TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Dia!


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Embun kembali mengajak para roh untuk terbang melintasi lautan. Vesper dan lainnya tampak begitu serius. Pikiran mereka dipenuhi oleh banyak rencana dan dugaan. Saat keheningan laut seperti menghipnotis para roh itu, tiba-tiba ....


"Akk! Akk!"


"Shitt! Dari mana datangnya gagak itu!" pekik Joel langsung tersadar dari lamunan usai menyetujui untuk menunda ke Red Mansion.


"Celaka! Kita hampir melupakan tugas dari sang Kematian! Kita harus menangkap roh jahat setidaknya satu hari ini!" pekik Axton tegang teringat akan sosok lain dari sang Kematian berupa burung gagak.


"Argh, sial! Kalau begitu, fokus pada wilayah yang kita lintasi. Kita tak bisa berhenti dan mendarat begitu saja lalu membiarkan Embun pergi. Tinggal sedikit lagi kita sampai di Indonesia," sahut Erik kesal.


Para roh terlihat fokus memindai sekitar saat mereka terbang mengikuti Embun melintasi Filipina. Sayangnya, sampai mereka meninggalkan negara tersebut, tak ditemukan satu pun roh jahat. Para roh panik karena tak sudi diseret kembali ke neraka.


"Vesper, lakukan sesuatu!" teriak Joel.


"Kau pikir otakku tak bekerja meski aku diam?" bentaknya melotot.


"Kalau begitu, katakan apa yang otakmu pikirkan agar kepanikanku hilang!" jawab Joel balas melotot.


"Sungguh. Aku mengharapkan kau ditukar dengan roh lain, Joel. Kau sangat menyebalkan," sahut Antony angkat bicara.


"Aku setuju," timpal Axton dan Erik bersamaan.


Tiba-tiba ....


"Oh! Apa yang terjadi!" pekik Erik panik saat roh Joel lenyap begitu saja.


Erik, Antony, Axton dan Vesper saling berpandangan dengan wajah pucat seraya memindai sekitar. Mereka melihat dengan jelas ketika Joel yang terbang di antara mereka tiba-tiba hilang begitu saja. Saat kecemasan menyelimuti hati mereka, lagi-lagi, keanehan terjadi.


WUSS!


"WAAAA!"


BRUKK!


"Wadoh!" teriak seorang roh yang tiba-tiba muncul di hadapan anggota Vesper dan membuat tubuh gemuknya tertabrak sang Casanova.


Dua roh itu sampai terpental. Namun, Antony dengan sigap menangkap tubuh Axton karena ia keluar dari jalur penerbangan Embun.


"Jangan sampai kehilangan Embun!" pinta Vesper meski matanya menatap sosok roh baru yang muncul di sekitar mereka tampak kebingungan karena ia melayang sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Erik, ajak dia! Aku cukup yakin jika sang Kematian baru saja mengabulkan permintaan kita," titah Boleslav.

__ADS_1


Erik dengan sigap mendatangi seorang roh lelaki bertubuh gemuk, berambut ikal, tetapi hanya bagian atasnya saja, sedangkan sisi kanan dan kiri dicukur habis. Roh itu menatap Erik lekat dengan kening berkerut.


"Koe sopo?" tanya roh itu.


Praktis, mata Erik melotot seketika. "Lily! Dia mengatakan bahasa seperti yang sering diucapkan oleh salah satu bodyguard anehmu itu!" teriak pria berkebangsaan Inggris tersebut panik.


Sontak, hal mengejutkan itu membuat para roh yang terbang mengikuti Embun langsung menghentikan laju terbang seketika. Vesper dengan cepat mendatangi Erik dan terbang di sampingnya menatap sosok tersebut tajam.


"Wedyan, ayune ... sopo jenengmu, Cah ayu?" tanya pria itu yang membuat Vesper sampai tersentak.


"Apa yang dia katakan, Vesper?" tanya Antony ikut mendekat bersama Axton.


"Sial. Aku butuh earphone translator," ucap Axton panik karena tak mengetahui bahasa roh pria gemuk tersebut.


"Maaf, Anda siapa?" tanya Vesper yang langsung mengganti bahasanya menjadi Indonesia.


"Bisa bahasa Indonesia? Hebat sekali!" pekik pria itu dengan mata melotot.


"Mm, saya juga bisa. Hanya saja, jika bahasa daerah, tidak," sahut Erik seraya menatap pria itu lekat.


"Saya tidak bertanya padamu, jangan terlalu percaya diri," ucap pria itu melirik Erik sadis dengan logat Jawa berbahasa Indonesia, tetapi kemudian tersenyum lalu meraih tangan Vesper.


Erik dan lainnya terkejut ketika pria itu hendak mencium punggung tangan Vesper. Akan tetapi ....


"Hahahaha, Tuan, kau sepertinya tak tahu banyak tentang dunia roh," ledek Axton.


Pria gemuk tersebut melirik Axton sadis lalu berdiri tegap menatap Vesper saksama.


"Let me introduce myself. My name is Gatot Sukoco."


Seketika, empat roh mafia muda itu terdiam. Nama pria tersebut sedikit familiar. Vesper dan lainnya seperti mencoba mengingat-ingat, tetapi jawaban itu sulit ditemukan.


"Mm, maaf. Bisa lebih terperinci?" pinta Erik.


"Ora sopan! Nama saya, ya, hanya seperti itu! Kalau masih hidup, sudah saya cincang kamu. Jangan kurang ajar dengan anggota dewan 13 Demon Heads, ya," ucap pria itu yang dengan sigap mengangkat tangan seperti ingin menampar Erik.


"Sutejo!" teriak Vesper kemudian.


"He? Cah ayu kenal sama anakku?" tanya pria itu langsung menoleh ke arah Vesper.


"Oh! I remember! You're a first generation councilor!" teriak Axton.


"Ya, ya, benar. Eh, jangan salah. Generasi dua saya juga menjabat. Wong bagus dan hebat seperti saya ini patut untuk diperhitungkan duduk lama di kursi dewan," ucapnya bangga bertolak pinggang.

__ADS_1


"Hahahaha! Oh, this is so cool. Previously Hashirama and now Mr. Sukoco!" teriak Axton gembira, tetapi membuat pria Jawa itu malah seperti orang ketakutan karena langsung terbang mundur.


"Tu-Tuan Hashirama di sini? Mana? Di mana?" tanyanya panik seraya melihat sekitar.


"Mm, sudah tidak lagi. Tadinya, sekarang beliau kembali ke neraka," jawab Erik sopan yang membuat Vesper tertunduk sedih.


Namun, pria bernama Sukoco bernapas lega seraya mengelus perut buncitnya. Kening Erik dan lainnya berkerut.


"Untung diseret kembali ke neraka. Kalau tidak, bisa mati dua kali saya," ucapnya tenang.


"Apakah ... sebegitu buruknya ayahku?" tanya Vesper sedih.


Lagi, pria gemuk itu tertegun dan langsung terbang mundur. "Kamu anaknya? Weladalah!" pekik Sukoco sampai melebarkan mata. Vesper mengangguk. Tiba-tiba, Sukoco berdiri tegap. Dagunya terangkat yang membuatnya terlihat gagah. "Saya tak kalah bengisnya dengan ayahmu. Kami berteman akrab, best friend lebih tepatnya. Kami teman tak terpisahkan sampai ajal menjemput," ucapnya serius.


Para roh terdiam dan saling melirik. Roh bernama Sukoco terbang mendekat lalu memberikan lengannya, seperti minta dirangkul. Vesper bingung, tetapi menerima tawaran itu.


"Hanya ingin memberitahu jika per lima detik sentuhan kita akan tertembus, Tuan Sukoco," ujar Vesper.


"Oh, begitu? Pantas saja. Berarti kudu gerak cepat," ucap Sukoco yang membuat kening Vesper berkerut.


Saat Vesper sedang memberitahu beberapa hal, Axton kembali memekik.


"Opo meneh!" teriak Sukoco garang.


"Embun pergi! Ke mana robot jelek itu?" tanya Axton panik.


"Sial!" gerutu Erik yang baru menyadari hal tersebut karena fokus mereka teralihkan akibat kemunculan salah satu anggota dewan lainnya.


"Sopo kui Embun? Memangnya kalian mau ke mana? Asyik juga menjadi roh, bisa terbang dan ngambang seperti ini," ucap Sukoco menikmati wujud barunya.


"Maaf, Tuan. Akan kujelaskan detailnya nanti, tetapi kami harus segera ke Indonesia," ujar Vesper berusaha sopan.


"Indonesia! Wah, pulang kampung. Saya rindu," ucapnya senang.


Vesper tertawa hambar. Ia ditatap oleh anggota timnya dan ia tahu maksud dari pandangan itu. "Oke. Aku tahu arah menuju Indonesia. Ayo!" ajaknya.


"Kamu pinter, saya suka," ucap Sukoco, tetapi membuat napas Erik menderu.


***



tengkiyuw tipsnya Jeng Manda😍 lele padamu💋

__ADS_1


__ADS_2