TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Semakin Banyak


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Fagan sampai terperanjat dengan kaki terangkat sejajar dengan pahanya. King D ikut tertegun. Ia tak menyangka jika roh leluhurnya benar-benar bisa merasuki jasad. King D terdiam, bingung harus memihak siapa.


"Hei, bocah tengik! Aku hanya memintamu untuk mendoakanku! Kau mengeluh hanya karena makanan ekstra 1000 orang dalam setahun! Aku saja memiliki 5000 karyawan di seluruh penjuru dunia dan tak pelit akan hal itu! Semua kekasihku bahkan mendapatkan kemewahan dariku! Kau benar-benar mempermalukan nama besar Giamoco!" teriak Axton marah besar seraya menunjuk.


"Ha? Ka-kakek Ryan melakukan itu?" tanya Fagan tergagap dengan wajah tegang.


"Aku Axton. Adrian Axton Giamoco. Aku merasuki jasad Ryan putra tunggalku karena cucuku tak sudi menghamburkan uangnya hanya untuk makanan ekstra! Sini kau, akan kuajak ke neraka menemaniku disiksa!" teriak Axton marah seraya berjalan mendekat dengan langkah gusar.


"AAAA! Tidak! Tidak! Pergi dariku!" teriak Fagan histeris dan langsung melompat dari kursinya.


King D melotot kebingungan. Ia melihat Fagan dikejar oleh jasad Ryan. Vesper dan lainnya ikut panik karena mereka sadar jika hukuman ganda harus dilakukan hari itu.


"Vesper! Ada helikopter datang kemari!" pekik Tobias yang berdiri di samping jendela besar.


"Gawat! Akan semakin banyak manusia yang melihat mayat hidup!" sahut Erik panik.


"Axton, hentikan! Kembalikan jasad Ryan ke tempatnya semula!" titah Antony.


Namun, Axton yang kesal dengan salah satu keturunannya itu mengabaikan ucapan Antony. Ia berhasil menangkap Fagan dan mendekapnya kuat dari belakang. Fagan meronta karena tubuhnya dirobohkan di lantai dengan raga Ryan menjadi sandarannya. Leher pria berbaju hitam itu ditekan kuat dan kakinya diapit oleh dua kaki Ryan sehingga tak bisa berkutik.


"King D! Jangan biarkan mereka datang kemari atau kami harus menangkap roh jahat sebanyak manusia yang melihat kebangkitan Ryan!" perintah Vesper saat melihat ada segerombolan orang keluar dari helikopter besar yang mendarat di helipad.


"O-oke! Oke!" jawab King D sampai tergagap karena shock dengan apa yang dilihat.


"Axton! Cukup!" teriak Boleslav mulai tak sabar.


"Aku harus memberikan pelajaran pada cucu kurang ajar ini! Dia tak tahu betapa menderitanya kita karena disiksa di neraka! Mereka menikmati jerih payah kita dengan menjadi penjahat agar kaya raya dan berkuasa! Namun, lihat balasan yang mereka berikan! Fagan bahkan tak sudi memberikan sedikit uangnya untuk mensejahterakan karyawan demi mendoakan kakeknya yang tersiksa!" teriak Axton marah yang membuat semua roh terdiam karena dirasa benar adanya.


Tiba-tiba, TING!


"Oh!" kejut seorang wanita cantik saat ia muncul dari dalam lift dan mematung.


"A-apa yang terjadi?" tanya seseorang yang mengejutkan para roh termasuk Fagan karena muncul dari balik pintu yang terbuka otomatis di sisi lain ruangan.


"Gawat! Siapa mereka?" tanya Antony cemas karena kini ada 4 orang yang melihat jasad Ryan hidup termasuk King D.

__ADS_1


"A-agh, Ke-Keno. To-tolong. Ka-kakek Axton marah padaku," jawab Fagan dengan wajah tegang dan pucat karena kehabisan oksigen.


"Axton?" sahut seorang lelaki yang dipanggil Keno dengan kening berkerut.


"Tuan Axton, lepaskan Fagan. Kau bisa membunuhnya. Kau hanya akan membuat hukumanmu lebih berat jika sampai menghilangkan nyawa seseorang," ujar King D mengingatkan.


Mata Axton melebar. Ia baru menyadari perbuatannya tersebut. Dirinya yang tersulut emosi hampir membuat keturunannya tewas. Eko diam saja melihat para roh dan manusia-manusia di ruangan tersebut tampak tegang.


"Apa maksudnya dengan kakek Axton? Itu 'kan ... jasad kakek Ryan," ucap seorang wanita berambut hitam dan bertubuh tinggi menunjuk dengan gugup.


Axton berdiri dengan tergesa karena ditatap semua roh dan manusia. Sang Casanova melirik kawan-kawannya, tetapi mendapatkan sambutan wajah masam. Eko terkekeh karena akhirnya bisa melihat para mafia itu masuk dalam jebakan emosi dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, meski hanya dilakukan satu orang.


"Ini semua salah Tobias! Dia yang menyarankan!" pekik Axton tak mau disalahkan.


"Wow, wow! Aku? Hei, kau saja yang bodoh karena mau menerima ajakanku," sahut Tobias dengan senyum tengil dan dua tangan melipat depan dada.


"Tak ada gunanya saling menyalahkan! Segera selesaikan urusanmu di sini, Axton, dan kita berburu roh jahat!" sahut Vesper dengan mata melotot.


Axton berdecak kesal. King D ikut bingung menyikapi hal ini karena di luar dugaan. Axton menatap empat manusia di depannya tajam. Eko terkekeh melihat para roh mafia itu panik. Saat Axton akan bicara, tiba-tiba Vesper menghentikannya.


"Kenapa?" tanya Axton langsung menatap Vesper curiga termasuk roh lainnya.


"Ada yang aneh. Mereka ... seperti pernah mengalami hal ini sebelumnya. Mereka tak terkejut dengan bangkitnya jasad Ryan. King D?" tanya Vesper tiba-tiba yang langsung menoleh ke arah sang cucu.


Putra Javier diam sejenak tampak berpikir serius. Ia lalu menjentikkan jari dengan mata terbelalak seperti teringat sesuatu.


"Kiarra!" pekiknya.


"Kiarra? Siapa itu?" tanya Erik bingung.


"Kiarra? Oh, apakah ... maksudmu ...," sahut Vesper teringat nama itu.


"Ya. Saat itu dia masih kecil, Oma. Kiarra, putra Tora. Dia pernah bangkit dari kematian, persis seperti yang terjadi dengan Ryan. Hanya saja, tubuh Ryan dirasuki oleh Tuan Axton. Namun, jasad Kiarra dirasuki oleh rohnya sendiri," ujar King D yang membuat semua orang tertegun.


"Apakah Kiarra mendapatkan tugas dari sang Kematian seperti kami?" tanya Antony penasaran.


King D menggeleng. "Rumit jika kupaparkan, tetapi nanti akan kujelaskan."

__ADS_1


"Kami anggap penjelasanmu itu sebagai hutang," sahut Tobias dengan menunjuk anak lelaki yang pernah dianggap putra kandungnya itu. King D mengangguk dengan senyuman.


"King D. Kulihat kau sedari tadi seperti berbincang dengan seseorang. Siapa yang kaulihat? Apakah ada roh lain di ruangan ini?" tanya seorang wanita berambut hitam panjang melirik ke kanan dan ke kiri dengan wajah tegang.


"Mm, itu ...," jawab King D tergagap.


"Apakah itu termasuk hitungan jika King D memberitahukan keberadaan kita meski tak menggunakan raga?" tanya Antony serius.


"Seharusnya tidak. Sang Kematian hanya memberikan hukuman ganda jika kita menggunakan mayat dan dilihat oleh manusia hidup," jawab Erik yakin yang diangguki semua roh.


"Oke, katakan saja apa yang kaulihat, King D," ucap Vesper serius.


King D menarik napas dalam lalu diembuskan perlahan. "Ya, ada roh lain di sini. Yang merasuki jasad Ryan adalah Tuan Adrian Axton Giamoco," ucap King D sopan. Sontak, semua orang di ruangan itu tertegun. Mereka perlahan merapat lalu saling berbisik. "Lalu ... ada Tuan Antony Boleslav, Erik Benedict, Tobias Flame dan Vesper."


"Benarkah? Nama-nama itu adalah para senior jajaran kita. Mereka para penguasa dan penjahat terhebat sepanjang masa!" pekik seorang wanita berambut panjang dengan mata terbelalak lebar.


Namun, ucapan yang terdengar bagai pujian itu tak dirasa demikian oleh para roh.


"Tumben gak bangga. Penjahat terhebat sepanjang masa lho," sindir Eko, tetapi pria bersayap besar itu malah mendapatkan lirikan sadis dari para roh.


"Dasar sombong. Hanya karena tak disiksa di neraka, dia menyindir kita," gerutu Erik.


"Bisakah kami berbincang dengan mereka? Sungguh, aku ingin sekali mengobrol dengan para leluhur," tanya pria bernama Keno.


"Hei, kami datang karena ada urusan, bukan untuk mengobrol," sahut Tobias dengan wajah masam.


Erik dan roh lainnya saling memandang. Saat mereka sedang berdiskusi, tiba-tiba Axton melangkah dengan gagah ke hadapan para penerus. Sontak, hal itu membuat para manusia muda tersebut tegang.


"Kami tak memiliki banyak waktu. Intinya adalah, kami bangkit dari kematian dan harus repot-repot merasuki jasad karena kalian tak mendoakan kami! Apa kalian tahu betapa pedihnya siksa api neraka, ha? Kalian ingin kami ajak berwisata ke sana?" tanya Axton melotot. Spontan, para keturunan itu menggeleng cepat.


"Jadi ... apa yang Anda inginkan, Tu-Tuan Axton?" tanya Keno tergagap.


"Doa, bodoh. Doakan kami agar terlepas dari siksa api neraka," tegas Axton yang membuat para pendengar ber-Oh.


***


__ADS_1


Tengkiyuw jeng Ramlah tips koinnya😍 lele padamu💋


ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE


__ADS_2