
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
King D tampak serius saat menjabarkan apa yang terjadi di luar sana. Junior fokus menyimak. Ia seperti bisa membayangkan apa yang dilakukan para roh itu dengan tampilan roh jahat bagaikan gumpalan asap hitam berwujud manusia. Namun, siapa sangka. Wujud roh jahat yang tak lazim, membuat Jonathan panik.
"Apaan tuh? Itu musuh kita? Itu? Monster item serem itu?" pekiknya dengan mata melotot dan menjaga jarak.
"Jangan menjadi pengecut! Kau mempermalukan nama Benedict!" sindir Antony yang bergegas menolong.
Jonathan bergidik ngeri. Namun, melihat ayah, ibu, mertua dan seniornya kewalahan, akhirnya ia nekat.
"Agh, bodo amat! Nathan gak mau balik ke neraka! Harghhh!" teriaknya lantang yang dengan sigap ikut menendang punggung roh jahat ketika akan membalas serangan Tobias dan membuat gumpalan asap itu terdorong kuat.
Sayangnya, roh jahat yang diserang oleh Tobias dan Jonathan, dengan cepat memasuki sebuah raga seorang pria sebelum Vesper sempat merantainya. Ternyata, ada manusia lain di kawasan tersebut yang tak disadari oleh tim Vesper. Beruntung, Antony dengan cepat menangkap tanduk roh jahat sebelum gumpalan hitam itu bersembunyi dalam wadah. Antony menariknya kuat dan membuat kepala roh jahat keluar dari raga yang akan dirasuki.
BUAKK!!
"GARRR!"
"Aku bisa merasakan aura roh jahat ini! Dia persis seperti Fox!" teriak Antony Boleslav yang membuat mata Erik dan Vesper terbelalak seketika.
"Tarik dia cepat!" titah Erik yang dengan sigap membantu dengan menarik tanduk lainnya.
Dua roh jahat ditemukan di wilayah itu. Lagi-lagi, pria berseragam hitam muncul dan sedang menganiaya seorang pria malang hingga babak belur. Beruntung, pria itu belum sempat dibunuh karena memiliki kemampuan bela diri meski tak sepadan karena kalah jumlah. Lelaki yang sudah berdarah-darah dan sekarat itu tergeletak di atas tanah.
Matanya menyipit melihat dua pria yang tadi menghajarnya meraung seperti terjadi sesuatu dalam diri. Melihat kesempatan tersebut, pria itu merangkak menjauh menyelamatkan diri. Vesper dan kawan-kawannya fokus untuk merantai roh jahat sebelum habis waktu.
"Hoh! Hoh!" pekik Junior yang bisa melihat pergerakan manusia malang itu dari pantauan satelit GIGA karena terkoneksi dengan otaknya.
"Kau menemukan sesuatu, Junior?" tanya King D dan Junior mengangguk cepat. "Aku saja. Tunjukkan apa yang kau lihat!" pinta King D.
Junior memejamkan matanya rapat. Seketika, layar jam tangan King D bersinar dan menunjukkan sebuah tampilan dari tangkapan satelit. Mata King D menajam lalu menoleh ke arah jendela. Ia dengan segera keluar dari helikopter dan berlari kencang untuk menyelamatkan pria malang itu.
"Hah!" kejut si pria malang saat tiba-tiba saja ada dua sepatu berlapis besi berdiri di depannya.
"Aku bukan orang jahat. Ayo, kita harus segera pergi dari sini!" ajak King D.
Orang itu tampak takut, tetapi kemudian mengangguk. Ia memberikan lengannya dan segera dipapah oleh King D menuju ke helikopter. Junior yang akhirnya bisa melihat jika ada dua manusia di lokasi tersebut menatapnya lekat. King D sengaja membawa orang itu ke kabin tidak ke kokpit agar tak bertemu dengan Junior.
__ADS_1
Mantan presiden dunia tersebut dengan sigap mengobati lelaki yang akhirnya tak sadarkan diri karena terlalu letih mempertahankan diri. Namun, hal itu membuat King D lega karena ia tak perlu bersusah payah membuat sandiwara. Sedangkan di luar. Dua roh jahat yang masuk dalam daftar tangkapan bersikeras enggan dijerat. Mereka sengaja membuat manusia yang menjadi wadah memberontak, tak sudi melepaskan kekejaman yang sudah terinfeksi dalam hati.
"Junior!" teriak King D karena Junior tiba-tiba keluar dari helikopter dan kini berlari ke arah dua pria jahat.
Mata King D melotot saat pria pucat tersebut dengan cepat menaiki tubuh salah seorang pria berseragam hitam dan membuat orang itu tertegun.
"Argh! Monster! Monster!" teriak pria itu saat melihat Junior ada di depan wajahnya.
Saat itu juga, roh jahat yang merasuki raga lelaki tersebut ditarik kuat oleh Antony dan Erik.
"Junior menolong kita!" seru Jonathan yang melihat Junior menunjukkan wajah horornya dengan gigi layaknya gergaji. Mata pria itu melotot saat kepalanya dipegang kuat oleh Junior. Perlahan, wajah orang itu pucat dan mulutnya keluar asap. Kening Vesper berkerut melihat tangan Junior ternyata mampu membuat tubuh lawannya seperti membeku. "Bagus, Junior! Aku hampir lupa jika ia punya kekuatan hebat! Lengkingannya juga sangat mematikan! Junior bisa membantu kita menyelesaikan tugas dengan cepat!" ucap Jonathan seraya memegangi tanduk roh jahat di pria lainnya ketika Tobias sibuk menghajar kepala roh itu.
"Tarik!" teriak Antony lantang.
Seketika, "GARRR!"
"Vesper!" panggil Antony yang berhasil menarik roh itu dibantu oleh Erik.
Vesper dengan cepat melesat mendatangi dua kawannya yang berusaha menahan roh jahat yang memberontak. Pria yang dibekukan oleh Junior mematung dengan mulut dan mata terbuka lebar. Junior segera turun dan kini mengincar lelaki berseragam hitam lainnya. Jonathan dan Erik tersenyum lebar saat melihat pria gundul itu melakukan hal yang sama sehingga manusia tersebut tak memberontak mempertahankan roh jahat dalam dirinya.
"Fox!" teriak Vesper dengan dua tangan terjulur, siap untuk membelenggu dengan rantai menggantikan Axton.
Namun, Fox yang bisa membuat tubuh rohnya membesar, mengakibatkan cengkeraman Erik dan Antony terlepas. Mereka dilemparkan begitu saja ketika lengan itu bergerak dengan cepat.
"Arghhh!" rintih Antony dan Erik karena tubuh mereka terhempas.
"Aku bosan berurusan denganmu, Fox!" teriak Vesper kesal seraya meluncurkan kepalan tangannya.
Fox melihat serangan itu dan menghindar dengan menundukkan kepala. Namun, Vesper yang tahu jika waktunya tak banyak, dengan cepat meluruskan kedua kaki dan terbang turun dengan cepat.
BUAKK!!
"GARRR!" raung Fox karena kepalanya terkena luncuran tersebut yang membuatnya jatuh tersungkur.
Fox marah dan membuat matanya menyala merah bagaikan kobaran api. Vesper kembali menyerang meski kali ini ia diincar untuk ditangkap.
"Vesper, hati-hati! Jika kau sampai tertangkap, neraka akan ikut menelanmu!" teriak Antony mengingatkan dan membantu dengan menghajar tubuh bagian bawah Fox.
__ADS_1
Vesper yang mendengar hal itu dengan sigap menarik kepalan tangannya dan membelokkan laju terbangnya. Junior yang melihat dua pria berseragam hitam itu telah membeku, bergegas meninggalkan mereka. Namun, lelaki gundul tersebut seperti melakukan sesuatu karena kembali memejamkan mata dengan kepala tersentak-sentak. Tak lama, matanya terbuka.
"Hoh! Hoh!" ucapnya lalu berlari layaknya gorila ke arah King D.
"Kau gila! Kau memberitahu polisi setempat tentang kejadian ini?" pekik King D usai diberitahu oleh Junior melalui telepati.
"Hoh! Hoh!"
"Baiklah. Kalau begitu, kita harus pergi dari sini sebelum polisi datang. Namun, sepertinya leluhur belum selesai dengan tugasnya. Lalu, orang ini, lebih baik kita tinggal di sini agar ditemukan oleh pihak kepolisian. Mereka harus tahu apa yang terjadi," ucap King D dan diangguki Junior karena sepemikiran.
King D segera mengeluarkan pria itu dari helikopter usai ia obati. King D segera masuk ke helikopter dengan pintu masih terbuka. Ia melihat Vesper tampak serius berkelahi dengan sesuatu karena terlihat sang nenek seperti kewalahan.
"Ya, Tuhan. Jangan persulit mereka. Biarkan leluhurku merasakan kedamaian selama menanti kiamat tiba. Jangan siksa mereka lagi," ucap King D penuh harap karena tak tega menyaksikan para leluhurnya kerepotan menangkap roh jahat yang sepertinya sangat sulit untuk ditaklukkan. "Hei!" panggil King D dengan lambaian tangan. Jonathan menoleh ke arah King D yang berdiri di pintu helikopter dan berpegangan erat pada bingkainya. "Kami tunggu di Krong Battambang! Kalian hanya perlu melintasi danau ini!" serunya.
"Oke!" jawab Jonathan yang masih berusaha untuk menarik roh jahat dibantu oleh Tobias.
Helikopter lepas landas meninggalkan lokasi karena satelit GIGA menangkap pergerakan drone polisi mulai bergerak meninggalkan distrik.
BUAKK!
"Mantap, Bang Dad!" seru Jonathan riang karena pukulan Tobias berhasil membuat sebagian tubuh roh jahat keluar dari raga.
Tobias dengan sigap menarik tangan gumpalan hitam itu. Jonathan yang tak mau diseret lagi ke neraka, berusaha keras membantu dengan menarik dua tanduknya.
"Kalau kak Juna ada di sini, habis kamu dihajar sama dia!" teriak Jonathan mengerahkan seluruh tenaga sampai wajahnya menegang.
"Harghhh!" teriak Jonathan dan Tobias bersamaan.
"GARRR!"
"Mama!" panggil Jonathan usai usaha yang melelahkan berhasil menarik roh jahat keluar dari raga.
Vesper yang melihat roh jahat tangkapan Jonathan dan Tobias lebih jinak, bergegas terbang meninggalkan Fox yang mengamuk.
"Go to hell!" teriak Vesper lantang dengan dua tangan terjulur ke arah buruannya.
***
__ADS_1