TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Bisikan Setan


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


Bertemunya Vesper dengan musuh lamanya membuat ruangan tersebut terasa semakin mencekam. Kali ini, untuk melenyapkan Madam selamanya hanya dengan rantai pemberian sang Kematian untuk mengantarkan wanita iblis itu ke neraka. Sayangnya, baik Axton ataupun roh lainnya, mereka tak ada bersama Vesper karena mengejar roh jahat yang kabur.


"Kau tak lihat persamaan kita, Ves-per? Kita adalah wanita keji yang haus akan kekuasaan. Kau seharusnya bergabung dengan kami," ujar Madam yang membuat mata Vesper terbelalak lebar karena ukuran tubuh wanita tersebut semakin membesar.


"Bergabung denganmu ke neraka dan mendekam di sana selamanya? Heh, lupakan saja," jawab Vesper dengan wajah berkerut karena berusaha mendorong tangan Madam yang semakin besar dan siap menenggelamkannya dalam gumpalan asap hitam.


"Masih merasa kau lebih hebat dariku, ha? Lihat saja. Sejauh mana kau bisa bertahan agar tak menjadi roh jahat sepertiku, hahahaha!"


"Arghhh!" erang Vesper karena tubuh Madam menjadi tiga kali lipat darinya dan mulai menghimpit dirinya.


Genggaman tangan Vesper di tangan Madam seolah tertelan. Perlahan, tubuh rohnya diselimuti gumpalan asap hitam dan mengurungnya. Vesper yang terkurung dalam kepulan asap pekat itu panik ketika ia bisa merasakan aura rohnya seperti terkontaminasi. Tiba-tiba saja, muncul bayangan dari kenangan masa lalu kelam wanita tersebut. Napas Vesper tersengal ketika melihat orang-orang yang disayanginya terluka dan tewas saat ia tak ada di sana.


"AAAAA!"


"Sa-Sasha? Sasha!" panggil Vesper dengan napas menderu melihat kejadian silam saat salah satu bodyguard-nya dulu terkena serangan di Grey House dan membuatnya tertimbun longsor akibat tanah yang ambles.


Tangan Vesper terjulur dengan mata terbelalak lebar mencoba menggapai Sasha. Sayangnya, Sasha tak bisa meraih dan membuatnya tewas di tempat. Saat Vesper dibuat shock akan hal itu, ia melihat arwah Sasha keluar dari jasad dengan wajah sedih lalu menoleh ke arahnya. Sontak, Vesper tertegun.


"Kau ke mana saat aku membutuhkan pertolonganmu, Nona Lily? Kau membiarkanku mati demi menyelamatkanmu!" teriak Sasha yang membuat Vesper terguncang.


Saat sang ratu merasa bersalah pada dirinya karena kematian Sasha, tiba-tiba kejadian kelam itu berganti dengan sosok yang sangat ia sayangi ketika masih hidup dulu. Vesper seperti akan menangis melihat Kai duduk dengan wajah sedih sendirian menggenggam selembar foto.


"Dia mengkhianatiku! Aku sangat mencintainya dan dia menghianatiku!" teriak Kai marah seraya menyobek foto Vesper karena kecewa akibat skandal sang istri dengan Ivan. Vesper kembali tertegun. Ia melihat Kai yang tiba-tiba berdiri dengan tangan mengepal lalu menoleh ke arahnya dengan wajah dingin. "Kau membuat Liu Changhai tewas! Kau membunuh adikku!" teriak Kai seraya menunjuk Vesper dengan mendatanginya cepat.


Vesper melangkah mundur dengan napas tersengal dan jantung berdebar kencang seolah ia berada di sana. Tiba-tiba, sosok Kai menghilang saat Vesper memejamkan mata dan menghentikan langkahnya. Ketika ia membuka matanya lagi dengan ragu, ia melihat bayangan orang-orang yang telah mati di hadapannya dengan wajah sendu.

__ADS_1


"Nona Lily ... aku mengorbankan nyawa agar kau selamat. Namun, kau tak memberikan balasan setimpal padaku. Kau melupakanku," ucap Agent W salah satu anggota dari 10 Agent Colombia.


Vesper kembali menyesali perbuatannya karena ucapan W benar. Ia melupakannya dan tak pernah mendoakan. Saat Vesper dirundung kesedihan, arwah lain ikut menghujatnya.


"Beginikah balasanmu padaku, Lily? Aku membunuh anak kandungku karena aku menyayangimu. Namun, kau juga melupakanku dan tak pernah mengunjungi makamku. Apa yang kaulakukan? Sibuk memperluas kekuasaan?" sindir Rose Marlena yang membuat napas Vesper serasa tercekik.


"Apa bedanya kau dengan musuh-musuhmu, Liana? Kau sama kejamnya dengan orang-orang itu. Bahkan, karena keegoisanmu, banyak orang tewas termasuk aku. Lantas, bagaimana caramu menebusnya?" tanya Adipura—ayah dari Kai—menatap Vesper tajam.


"Kenapa kau tak ber-Tuhan, Liana? Kau juga tak mendoakan kami, keluargamu yang selama ini merawat dan membesarkanmu. Kau melupakan kami karena ambisimu untuk menghabisi seluruh musuh-musuhmu. Kau tak menyayangi kami," ujar Tuan Herlambang yang membuat Vesper menggeleng cepat.


"Itu tidak benar ... aku sangat menyayangi kalian," ucap Vesper yang kini dilanda kepanikan karena para arwah mendatangi dan menyalahkannya.


"Kau pembohong. Sejak awal kemunculanmu, kau adalah wanita yang penuh dengan dusta. Bodohnya, kami mempercayaimu," ujar Komandan Zeno yang terus melangkah memojokkan Vesper dengan sorot mata tajam.


"Ayah ...," panggil Vesper sedih seraya melangkah mundur.


"A-a-aku ... aku," ucap Vesper tergagap karena kini para roh itu menunjuknya dengan sindiran-sindiran menyakitkan hati.


Wajah Vesper berkerut dengan air mata siap tumpah membasahi wajah. "Hentikan! Hentikan! Aku bukan wanita seperti itu! Aku bukan wanita seperti itu!" teriak Vesper membela dirinya dengan mata terpejam.


"Pembohong! Karenamu, aku mati, Vesper! Aku memberikan banyak hal padamu dan ini balasannya?" teriak William Charles yang kini melotot padanya dan berdiri di sisi.


Vesper semakin memejamkan matanya rapat karena terus disalahkan. Ia menutup dua telinga dengan tangannya. Namun, suara dari orang-orang yang disayangi terus menggema di telinganya.


"Para manusia di zaman ini tak tahu kepedihanmu, Vesper. Buat mereka ikut merasakan kesengsaraanmu demi menjadi penguasa. Tunjukkan pada mereka bagaimana caranya untuk menjadi kuat sepertimu. Tunjukkan pada para manusia lemah itu tentang— agrh!"


"You! Kau benar-benar iblis, Madam! Kau membuat orang-orang yang kusayangi menderita! Kaulah petakanya!" teriak Vesper marah yang tiba-tiba saja membuka mata dan tangan terjulur cepat, menangkap leher wanita iblis itu lalu mencekiknya.

__ADS_1


Madam tertegun dan memberontak. Vesper tak memberikan ampun. Ia menendang kaki Madam hingga roh jahat itu meraung kesakitan. Vesper menarik raga roh lawan sekuat tenaga saat Madam berusaha lepas darinya.


"Vesper!" panggil seseorang yang membuat sang Ratu langsung menoleh ke asal suara.


Senyum Vesper terkembang. Dengan sigap, ia menarik dua tanduk Madam lalu membenturkan kepalanya ke wajah roh jahat itu.


"Argh!" rintih Madam yang langsung memejamkan mata. Namun, wanita itu menyadari jika cengkeraman Vesper di tanduknya terlepas. Wanita itu menyeringai dengan dua tangan direntangkan. "See? Aku lebih kuat darimu, Vesper."


"Hem, tapi ... benda itu lebih kuat darimu," jawab Vesper seraya menunjuk ke arah Madam dengan senyum tengilnya.


KRANG! KRANG!


"Tidak!" raung Madam saat ia baru menyadari jika Axton berada di belakang seraya melambaikan tangan usai memegang tubuh rohnya.


Saat Axton terbang mundur, tiba-tiba ....


"Lepaskan aku, wanita sialan!" teriak sang Casanova karena tubuhnya berhasil ditangkap oleh tangan Madam yang membesar saat rantai besi baru melilit sampai lengan.


Sontak, hal itu membuat Vesper tertegun. Ia teringat akan Gatot Sukoco yang diseret kembali ke neraka akibat ia ditangkap oleh roh jahat.


"Axton!" panggil Vesper panik dan dengan sigap berusaha melepaskan tangan jahat Madam dengan memukulinya.


***



tengkiyuw tipsnya utk kesekian kali Jeng Ramlah😍 alhamdulilah dapet banyak sedekah. jadi semangat buat tamatin segera terus lanjut ke kiarra ya. lele padamu💋

__ADS_1


__ADS_2