
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
King D yang dipercaya untuk memberikan informasi lokasi berkumpulnya roh jahat membuat pria itu panik. Putra Javier tersebut tampak berpikir keras mencoba mengingat lokasi yang diminta dengan cepat. Vesper melihat jam tangan di pergelangan King D di mana waktu telah menunjukkan pukul 8 malam. Tersisa empat jam lagi sampai batas waktu hukuman ganda dari sang Kematian.
"Jangan menyerah! Kita telusuri sekitar. Aku yakin, pasti ada roh jahat di sekitar sini!" ajak Boleslav menyemangati.
"Oke! Kita berpencar!" sahut Erik dan diangguki semua orang.
Vesper yang berpikir jika mereka seharusnya tak berpisah, kini tak bisa melakukan banyak hal karena terbatasnya waktu. Vesper meminta kepada King D untuk mengikutinya dengan motor dan pria itu setuju. King D melaju motornya kencang membelah jalanan dalam kegelapan ketika Vesper terbang di atasnya.
"Oma! Dekat sini ada wilayah pemukiman. Namun, aku tak yakin jika ada roh jahat di sana," teriak King D dari atas motor sembari melaju.
"Oh! Bagaimana dengan tempat hiburan malam? Club? Bar? Semacamnya? Atau ada penjara di tempat ini?" tanya Vesper seraya terus terbang di mana ia masih bisa melihat kawan-kawannya di kejauhan.
"Tempat hiburan di zaman ini sangat berbeda dengan zaman kau hidup dulu, Oma. Semua diawasi dengan ketat termasuk penggunaan alkohol. Bahkan, ada serum khusus yang bisa menetralkan kandungan alkohol sehingga peminum tak bisa mabuk dalam waktu lama," sahut King D yang membuat Vesper berdecak kesal.
King D bisa melihat kekhawatiran para roh. Entah kenapa, ia tak rela berpisah dengan para leluhurnya. Umur panjang, malah membuatnya menderita karena selalu terkenang saat bersama orang-orang yang dikenalnya dulu. Sayangnya, umur merenggut orang-orang yang dikasihi dan meninggalkannya dalam kesepian. King D termenung seperti orang melamun saat berkendara. Hingga tiba-tiba ....
"D!" teriak Vesper mengejutkan lelaki tersebut. King D sontak mengangkat pandangannya yang tadi tertunduk.
"Argh!"
BRAKK!! SRAKKK!
"King D!" panggil Vesper panik saat melihat cucunya terpental dari motor karena ban depan menghantam reruntuhan akibat keluar dari jalanan.
King D bergulung-gulung di atas tanah dan tak sadarkan diri. Vesper menduga, hal tersebut karena benturan keras di kepalanya. Vesper panik dan segera mendatangi sang cucu.
"Ya Tuhan! D! Help!" panggilnya panik karena tak bisa menyentuh raga cucu yang sangat disayanginya.
Tobias yang mendengar panggilan Vesper segera terbang mendekat, disusul oleh roh lain. Mereka terkejut melihat King D menggelepar di tanah. Kepala lelaki itu berdarah karena helm yang digunakannya terlepas akibat terburu-buru dipakai dan tak dikancing. Vesper menangis sedih dan hanya bisa memandangi pria tampan itu yang memejamakan mata.
"Ya Tuhan, tolong lindungi cucuku," pinta Vesper penuh harap.
"Oh!" kejut Erik dan roh lainnya saat tiba-tiba saja muncul cahaya terang menyilaukan di sisi King D.
"Eko!" panggil semua roh yang kali ini tersenyum lebar melihat pria bersayap itu. Namun, kemudian Vesper panik.
"Jangan bilang King D mati dan kau ingin menjemput arwahnya!" pekik sang Ratu melotot.
"He? Sok tau lho. Eko bukan malaikat pencabut nyawa apalagi nganterin ke surga. Beda jurusan kita. Dah sana, pergi selesein tugas mumpung masih ada waktu. Eko jagain King D. Dia gak papa, gak mati. Cuma pingsan doang," ucap lelaki gundul itu yang melegakan semua roh.
__ADS_1
"Aku tak merasakan adanya roh jahat di sekitar sini, Eko," ujar Erik cemas seraya melihat sekeliling.
"Eko bantu sekali aja," ucapnya serius.
"Kau tahu lokasinya? Cepat katakan!" pinta Axton tak sabaran.
"Sekitar 1 jam untuk menuju ke sana. Wilayah itu ada di Vietnam. Negara itu bener-bener udah ludes, dan gak ada peradaban di sana. Namun, baru-baru ini, Eko sering nemuin arwah gentayangan di tempat itu. Termasuk orang-orang berpakaian hitam yang suka bunuhin orang. Jadi, coba aja ke sana, siapa tau bejo," ucapnya tenang.
"Tunggu apa lagi. Ayo!" ajak Tobias, dan diangguki semua roh.
"Good luck, ya. Kalau nyasar, cari papan penunjuk jalan. Nanti Eko samperin kalau D udah bangun," ucapnya dengan senyum terkembang dan lambaian tangan.
Axton dan lainnya kali ini berterima kasih kepada pria gundul itu. Antony dan roh lainnya terbang melesat. Fokus mereka adalah negara yang telah hancur yakni Vietnam karena perang di masa lalu. Meskipun tujuan mereka adalah Vietnam, tetapi para roh tetap melihat sekitar jikalau bertemu dengan roh jahat. Sayangnya, hal tersebut tidak terjadi hingga mereka hampir tiba di lokasi. Namun, tiba-tiba, Tobias menghentikan laju terbang dan menoleh ke suatu tempat.
"Ada apa, Toby?" tanya Vesper dengan kening berkerut.
"Rumah itu," tunjuk Tobias dari atas langit dengan wajah serius.
"Rumah seram itu? Ada apa?" tanya Axton dengan kening berkerut.
"Aku merasakan ada aura samar. Seperti roh jahat," ucapnya dengan mata menyipit dan mulai terbang turun perlahan.
"Hei, dengar! Ada manusia di dalam sana. Mereka sedang berbincang," sahut Vesper yang kini berdiri di depan rumah bertingkat dengan cahaya lampu terlihat pada celah pintu.
"Waspada," ujar Antony.
Para roh mengambil posisi seperti akan melakukan penyergapan dengan mengelilingi rumah terbengkalai itu. Vesper menembus salah satu dinding, tetapi hanya kepalanya saja. Seketika, matanya terbelalak lebar saat melihat kejadian di dalam dan segera keluar.
"Ada apa?" tanya Erik yang berada di sisi dekat pintu masuk.
"Sepertinya ... rumah ini adalah markas para penjahat berseragam hitam itu. Banyak senjata di dalam. Aku melihat ada orang disiksa dengan digantung pada dinding ruangan dan tubuh penuh luka. Tampaknya, orang itu sekarat," ucap Vesper yang mengejutkan semua orang.
"Namun, percuma saja jika roh jahat itu tak keluar dari raga. Kita tak bisa menangkapnya," sahut Axton dan diangguki roh lainnya.
Vesper merasa iba dengan kondisi pria malang itu. Namun, apa yang diucapkan oleh kawan-kawannya adalah benar. Waktunya kurang tepat mengingat mereka memiliki tenggat dari sang Kematian.
"Sial. Kita pergi dari sini dan selesaikan," ujar Vesper kesal.
"Ayo!" ajak Antony dan diangguki semua roh.
__ADS_1
Saat mereka akan terbang meninggalkan bangunan itu, tiba-tiba ....
"Arrghhh!"
"Hahahahaha!"
"Aku merasakannya!" teriak Tobias yang langsung menoleh ke arah rumah tersebut dengan mata terbelalak lebar.
"Heahhh!"
"GARRR!"
"Vesper!" panggil Axton panik karena Vesper langsung menembus dinding seraya berteriak lantang.
Erik dan lainnya bergegas menyusul. Seketika, mata para roh terbelalak lebar saat melihat Vesper berhasil memegangi tanduk roh jahat yang muncul dari raga seorang manusia berpakaian hitam.
"Yeah, tangkapan bagus! Ayo!" ajak Axton yang bergegas terbang mendatangi Vesper.
Pria itu seperti mengalami gejolak dalam dirinya. Ia mengerang hingga dua tangannya mengepal dengan tubuh membungkuk. Para pria berpakaian hitam lainnya tampak bingung dan saling memandang karena sikap kawan mereka yang aneh. Lelaki yang digantung itu akhirnya tewas usai tubuhnya disiram oleh air keras sehingga melelehkan wajah dan dadanya.
"Lihat! Arwah lelaki itu muncul!" seru Erik dengan mata terbelalak lebar ketika melihat arwah pria tersebut seperti orang yang bersedih dan berwarna putih.
Tiba-tiba saja, roh jahat dari raga seorang pria berpakaian hitam lainnya keluar dari wadah. Mata Tobias melebar melihat roh jahat itu seperti ingin mempengaruhi arwah pria malang dengan berputar-putar mengitarinya.
"Axton!" panggil Erik yang melihat para roh jahat keluar dari raga manusia-manusia berpakaian hitam.
Axton yang membantu Vesper, dengan sigap meninggalkannya untuk menangkap roh-roh jahat tersebut. Namun, gumpalan asap hitam itu seperti tahu jika sedang diincar. Mereka langsung kabur menembus tembok untuk melarikan diri.
"Jangan biarkan lolos!" titah Antony.
Dengan sigap, Erik, Tobias, Axton dan Antony mengejar buruan mereka. Para roh penangkap roh jahat itu tak ingin kehilangan buruan mengingat jumlah tangkapan bisa menyelamatkan mereka dari siksa neraka. Sedangkan Vesper, masih bergulat dengan roh jahat tangkapannya di mana ia merasakan jika mengenali aura itu.
"Vesper ...," panggil roh jahat dengan suara serak dan wajah menyeringai.
Mereka yang saling berhadapan, membuat Vesper bisa melihat jelas perubahan tersebut. Tanduk besar roh jahat dicengkeram kuat oleh sang Ratu. Mata Vesper melebar ketika gumpalan asap hitam bertanduk itu kini memadat dan membentuk sosok wanita yang dijuluki Big Mother pada masanya.
"Madam," jawab Vesper bengis.
***
ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE
__ADS_1