
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Para roh penangkap roh jahat itu tampak tegang. Mereka seperti kehilangan kemampuan dan semangat untuk meneruskan. Padahal, tinggal satu lagi, tetapi entah kenapa mereka seperti merasa lelah batin.
"Ayo, kita pasti bisa. Hanya satu," ucap Jonathan menyemangati meski ia juga terlihat ragu.
"Ke mana kita akan mencari mereka, Nathan? Jarak terdekat dari sini membutuhkan waktu 1 jam. Bahkan aku merasa, waktu kita tinggal 58 menit lagi," ucap Vesper dengan wajah sendu.
Tiba-tiba, Tobias mendekat. Vesper menatap anak angkatnya itu lekat.
PLAK!
"Hei!" teriak Lucifer marah karena Tobias menampar kuat wanita cantik itu hingga wajah Vesper berpaling. Napas Tobias menderu dan melotot tajam, tetapi Vesper tersenyum tipis.
"Mungkin sebaiknya ... kita meminta kepada sang Kematian untuk memberikan waktu yang tersisa berupa bonus dan janjinya kala itu mengenai ... pensiun," ucap Vesper yang membuat kening para roh berkerut.
"Apa maksudnya?" tanya Jordan mendekat.
"Sial! Omong kosong ini membuat waktu kita sekarang hanya 57 menit!" teriak Tobias marah.
"Aku tak tahu soal pensiun. Apa maksudnya?" tanya Jordan memaksa. Tobias berdecak kesal dan memilih terbang menjauh.
"Saat itu sang Kematian mengatakan, kita diizinkan berhenti. Waktu itu, aku, Erik, Axton, Antony dan Joel sangat egois karena tak ingin kembali ke neraka. Namun, melihat pengorbanan ayahku yang rela jika dirinya disiksa lagi di neraka dengan aku menggantikan posisinya, kurasa ... aku akan memilih jalan itu," ucap Vesper sendu.
"Berhenti mencuci otak kami, Vesper. Kita cari satu roh lagi. Ayo, masih ada waktu!" pinta Tobias yang membuat roh lainnya saling memandang seperti bingung.
Vesper memejamkan mata sejenak lalu menarik napas dalam. Seolah, paru-parunya kembali terisi dengan oksigen.
"Oke. Kau kesal karena aku seperti pengecut yang menyerah begitu saja. Kubiarkan kau memimpin kali ini, Tobias," ucap Vesper dan pria itu diam saja menatap Vesper tajam.
__ADS_1
"Ikut aku!" ajaknya dan kali ini semua roh mengikuti.
Selama perjalanan, hanya Tobias yang masih fokus dan serius dengan misinya. Sedangkan Vesper dan yang lain, terlihat murung, entah apa yang dipikirkan. Jonathan terbang mendekati sang ibu lalu menggenggam tangannya erat. Vesper menoleh dan tersenyum pada putranya itu.
"Nathan gak tau siapa yang bakal diminta untuk menggantikan. Banyak orang yang Nathan sayangi, Mama. Rasanya gak adil jika harus pilih salah satunya," ucap Jonathan sedih.
"Ya, mama juga berpikiran demikian. Anak mama ada empat dan kau sudah ada di sini. Di antara Lysa, Arjuna dan Sandara, siapa yang bisa mama pilih? Mama menyayangi kalian semua, tetapi mama tak tega melihat mereka tersiksa," ucap Vesper yang membuat Jonathan mengangguk pelan karena memahami perasaan itu.
"Aku akan meminta Sandara menggantikanku," ucap Jordan tiba-tiba.
"Nathan akan minta kak Juna buat gantiin," sahutnya.
"Jangan harap aku akan meminta roh lain menggantikan posisiku, meskipun itu Lysa sekalipun. Jika kalian kembali ke neraka, aku akan tetap di sini memimpin," ucap Tobias dengan pandangan tetap lurus ke depan.
"Kau sungguh egois dan tak berperasaan," ujar Lucifer tajam.
"Aku suka diriku yang seperti ini. Membuatku bertahan dari ketidakpastian," jawab Tobias yang membuat Lucifer menghela napas panjang.
"Kau tak mengenal putriku, Lu," ucap Vesper heran.
"Tak masalah. Memang tak semua hal harus kita ketahui termasuk mengenal seseorang, bukan? Aku orang masa lalu, dan kalian, orang-orang yang hidup setelahku. Wajar jika aku tak mengenal penerusku. Aku bisa hidup kembali meski dalam wujud roh, bagiku itu sudah luar biasa. Ditambah, bertemu dengan para mafia seperti kalian. Sungguh, aku baru tahu jika penjahat tak semua jahat. Kecuali dia," ucap Lucifer seraya menunjuk Tobias yang terbang di depannya.
"Aku senang karena akulah satu-satunya penjahat di antara kumpulan roh bodoh ini," ucap Tobias bangga.
Vesper geleng-geleng kepala. Lucifer terlihat malas meladeni salah satu keturunannya itu. Hingga tiba-tiba, Jordan memekik.
"Aku merasakannya. Ada roh jahat di dekat sini!" ucapnya tiba-tiba yang mengejutkan semua roh.
Spontan, mereka berhenti. Mata para roh itu memindai sekitar di antara rimbunan pohon dan beberapa bangunan yang ditinggalkan. Wilayah itu sepi tak berpenghuni. Sedikitnya jumlah manusia di pulau tersebut, membuat banyak kawasan tak berpopulasi.
__ADS_1
"Di mana dia? Tunjukkan dirimu," ucap Lucifer dengan kegelapan menyelimuti daratan. Bulan hanya membantu menerangi permukaan yang bisa dijangkaunya di permukaan.
"Ya, aku juga bisa merasakannya. Tak banyak, tapi ada. Kurasa, mereka mengawasi kita," ujar Vesper berbisik.
"Kita turun dan berpencar. Buat mereka keluar dari persembunyian. Kita harus bergegas," ucap Tobias dan diangguki semua roh.
Vesper dan lainnya turun ke sebuah kota yang ditinggalkan. Tanaman liar sudah menguasai wilayah itu sepenuhnya. Terdengar suara jangkrik. Beberapa cahaya kecil terbang ke sana kemari yakni kunang-kunang di kawasan tersebut.
Vesper menikmati keindahan malam, meski ia tahu jika sebentar lagi, itu semua akan lenyap dari ingatan karena siksa neraka mendominasi jeritan dan rintihan. Vesper kembali ketakutan. Ia memejamkan matanya rapat di dekat sebuah kolam yang sudah mengering tak ada air. Rohnya melayang di atas sana dengan dua tangan mengepal depan dada.
"Dengarkan permintaanku jika gagal dalam tugas ini, Sang Kematian," ucap Vesper lirih.
Vesper terdiam seperti mengutarakan isi hatinya kepada sosok yang membangkitkannya. Di sisi lain. Jordan, Tobias, Jonathan dan Lucifer, sibuk menelusuri sekitar untuk mencari keberadaan roh jahat di wilayah itu. Akan tetapi, buruan mereka benar-benar tak ingin menampakkan diri. Roh-roh jahat tersebut seperti tahu jika mereka dicari. Tobias mulai frustasi dan marah karena mangsanya tak menunjukkan diri.
"Kalian di mana, Keparatt!" teriaknya marah yang terbang dengan gusar ke sana kemari mencari keberadaan gumpalan hitam itu. "Keluar! Aku bilang keluar!"
Jordan melihat napas Tobias menderu. Lucifer ikut mengamati Tobias yang mengamuk dan terus mengumpat seraya terbang ke beberapa tempat. Jonathan geleng-geleng kepala. Entah kenapa, ucapan Vesper yang mengatakan ingin menyerah membuat Jordan, Jonathan dan Lucifer merasa jika memang sudah waktunya untuk mengakhiri masa tugas yang diberikan.
Jonathan lalu terbang meninggalkan kawan-kawannya. Ia mendekati sang ibu yang berdiri dengan mata terpejam. Jonathan memeluknya dari samping. Hal tersebut membuat Vesper membuka mata perlahan.
"Bisa ketemu papa Erik dan mama di kehidupan lain, bagi Nathan itu sudah lebih dari cukup," ucapnya yang membuat Vesper tersenyum meski hatinya bersedih.
Jordan dan Lucifer melihat hal itu, tetapi keduanya memilih untuk membantu Tobias karena pria tersebut mulai melakukan hal-hal aneh. Mereka mulai mendekatinya.
"Toby, hentikan! Jika kau terus seperti itu, kau bisa berubah menjadi ... oh, shitt," ucap Lucifer mencoba menasihati, tetapi kemudian matanya terbelalak lebar karena perlahan, roh Tobias berubah.
Jordan ikut mematung saat melihat roh Tobias berubah warna menjadi hitam meski tak pekat. Tanduknya mulai muncul dan jari-jari tangannya meruncing. Lucifer melirik Jordan dengan wajah tegang. Keduanya terbang mundur menjaga jarak.
Tobias yang diliputi amarah, kebencian dan dendam demi bisa bisa mencari keberadaan roh jahat yang bersembunyi, mengubahnya menjadi seperti mereka. Obsesinya yang tak bisa dibendung, malah menjerumuskannya. Rohnya berubah menjadi gumpalan asap hitam yang akhirnya menjadi hitam pekat. Jordan dan Lucifer menelan ludah karena Tobias menjadi roh jahat berukuran dua kali lipat dari mereka.
__ADS_1
***