terbang melayang mengikuti pria tersebut.


Erik mengembuskan napas kasar, tetapi akhirnya mengikuti perkataan Boleslav. Axton dan Vesper saling berpandangan dalam diam dengan wajah malas. Sang Casanova segera bergabung, tetapi Vesper menoleh ke arah perginya pria malang yang dikejar oleh sekumpulan pria jahat itu. Benar saja, ketika Vesper baru akan membalik badannya, tiba-tiba terdengar suara orang berteriak.


"Apa itu?" tanya Axton yang ternyata ikut mendengar dan membalik tubuhnya. Vesper melebarkan mata dan terbang dengan cepat ke asal suara. "Vesper! Kembali!" panggil Axton karena sang ratu mafia—pada zamannya—malah terbang meninggalkan kumpulan. "Arg, sial! Tony! Erik!" panggil Axton karena dua roh kawannya sudah berada cukup jauh.


Axton yang tak ingin Vesper terpisah, nekat mengejarnya. Baginya, lebih menyenangkan tersesat bersama wanita cantik itu ketimbang tiga roh pria. Saat Axton mendekat, tiba-tiba ....


"WAAA!" teriaknya histeris melihat kumpulan roh merangkak keluar dari tempat persembunyian.


Hanya saja, wujud mereka tak seperti dirinya yang masih murni atau roh-roh jahat. Mereka ... berbeda. Memiliki raga padat layaknya masih seperti manusia. Roh-roh itu dulunya para arwah gentayangan yang kehilangan arah dan memiliki niatan buruk terhadap manusia. Mereka kemudian berubah menjadi iblis. Para roh iblis itu siap mempengaruhi roh baru yakni si pria malang. Vesper berhasil mendatangi si roh manusia yang baru saja mati. Ia berdiri bersama pria tersebut yang akhirnya tewas dibunuh. Vesper ikut terkejut ketika para roh bermata merah merangkak dengan cepat mendatangi dirinya.



"Hah! Hah! Haa!" teriak si roh pria malang ketakutan.


"Diam! Ketakutanmu membuat mereka semakin beringas. Siapa namamu?" tanya Vesper dengan mata menatap tajam para roh iblis yang merangkak dengan cepat mendatanginya.


"A-Asep Kordova," jawab pria itu berlindung di belakang tubuh Vesper.


Vesper menatap pria itu tajam. Roh Asep tak langsung ke dunia kematian seperti yang lainnya karena saat ajal akan menjemput, ia berusaha keras mempertahankan nyawanya. Hal tersebut membuat pria itu tak siap kembali kepada Sang Pencipta. Asep ketakutan ketika dirinya didatangi sekumpulan roh iblis yang ingin merenggut arwahnya untuk dijadikan seperti mereka. Axton yang melihat Vesper dan si pria malang dalam bahaya, nekat terbang mendatangi.


"Heahhh!"


"Axton!" teriak Vesper karena para roh iblis itu menyadari kedatangan sang Casanova.


"GARRR!"


"Oh, shitt!" pekik Axton saat tiba-tiba saja para roh yang merangkak itu saling menindihii jenisnya hingga mereka bergabung dan menjadi sangat besar.

__ADS_1


"Axton! Gunakan rantaimu!" teriak Vesper.


Saat Axton akan menangkap tubuh roh iblis yang kini menjadi raksasa hitam, dengan sigap, PLAKK!


"ARG!" Tubuh Axton ditampar kuat hingga rohnya terhempas menembus dinding sebuah bangunan bekas apartemen.


Mata Vesper dan Asep melotot menyaksikan kengerian tersebut ketika sosok roh iblis kini menjadi sebesar sang Kematian yang siap memangsa kemurnian roh mereka.


"Run!" teriak Vesper yang dengan sigap meraih tangan si pria malang untuk diajak kabur.


"AAAA! AAAAA!" teriak Asep histeris ketika dirinya masih diincar oleh para roh iblis lainnya yang belum bergabung.


Siapa sangka, jika tempat itu dipenuhi oleh para roh bermata merah seperti api menyala. Para roh iblis tak bisa terbang, tetapi mereka merangkak dan bergerak sangat cepat seperti laba-laba. Tangan-tangan jahat mereka berusaha menangkap roh Vesper dan si pria malang yang berusaha mati-matian untuk menghindar agar tak tergapai.


"AAAA!" teriak si pria malang lagi ketika kakinya tertangkap saat hendak terbang ke atas bangunan begitu genggaman Vesper tertembus.


Mata Vesper melebar. Ia melihat pergerakan para roh iblis itu begitu cepat. Tubuh si pria malang dengan cepat dikerubungi bagaikan sekumpulan semut menikmati manisnya potongan gula. Vesper yang merasa jika roh si pria malang masih bisa diselamatkan karena ia terus berteriak dan tangan lemahnya terjulur keluar di antara tubuh hitam para roh iblis, bergegas menolongnya.


"Lepaskan dia, brengsekk!"


"Oh! Aku bisa mengenainya!" pekik Vesper terkejut saat ia memukul kepala salah satu roh iblis dan membuat roh tersebut meraung lalu menoleh.


"GARRR!"


"HARRGHH!" balas Vesper berteriak tak takut.


Vesper dengan sigap menghajar para roh iblis yang kini mengincarnya. Vesper dikepung dengan tangan dan kaki dipegangi kuat. Namun, Vesper yang memang gemar bertarung pada zamannya, masih mampu melepaskan cengkeraman itu. Hanya saja, sang ratu kalah jumlah. Meskipun ia tak merasakan lelah, tetapi tak bisa mengalahkan para roh iblis yang jumlahnya tak terhitung.


"Argh! Aggg!" raung Vesper ketika tubuhnya ditangkap lalu dipegangi kuat.


Mata Vesper melebar saat melihat roh Asep yang tadinya berwarna putih tiba-tiba berubah menjadi hitam. Vesper menyadari jika pria malang itu tak bisa diselamatkan lagi, dan ia sadar jika dirinya bisa berubah seperti Asep. Vesper yang tak mau kembali ke neraka dengan siksaan tanpa henti tak ada habisnya, terus memberontak melepaskan diri.


"Roh-roh sialan! Kalian berani menyentuhku!" teriak Vesper marah saat tubuhnya kini dipegangi kuat.

__ADS_1


DUAKK!


"GARRR!"


Kepala Vesper yang masih terbebas kini menjadi senjata terakhirnya. Ia membenturkan kepalanya ke kepala roh iblis. Wanita cantik itu juga tak segan menggigit agar cengkeramannya terbebas. Saat Vesper sudah diambang batas meski ia menolak untuk menyerah, tiba-tiba saja ....


"Hah!" kejut Vesper saat melihat dua roh iblis yang ingin menangkap wajahnya tertarik oleh sesuatu.


Mata Vesper melebar saat mendapati Sukoco menangkap tengkuk dua roh tersebut dengan dua tangan gemuknya. Wajah Sukoco begitu serius. Dua roh iblis itu memberontak mencoba melepaskan diri dengan tubuh tersentak-sentak. Namun, bisa dilihat jika cengkeraman tangan mantan anggota dewan tersebut sangat kuat.


"Adrian!"


"Heahhh!"


KRANG! KRANG!


"GARRR!"


Vesper tersenyum saat melihat Axton dan kawan-kawannya datang menolong. Axton dengan sigap merantai para roh jahat itu yang berhasil ditangkap oleh Sukoco. Vesper akhirnya terbebas. Matanya menyipit melihat tubuh gendut si pria berambut ikal ternyata mampu berkelit dengan gesit ketika akan ditangkap oleh para roh iblis. Sukoco dengan mudahnya memegang salah satu bagian anggota tubuh roh iblis lalu dipeganginya kuat seperti menangkap ayam.


Axton dengan sigap merantai roh yang tak bisa berkutik di tangan Sukoco. Pria itu terlihat serius saat melakukan perlawanan ketika akan ditangkap selagi ia memegangi roh iblis. Kakinya yang berdaging tebal tersebut begitu lincah berayun kemudian menendang tubuh roh iblis sehingga mereka terlempar. Kali ini, pria Jawa tersebut tak banyak bicara, fokus dengan aksinya. Erik dan Antony ikut membantu di sekitar Sukoco karena fokus mereka adalah menyelamatkan Vesper.


"Awas!" teriak Vesper saat melihat roh iblis raksasa datang, siap untuk menangkap mereka.


"Menghindar!" teriak Erik lantang seraya mendorong dada Antony karena keturunan Boleslav tersebut hampir tertangkap.


"Axton! Rantai si besar itu!" titah Erik menunjuk.


Axton kali ini lebih berhati-hati. Vesper menjadikan dirinya pengalih perhatian agar pria berkebangsaan Amerika itu bisa membelenggu buruannya. Namun, siapa sangka, roh iblis raksasa bisa membelah diri. Axton terkejut karena tubuhnya tiba-tiba ditangkap oleh tangan lain yang muncul dari tubuh besar si roh iblis.


"Agg! Lepaskan aku makhluk terkutuk!" teriak Axton marah saat tubuhnya kini terhimpit tangan hitam besar dengan mulut menganga lebar, siap menelannya. "Oh, shitt. Semoga dia sudah gosok gigi," ucap Axton dengan mata melotot.


***

__ADS_1


ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE.


__ADS_2