TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Dipermainkan*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Vesper dan anggota timnya bergegas pergi meninggalkan istana King D sebelum hari berganti. Mereka kali ini terburu-buru karena hari sudah malam dan tinggal beberapa jam lagi batas waktu berakhir. Para roh yang sibuk mencari keberadaan cucu Vesper tersebut sampai melupakan tugas penting dari sang Kematian, dan sekarang mereka kelabakan.


"Sial! Bagaimana bisa kita melupakan tugas mengerikan semacam itu? Aku tak sanggup membayangkan hukumannya," ucap Axton enggan kembali ke neraka.


"Sudah, jangan banyak bicara lagi. Fokus pada tujuan kita. Cepat!" sahut Antony yang tampak tegang tak seperti biasanya.


Para roh terbang melesat menuju ke sebuah bangunan yang berada di perbatasan antara Distrik Oman dan Saudi. Tak ada lagi perbincangan santai selama perjalanan. Hal tersebut membuat mereka dengan cepat tiba di sebuah bangunan besar di tengah gurun pasir. Para roh yang telah diberitahukan ciri-ciri dari penjara kelas dunia tersebut tersenyum saat melihat bangunan berwarna hitam tanpa jendela itu.


"Aku bisa merasakan pekatnya aura jahat di tempat itu!" pekik Tobias tiba-tiba.


"Hati-hati. Sebaiknya, kita fokus menangkap satu saja seperti kata Tobias. Sehari cukup satu. Mendesak dan mungkin bosan, anggap saja bonus," ucap Vesper.


"Oke! Kau yang pilih targetnya, Vesper," sahut Axton yang kali ini tampak serius. Vesper mengangguk paham.


Sang pemimpin kelompok penangkap roh jahat segera memasuki gedung yang memiliki dinding berlapis tersebut. Tak diduga, aura jahat di dalam bangunan itu membuat Vesper dan kelompoknya bisa merasakan kengerian tersendiri. Mereka langsung mematung saat melihat hampir semua manusia yang berada dalam penjara dirasuki iblis-iblis itu.


"Oh, shitt. Ini di luar dugaan," ucap Axton menelan ludah.


"Aku merasakan bahaya jika kita tiba-tiba datang dan menangkap satu. Sebaiknya, pilih yang sedang menyendiri saja untuk menghindari kehebohan," saran Vesper dengan mata tajam memindai sekitar di mana para tahanan yang berpakaian hitam berlalu-lalang mengenakan sebuah benda di anggota tubuh.


Kening Tobias berkerut saat ia menyadari jenis benda yang membelenggu leher dan pergelangan tangan para tahanan itu.


"Gelang pemenggal!" pekik Vesper dan Tobias bersamaan.


"Ha?" sahut Erik bingung.


"Ya. Mereka menggunakan teknologi kita, Vesper. Beberapa menggunakan kalung pemenggal," ujar Tobias dengan mata membulat penuh saat menyadari benda tersebut.


"Jangan bilang barang-barang kita dicuri atau disabotase," sahut Antony dengan kening berkerut merasa kecolongan.


"Atau bisa jadi, benda-benda itu disarankan oleh seseorang. King D mungkin," sahut Erik yang langsung ditatap para roh di dekatnya.


"Shitt, dia benar. Pasti King D," sahut Tobias cepat.


"Hei, lihat!" seru Axton tiba-tiba saat melihat tangan roh jahat muncul dari raga seorang manusia.


"Itu target kita! Ayo!" titah Vesper.


Segera, kelima roh tersebut terbang dengan cepat. Terjadi perkelahian antara dua orang tahanan di lapangan dalam bangunan penjara yang super besar terbuat dari lapisan beton dan baja. Bentuk bangunan yang berundak dengan bagian tengah sebuah lapangan besar, menjadikannya mirip seperti stadion bola. Bagian atas bangunan terdapat penutup besi pelapis dan senjata-senjata otomatis untuk menembak mati para tahanan yang berusaha kabur atau melarikan diri dari kurungan manusia itu.


"Hargh!" raung Tobias saat ia berhasil menangkap tangan kanan roh jahat yang keluar dari raga seorang tahanan.


"Heahhh!" sahut Erik yang dengan sigap ikut menangkap tangan kiri roh tersebut.


Sayangnya, hanya dua bagian itu saja yang baru muncul. Vesper, Axton dan Antony terpaksa menunggu saat dua anggota tim mereka sedang berusaha keras mengeluarkan roh jahat tersebut. Namun, roh jahat yang merasuki raga tahanan itu cukup keras kepala yang membuat para roh tak sabar menunggu.


"Vesper, lihat!" seru Axton menunjuk saat tiba-tiba saja seorang roh jahat keluar dari raga manusia dan berjalan dengan tenang tak terlihat takut.


__ADS_1


"Tunggu apalagi? Cepat tangkap!" pekik Erik yang saat ini masih berusaha keras menarik roh jahat dari raga manusia incarannya.


Saat Axton terbang dan siap membelenggunya, tiba-tiba saja roh jahat itu masuk ke raga manusia lain. Axton tertegun karena gumpalan asap hitam itu bersembunyi di dalam sana.


"Hei, ada yang lain!" teriak Erik saat melihat roh jahat lainnya keluar dari raga seorang tahanan.


Kali ini, Boleslav dengan cepat terbang untuk menahan pergerakannya. Akan tetapi, roh jahat itu sigap memasuki raga manusia rapuh lainnya. Saat Antony dan Axton dibuat kewalahan karena banyak roh jahat keluar masuk raga, Vesper menyadari sesuatu.


"Mereka sengaja!" pekik sang ratu dengan mata menyipit.


"Ha? Apa maksudmu?" tanya Axton bingung.


"Mereka mempermainkan kita!" seru Vesper saat melihat para roh jahat itu tertawa ketika keluar masuk raga dengan mudah.


"Kurang ajar!" teriak Axton marah dan terbang untuk menangkap, tetapi usahanya gagal karena pergerakan para roh itu sangat cepat.


Antony ikut dibuat kesal karena roh-roh jahat itu malah mendatangi mereka dan berani mendekat, tetapi kemudian berkelit saat hendak ditangkap.


"Lupakan mereka! Kita tarik yang ini. Cepat!" titah Vesper.


Axton dan Antony segera membantu Tobias serta Erik. Vesper bergerak untuk ikut mengeluarkan roh jahat. Hingga ia merasakan pergerakan di belakangnya.


BUAKK!


"GARRR!"


"Hah! Kalian pikir bisa menipuku, ha! Salah besar!" teriak Vesper seraya meluncurkan kepalan tangannya. Roh jahat itu tertegun dan langsung menghindar. "Fokus dengan roh jahat yang berhasil kita tangkap! Aku akan menahan mereka!" perintah Vesper saat para roh jahat yang sengaja keluar masuk tadi kini mengincar kelompok beranggotakan para mafia.


"GARRR!"


Raungan para roh jahat yang kini mengeroyok Vesper. Hal tersebut membuat sang ratu begitu fokus melakukan aksi pukulnya. Wanita itu menghajar satu per satu roh jahat yang berusaha menggagalkan usaha Axton dan lainnya untuk menarik salah satu dari mereka. Tampaknya, gumpalan-gumpalan asap hitam itu tahu tugas dari para roh lawan untuk membelenggu mereka.


"Agh! Lepaskan aku, Keparatt!" teriak Tobias marah saat tubuhnya ditarik oleh roh jahat lain.


BUAKK!


"GARRR!"


Erik dengan sigap meluncurkan tendangannya untuk membantu Tobias menyingkirkan pengganggu. Axton dan Antony kini melakukan kerja ganda. Selain menarik roh jahat itu keluar, mereka harus menghalau gumpalan-gumpalan hitam itu agar tak mengusik.


"Sial! Mereka terlalu banyak! Mereka berusaha menggagalkan tugas kita!" pekik Axton kesal karena tubuhnya berhasil ditangkap lalu ditarik agar melepaskan roh jahat incarannya.


Benar saja, jumlah roh-roh jahat itu semakin banyak. Mereka menarik tubuh Axton dan lainnya sehingga tubuh roh para mafia itu terhempas. Cengkeraman di tubuh roh jahat incaran terlepas dan membuat buruannya bersembunyi di raga tahanan tersebut.


"Benar-benar menyusahkan!" teriak Axton marah dan berusaha menangkap salah satu dari kumpulan itu, tetapi mereka dengan cepat menghindar.


Praktis, ruangan yang super luas itu menjadikan kelompok Vesper seperti bual-bualan. Mereka layaknya mencoba merebut bola, tetapi gagal karena kalah jumlah. Vesper dan anggotanya dibuat geram karena tugas mereka gagal total.


DONG! DONG!


Mata Vesper dan kawan-kawannya langsung tertuju pada jam dinding besar di ruangan tersebut yang berdentang kencang. Waktu telah menunjukkan pukul 11 malam. Tinggal satu jam lagi mereka gagal karena pergantian hari. Praktis, hal tersebut membuat tim Vesper panik seketika.

__ADS_1


"Argh! Aku tak mau kembali ke neraka!" teriak Tobias marah.


Para roh jahat terkekeh seperti meledek. Strategi mereka dengan berpencar tidak berhasil, begitu pula dengan mengepung satu buruan. Hal itu disebabkan oleh banyaknya manusia di lapangan besar tersebut sehingga para roh jahat dengan mudah keluar masuk raga. Mereka dengan cepat bersembunyi sehingga salah satu anggota tubuh tak bisa ditangkap.


"Bagaimana sekarang?" tanya Erik panik sampai kehilangan idenya.


Vesper diam sejenak terlihat berpikir keras. Hingga tiba-tiba saja ia terbang menjauh.


"Vesper, kau mau ke mana?" tanya Axton heran.


"Sudah kubilang di tempat ini akan sia-sia saja. Kita cari di lokasi lain masih dalam gedung. Aku mendengar ada keributan di level atas. Kita ke sana!" ajaknya.


Antony dan lainnya saling melirik, tetapi kemudian mengangguk. Mereka akhirnya terbang meninggalkan lapangan besar yang berada di lantai dasar karena dianggap buang waktu. Vesper mengajak timnya ke level paling atas di lantai lima. Sekejap, sosok mereka menghilang karena menembus dinding bangunan.


"GARRR!"


Tiba-tiba, terdengar raungan besar seperti roh jahat di level 5 tempat Vesper dan timnya berburu. Ternyata, hal tersebut membuat para roh jahat di lapangan besar itu berbondong-bondong naik ke atas. Raungan santer tak berkesudahan, berikut teriakan dari Vesper dan lainnya yang menginstruksikan untuk menarik buruan agar keluar dari raga, membuat para roh jahat tertarik. Saat para roh jahat dengan tergesa menembus tembok asal raungan terdengar, tiba-tiba ....


KRANG! KRANG! KRANG!


"GARRR!"


Seorang roh jahat mendapatkan kesialan karena sang Casanova sudah menunggunya di balik dinding. Rantai emas langsung membelenggu tubuh dari gumpalan asap hitam penuh dendam itu ketika Axton menangkap bahunya.


"Axton!" teriak Vesper lantang saat ia berhasil menangkap satu roh jahat yang muncul tepat di hadapannya.


Roh jahat itu tak berkutik karena Vesper mendekapnya kuat dan tak segan menghajar dengan membenturkan kepala juga lutut.


"Tangkapan bagus!" seru Axton langsung terbang melesat dan kembali mengeluarkan rantai hukuman itu.


"Hei!" panggil Tobias yang ikut mendapatkan buruan dengan satu tangan terus mengajar wajah roh jahat dan tangan lainnya memegang tangan lawan.


Axton segera terbang mendekati Tobias dan membelenggu tangkapannya. Vesper membantu Erik menahan roh jahat yang ingin kabur. Tobias juga sigap menolong Antony karena tangkapannya memberontak.


"Hahaha! Kalian tertipu! Inilah hukuman jika mempermainkan kami!" teriak Axton penuh kemenangan saat berhasil membelenggu dua roh jahat lagi.


Praktis, aksi para mafia itu membuat para roh jahat yang awalnya bermaksud menolong jenis mereka kabur melarikan diri. Pemandangan neraka kembali terlihat jelas. Para roh jahat yang berhasil diseret ke neraka meraung mencoba membebaskan diri, tetapi sia-sia.


"Haha! Hahahaha! Kita berhasil!" teriak Tobias gembira dengan tangan terangkat ke atas.


Antony dan lainnya bersuka cita. Vesper dipeluk Erik dan disalami oleh lainnya.


"Untung ada Mbak Vesper. Coba kalau gak. Udah pulang kampung ke neraka kalian semua," sahut Eko yang tiba-tiba muncul dengan wajah berbinar.


"Kau dari mana saja!" pekik Axton kesal.


"Ra-ha-sia!" jawabnya santai.


***


ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE

__ADS_1


__ADS_2