TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Suara Junior*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Vesper melesat, siap untuk menangkap roh jahat yang dipegangi kuat oleh Jonathan dan Tobias. Hanya saja, roh jahat itu seperti tahu jika akan dibelenggu. Ia memberontak dan membuat cengkeraman Jonathan terlepas.


"Dasar lemah!" teriak Tobias marah karena ia sendirian menahan roh jahat itu.


"Toby!" panggil Vesper yang terbang lurus ke arahnya.


"Heahhh!" teriak Tobias seperti memahami arti sorot mata ibu angkatnya.


Keturunan Flame tersebut dengan sigap menghajar roh jahat tersebut dengan menendanginya menggunakan dua kaki secara bergantian dan tangan mencengkeram kuat salah satu tangan hitam itu. Saat Vesper siap menangkap tanduk lawan, tiba-tiba ....


"Mama!"


"GARRR!"


"Lily!" teriak Erik lantang yang membuat sang Ratu menoleh seketika.


GRAB!!


"Argh!"


Mata Vesper terbelalak karena perutnya ditangkap oleh tangan Fox yang kini ukuran tubuhnya telah membesar. Antony, Erik dan Jonathan panik. Mereka bergegas menolong. Akan tetapi, Vesper dengan sigap membalas cengkeraman itu dengan memegang jari-jari besar Fox.


KRANG! KRANG! KRANG!


"GARRR!"


"Vesper!" panggil Antony panik.


"Tobias!" panggil Vesper dengan tangan terjulur ke depan.


"Arghh!"


DUAKK!


"GARR!"


Tobias menarik tangan jahat itu lalu melemparkannya kuat. Ia melepaskan genggaman lalu menghajar roh jahat tangkapan sehingga membuat lawannya itu terus bergerak ke arah Vesper. Gumpalan asap hitam tersebut tak berkutik karena Tobias memukuli wajahnya membabi buta.


BUAKK!


KRANG! KRANG! KRANG!


"GARRR!"


Senyum Vesper terkembang. Ia berhasil menangkap tanduk roh jahat tangkapan Tobias dan menjeratnya. Akan tetapi, kepanikan kembali terjadi karena Vesper masih dicengkeram kuat oleh tangan Fox yang terbelenggu.


"Tidak!" teriak Erik tak rela jika istrinya kembali diseret ke neraka.

__ADS_1


"Harghhh!" raung Jonathan dengan sigap memukuli tangan Fox yang menghimpit sang ibu.


Antony, Tobias dan Erik ikut membantu. Mereka tak sudi jika Vesper harus diseret ke neraka karena terperangkap. Empat lelaki itu fokus menyerang tangan Fox. Vesper berusaha memberontak. Sayangnya, pemandangan neraka kembali muncul dan siap menelannya.


"Toby! Berikan tanganmu! Selesaikan tugas ini!" teriak Vesper seraya menjulurkan tangan.


"Tidak mau! Itu tugasmu, bukan aku!" jawab Tobias kesal yang akhirnya menggigit tangan besar itu.


KRAUKK!


"GARRR!"


"Gigit dia! Gigit!" teriak Jonathan saat melihat Fox sepertinya tak tahan dengan gigitan.


KRAUK! KRAUK! KRAUK! KRAUK! KRAUK!


"GARRRR!"


Lima jari Fox digigit bersamaan oleh para roh termasuk Vesper. Seketika, cengkraman itu terlepas. Vesper tertegun dan tangannya langsung ditarik kuat oleh Tobias untuk menjauh. Antony dan lainnya bergegas terbang menjauh agar tak terkena amukan neraka. Vesper memeluk Tobias erat, tampak begitu ketakutan hingga akhirnya tubuh mereka tertembus.


"Toby ...," ucap Vesper seperti akan menangis.


"Heh, kau terharu? Memang seharusnya begitu. Aku anak kesayangmu, bukan?" ucapnya dengan wajah tengil.


Vesper terkekeh dan kembali memeluknya.


"Dih, najis. Bang Dad bikin malu aja," gerutu Jonathan.


"Aku juga menyayangimu, Jonathan. Kau adalah anak mama yang paling manja tak tergantikan," ucap Vesper seraya terbang mendekat lalu memeluk Jonathan dari belakang.


Erik tersenyum dan kembali memeluk putranya dari depan dengan tangan merangkul kepala sang istri. Jonathan tersenyum lebar dengan kaki bergoyang-goyang. Ia selalu memimpikan bisa dipeluk oleh kedua orangtuanya dan hari ini terjadi. Tobias tersenyum miring. Ia memilih menyaksikan Fox meraung beserta roh jahat lain entah siapa.


"Oke, cukup. Kita susul King D," ucap Antony dan diangguki semua roh.


Para roh terbang meninggalkan kawasan yang kini berubah menjadi lautan api karena neraka sedang menenggelamkan dua roh jahat hasil tangkapan Vesper dan tim. Jantung Vesper seolah meledak karena ia hampir bernasib sama dengan Gatot dan Axton. Beruntung, ia diselamatkan oleh kawan-kawannya. Ia sangat berterima kasih dan berusaha agar dirinya tak tertangkap lagi.


"Ma, mungkinkah jari-jari roh jahat adalah kelemahan untuk melepaskan tangkapan. Papa Erik cerita jika sebelumnya om Axton dan Gatot tak bisa diselamatkan karena mereka ditangkap oleh roh jahat sehingga neraka ikut menelannya," ujar Jonathan saat mereka terbang melintasi danau.


"Entahlah, Nathan. Mama belum yakin tentang hal itu. Namun, lebih baik kita waspada. Firasat mama, para roh jahat yang diburu kali ini lebih cerdas ketimbang sebelumnya. Mereka tahu jika kita mendapat tugas dari sang Kematian. Oleh karenanya, banyak yang mencoba kabur, atau jika sudah terdesak, mereka membesar dan mengajak kita bersamanya," jawab Vesper yang membuat para roh berwajah serius seketika.


"Pasti ulah Madam dan komplotannya. Mereka memberitahu roh jahat lainnya bagaimana caranya mengakali kita. Sialan. Tua bangka itu semasa hidup bahkan sampai mati benar-benar menyusahkan. Aku dari dulu tak pernah menyukainya," ujar Tobias yang membuat mata semua orang tertuju padanya.


"Kenapa kau tak melawannya, Toby?" tanya Vesper penasaran karena dirasa anak angkatnya itu mengetahui banyak hal dalam kehidupan keluarga Flame.


"Aku memilih menjadi anak baik," jawabnya tenang.


"Namun, wajahmu tak mengatakan demikian. Kau sepertinya takut akan sesuatu. Takut dia melakukan sesuatu padamu. Apa itu?" tanya Vesper menatap anak angkatnya lekat. Tobias berdecak kesal.


"Inilah yang kubenci darimu, Vesper. Kau bisa tahu kebohongan dan rahasia seseorang. Apa kau seorang cenayang?" tanya Tobias dengan wajah berkerut. Para roh lainnya terkekeh.

__ADS_1


"Anggap saja itu mukjizat yang diberikan Tuhan padaku. Katakan," jawab Vesper yang membuat para roh tak sabar menunggu pengakuan keturunan Flame tersebut.


"Sierra. Putriku. Istri Jonathan. Dia tahu jika aku bisa mengkhianatinya kapan saja. Jadi ... dia menggunakan Sierra-ku untuk mengendalikanku, dan para pion. Aku awalnya tak peduli. Namun, saat aku melihat Sierra dan dia lumpuh, ada perasaan yang membuatku tak ingin kehilangannya. Jadi, aku memilih menjadi budak demi bisa melindungi putriku," jawab Tobias yang membuat semua roh terdiam. "Bagaimana? Terharu? Heh, tentu saja. Jika tidak, kalian sama saja dengan Madam. Tak punya belas kasih."


"Bang Dad kenapa gak ngomong sama Nathan tentang hal itu?" tanya Jonathan cemberut.


"Bicara padamu? Lupakan saja. Kau anak egois, manja, menyebalkan yang hanya akan membuat rencanaku semua berantakan. Lebih baik hanya aku dan Tuhan saja yang tahu. Melibatkanmu akan menjadikan Sierra semakin menderita," jawab Tobias yang membuat Jonathan berwajah masam karena tak dipercaya.


"Yang dikatakan Tobias benar. Kau, tukang pembuat onar," sahut Antony yang membuat Jonathan mendesis.


"Lihat! Itu Krong Battambang!" seru Vesper menunjuk kawasan candi di bawah.



"Itu King D dan si jelek Junior!" sahut Tobias saat melihat helikopter yang dikendarai dua orang itu berada tak jauh dari kawasan candi.


"Berhenti mengejek cucuku, Psikopat!" geram Antony, tetapi Tobias memasang wajah datar tak merasa terancam.


Saat mereka akan terbang turun, tiba-tiba saja ....


"Oh, shitt!" pekik Tobias ketika melihat sekumpulan pria berseragam hitam berlari ke arah King D dan Junior di mana dua orang itu menunggu mereka di luar helikopter.


"King D!" teriak Vesper lantang seraya menunjuk.


Sontak, King D dan Junior langsung menoleh. Mata mereka melotot saat dibidik oleh senjata laras panjang oleh sekumpulan pria berseragam hitam.


"Junior!" seru King D lantang yang dengan sigap berlari menuju ke pintu helikopter.


"Roh jahat merasuki mereka! Hentikan!" teriak Erik lantang yang bisa melihat tangan-tangan jahat itu keluar dari raga para manusia tersebut.


Junior yang terkejut mematung di tempatnya berada dalam posisi berjongkok.


"No!" teriak Antony saat melihat cucunya dibidik moncong senapan yang siap ditembakkan.


DODODODODOR!!


"Junior!" teriak Antony terbang dengan cepat ke hadapan sang cucu dan menjadikan punggungnya sebagai tameng. Namun, semua itu percuma karena peluru-peluru itu bisa menembusnya.


Tubuh Vesper dan roh lainnya seakan mematung melihat Junior terpaku, tak bisa kabur dari kematian yang akan merenggutnya.


"No ... no," ucap Vesper dengan tubuh bergetar, tak siap melihat cucunya mati.


Antony memeluk tubuh Junior erat seolah dia lupa, jika raganya menembus sang cucu. Junior memejamkan mata, siap menerima kematiannya.


"Aku akan bertemu denganmu, Kakek Tony," ucap Junior yang suaranya membuat Antony melebarkan mata.


Antony menoleh dan menatap Junior yang tersenyum dengan mata terpejam. Antony melihat kalung yang digunakan oleh sang cucu mengeluarkan suara. Dan suara itu, adalah milik putranya, Jordan.


"No!" teriak Antony lantang yang tak ingin sang cucu segera menemuinya di alam kematian.

__ADS_1


***


ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE (Mustseespots.com)


__ADS_2