TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Berkumpulnya Para Keturunan*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Saat para roh ingin mendekati King D, tiba-tiba sistem ruangan memberikan sebuah informasi jika para tamu telah berkumpul. Terlebih, saat ada nama yang memiliki nama belakang Flame hadir.


"Oh! Iris sudah datang. Cepat, kita segera ke bawah," ucap Riza yang diangguki semua orang.


"Hoh! Hoh!" seru Junior dengan kode mata seperti mengisyaratkan jika ingin berada di samping King D karena pria itu baru saja pulih.


"Baik, aku mengerti. Segeralah menyusul. Oke?" ujar Riza dan diangguki lelaki berkulit putih pucat itu.


Wikan dan Riza meninggalkan ruang medis menuju lift. Mereka meninggalkan Junior bersama King D yang mulai sadar meski masih di dalam tabung auto-doc.


"Siapa orang yang memiliki nama Iris itu? Tampaknya dia orang penting," tanya Erik dan semua roh menggeleng tidak tahu.


"Oh, dia adalah cucu dari Venelope dan Jason," jawab King D yang mengejutkan para roh, kecuali Jonathan. King D ternyata mendengar pembicaraan para roh tersebut. Ia kemudian keluar dari tabung perlahan. Junior menatap King D lekat dan mantan presiden dunia itu tersenyum tipis. "Para leluhur ada di sini, Junior. Termasuk Tuan Antony Boleslav," ucap King D yang membuat Junior panik dan langsung berputar-putar di ruangan tersebut.


"Kenapa dia?" tanya Antony bingung.


"Dia gembira, Tuan Antony. Pasti ... Anda merasa ... ya, begitulah. Namun, aku pastikan jika Junior bisa memahaminya. Ia telah terbiasa menerima hinaan tentang fisiknya. Akan tetapi, jangan remehkan kecerdasaannya. Jordan dan Sandara benar-benar melakukan penelitian agar Junior bisa mandiri termasuk mengoperasikan GIGA dari pikirannya. Bisa dibilang, GIGA adalah Junior," ucap King D yang mengejutkan para roh.


King D lalu berjalan perlahan seraya mengambil pakaian yang dipasangkan pada sebuah menekin lalu mengenakannya. Ia melihat kepalanya di cermin yang telah selesai diobati dan tampak sebuah salep di pelipis. Pria itu tersenyum tipis lalu duduk berdampingan dengan Junior di ruangan tersebut. Para roh menatapnya saksama.


"Maksudmu ... Jason menikah dengan keturunan Flame?" tanya Antony melotot.


King D dan Jonathan mengangguk pelan.


"Kau tahu hal itu?" tanya Vesper menatap putranya lekat.


"Rumit, Mama," jawab Jonathan terlihat bingung karena menggaruk ujung alisnya.


"Jelaskan," pinta Antony tegas.


King D melirik Jonathan dan Junior secara bergantian lalu tersenyum tipis. "Jadi ... Sierra menyimpan rahasia tersebut. Aku tahu dari Afro karena dia menjadi asistenku saat menjabat menjadi presiden dunia. Alasan Afro bercerai dengan Venelope karena ... anak yang dilahirkan oleh Venelope adalah putri Jason. Sierra mengatakan jika hal itu terjadi secara tak sengaja. Bisa dibilang, cinta semalam. Awalnya, Jason tak tahu jika telah memiliki anak. Venelope dan Afro menyimpannya rapat. Orang-orang awalnya hanya tahu jika mereka bercerai karena beda pemikiran. Venelope merawat putrinya dibantu oleh Sierra dan Cassie. Hanya saja, anak itu seperti diasingkan dari dua jajaran. Para wanita keturunan Flame itu sadar jika orang-orang 13 Demon Heads belum bisa menerima orang-orang Flame sepenuhnya. Terlebih, Laluna lahir dari keluarga Boleslav. Hal itu, bisa menimbulkan petaka," ucap King D menjelaskan.


"Lanjutkan," pinta Antony serius.


"Hingga akhirnya, Laluna datang sendiri pada Jason karena ia ingin agar diakui olehnya. Tentu saja Jason terkejut. Mereka melakukan tes DNA dan hasilnya positif. Jason langsung menyambut keberadaan Laluna dengan suka cita. Ia memperkenalkan putrinya itu kepada semua orang dan ... kami menerima. Venelope yang awalnya takut jika Jason akan marah dan membuat hubungan antar jajaran menjadi rusak, ternyata salah. Malah, Jason menikahi Venelope setelahnya dan Afro tak keberatan dengan hal itu," ucap King D yang membuat Vesper, Tobias, dan Antony diam dengan wajah serius.

__ADS_1


"Kemudian ...," sambung Jonathan karena para pendengarnya terpaku. "Lanjutkan, D. Aku tak tahu setelahnya," pinta Jonathan yang membuat King D geleng-geleng kepala.


"Laluna menikah dengan seorang pria bukan dari jajaran The Circle ataupun 13 Demon Heads. Dia sipil biasa, anak konglomerat. Lelaki itu cukup berkuasa pada zamannya dan cerdas. Mereka menikah dan memiliki 3 orang anak. Nah, Iris adalah anak terakhir," terang King D. Semua roh diam menyimak dengan serius termasuk Junior. "Sayangnya, kondisi Bumi mulai kacau. Saat itu, paman Jonathan juga telah meninggal. Sebuah keberuntungan dia tak merasakan ricuhnya Bumi kala itu."


"Beruntung katamu? Aku disiksa di neraka!" teriak Jonathan marah. King D tersenyum kaku.


"Jangan menyela. Kau mengganggu cerita seru," sahut Tobias kesal yang membuat Jonathan berdesis.


"Lalu, aku menyarankan agar para generasi penerus ditidurkan dalam tabung. Aku dan Junior menjanjikan menjaga mereka sampai perseteruan di dunia dinyatakan telah selesai. Tiap sepuluh tahun sekali, mereka bangun. Kami memberikan banyak informasi tentang perkembangan dunia dan ilmu baru selama satu tahun. Setelahnya, kami menidurkan mereka kembali. Begitu seterusnya sampai akhirnya mereka benar-benar menjalani kehidupan di dunia tanpa adanya perang. Para generasi penerus, menjadi orang-orang yang berperan penting dalam membangun kehidupan, perekonomian dan teknologi di Bumi pasca perang tak berkesudahan."


"Terdengar sangat panjang dan melelahkan," ujar Boleslav.


"Hem. Sangat membosankan," imbuh Tobias. King D mengembuskan napas panjang.


"Iris tinggal di Cryzen City. Ia kini menggantikan kepemimpinan dari keturunan Cromoson. Iris orang penting, dan memiliki pengaruh besar di zaman ini. Dia pintar, tegas, bahkan banyak yang bilang, Iris adalah saingan terberat Alva. Meskipun Alva adalah keturunan orang-orang hebat di Great Ruler, tetapi kemampuan Iris tak bisa diremehkan," ucap King D yang secara tak langsung membuat para roh itu bangga, terlebih mereka pernah bertemu Alva.


"Apakah ... Iris bisa memasak?" tanya Erik teringat akan kekesalan sang istri karena ketidakmampuan Alva dalam memasak.


"Dia sempurna," ujar King D yang membuat senyum para roh terkembang.


"Ayo! Tunggu apalagi! Aku penasaran dengan Iris-iris bawang!" ajak Jonathan tak sabaran.


"Apakah ... dia tahu jika aku di sini?" tanya Antony yang kini berdiri di hadapan Junior.


"Dia bisa merasakannya, tetapi ... tak bisa melihat Anda. Sangat disayangkan," ucap King D menatap Junior iba yang mengendus mencari keberadaan sang kakek.


"Mungkin lebih baik begitu. Setidaknya, aku senang karena kau berumur panjang, Junior," ucap Antony seraya menyentuh kepala sang cucu meski menembusnya.


"Dia mengatakan senang bertemu denganmu, Junior," ucap King D dengan senyuman.


"Auuuu!" Junior melolong bagai serigala yang mengejutkan Vesper dan Antony.


Tiba-tiba, Junior berjongkok dengan dua tangan saling menggenggam di depan dada. Matanya terpejam seperti orang berdoa. Kening Antony berkerut. Hingga ia terperanjat saat mendengar sebuah suara.


Tuhan. Aku sangat senang karena kakek Tony datang padaku. Aku bahagia karena dia bisa menerima kondisiku. Tolong, jangan siksa dia lagi. Aku sangat menyayanginya meski tak pernah mengenalnya. Aku percaya dengan ucapan ayah dan ibu yang mengatakan jika kakek Tony adalah pria penyayang. Sayangi dia seperti dia menyayangiku.


"Oh! Suara itu! Itu ... itu Junior! Dia yang mendoakanku waktu itu, Vesper!" pekik Antony yang membuat Vesper tertegun.

__ADS_1


"Kau sungguh anak yang baik, Junior," ucap Vesper terharu.


"Junior! Aku sampai lupa! Ada nenekmu juga di sini. Vesper! Dia bersama kita!" ucap King D yang membuat pria berkepala gundul itu langsung membuka mata.


Bola mata Junior bergerak ke sana kemari. Tangan kanannya terjulur lalu melebarkan telapak tangannya ke depan. Ia seperti ingin meraba sesuatu. Vesper tersenyum lalu meletakkan salah satu telapak tangannya di tangan cucunya itu seolah saling bersentuhan.


"Halo, Junior. Aku senang bisa bertemu denganmu. Kau anak yang cerdas dan aku bangga padamu," ucap Vesper.


King D langsung mengulang ucapan Vesper. Sontak, hal itu membuat Junior kembali melompat-lompat kegirangan. Vesper tertawa termasuk Boleslav karena melihat cucu mereka begitu gembira.


"King D!" panggil seseorang yang suaranya terdengar di ruangan melalui pengeras.


"Yes?" jawab King D gugup dan membuat Junior berhenti melompat lalu mendongak ke atap.


"Cepat turun kemari! Jangan karena kau yang paling tua di antara kami, lantas kau bebas untuk datang terlambat!" pekik seorang wanita yang membuat putra Javier tersebut langsung berdiri.


"Yes, Mam!" jawab King D gugup.


"Siapa itu?" tanya Vesper dengan kening berkerut.


"Iris," jawab King D lalu mengajak Junior keluar dari ruangan.


"Sepertinya Iris galak," bisik Vesper yang diangguki Antony.


King D tampak tegang saat turun dari lift bersama Junior. Begitu pintu lift terbuka, sosok wanita cantik berambut putih dengan pakaian bergaya futuristik telah menyambutnya. King D terlihat tegang ketika wanita tersebut berjalan melenggang ke arahnya.



"Jika kau membuatku menunggu lagi, aku tak segan memaksamu untuk menikah denganku," ucap Iris berdiri persis di depan King D.


Sontak, Vesper dan Antony tertegun.


"Heh, dia suka kakek-kakek," ledek Jonathan yang ternyata sudah bersama kumpulan manusia itu ditemani oleh Erik dan Tobias.


King D tak menjawab dan hanya tersenyum. Lengan kanan King D langsung dirangkul oleh Iris dan diajaknya berjalan bersama. King D tampak tegang, tetapi membuat semua orang di ruangan itu tersenyum padanya.


"Jika Irina masih hidup, King D pasti dicekiknya," ucap Boleslav yang membuat King D menelan ludah.

__ADS_1


***


ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE (DeviantArt)


__ADS_2