TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Sang Pemimpin


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


Tentu saja, dengan peraturan dan hukuman baru tersebut, para roh dibuat tegang. Mereka yang mulai terbiasa menakut-nakuti manusia karena menggunakan mayat, kini malah harus menanggung akibat. Vesper terlihat seperti orang cemas ketika Erik menatapnya lekat.


"Kau baik-baik saja, Sayang?" tanya Erik seraya mendekat.


"Aku tak mau kembali ke neraka, Erik," jawab Vesper dengan tangan gemetaran.


"Apa siksaanmu, Vesper?" tanya Boleslav serius.


Vesper menggelengkan kepala dengan mata terpejam. Para roh lelaki itu seperti bisa merasakan ketakutan yang dialami wanita cantik dihadapan saat neraka menghukumnya.


"Kepalamu dipenggal?" tanya Axton, tetapi Vesper menggeleng.


"Matamu dicongkel dengan besi panas?" sahut Joel. Vesper semakin menggelengkan kepalanya kuat.


"Dimutilasi hidup-hidup seperti Jordan?" tanya Antony.


"Hei, hentikan!" teriak Erik marah.


Napas Vesper tersengal. Wajahnya pucat dan tubuhnya gemetaran. Erik memeluk Vesper cepat. Saat Joel akan menarik tubuh Erik, Axton dengan sigap memeganginya.


"Sini, peluk aku saja," ucap Axton seraya memeluk Joel erat.


"Lepaskan aku, Bajiingan!" pekik Joel kesal sembari mendorong tubuh Axton kuat hingga dekapannya terlepas. Axton terkekeh dengan wajah tengilnya.


"Kau ingat kebiasaanku dulu, Joel?" tanya Vesper saat pelukannya dengan Erik terlepas.


Joel berkerut kening seperti memikirkan pertanyaan Vesper.


"Potong tangan?" sahut Antony.


Vesper mengangguk cepat. "Aku ditelanjangii. Dua tangan dan kakiku dirantai kuat dengan besi panas hingga bisa kurasakan kulitku melepuh. Sakit dan perih. Sekeras apa pun aku menjerit, hal itu tak mengurangi rasa sakitku. Saat aku sudah tak sanggup, siksaan berikutnya datang. Tanganku dipotong satu per satu hingga darahku menetes deras. Seolah, nyawaku dibiarkan terus hidup tak diizinkan mati agar merasakan siksaan itu. Ketika aku mulai kehabisan darah dengan tubuh sakit luar biasa, aku seperti dibangunkan lagi untuk menerima siksaan dengan diteteskan lava panas sedikit demi sedikit di tubuh. Aku ... aku kesakitan, tetapi dipaksa tetap bertahan," ucap Vesper dengan tubuh gemetaran sampai membungkuk.

__ADS_1


"Kau benar. Dia sepertinya sengaja membuat kita merasakan sakit luar biasa yang tak pernah dialami selama hidup," ucap Joel yang membuat roh lainnya terdiam.


"Sungguh, aku tak pernah merasakan penderitaan semengerikan itu selama hidup. Saat aku sudah tak sanggup lagi dan rasanya ingin mati, tiba-tiba aku hidup lagi dengan kondisi seperti semula. Hal itu terjadi berulang kali dan aku tak tahu kapan berakhir," ucap Vesper dengan tangisan di akhir kalimatnya.


Joel dengan sigap mendatangi Vesper dan memeluknya erat. Jantung Erik dan lainnya menderu. Siksaan mereka sebenarnya hampir sama. Sekuat apa pun untuk dilupakan, rasanya mustahil karena bayang-bayang siksa neraka seperti tak bisa hilang. Lama para roh itu mematung, hingga tiba-tiba mereka mengenal suara seperti yang pernah terdengar sebelumnya.


"Oh, itukan ...," ucap Axton seraya menunjuk pada layar besar di sebuah bangunan layaknya billboard.


"Selamat siang dan salam perdamaian. Saya Presiden Alva, dengan ini menyatakan jika kepanikan di seluruh dunia sudah berhasil diredam. Bukti-bukti telah dikumpulkan dan diselidiki oleh para petugas keamanan tiap negara. Meskipun kondisi mulai stabil karena tak ada laporan mayat hidup selama sepekan ini, tetapi saya himbau agar seluruh masyarakat tetap waspada. Demikian informasi terbaru ini saya sampaikan. Atas kerjasama kalian, saya ucapkan terima kasih," ucap sang Presiden yang diakhiri dengan senyuman manis.


"Aku penasaran siapa ayah ibunya. Bagaimana mereka bisa mencetak gadis manis seperti Alva? Hem, dia mengingatkanku akan Sierra keturunan Flame istri Jonathan. Mereka hampir mirip," ucap Vesper yang membuat Erik tertegun.


"Istri Jonathan?" tanya Erik yang diangguki Vesper dengan senyuman.


"Panjang ceritanya, Sayang. Namun, putramu beristri dua. Mereka keturunan Flame, tetapi ... berbeda karakter. Aku sangat yakin jika keturunan mereka menghasilkan anak-anak yang hebat," jawab Vesper yang membuat senyum Erik terkembang.


"Vesper! Kau mengingatkanku akan pencarian keturunan kita yang tertunda. Jika menurutmu Alva mirip dengan Sierra, mungkin saja dia masih ada hubungannya dengan keluargamu atau Flame," ucap Antony semangat.


"Ya, itu benar. Terlebih, dia Presiden. Pasti dia akan memiliki banyak akses untuk mencari tahu tanpa kita repot-repot pergi dari satu daerah ke daerah lain!" sambung Axton antusias.


"Heh! Sepertinya kau mulai waras, Joel. Baguslah. Tetap seperti itu. Apakah ... itu karena pelukanku?" tanya Axton yang membuat Joel meringis bengis, tetapi sang Casanova malah terkekeh.


"Oke. Sekarang pikirkan. Kira-kira di mana keberadaan Presiden? Sepertinya ini akan sedikit sulit," ucap Vesper yang membuat para roh itu terdiam.


"Istana Kepresidenan?" jawab Axton menduga.


"Hem, anggaplah demikian. Lalu, di mana lokasi istana itu?" tanya Vesper kemudian.


"Vesper. Kalau tidak salah ada lima negara besar di zaman ini. Seingatku mereka adalah Mega-US, New-US, Great Ruler, Russ-King dan Bintang. Kira-kira, di mana Presiden Alva berada?" sambung Antony.


"Sebentar. Kau bilang Negara Bintang? Namanya seperti dalam bahasa Indonesia. Apakah ... negaramu terlibat, Sayang?" tanya Erik menatap istrinya lekat.


"Bisa jadi. Russ-King dulunya Rusia. Lalu Mega-US dan New-US adalah Amerika. Hanya saja, Great Ruler? Di mana itu?" jawab Vesper dengan pikiran mulai banyak pertanyaan.

__ADS_1


"Agh! Aku benci kerumitan yang membuatku berpikir keras!" keluh Joel seraya menggaruk kepalanya kasar.


Antony memutar bola matanya malas. Vesper dan lainnya mencoba bersabar akan sikap Joel yang tak mau repot. Sebuah tekanan tersendiri adanya Joel di antara mereka.


"Sebaiknya kita cari tahu di mana posisi sekarang sembari mencari target roh jahat," ucap Vesper seraya melihat sekitar.


"Aku setuju," sahut Erik cepat dan diangguki semua roh.


"Sebelum berpetualang lebih jauh, sebaiknya pilih seorang pemimpin di antara kita. Terlalu banyak pemikiran dan pendapat membuat sulit menyimpulkan keputusan. Lebih baik satu orang saja yang bertanggung jawab atas kerumitan semua," saran Axton yang mengerutkan kening semua roh karena pemikirannya.


Tiba-tiba, Joel mengangkat tangan. Mata semua roh langsung tertuju padanya.


"Aku sudah menduga ia akan mencalonkan diri," ucap Erik dengan wajah malas.


"Tidak, bodoh. Aku mencalonkan Vesper," jawab Joel yang mengejutkan semua roh.


"Hem, itu di luar dugaan," gumam Erik sambil mengangguk lalu mengangkat tangan ke atas. "Kali ini aku setuju padamu. Jika istriku saja bisa menjadi Ketua Dewan 13 Demon Heads dengan segudang kerumitannya, pastilah hal ini bukan masalah besar. Benar 'kan, Sayang?"


Vesper mengembuskan napas malas. Namun, ia tak dapat menolak karena Axton dan Antony juga setuju.


"Aku malas berpikir jadi biar kau saja yang pusing," imbuh Joel seraya menurunkan tangan.


"Aku siap menjadi penasihatmu, Vesper. Kau pasti butuh orang bijak untuk— argh! Lepaskan aku keparatt!" teriak Axton saat tiba-tiba saja rambutnya dijambak oleh Joel.


"Sudah, hentikan. Kalian mengingatkanku akan kartun Tom and Jerry," ujar Antony yang membuat roh lainnya terkejut.


"Seleramu di luar ekspektasi, Tony. Namun, aku juga penasaran. Apakah film-film hebat zaman kita masih ada di era ini?" tanya Axton seraya bertolak pinggang.


"Untuk hal itu, bagaimana, Ibu Ketua? Ke mana tujuan kita berikutnya?" tanya Erik sopan yang membuat Vesper ditatap banyak orang.


Vesper memandangi sekitar dengan wajah malas hingga matanya menyipit. "Hem. Ikut aku," ajaknya yang segera diikuti anggota timnya.


***

__ADS_1



selamat hari Minggu🎉 yg belom vote vocer segera ya keburu angus. bonus eps dari tips lele kasih saat sertain gambar ya. tengkiyuw lele padamu💋


__ADS_2