TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Keturunan Giamoco*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


King D yang bersedia membantu, tentu membuat para roh begitu bersemangat dan tak sabar bertemu dengan keturunan mereka. Meskipun sudah mengetahui nama, garis keturunan, lokasi tempat tinggal berikut wajahnya, tetapi kurang mantap jika belum berbicara langsung. Ya, begitulah yang dirasakan oleh para roh mafia itu. Mereka kini bergerak ke arah India di mana GIGA menginformasikan jika terdapat satu keluarga dari jajaran 13 Demon Kids yang tinggal di sana, dan tak lain adalah keturunan dari Ryan Giamoco.


"Oh, cucu-cucuku yang cantik dan tampan. Kakek Axton datang!" seru Axton gembira dan terbang naik-turun seperti roller coaster.


Vesper geleng-geleng kepala melihat kawan satu timnya itu begitu bersemangat.  Perjalanan cukup panjang, meski Eko sering pamit karena mendapat panggilan munculnya arwah gentayangan baru. Namun, hal tersebut tak membuat mereka berhenti. Hingga akhirnya, setelah 6 jam mengarungi lautan, mereka tiba di sebuah pulau dalam wilayah India di mana Vesper dan lainnya tak pernah menyadari adanya daratan itu sebelumnya. 


Mereka terbang ke atas untuk melihat keindahan lokasi tujuan. Kapal selam hiu King D ikut naik ke permukaan karena mereka telah sampai. Tampak sebuah pulau cantik layaknya pulau pribadi dengan bangunan seperti hotel megah di tepian. Banyak kincir angin dibangun di atasnya sebagai salah satu pembangkit listrik tenaga angin. Senyum Vesper dan lainnya merekah karena keelokan kawasan tersebut.


"Apakah ... itu pulau buatan seperti lainnya?" tanya Erik menduga karena ukuran pulau yang kecil.


"India mengalami serangan brutal saat itu, Tuan. Negara tersebut kehilangan beberapa wilayahnya terutama di pesisir. Sangat mengerikan. Hingga akhirnya mereka menyerah dan negara dikuasai oleh negara penjajah. Yang bersedia tinggal diperbudak, sisanya memilih pergi dari tanah kelahiran. Sangat tragis," jawab King D yang ikut mengamati.


Vesper dan lainnya miris padahal pulau tersebut tampak indah yang ditumbuhi oleh pepohonan rindang. Teknologi yang kini berkembang di atasnya ternyata menyembunyikan masa lalu kelam penuh darah dan penderitaan. Vesper dan lainnya kembali menyelam mengikuti arah terowongan di mana kapal selam hiu King D kembali masuk ke lautan. Kapal itu masuk ke lorong panjang dipenuhi lampu seperti telah disediakan.


Hingga akhirnya, kapal bergerak naik seperti lift dalam air menuju ke sebuah ruangan besar. Vesper dan lainnya terpana melihat tempat yang dilapisi logam itu menyurutkan air di dalamnya sehingga King D bisa keluar dalam keadaan kering. Pria itu melangkah mendekati papan pemindai kesepuluh sidik jari berikut gerakan khusus yang dibuat untuk mengenali.


"Apa yang dia lakukan? Tampaknya perubahan zaman tak mengajarkan King D cara berjoget. Ia seperti orang sakit pinggang," sindir Tobias yang membuat Axton dan lainnya terbahak.


"Selamat datang, Tuan King D," ujar sistem ruangan yang membuat para roh tertegun.


"Halo, GIGA. Apakah keluarga Giamoco ada di rumah? Maaf, aku datang tanpa pemberitahuan," tanya King D seraya mengambil keranjang dari anyaman berisi pisang hasil panen yang ia sisakan ke dalam kapal.


"Tentu saja. Silakan ikuti rute dan akan kupanggilkan tuan rumah," jawab sistem yang diangguki King D.


"Wow! Hebat! GIGA bahkan bisa berkomunikasi layaknya penerima tamu," ujar Axton yang diangguki Vesper dan lainnya.


Senyum Boleslav terkembang. Ia sangat yakin jika pengembangan teknologi GIGA dilakukan oleh cucunya Junior. Antony semakin tak sabar untuk bertemu. Mereka menyusuri lorong bercahaya hingga bertemu dengan lift yang membawa sampai ke lantai lobi.


TING!



Para roh tertegun saat melihat seorang pria bertubuh tinggi tegap, berpakaian hitam dengan rambut disisir rapi ke belakang sedang menatap laki-laki yang kini melepaskan penyamaran di depannya.


"King D!" panggil lelaki itu tampak gembira melihat kedatangan tamunya.


"Halo," jawab King D seraya memberikan keranjang berisi pisang ke robot pelayan dan memasukkan perlengkapan penyamaran di sebuah bak robot yang mendatanginya. King D tersenyum lalu menerima pelukan itu.


"Oh, dia ... aduh, aku lupa namanya," ucap Axton mengetuk dahinya dengan mata terpejam.

__ADS_1


"Fagan Sikey, Giamoco," ujar King D menjawab, tetapi berkesan seperti memanggil nama lelaki yang melepaskan pelukannya itu.


"Hiss, jangan sebut nama belakang. Kau membuatku hampir terkena serangan jantung," ucap lelaki itu dengan mata melotot.


"Hahaha, maaf. Entah kenapa, aku teringat akan keluargamu, Fagan."


"Apa ... kau bermimpi bertemu dengan salah satu dari mereka?" tanya Fagan menatap King D lekat.


"Hem, bisa dikatakan demikian," jawabnya dengan mata berpaling karena harus berbohong.


"Wow, itu keren. Kau memimpikan siapa?" tanyanya antusias seraya mengajak King D masuk ke dalam di mana barang bawannya sudah diantarkan oleh robot pelayan.


"Adrian Axton Giamoco."


"Dia menyebut namaku! Hahaha!" tawa Axton gembira memekakkan telinga.


Tobias spontan menutup satu mata dengan wajah berkerut karena sang Casanova berada di sampingnya. Pria itu lalu terbang menjauh keluar dari rumah megah layaknya hotel tersebut.


"Oh, sang Casanova. Hebat! Lalu, apa yang kalian bicarakan dalam mimpi?" tanya Fagan tak sabaran saat duduk di kursi melayang diikuti King D.


"Dia butuh banyak doa, Fagan. Neraka menyiksanya. Jadi, tolong doakan kakekmu. Minta tolong kepada seluruh anggota keluargamu untuk selalu mendoakannya setiap waktu. Hal sepele itu, sangat berarti untuknya," jawab King D yang membuat senyum Fagan sirna.


"Ah, begitu," jawabnya dengan pandangan tertunduk.


"Dia mendoakanku!" pekik Axton yang ternyata mendengar doa itu. Akan tetapi, kening Axton berkerut. "Hanya saja, aku tak merasakan kedamaian seperti saat King D mendoakanku. Apa yang salah, ya?" tanya Axton heran.


King D yang mendengar hal itu menatap Fagan saksama.


"Apa yang dia doakan untukmu, Tuan Axton?" tanya King D berbisik.


Axton mendekat lalu berbisik. King D mendengarkan dengan saksama sambil mengangguk pelan. "Hem," jawabnya kemudian usai Axton memberitahukan isi doa Fagan. Tak lama, keturunan Giamoco itu membuka mata. Dia tersenyum.


"Mm, Fagan. Entah ini hanya perasaanku saja atau tidak. Namun, di agamaku, ada beberapa hal yang masuk dalam kategori semacam barter secara pantas. Nazar," ucap King D mencoba menyederhanakan bahasanya.


"Maksudnya?" tanya Fagan berkerut kening.


"Begini. Contohnya aku. Aku meminta pada-Nya agar menjaga kebun pisang Fara supaya panen tepat waktu, tak dimakan hama, dan robot petani bekerja tanpa ada hambatan. Karena aku memintanya dengan bersungguh-sungguh, Tuhan mengabulkan doaku. Pisang-pisang Fara panen sesuai jadwal dan tak ada yang cacat sedikit pun. Bahkan, kau lihat sendiri pisang yang kubawa ini. Bagus bukan?" ujar King D seraya menunjukkan oleh-olehnya yang diletakkan oleh robot pelayan di atas meja.


Kening Fagan berkerut menatap pisang pemberian King D lalu menatap pria berkumis di depannya lekat.


"Lalu? Apa yang kau berikan untuk Tuhanmu?" tanya Fagan bingung.

__ADS_1


"Aku berjanji pada Tuhan untuk melakukan puasa selama 30 hari penuh dimulai hari ini," jawab King D menjelaskan.


Para roh ber-Oh karena baru mengetahui hal tersebut. Pantas saja, King D makan cukup banyak saat dini hari dan selesai sebelum azan subuh berkumandang. Vesper sampai lupa jika ada jenis ibadah seperti itu karena ia hampir tak pernah melakukannya. Wanita itu kembali menyesal karena selama hidup menjauhkan diri dari Tuhan.


"Oh, maksudmu ... doaku untuk kakek Axton tak sepadan agar dirinya terbebas dari neraka? Aku meminta kepada Tuhan seperti ini," ujar Fagan mengulang kembali doanya. Semua roh diam menyimak. "Tuhan. Aku tahu jika kakekku banyak sekali melakukan kejahatan di masa lalu. Meskipun aku tak pernah memimpikannya, apalagi bertemu dengannya, tapi tolong, ampuni dosa-dosanya. Aku berjanji akan memberikan makanan ekstra untuk semua pegawaiku dalam satu hari asalkan Kau mengampuni dosanya dalam satu tahun."


"Hahahaha! Apa yang diminta sama yang dibayar gak imbang itu, Le. Walah ...," ucap Eko yang tiba-tiba muncul dan mengejutkan semua roh.


"Begitukah?" tanya Erik berkerut kening.


"Ya, kurasa demikian. Fagan berjanji akan memberikan makanan ekstra untuk seluruh karyawannya selama satu hari. Namun, sebagai imbalannya, ia meminta kepada Tuhan untuk mengampuni dosa Axton selama 1 tahun. Mungkin seharusnya, Fagan memberikan makanan ekstra untuk seluruh karyawannya selama satu tahun juga," ujar Vesper.


"Nah," sahut Eko sambil mengangguk-anggukan kepala.


"Jadi ... aku harus bagaimana?" tanya Fagan bingung.


"Menurutku, kau harus memberikan makanan ekstra untuk karyawanmu selama 1 tahun penuh, Fagan. Kau meminta dosa Axton dimaafkan selama 1 tahun, bukan? Harus seimbang," ucap King D.


"Kau gila! Jumlah karyawanku 1000 orang!" pekiknya.


"Dia mengajak negosiasi dengan Tuhan! Tidak sopan!" pekik Axton kesal.


"Hei, Axton. Aku melihat ada tabung mayat disimpan di rumah ini! Rasuki saja jasad itu dan maki keturunanmu!" sahut Tobias yang tiba-tiba muncul dari balik dinding.


"Antarkan aku cepat!" pinta Axton kesal, tetapi hal itu membuat King D panik seketika.


"Hei, jangan!" seru mantan presiden dunia itu seraya mengulurkan tangan.


"Jangan apa?" tanya Fagan bingung.


"Ha? Oh, itu ... mm," jawab King D kebingungan sampai sulit berkata-kata.


Antony dan lainnya berusaha mencegah Axton, tetapi usaha mereka sia-sia.


"Kau!"


"Waaaa!" teriak Fagan panik ketika melihat tabung yang menyimpan jasad kakeknya, Ryan Giamoco, kini berdiri di depannya dengan mata melotot.


***


ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE

__ADS_1


Gaes untuk up selanjutnya gak teratur ya karena lele ada acara trah di Jogja. Ngurus persiapan dll rempong sangat. Harap maklum ya dan tengkiyuw yg udh tips koin. Lele belom sertain ss nya karena banyak eps yg pakai gambar. Sabar ya. Lele padamu💋


__ADS_2