TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Manusia Setengah Dewa*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


Tentu saja kemunculan King D yang ternyata memang masih hidup, membuat senyum para roh terkembang. Pria tampan itu langsung berlari mendatangi neneknya. Akan tetapi, Tobias dengan cepat memeluk putra Javier tersebut yang membuat semua roh bahkan King D ikut tertegun.


"Eh?" kejut Tobias karena tubuhnya tertembus.


"Hehehe, dia lupa jika sudah jadi roh," kekeh Axton.


"Hey, Dad. Kau ... terlihat tampan," ucap King D seraya membalik tubuhnya dengan senyuman.


Tobias terlihat bingung sembari melihat dua tangannya yang tembus pandang. Namun, senyuman King D membuatnya ikut mengembangkan bibir yang sedari tadi cemberut itu.


"Kau ... terlihat hebat," ujar Tobias.


"Ya, aku sudah dewasa. Aku ... sungguh, demi Tuhan. Aku sangat senang bertemu kalian meski ... sudah dalam wujud arwah," ucapnya kembali melihat satu per satu para roh di depannya.


Vesper seperti ingin menangis. Sebuah keberuntungan karena King D bisa melihat mereka. Hampir saja para roh itu menggunakan jasad dan menjalani hukuman ganda.


"Kau ... terlihat masih muda. Bagaimana bisa? Seharusnya kau sudah berusia ... 200 tahun?" tanya Vesper heran.


"Hem. Pernah mendengar istilah ... manusia setengah dewa? Ya, itulah yang terjadi padaku, Oma."


Praktis, jawaban King D membuat mata para roh itu melotot.


"Ka-kau ... what? Bagaimana bisa?" tanya Axton memekik.


"Hem, ceritanya panjang," jawabnya seraya memalingkan pandangan.


"Kami suka cerita yang panjang dan membosankan," ujar Tobias yang ditanggapi senyuman semua roh.


"Kami jauh-jauh kemari melintasi lautan dan daratan hanya untuk menemuimu, D. Jangan buat kami kecewa," sahut Antony.


"Hem, baiklah," jawab King D dengan senyuman seraya duduk di sebuah kursi melayang berwarna hitam. Para roh menatap King D tajam menunggu kisahnya. Hingga sosok tak asing di hadapan membuatnya ragu. "Maaf. Anda .... Apakah ... Jonathan? Paman Jonathan?" tanya King D sampai terbelalak menatap pria di depannya karena mirip Jonathan.


"Bukan, dia ayahnya Jonathan tengik. Erik Benedict," jawab Tobias ketus yang membuat mata King D melotot.


"Sungguh? Oh, sungguh sebuah kehormatan bertemu dengan Anda, Tuan. Sayang sekali, aku tak bisa menjabat tangan Anda," ucap King D seraya berdiri dan mengulurkan tangan, tetapi kemudian ia masukkan dalam saku setelah tahu sia-sia.


"Aku juga senang bertemu denganmu, D," ucap Erik yang mendapat senyuman dari putra Javier tersebut.


"Hei, kami menunggu ceritamu," pinta Tobias dengan wajah masam.

__ADS_1


King D yang cukup mengenal watak ayah tirinya itu tersenyum tipis. Pria berambut hitam tersebut mulai menceritakan kehidupannya usai ditinggal mati oleh Vesper. Antony terlihat sedih ketika mengetahui orang-orang yang disayanginya dulu telah meninggal bahkan beberapa dengan cara mengenaskan. Axton juga kesal saat tahu Nandra menikahi Rohan.


Tobias yang harus kembali mendengar tentang Lysa rujuk dengan Sultan membuatnya hampir mengamuk. Para roh juga menceritakan perjalanan mereka hingga bisa menemukannya. King D ikut terpukau dan terharu atas jerih payah para roh demi mencarinya. Meski demikian, King D tampak bingung ketika Eko diceritakan seperti malaikat karena selama ini ia tak pernah melihat sosok bersayap itu.


"Aku hampir mati saat harus mengalahkan Sengkuni yang sengaja membuat manusia dan binatang terkena serum monster. Tujuannya, dia ingin menjadi pemimpin tunggal dan menaklukkan para makhluk hidup yang tersisa di bawah kepemimpinannya nanti. Namun, itu semua diyakini oleh bibi Sandara dan paman Jordan karena ... dia sakit," ucap King D seraya mengetuk pelipisnya dengan telunjuk.


"Maksudmu ... sakit jiwa?" tanya Erik memastikan. King D mengangguk pelan.


"Eh, tunggu. Kau bilang tadi Sengkuni? Siapa dia?" tanya Axton bingung.


"Oh. Dia putra dari Sandara dan Raden."


"Apa! Bukankah ... mereka ... sepupu? Saudara sepersusuan?" tanya Vesper mencoba mengingat silsilah keluarganya.


"Inseminasi, Oma. Sandara akhirnya menikah dengan Jordan," jawab King D yang membuat Boleslav langsung memegangi dadanya.


"Dokter!" teriak Axton panik yang ikut memegangi kawannya karena Antony seperti akan roboh.


PLAK!!


"Agh! Apa-apaan kau ini!" pekik Axton karena kepalanya malah dipukul kuat.


"Aku sudah mati. Jantungku juga sudah tak berfungsi," ucap Boleslav dengan mata melotot.


"Oke, lanjutan, D," pinta Axton yang membuat semua roh menahan senyum.


"Begitulah. Banyak hal tak terduga. Aku sampai bingung harus bercerita dari mana," jawabnya seraya mengembuskan napas panjang karena kisah perjalanan hidupnya yang rumit.


"Soal kau mendapatkan umur panjang. Kau belum menceritakan bagian itu," ucap Erik mengingatkan.


King D langsung duduk seraya menunjuk Erik dengan anggukan. "Anda benar, maaf."


"Dimaafkan," sahut Tobias yang membuat kening Erik berkerut.


"Aku diberikan suntikan darah oleh seseorang. Saat itu, aku tak begitu yakin dengan apa yang kudengar dan rasakan. Namun, Irina mengatakan jika pria yang memberikan darahnya padaku adalah manusia setengah dewa. Jadi, meskipun kemampuan unik Mitologiku diambil, kemampuan berumur panjang, bisa melihat makhluk halus, dan cepat pulih dari luka atau penyakit ringan, tetap bersemayam di tubuh," jawabnya yang membuat semua orang terpana.


"Sedikit di luar nalar dan logikaku, tapi ... oke, aku percaya saja melihat kau masih muda dan hidup. Lanjutkan," pinta Erik.


Saat King D akan melanjutkan cerita, tiba-tiba terdengar suara azan di ruangan tempat mereka berkumpul. Sontak, hal itu mengejutkan semua orang karena sudah lama sekali tak mendengar seruan panggilan ibadah untuk orang Islam tersebut.


"Maaf. Bisakah kalian tunggu sebentar? Tuhan memanggilku," ucapnya sopan.

__ADS_1


"Sure!" jawab semua orang dengan anggukan.


Vesper tampak terharu menatap cucunya yang dengan khusyuk melaksanakan salat magrib di ruangan tersebut. Sedangkan Axton dan lainnya, memilih terbang keluar dari ruangan untuk melihat kondisi istana megah yang tak dirawat itu, entah apa alasannya. Padahal, King D tinggal di sana. Vesper meneteskan air mata saat ia mendengar doa yang King D panjatkan untuknya usai menunaikan salat.


Vesper bisa merasakan kedamaian di hatinya. Jeritan penyiksaan di neraka seolah sirna karena kiriman doa tersebut. Tak lama, Tobias, Axton, Antony, dan Erik muncul. Mereka menatap King D lekat.


"Apakah ... kalian juga didoakan olehnya?" tanya Vesper.


Para roh itu mengangguk. Tobias mendatangi King D dengan wajah sendu. Pria itu seperti tak terusik saat duduk bersimpuh dengan tangan menengadah saat memanjatkan doa-doa. Matanya tertunduk menghadap sajadah. Axton dan lainnya malah termenung melihat King D seperti memancarkan aura seperti Eko, tetapi tak seterang pria gundul itu.


"Entah kenapa aku betah berada di sini," ucap Axton yang duduk di belakang punggung King D dengan senyuman seraya menekuk kaki dan dipeluknya.


"Mungkin karena dia rajin beribadah, aku selamat dari siksa neraka untuk sementara waktu," ujar Tobias yang membuat para roh terdiam.


Para roh terhanyut dengan yang King D lakukan usai melaksanakan salat. Pria itu mengaji. Siapa sangka jika suara King D begitu merdu. Para roh memejamkan mata seperti terbuai. Tubuh mereka melayang di dalam ruangan di sekitar King D seperti orang tertidur.


"Eh?" kejut King D saat ia menutup kitabnya lalu meletakkan di rak almari.


Ia berkerut kening ketika melihat roh Vesper dan lainnya tampak damai dengan tubuh melayang dan mata terpejam. Saat King D sedang menikmati pisangnya sambil menatap para arwah di depannya dalam diam, tiba-tiba sebuah alat berbentuk kapsul berbunyi. King D bergegas mendekati alat tersebut yang diletakkan di atas meja lalu memegangnya. Seketika, suara berisik seperti alarm itu berhenti. Namun, suara memekakkan tersebut membuat para roh terbangun.


"Maaf," ucap King D meringis tak enak hati.


"Oh, apa yang terjadi?" tanya Axton bingung.


"Mm, aku tak begitu yakin. Hanya saja, kalian seperti tertidur. Dan ... maaf. Aku harus segera memindahkan pisang-pisang ini untuk diantarkan," ucapnya sopan.


"Kau menjadi pedagang atau bagaimana?" tanya Tobias heran.


King D tersenyum dengan anggukan. Pria itu lalu mengoperasikan robot-robot bak berisi pisang dengan sebuah pengendali berupa jam tangan di pergelangan tangan kirinya untuk diatur menuju ke suatu tempat. Vesper dan roh lainnya yang penasaran, mengikuti langkah King D. Hingga mereka melihat sebuah kendaraan layaknya truk menunggu di garasi istana. Bak-bak itu bergerak otomatis menurunkan muatan. King D dengan sigap menutup bak truknya lalu menyalakan mesin.


"Maaf. Bagaimana jika aku bercerita sambil mengantarkan pisang-pisang ini? Aku sudah ditunggu," ucapnya sungkan.


"Tentu saja. Maaf, jika kami mengganggu waktumu," jawab Vesper tak enak hati.


"Bukan masalah besar, Oma. Ayo," ajak King D yang ternyata duduk di bak belakang truk bersama pisang-pisang.


Para roh ikut berkumpul untuk mendengar lanjutan kisah. Truk tanpa roda itu bergerak cukup cepat dan stabil. Truk bergerak otomatis sesuai rute yang telah disetel menuju ke pusat kota di mana hari ternyata telah berganti malam. Cahaya-cahaya lampu menerangi daratan yang dipenuhi oleh bangunan. Terlihat seperti bintang bertaburan di tanah. Para roh tertegun karena tak menyangka jika sudah cukup lama berada di istana sampai tak menyadari jika matahari telah pergi.



***

__ADS_1


ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE


__ADS_2