TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Dentang Jam


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Tobias dan lainnya berusaha untuk membebaskan diri. Mereka seperti sengaja dibuat kerepotan oleh para roh jahat agar tak bisa mendekati Vesper. Gumpalan-gumpalan hitam itu terus menyerang Jordan dan lainnya tanpa ampun. Dua kubu yang tak memiliki lelah, seolah membuat pertarungan hingga memakan waktu lama tersebut tak kunjung usai.


Sedangkan di tempat Vesper berada. Wanita cantik itu panik karena dicengkeram kuat oleh roh jahat Miles yang menyatu dengan beberapa roh jahat lain untuk membuat tubuhnya menjadi besar. Vesper melakukan segala cara dengan menggigit, memukul dan mendorong tangan besar Miles agar raganya terbebas sebelum api menelannya. Ditambah, pemandangan neraka membuat para roh jahat yang menyatu dengan Miles, menjerit kesakitan.


"Akan kuajak kau ke neraka bersamaku, Ves ... per," ucap Miles yang dibarengi raungan karena tubuh bagian bawahnya telah tenggelam dalam lautan magma.


Panas dari letusan lava membuat Vesper semakin panik karena ia bisa merasakan rohnya seperti dipanggang. Ingatan akan siksa neraka membuatnya berusaha keras untuk membebaskan diri. Hingga ia teringat sesuatu.


"Miles! Kau bodoh! Lucifer Flame ada di sini! Ia menceritakan kebenaran akan kisahnya! Kau harus menemuinya!" teriak Vesper sembari menggerakkan tubuh rohnya yang terhimpit jari-jari besar itu agar mendapatkan kelonggaran.


Ucapan Vesper membuat Miles langsung menatapnya lekat. Vesper balas memandanginya tajam.


"Dia ikut dalam kelompokku. Dia mengatakan jika apa yang diceritakan oleh Sierra Becca tentangnya selama ini adalah salah. Becca bukan istri apalagi putrinya. Wanita sialan itu menciptakan karangan untuk mewujudkan ambisinya dengan menggunakan nama Lucifer Flame sebagai kisah sedih. Kau dibodohi, Miles. Kau ditipu sampai akhir hayatmu, termasuk semua keturunan Flame," ucap Vesper yang membuat Miles mematung sejenak.


KRAUKK!


"GARRR!"


"Hah, hah, hah!" Vesper berhasil mendapatkan kesempatan dan ia menggunakannya untuk membebaskan diri.


Vesper menggigit kuat jari hitam itu dan membuat cengkeraman Miles terlepas. Miles meraung dan Vesper berhasil terbang dengan napas tersengal seolah ia kembali menjadi manusia. Akan tetapi, roh-roh jahat yang berhasil kabur, tak membiarkan Vesper pergi dari pemandangan neraka yang berada di bawahnya. Vesper yang marah, tak takut saat ia ditangkap oleh roh-roh jahat itu.


Vesper membalasnya dengan membenturkan kepala saat dua roh jahat memegangi tubuh rohnya. Ketika roh jahat yang terkena benturan hebat di kepalanya itu berteriak, Vesper dengan cepat meluncurkan tendangan.


"GARRR!"


"Harrghhh!" teriak Vesper marah dan sengaja menarik salah satu tangannya hingga roh jahat yang memegangi lengan kirinya itu menabrak tubuh jenisnya.


Telapak tangan kanan Vesper yang kini terbebas, dengan sigap menangkap tubuh roh jahat itu dan membuat rantai emas keluar untuk menjalankan tugas. Roh jahat yang memegangi tangan kiri Vesper melotot, melihat kawannya kini terlilit rantai. Saat ia melepaskan genggamannya, Vesper dengan sigap menangkap pundak roh jahat itu dengan tangan kirinya. Sekejap, dua roh jahat berhasil dibelenggu.


Vesper melesat untuk mendatangi kawan-kawannya. Ditambah, cambukan dari lidah lava mulai membuatnya panik. Hal itu mengingatkannya akan Axton dan Gatot yang tak diizinkan kabur dari siksa neraka.


"Hah, hah, hah."


Napas Vesper tersengal dan membuatnya terbang tak tentu arah. Ia terbang ke sembarang tempat, menjauh dari pemandangan neraka yang mengerikan. Ia bahkan tak peduli dengan jeritan kepedihan Miles yang terus memanggil namanya. Vesper memejamkan matanya rapat seraya terbang dan menutup dua telinganya. Hingga tiba-tiba ....


BRUKKK!


"Agh!"


"Vesper!"

__ADS_1


Vesper yang menabrak roh seseorang segera membuka mata. Ia memeluk Lucifer begitu saja dengan tubuh gemetaran. Lucifer bingung, tetapi balas memeluk hingga akhirnya sentuhan itu terlepas.


"Kau selamat. Kau benar-benar mengagumkan," ucap Lucifer memuji, tetapi wanita cantik itu menggeleng cepat.


"Aku takut sekali, Lu. Aku tak mau kembali ke neraka," ucap Vesper seperti akan menangis.


Lucifer yang bisa memahami hal tersebut mencoba menenangkan Vesper dengan menepuk punggungnya lembut. Ia melihat di kejauhan saat para roh yang berhasil ditangkap oleh Vesper mulai tenggelam dalam lautan lava. Lucifer juga sempat mendengar tentang pria bernama Miles saat dalam perjalanan meski ia tak tahu detailnya. Lucifer memilih diam di mana ia juga sebenarnya takut jika gagal menyelesaikan tugas dari sang Kematian dan harus kembali ke neraka.


"Vesper. Kita harus segera menemui yang lain. Mereka tertahan karena roh-roh jahat yang menghalangi. Aku berhasil lolos karena aku sengaja pergi ke arah ini. Aku juga tahu jika para roh jahat memiliki kelemahan lain," ucap Lucifer yang membuat kening Vesper berkerut.


"Apa itu?"


"Mereka takut dengan neraka. Pikirkan. Jika kita berhasil menangkap satu lalu menjeratnya dengan rantai besimu, pemandangan neraka akan muncul. Benar begitu, bukan?" Vesper mengangguk membenarkan dengan wajah serius. "Nah, saat itu terjadi, mereka pasti kabur. Para roh jahat akan melarikan diri. Ketika waktu itu tiba, aku bersama yang lain akan mengepung mereka dari beberapa sisi."


"Maksudmu ... kau menjadikan aku umpan? Karena ... mereka tahu aku yang memegang rantai besi? Jadi ... membiarkan mereka menangkapku, begitu? Lalu ... kalian datang sebagai pahlawan kesiangan?"


Lucifer melengkungkan bibir ke bawah, tetapi mengangguk membenarkan. Vesper tersenyum miring.


"Baiklah, aku tak masalah. Namun, untuk kasus yang sekarang, melihat kondisi kawan-kawan kita dalam kesulitan, aku akan datang diam-diam."


"Setuju," ucap Lucifer yang kemudian berjabat tangan dengan Vesper.


Dari jauh, Vesper mengintip ketika Tobias dan lainnya kesulitan. Wanita cantik itu berharap agar tangkapannya tadi cukup untuk menyelesaikan misi. Hanya saja, ia yang panik tak melakukan penghitungan. Lucifer terbang melesat mendatangi Jonathan yang tak dibiarkan pergi karena terus dikeroyok.


Lucifer dengan sigap datang dan membantu Jonathan. Para roh yang sibuk untuk menyakiti Jonathan dan menyingkirkan Lucifer, tak menyadari kedatangan Vesper. Wanita bertubuh ramping tersebut terbang dalam diam memanfaatkan rimbunan pepohonan dan reruntuhan bangunan untuk menutupi keberadaannya. Vesper terbang mengendap dengan kepala mendongak di mana wanita berambut panjang itu telah mengincar mangsanya.


"Jonathan!" teriak Lucifer saat berhasil memegangi salah satu roh jahat dan menariknya ke bawah.


Jonathan yang sibuk menyingkirkan para roh jahat dan tak bermaksud untuk menangkap mereka berkerut kening ketika melihat Lucifer menggerakkan bibirnya seolah berkata, "Tahan mereka!"


Ketika Jonathan dilanda kebingungan, tiba-tiba ....


KRANG! KRANG! KRANG!


"Wow!" teriaknya kaget saat ibunya muncul dari bawah dan terbang dengan cepat bagaikan roket yang meluncur ke angkasa.


Roh jahat tangkapan Lucifer berhasil di rantainya. Para roh yang menyerang Jonathan terkejut dan panik.


"Jonathan!" teriak Lucifer yang membuat pria tampan itu akhirnya mengerti apa yang harus dilakukan.


Jonathan dengan sigap berbalik dan terbang dengan cepat. Ia berhasil menangkap satu roh jahat yang kabur usai membuatnya kerepotan sedari tadi. Lucifer datang membantu dan memegangi gumpalan asap hitam pekat itu erat.


KRANG! KRANG! KRANG!

__ADS_1


"Hahahaha! Berhasil!" teriak Jonathan senang karena ibunya dengan sigap datang lalu merantai roh hitam tersebut.


Benar saja. Pemandangan neraka kembali muncul dan membuat para roh jahat yang menyerang Jordan serta lainnya panik. Mereka dengan cepat terbang menjauh dari kobaran api neraka yang siap membakar. Tobias dan Jordan dibuat bingung. Hingga tiba-tiba ....


"Tahan!" teriak Lucifer saat ia dan Jonathan berhasil menangkap satu roh jahat yang kabur usai menyerang Jordan.


Vesper dengan sigap terbang dan menangkap incarannya. Tobias yang melihat hal tersebut langsung menoleh ke arah roh jahat yang lari darinya, menjauh dari pemandangan neraka.


"Kita kejar dia!" teriak Tobias dan diangguki semua roh.


Roh itu panik karena kini dikejar beramai-ramai oleh Vesper dan anggotanya. Ia dikepung dari segala penjuru dan tak bisa kabur. Vesper yang sengaja menghilang dari pandangan roh jahat membuat makhluk itu tak menyadari kedatangannya. Sang Ratu terbang tinggi berada di atasnya, kemudian menukik tajam dengan dua tangan terjulur ke depan. Praktis, kemunculan Vesper yang tak diduga karena sudah terkepung, tak ada cara lain kecuali menyerah.


KRANG! KRANG! KRANG!


"GARRR!"


"Yeah! Kita berhasil menangkap banyak!" seru Jonathan gembira.


Lucifer dan lainnya bersorak penuh sukacita. Jordan yang tak menghitung berapa banyaknya roh yang telah ditangkap, membuat pria itu juga yakin jika seharusnya telah menutup tugas. Hingga tiba-tiba ....


DING ... DING ....


"Oh, apa itu?" tanya Tobias langsung menoleh ke asal suara di mana terdengar suara dentang jam yang cukup santer.


Pemandangan neraka yang menutupi keaslian tempat itu membuat Vesper dan lainnya tegang. Mereka yakin jika jam tersebut berukuran besar layaknya jam menara. Mata Jonathan dan lainnya menyipit, mencari keberadaan jam tersebut yang tak terlihat.


"Sudah 11 kali dentangan dan ... berhenti. Apakah itu berarti ...," ucap Jordan menduga.


"Jam 11 malam. Tinggal 59 menit lagi. Kita sudah memenuhi target atau belum?" tanya Lucifer panik.


"Om Kematian! Apakah kami sudah selesai? Atau ... kami masih harus menangkap roh jahat? Berapa kekurangannya?" tanya Jonathan tiba-tiba dengan kepala mendongak ke atas.


"Satu."


"Ha?" sahut semua roh tertegun.


"Kurang satu roh jahat lagi dan tugas kalian selesai untuk hari ini," jawabnya tanpa memunculkan diri.


Namun, jawaban itu membuat Vesper dan lainnya panik seketika. Pemandangan neraka menghilang dan telah kembali seperti semula. Akan tetapi, para roh jahat yang tersisa telah kabur. Keberadaan mereka tak diketahui karena terlalu senang dengan hasil tangkapan. Seketika, wajah para roh pucat. Apakah mungkin, menangkap satu roh jahat dengan sisa waktu 59 menit?


***


__ADS_1


__ADS_2