
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Sontak, kejadian itu membuat Jonathan panik karena sang ibu seperti tertelan oleh bola hitam yang tak lain adalah kumpulan para roh jahat. Jordan mencoba memikirkan cara untuk menyelamatkan Vesper. Akan tetapi, setiap ia memiliki ide, pikiran lainnya memberikan hasil jika akan berakhir gagal dan begitu seterusnya. Tentu saja, hal tersebut membuat Jordan frustasi. Wajahnya berkerut memikirkan cara membebaskan Vesper. Sedangkan Lucifer, pria tersebut terbang mengelilingi bola besar yang melayang di atas reruntuhan kota ditemani Tobias.
"Ingin aku memberikan nilai plus untukmu? Pikiran cara menyelamatkan Vesper," tegas Tobias menatap Lucifer tajam.
"Kenapa? Otak tumpulmu tak bisa bekerja? Sehingga kau meminta tolong padaku?" sindir Lucifer yang kali ini tak mau direndahkan.
Tobias terbang mendekat melakukan ancaman. Lucifer masih tegak berdiri melayang di udara.
"Aku tak segan melemparmu ke kumpulan iblis-iblis itu. Sayangnya, aku ingin melihat, bagaimana seorang Lucifer Flame menggunakan kemampuannya. Apakah ucapan Sierra Becca tentangmu adalah benar, atau hanya karangan belaka?" ucapnya dengan mata melotot.
Mata Lucifer menyipit mendengar penuturan Tobias. Pria itu semakin yakin jika salah satu keturunannya sangat membencinya. Lucifer memilih tak menjawab dan melihat gumpalan besar itu yang terus bergerak cepat membentuk bola besar. Saat pria bertubuh tinggi tegap itu perlahan mendekat untuk mencari tahu reaksi dari para roh jahat jika ia menyentuhnya, tiba-tiba ....
"HARRGHH! GARRR!"
"Menyingkir!" teriak Lucifer lantang yang membuat Jordan dan lainnya spontan terbang mundur.
Mata para roh berwarna putih itu terbelalak lebar saat menyaksikan para roh jahat tiba-tiba saja meraung dan beberapa kabur dari bola besar ciptaan mereka.
"Apa yang terjadi?" tanya Tobias bingung karena para roh jahat terbang dengan cepat sembari berteriak melewati mereka begitu saja.
KRANG! KRANG! KRANG!
"Hahahahaha! Mama berhasil merantai iblis-iblis itu!" teriak Jonathan gembira ketika melihat rantai emas muncul dari dalam.
Vesper yang tadinya terkepung dan hampir berubah abu-abu, dengan sigap melakukan strateginya. Ia sengaja membuat tubuhnya seperti orang meringkuk dan melindungi dua telapak tangannya yang berisi senjata mematikan paling ditakuti oleh para roh jahat di dadanya. Saat raganya dipegangi kuat, Vesper mulai membuka telapak tangannya perlahan yang sedari tadi ia kepalkan. Wanita cantik itu mengumpulkan seluruh tenaganya di dua tangan untuk melancarkan aksinya.
__ADS_1
Ketika ia merasakan dua tangannya mulai ditarik oleh para roh jahat, Vesper sengaja membuka dua tangannya yang disembunyikan di bawah ketiak saat merakan tubuhnya dihimpit kuat. Seperti yang direncanakan, usahanya berhasil. Para roh jahat yang saling terhubung itu, dengan cepat terkena lilitan rantai emas yang menjalar layaknya ular. Roh-roh berwarna hitam panik ketika mereka terjerat dan tak bisa kabur.
"Vesper!" panggil Lucifer dengan mata melotot saat melihat Vesper berada di tengah-tengah bola roh jahat yang terlilit rantai emas.
Vesper melihat celah dan dengan sigap terbang ke atas meski beberapa tangan jahat itu berusaha untuk menangkap raganya.
"Heahhh!"
BUKK!!
"Toby!" seru Vesper saat melihat suami anak pertamanya itu memukul tangan roh jahat yang berusaha menangkap raganya dengan nekat masuk ke dalam celah.
Jonathan dan Jordan dengan sigap menolong. Mereka tak membiarkan Vesper tertangkap. Para roh jahat yang sudah terjaring bagaikan ikan itu tak bisa kabur. Bola hitam itu kini berubah menjadi seperti donat karena bagian tengahnya memiliki lubang besar. Mereka menjerit dengan tangan-tangan hitam terjulur keluar, menyelip di antara lilitan rantai emas. Lucifer mengulurkan tangannya dan membantu menarik tubuh Vesper yang dipegangi kuat oleh tangan-tangan hitam tersebut agar ia ikut terseret dalam neraka.
"Lepaskan dia, Brengsekk!" pekik Lucifer kesal seraya menggunakan kaki kirinya untuk menendangi tangan-tangan hitam itu dan dua tangan memegangi pinggang Vesper.
"Cepat menyingkir!" teriak Jonathan karena pemandangan neraka kembali muncul.
"Arghh!"
"Vesper!" teriak Lucifer terkejut karena tubuh wanita cantik itu ditangkap lalu dibawa terbang dengan cepat oleh roh jahat tak dikenal.
Roh-roh jahat itu muncul dari bagian bawah memanfaatkan lubang untuk menangkap Vesper.
"Kejar dia!" seru Tobias lalu meninggalkan kumpulan roh-roh jahat yang terjaring tak bisa kabur tersebut.
Sial, ternyata roh-roh jahat yang berhasil lolos dari lilitan rantai emas kini menghalangi pergerakan kawan-kawan Vesper. Mereka menyerang Jordan dan lainnya saat mengejar Vesper yang diculik.
__ADS_1
"Apa-apaan ini!" pekik Jonathan kesal karena ia dikeroyok secara tiba-tiba.
"Pasti Miles!" seru Tobias marah yang ikut diincar dan tubuhnya ditangkap oleh beberapa roh jahat.
Jordan dan tiga pria lainnya dibuat kewalahan untuk membebaskan diri. Mereka yang tak memiliki rantai, tak bisa menjerat roh-roh jahat itu. Mereka tak memiliki lelah dan raganya bisa kembali ke bentuk semula, persis seperti para mafia tersebut.
"Ini tak ada habisnya dan hanya akan sia-sia! Kita harus mendapatkan Vesper kembali!" teriak Lucifer marah seraya menghajar para roh jahat yang berusaha melukainya.
Sosok Vesper tak terlihat karena roh-roh jahat membawanya pergi. Tentu saja, hal tersebut membuat kawan-kawannya panik karena tak bisa membelenggu para roh jahat yang berhasil ditangkap. Sedangkan di tempat Vesper berada. Wanita tersebut berusaha memberontak. Pergelangan tangannya dipegangi kuat oleh dua roh jahat di kanan dan kiri sehingga tak bisa menangkap makhluk tersebut. Dua kakinya juga digenggam erat oleh musuh. Praktis, Vesper tak bisa berkutik.
"Ves ... per ...," panggil seseorang dengan suara besar dan serak.
Vesper yang sedari tadi memberontak, langsung diam dan menatap sosok roh jahat berukuran besar di hadapannya yang muncul begitu saja. Tangan makhluk bertanduk layaknya banteng itu meraih tubuhnya lalu mencengkram kuat. Akan tetapi ....
KRANG! KRANG! KRANG!
"GARRR!"
"Go to hell, Miles," ucap Vesper yang mengetahui jika roh jahat tersebut adalah pria yang pernah dibunuhnya menjelang akhir hidupnya.
Usai kematian Miles, tak lama, ia meninggal karena raganya sudah tak mampu lagi menopang hidupnya lagi. Roh jahat berukuran besar itu meraung saat tubuhnya tiba-tiba terlilit rantai emas. Vesper menyeringai karena mendapatkan kesempatan langka sewaktu tubuhnya dipindahkan dari empat roh jahat ke sosok raksasa. Roh jahat itu menggenggam raga Vesper erat.
Namun, pada celah jarinya, ia membuat dua tangan Vesper terjepit dalam posisi terlentang. Vesper pura-pura pasrah dan terkulai lemas dalam rintihan kesakitan saat tubuhnya didekatkan ke wajah lawan. Dua tangan sang Ratu yang terbebas meski terhimpit, tiba-tiba menyentuh wajah musuh karena masuk dalam jangkauannya. Vesper mengerahkan seluruh kekuatannya untuk bisa menyentuh roh jahat itu, dan ... usahanya berhasil.
"Ergh!" erang Vesper yang kini terjepit dan tak bisa membebaskan diri.
Ia mengikuti saran Jonathan kala itu untuk menggigit jari-jari besar Miles. Roh jahat berukuran besar itu meraung dan genggamannya terlepas. Saat Vesper bersiap terbang, tangan lain Miles dengan cepat menangkap tubuh wanita cantik itu. Vesper kembali memberontak. Terlebih, ketika pemandangan neraka kembali muncul di hadapannya. Mata Vesper terbelalak lebar.
__ADS_1
***