
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Sudah tiga roh jahat yang berhasil ditangkap oleh tim Vesper. Namun, itu belum cukup. Ditambah, mereka harus menghadapi dua roh jahat dalam ukuran raksasa yang bisa membawa ke neraka jika sampai tertangkap. Suasana makin mencekam karena para penangkap roh bisa merasakan lawan mereka kali ini bukan roh jahat biasa.
"Vesper!" panggil Tobias yang berusaha menangkap satu roh jahat sebelum menyatu dengan Borka.
Vesper segera terbang melesat untuk merantai Borka karena ukurannya terus membesar. Vesper khawatir jika Borka akan menggunakan ukuran tubuhnya yang bagaikan raksasa itu untuk menangkap kawan-kawannya seperti yang terjadi pada Gatot dan Axton. Borka yang tahu jika Vesper memegang rantai, terus bergerak menjauh.
Namun, tiba-tiba ....
"GAARRR!"
"Oh!" Vesper tertegun saat gumpalan besar Miles muncul dari balik sebuah gedung bertingkat.
"Apa yang terjadi? Mereka tidak takut pada kita. Mereka ...," tanya Erik keheranan.
"Mereka mengincar Vesper!" teriak Boleslav saat menyadari roh-roh jahat yang menyatu dalam gumpalan besar Miles kini meluncur bagaikan misil.
Para roh jahat melesat cepat layaknya roket yang diluncurkan. Mata Vesper terbelalak melihat roh-roh hitam itu terbang ke arahnya. Vesper yang tadinya mengincar Borka, kini malah menjadi sasaran lawan. Vesper tetap berdiri tegak dan siap untuk menyambut para roh jahat yang datang padanya dari depan. Ia melebarkan dua telapak tangan untuk menangkap lalu merantai mereka. Akan tetapi ....
"GARRR!"
BRUKK!
"Arg!" rintih Vesper ketika datang roh-roh jahat lain yang menyergapnya dari sisi kanan, kiri dan belakang. Vesper terkepung dan tangannya dipegangi kuat agar tak bisa membelenggu mereka. Sang Ratu memberontak.
"Hahaha! Keadaan berbalik, Ves-per ... kami yang akan menangkapmu!" teriak Miles yang membuat Vesper panik seketika.
"Bebaskan dia! Para roh jahat tahu jika Vesper yang memegang rantainya!" seru Erik dan diangguki roh lainnya.
"Fvck! Seandainya saja aku juga memiliki rantai! Kenapa hanya satu!" teriak Tobias marah yang kini harus menyingkirkan para roh jahat.
__ADS_1
Antony dan lainnya dengan sigap mendatangi Vesper lalu menyingkirkan roh-roh jahat yang bergerombol menutupi tubuhnya itu. Satu per satu dari mereka berhasil ditarik dan dihajar agar menyingkir. Vesper tak menyerah dan ikut melawan dengan membenturkan kepalanya serta melakukan perlawanan pada anggota tubuhnya yang telah terbebas.
"Mama!" panggil Jonathan yang berhasil menarik tubuh satu roh jahat di perut ibunya sehingga Vesper terbebas. Wanita cantik itu dengan cepat terbang menjauh. Saat ia siap merantai roh jahat tangkapan Jonathan, lagi-lagi. Buruan mereka dengan cepat berkelit yang membuat cengkeraman Jonathan terlepas. "Agh, sial! Dia kabur!"
"Vesper!" seru Antony saat berhasil memegangi satu roh jahat yang tadi menyerang kawan wanitanya itu.
Vesper dengan cepat mengubah laju terbangnya ke arah Antony untuk membelenggu. Akan tetapi, sang Ratu sengaja ditabrak hingga membuatnya terpontang-panting di udara. Tangkapan Tobias dan lainnya kembali terlepas karena mereka kini diserang roh jahat yang ingin membebaskan kaumnya. Antony dan lainnya merasa terancam.
Mereka merasa para roh jahat itu berani melakukan perlawanan. King D bisa merasakan aura mencekam di wilayah itu, termasuk Junior. Dua lelaki itu melihat sekeliling di mana kota mati yang mereka datangi kini dipenuhi oleh para pria berseragam hitam. Orang-orang itu berusaha untuk kabur, tetapi King D tak mengizinkan.
"Buat mereka tak berkutik, Junior! Mereka orang-orang jahat dan sewajarnya diberikan hukuman," tegas King D.
Putra Lysa lalu berjalan dengan cepat sembari menekan tombol pada gagang cambuk yang membuatnya tergulung secara otomatis. King D kembali ke helikopter dan dengan sigap duduk di bangku seraya menyuntikkan serum berwarna putih di leher samping. Sedangkan Junior, lelaki itu melangkah dengan sorot mata tajam ke sekumpulan pria yang masih selamat dari serangan CamGun. Para pria itu panik dan ketakutan saat melihat sosok bagaikan manusia setengah monster karena wujudnya yang tak lazim muncul di hadapan. Junior melebarkan mulut dan membuat giginya yang runcing bagai gergaji terlihat jelas.
"Jangan makan kami! Tidak!" teriak seorang pria ketakutan.
Sayangnya, dugaan mereka salah.
"ARGHHH!"
"Apa itu?" pekik Antony sampai menghentikan laju terbangnya karena mendengar lengkingan panjang.
"Itu Junior!" seru Jonathan saat melihat Junior berteriak mengeluarkan lengkingan penyiksaan yang membuat gendang telinga pecah dan berdarah.
Para manusia berseragam hitam itu menggelepar di tanah dengan raungan kesakitan. Dua tangan mereka berusaha keras menahan lengkingan menyakitkan tersebut. Siapa sangka, lengkingan itu membuat para roh jahat terpaku pada sosok Junior. Vesper bersama anggota tim saling memandang saat mereka melihat kesempatan sepersekian detik tersebut.
"GARRR!" raung Miles saat Tobias tiba-tiba memukul samping wajahnya hingga membuat monster besar itu menoleh.
Vesper yang melihat peluang, segera mengunci sasarannya. Ia siap membelenggu tubuh hitam besar itu. Sayangnya, lawan tak memberikan kemudahan.
"GARRR!"
__ADS_1
BRUKK!
"Oh!" kejut Vesper menoleh.
"Terus maju, Vesper!" teriak Antony yang berhasil menggagalkan usaha satu roh jahat yang keluar dari raga Miles untuk menghentikan Vesper.
Antony menabrakkan tubuhnya lalu memegangi roh jahat itu kuat agar Vesper bisa membelenggu sekumpulan roh jahat yang bersatu dengan Miles. Namun, para roh jahat yang tahu jika wanita cantik itu memiliki rantai, berusaha keras agar tubuhnya ditangkap oleh tangan besar Miles. Tobias dan lainnya kembali menyerang para roh jahat. Kali ini, gumpalan-gumpalan hitam itu seperti menyadari jika Vesper dan timnya tak takut lagi pada mereka.
"Tangkap mereka! Waktu kita tak banyak! Di sini, kita akan panen besar!" seru Jonathan yang terbang melesat menembus dinding-dinding bangunan agar bisa menangkap roh jahat untuk dirantai sang ibu.
Tobias dan lainnya ikut bergegas. Saat keturunan Flame tersebut menjulurkan dua tangan dan siap menangkap satu roh jahat yang terbang di depannya, tiba-tiba ....
"Arghhh!" raung Tobias ketika para roh jahat yang terbang seperti kabur darinya itu, tiba-tiba berbalik lalu memegangi tubuh.
"Aggg!" raung Jonathan yang ternyata mengalami hal serupa.
Vesper tertegun dan langsung menghentikan laju terbangnya. Ia melihat para roh jahat mengurung tubuh kawan-kawannya lalu menarik mereka ke gumpalan hitam besar yang tak lain adalah Borka dan Miles.
"Jebakan ... ini perangkap!" pekik Vesper dengan napas menderu.
"Hahaha .... Ayo, belenggu kami Vesper. Aku akan mengajak kawan-kawanmu untuk ikut serta," ucap Miles menyeringai yang membuat napas Vesper tercekat.
"Arghh!" raung Antony karena kini hanya kepalanya saja yang terlihat.
Vesper kebingungan saat melihat Erik juga mengalami hal serupa. Ia yang sedari tadi merasa ada hal yang janggal dalam pergerakan para roh jahat karena mereka tak keluar dari wilayah itu kini mengerti. Napas sang Ratu memburu. Ia melihat Antony dan Erik berada dalam genggaman Borka. Sedangkan Jonathan dan Tobias berada dalam cengkeraman Miles.
King D menyadari ekspresi ketakutan sang nenek karena ia mematung. Mata pria itu mengikuti sorot mata Vesper yang mengamati dua buah bangunan besar di depannya. King D membayangkan jika musuh Vesper kali ini sebesar gedung bertingkat 10 itu. King D menelan ludah.
***
Tips lagi dari Jeng Ramlah 😍 horee🎉 happy weekend guys❤️ hari ini rempong sangat😩mau up 1 eps aja susah mamat😑
__ADS_1