TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Abu-abu


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Vesper dan timnya menelusuri sekitar menara. Wilayah itu ditumbuhi pohon-pohon rindang dan semak belukar yang lebat. Jika dilihat dari atas, bangunan itu hampir tak terlihat karena terkamuflase dengan baik. Namun, tujuan mereka ke tempat tersebut karena memburu roh jahat yang bisa mengusik jiwa manusia dan membuatnya terjerumus dalam dosa besar jika tak segera dihalangi.


"Pertajam kemampuan kita untuk mencari mereka," ucap Vesper dan diangguki semua roh.


Para roh penangkap roh jahat itu memupuk kebencian dan dendam agar bisa menemukan keberadaan para roh jahat tersebut. Meski demikian, mereka tak boleh sampai lepas kendali karena bisa berubah layaknya Vesper seperti kala itu. Para roh kembali ke dalam menara untuk berkumpul karena tak menemukan keberadaan roh jahat. Saat Vesper akan berdiskusi untuk langkah selanjutnya, tiba-tiba ....


"Mereka berada di bawah sini!" teriak Jordan yang ternyata mampu merasakan keberadaan roh jahat.


"What!"


"GARRR!"


"Arghhh!" teriak Jonathan saat kakinya tiba-tiba saja ditangkap oleh seorang roh jahat yang muncul dari bawah lantai batu.


Dengan sigap, Lucifer yang berada di samping Jonathan memegangi dua tangannya erat. "Heah!"


BUK! BUK! BUK!


"GARRR!"


"Oh, hah, hah, gila! Jantung Nathan hampir copot!" pekik Jonathan kaget seraya memegangi dada seolah jantungnya kembali bekerja.


Lucifer menendangi wajah roh jahat itu hingga cengkeraman di pergelangan kaki Jonathan terlepas. Dua roh tersebut kemudian terbang ke atas untuk menghindari serangan. Kening mereka berkerut karena roh-roh jahat itu kembali masuk ke dalam tanah seperti enggan naik ke permukaan.


"Aneh," ucap Jordan yang berhasil lolos dari tangkapan karena Jonathan berteriak, begitupula Vesper dan Tobias.


"Bisakah kita menembus ke dalam tanah?" tanya Jonathan.


"Entahlah. Hal itu tak pernah dilakukan sebelumnya," jawab Tobias seraya melihat ke lantai batu.


"Kalau gitu, Bang Dad coba. Senior duluan," ucap Jonathan mempersilakan.


"Penakut," sindirnya, tetapi Jonathan hanya meringis.


Tobias terlihat serius saat ia mencoba masuk ke dalam tanah di mana terdapat lantai batu di sana. Siapa sangka, hal tersebut bisa dilakukan. Tobias kembali ke atas meski hanya kepalanya saja yang terlihat.


"Ada ruang bawah tanah di sini," bisiknya.


"Roh jahatnya ada gak?" tanya Jonathan.


"Mereka menghilang. Sebaiknya kita cepat. Kurasa, mereka belum jauh," jawabnya.

__ADS_1


"Ayo!" ajak Vesper dan diikuti semua roh dengan masuk ke ruang bawah tanah itu.


Vesper yakin jika ada pintu masuk ke bawah sana, tetapi King D belum menemukan. Tak diduga, ternyata banyak bangkai di beberapa sudut lorong seperti habis dimakan oleh hewan buas. Tobias dan lainnya terlihat tegang karena hewan-hewan malang itu tergeletak dengan kondisi mengenaskan dan tak disantap habis.


"Siapa yang melakukannya?" tanya Lucifer curiga.


Saat para roh itu terus menelusuri lorong panjang yang semakin gelap karena tak ada cahaya menyusup di dalamnya, kengerian semakin terasa. Jonathan yang takut langsung mendekati sang ibu lalu memegangi tangannya. Vesper yang menyadari jika kawan-kawannya tegang akibat tak bisa melihat, ikut waspada.Tiba-tiba ....


"GARRR!"


"AAAA!" teriak Jonathan histeris saat muncul roh-roh jahat dari berbagai sisi depan sosok horor mereka.


Vesper dan lainnya dikeroyok beramai-ramai hingga wujud mereka tak terlihat. Jonathan meraung karena tubuhnya ditarik dan berusaha untuk dirasuki agar menjadi seperti mereka.


"Tidak! Aku tidak mau menjadi roh jahat! Aku roh baik! Nathan roh baik!" teriak Jonathan histeris yang terus memberontak, tetapi ia tak berdaya karena tubuhnya dipegangi kuat.


Tobias dan lainnya meraung, tetapi usaha mereka gagal. Vesper berusaha keras untuk menangkap salah satu dari roh jahat karena yakin jika tubuh mereka terhubung. Akan tetapi, para roh itu seperti tahu jika telapak tangan wanita cantik tersebut bisa mengeluarkan rantai. Mereka sengaja tak mendekati telapak tangan itu karena tak ingin dibelenggu dan mendekam di neraka.


"Tolong! Tolong! Arghh!" teriak Lucifer yang merasakan jika jiwanya seperti berubah menjadi gelap dan sesak.


Jordan ikut berteriak karena tak sanggup melawan hasutan para roh jahat yang menjadi iblis agar putra Boleslav tersulut kebencian, amarah dan dendam. Kenangan buruk penuh penderitaan hasil rekayasa para iblis membuat para roh utusan sang Kematian itu mulai berubah menjadi abu-abu secara perlahan.


"Tidak! King D! King D!" panggil Tobias lantang dan terus menjerit dengan keras di mana kali ini ia benar-benar butuh bantuan.


WHUSS!!


"GARRRR!"


"Errghhh!" raung Jordan dan kawan-kawannya saat muncul cahaya putih terang menyilaukan yang membuat para roh jahat langsung kabur menyelamatkan diri.


Cengkeraman tangan-tangan iblis itu terlepas dari raga Vesper dan lainnya. Mereka melayang dengan kondisi seperti orang sekarat karena tubuhnya mengejang. Eko datang di saat yang tepat, tetapi ia tak bisa mengubah para roh yang dikenalnya itu agar bisa kembali ke wujud semula. Jika ia pergi, roh jahat akan datang lagi dan dalam sekejap, Vesper serta lainnya akan berubah menjadi seperti mereka. Saat Eko juga dilanda kebingungan karena tak memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi para roh, tiba-tiba ....


PIPIPIPIPI!


"Eh?" Eko menoleh.


BLUARRR!!


"Wedyan! Kaget, Eko!" pekik pria Jawa itu sampai terperanjat saat mendengar ledakan hebat hingga meruntuhkan atap ruangan. "Evakuasi!" teriak Eko panik seolah ia lupa jika raganya bisa menembus. Saat Eko akan terbang untuk menyelamatkan diri, ia mengurungkan niat dan kembali mendekati Vesper serta lainnya. "Kayaknya ... pikunnya sang Kematian nular ke Eko. Gaswat," ucap pria gundul itu bingung dengan dirinya sendiri.


Tak lama, terlihat beberapa buah bola cahaya sebesar bola bowling dijatuhkan dari lubang ledakan. Bola-bola cahaya berwarna putih itu menggelinding sampai ke tempat Vesper dan kawan-kawannya berada. Eko tersenyum melihat King D datang diikuti oleh sekumpulan orang dengan masker gas dan sarung tangan untuk melindungi diri. Pria bersayap besar dengan wujud menembus dinding itu menatap King D lekat.


"Oh! Oma!" teriak King D dengan mata melotot dan berlari dengan cepat ke arah roh Vesper yang terlentang di udara bersama roh lainnya sepanjang lorong.

__ADS_1


"Ada apa, Mas D?" tanya seorang pria saat menemukan bangkai-bangkai binatang dalam ruangan.


"Ah, tidak apa. Sebaiknya, kalian telusuri lorong ini sampai menemukan ujungnya. Hati-hati dan bawa senjata," tegasnya.


Para penduduk itu bergegas melaksanakan perintah King D. Sedangkan putra Javier tersebut masih berdiri di sana karena para roh melayang dengan mata melotot dan mulut terbuka lebar seperti orang tercekik.


"Apa yang terjadi dengan kalian? Apa yang harus kulakukan?" tanya King D dengan kening berkerut karena melihat kondisi Vesper yang tak lazim akibat berwarna abu-abu. "Oh, mungkinkah ... hal itu bisa dilakukan?"


King D segera pergi meninggalkan lorong untuk kembali ke atas. Ia menghubungi Junior untuk menyiapkan perlengkapan yang diperlukan. Dengan sigap, Junior telah menunggu di pintu helikopter dengan sebuah koper hitam dalam genggaman.


"Terima kasih, Junior. Tetaplah di sini dan doakan semoga aku berhasil," pinta King D dan diangguki pria berwajah pucat tersebut.


King D kembali berlari menuju ke menara tua lalu melompat ke balik lubang ledakan buatannya. Beruntung, King D membawa Mini Domino sehingga lantai itu bisa dijebol. Sebuah keberuntungan pula karena menara tersebut tidak roboh karena getarannya yang cukup mengguncang bak gempa bumi. King D sempat khawatir akan terjadi longsor. Bersyukur, alam masih mampu menopang fondasi bangunan buatan manusia itu.


"Hah, hah," engah King D karena terus berlari tak ingin kehilangan waktu.


Eko masih berdiri dengan sayap terlipat agar tak mengenai para roh dengan warna abu-abu tersebut. Ia melihat King D membuka sebuah koper hitam dan terlihat alat layaknya pengeras suara berbentuk kapsul. King D menekan layar pada benda berwarna putih itu lalu diletakkan di dalam koper yang terbuka. Benda itu berkedip. Tak lama, terdengar suara orang mengaji dan tak lain suara sang ayah, Javier.


"Aku berharap ini berhasil. Hanya Dia yang bisa menolong kalian. Namun, aku juga berusaha," ucap King D cemas karena kelima roh itu mengejang dengan mata terbelalak lebar seperti orang tersetrum.


King D berdiri lalu menekan layar jam tangannya cukup lama. Ia membiarkan lantunan ayat suci itu bergema dalam lorong. Pria tersebut memasang sebuah earphone di salah satu lubang telinga kemudian menekan pada bagian tengahnya.


"D! Apa yang terjadi?" tanya Iris panik.


"Aku minta tolong doakan Vesper, Jonathan Benedict, Tobias Flame, Jordan Boleslav dan ... Lucifer Flame sesuai kepercayaan kalian masing-masing. Mereka sekarat dan tak tahu apa yang bisa kulakukan selain berdoa. Minta tolonglah pada-Nya agar leluhur kita disembuhkan."


"Bagaimana kondisi mereka, D?" tanya Riza cemas.


"Oma ... dia berubah menjadi abu-abu. Rohnya seperti orang tersiksa yang mengalami sakit luar biasa. Tubuh mereka menegang dan terus tersentak layaknya orang tersetrum. Aku ... aku minta tolong agar kalian berdoa pada-Nya untuk kesembuhan mereka. Oma dan lainnya belum menyelesaikan tugas dan sebentar lagi matahari tenggelam. Aku minta tolong, Iris. Aku minta tolong kepada kalian semua," ucap King D dengan suara bergetar dan mata berlinang.


"Akan kami lakukan, D! Akan kami lakukan sekarang juga!" jawab Cora yang membuat King D meneteskan air mata.


"Terima kasih, terima kasih," ucap King D dengan air mata menetes lalu menutup panggilan.


King D mengambil sajadah yang berada dalam kopernya. Ia menggelar kain persegi panjang itu di hadapan para roh di atas lantai tanah. Ia melakukan tayamum dengan debu pada dinding lorong. Pria itu menguatkan hati di mana dirinya belum siap berpisah dengan para roh karena mulai merasakan kebahagiaan. Hal tersebut mengingatkannya akan kenangan masa lalu saat bersama para roh semasa hidup. King menarik napas dalam lalu mulai salat.


"Aku hanya bisa memohon padamu, Tuhan. Tolong selamatkan mereka," ucap King D dengan dua telapak tangan di sisi telinga dan pandangan tertuju pada sajadah. "Allahu akbar."


***


Okeh ada catatan dr lele agar ditanggapi dengan bijak part ini. Jadi dsni karena keluarga besar King D dari berbagai macam agama dan keyakinan ya, jadi lele gak menitik beratkan pada agama Islam aja, tapi semua. Makanya King D ada ucapan "Sesuai keyakinan kalian masing-masing." Jangan skip bagian itu ya. Jadi, mari kita ikuti saran bang D agar mendoakan Vesper dkk sesuai kepercayaan masing2. Berdoa mulai. Amin😊


__ADS_1


__ADS_2