TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Mencari King D


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Vesper dan lainnya kini terbang menuju kediaman Morlan. Beruntung, Antony dan roh lainnya sudah melihat rute tersebut. Sedangkan Eko yang dipercaya menjadi seperti malaikat, terbang mengikuti kumpulan roh tersebut di barisan paling belakang. Hanya saja, sosok Eko memberikan tekanan tersendiri bagi kelima roh tersebut karena ia menjadi pengawas dan tak segan melakukan hukuman jika apa dilakukan oleh mereka dirasa menyimpang oleh pria gundul itu.


"Eko. Bagaimana caranya kau mendapatkan sayap besar itu? Kau terlihat keren," tanya Axton membuka perbincangan karena ia tak menyukai kesunyian. Selama hidup, hari-harinya dipenuhi oleh pesta dan gadis-gadis seksii.


"Welah. Dibilang ini pemberian Yang Maha Kuasa. Eko gak pernah request ini itu. Tau-tau, ya, begini. Ganteng, bersayap, suci, dan wangi. Itu sih, Tuan Axton banyak maksiat saat hidup. Ngiri 'kan sekarang," ucapnya yang membuat wajah Axton masam seketika.


"Rasakan itu, Casanova," ledek Erik.


Axton berdecak kesal dan memilih terbang di samping Joel. Baginya, pria Filipina itu lebih menyenangkan dari pada sosok botak bersayap indah tersebut.


"Eko. Apa kau tahu apa yang terjadi dengan anak cucu kita?" tanya Vesper memberanikan diri bertanya.


"Maaf, Mbak Vesper. Eko gak punya kewenangan setinggi itu. Eko cuma taunya pas bangkit langsung dikasih tugas ini. Udah gitu doang. Jangan tanya aneh-aneh, Eko gak punya semua jawaban itu," ujarnya yang membuat Vesper kecewa.


"Tapi kau tahu keadaan Obama Otong," sahut Antony.


"Itu lain cerita. Saat itu, Eko tanya gimana nasib anak cucu sama sang Kematian. Lalu, Eko dikasih pilihan buat sebut salah satu aja dari mereka. Eko yang ingin tahu bagaimana nasib Otong akhirnya pilih dia. Eh, ternyata, ya, begitulah. Miris. Sedih Eko kalau inget nasib Otong," ucapnya dengan wajah sendu.


Vesper dan lainnya terdiam mendengar penuturan Eko. Vesper memberanikan diri menyentuh pundaknya. Eko tersenyum dan kembali tegar.


"Kami juga melihat anak-anak kami disiksa, Eko. Oleh karena itulah, kami bermaksud untuk meminta doa kepada orang-orang agar menyelamatkan dari siksa api neraka. Hanya saja, kami juga dibatasi oleh sang Kematian dalam bertindak," ujar Antony.


"Ya, benar. Kami diizinkan merasuki mayat, hanya saja tak boleh terlihat oleh manusia. Jika sampai hal itu terjadi, kami harus menggantinya dengan menangkap roh jahat sebanyak manusia yang menyadari bangkitnya mayat hidup yang kami rasuki," sahut Erik.


"Oh, gitu. Bilang dong."


Mata Axton dan lainnya melotot tajam menatap mantan bodyguard Vesper tersebut. Namun, Eko yang dibenci malah tertawa terbahak. Ia tak terancam sama sekali dengan pandangan itu.


"Jadi, King D, ya? Mm, kasih tau gak, ya?"


"Jangan bilang kau tahu sesuatu!" pekik Joel yang membuat Eko meringis lebar.


"Katakan Eko!" pinta Vesper memaksa.

__ADS_1


"Oke, sekali aja. Setelah itu, Eko nonton doang," ujarnya santai.


"Cepat katakan!" pinta Axton menghentikan laju terbang bersama roh lainnya. Mereka kini mengelilingi Eko yang terbang dengan sayap besar terkembang.


"D ada di rumahnya dulu, Oman," jawab Eko santai yang membuat senyum Vesper merekah.


"Kenapa tak bilang dari tadi? Apa kau tahu, jarak Indonesia ke Oman sangat jauh!" pekik Joel kesal.


"Tingkat esmosimu setinggi Gunung Merapi lho, Termos. Hati-hati. Nanti kamu berubah jadi roh jahat bisa diseret ke neraka. Roh kalian semua itu rentan untuk diperdaya oleh tipu muslihat setan," ucap Eko yang mengejutkan para roh karena baru mengetahui hal tersebut.


"Ya! Itu terjadi pada Vesper yang mengamuk karena ulah Joel!" sahut Axton cepat.


"Lha terus kok Mbak Vesper bisa balik ke sini lagi?" tanya Eko terkejut.


"Hashirama. Ayahku menukar posisinya di neraka untuk digantikan olehku mengemban tugas menangkap roh jahat. Ia merelakan dirinya disiksa, Eko," ujar Vesper sedih.


"Mbak Vesper ketemu sama simbah Hashirama? Ciyus? Woh, keren itu!" pekik Eko sampai melotot.


"Ya, begitulah," jawab Vesper tersenyum kaku.


Eko hanya tersenyum sebagai jawaban, tetapi Vesper tahu jika mantan bodyguard-nya itu menyimpan rahasia. Vesper paham jika Eko tak bisa membocorkan rahasia Tuhan.


"Oke, cukup, cukup. Jadi ... Oman? Huff ... rasanya aku sudah pegal membayangkan jauhnya penerbangan kita kali ini," keluh Axton.


"Kita tak memiliki lelah, Axton. Jangan membual," sindir Erik.


"Aku hanya mencoba untuk terlihat normal. Selain itu, yang kuucapkan tadi semacam metafora. Kau tak seru sama sekali," sindirnya.


Erik geleng-geleng kepala karena baginya sikap Axton tak berubah sama sekali. Vesper yang tahu rute menuju kediaman putra angkatnya dulu—Javier—segera memimpin perjalanan baru mereka.


"Lupakan saja si Embun dan Morlan. Kita tak butuh mereka," ucap Joel saat terbang di sisi kiri Vesper.


"Ya, kali ini aku setuju denganmu. Wanita sialan itu pasti merasa bangga karena berpikir telah menolong kita. Heh, salah besar," sahut Axton yang kini sependapat dengan rivalnya itu.


Erik dan lainnya tersenyum. Sedang Eko, seperti memiliki pemikiran berbeda dengan para roh yang terbang bersamanya. Hingga saat mereka terbang menuju ke sebuah pulau yang tampak unik karena bangunannya meliuk-liuk, Vesper dengan cepat menghentikan laju terbangnya.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Antony yang hampir menabrak Vesper.


"Lihat! Orang itu ... dia manusia atau bukan? Bentuknya seperti monster," ucap Vesper dengan mata melotot seraya menunjuk.


Praktis, ucapan Vesper membuat kawan-kawannya ikut tertegun. Mereka turun bersamaan untuk memastikan penglihatan itu. Sontak, wujud dari kumpulan manusia yang menghuni wilayah asing membuat para roh menelan ludah. Orang-orang itu memiliki rupa lain. Mereka seperti manusia, tetapi tubuhnya setengah binatang. Vesper melirik Erik yang ikut tegang dengan kumpulan tak dikenal.


"Herg, herg ... kapal siap berangkat menuju Great Ruler," ujar salah seorang manusia yang memiliki tanduk seperti banteng, berdiri dengan tubuh membungkuk seperti seekor kangguru, tetapi berekor keras layaknya buaya.


"Bagus. Pastikan muatan aman. Kudengar, badai akan datang. Jangan sampai barang-barang jatuh dan tenggelam di lautan," ucap seorang pria dengan suara besar bertubuh tebal layaknya kulit badak.


"Apa mereka ini? Manusia? Monster?" tanya Joel dengan mata terbelalak.


"Mutan," jawab Eko santai mengejutkan semua roh. "Panjang ceritanya. Nah, sekarang sudah gak kaget lagi, jadi cus ke Oman. Fokus pada misi, Mbak dan Mas."


"Dunia benar-benar sudah berubah dan menggila," ucap Axton bergidik ngeri membayangkan dirinya manusia setengah hewan dengan rupa menyeramkan yang disebut mutan.


"Kita bisa cari tahu saat bertemu King D. Ayo!" ajak Vesper dan diangguki semua roh.


Mereka meninggalkan wilayah yang dipenuhi oleh mutan-mutan tersebut. Para roh terbang meninggalkan Indonesia di saat bulan menunjukkan dirinya ditemani bintang-bintang. Vesper terlihat sedih karena melihat negaranya sudah tak utuh seperti dulu lagi. Banyak daratan yang menghilang dan menjadi pulau-pulau kecil.


"Pastinya gempuran dahsyat melenyapkan beberapa wilayah," ucap Vesper menduga.


"Hem, bisa jadi. Aku pernah berkunjung ke Indonesia sebelumnya dan seingatku, banyak pulau besar. Namun, sekarang menjadi hamparan pulau-pulau kecil yang terapung," ungkap Erik.


"Ya, sebagian ada pulau yang dijalankan oleh mesin. Jadi pulaunya kaya kapal bisa ke sana kemari, tapi, ya, sebatas di perairan dangkal gak berombak ekstrim," jawab Eko yang kembali mengejutkan para roh.


"Benarkah? Wow, itu keren!" puji Axton kagum.


"Masa depan, Tuan Axton. Cara berpikir manusianya juga berkembang ngikutin perubahan alam. Lagian, alam udah cakep, indah, dan melimpah malah dirusak. Ya, sekarang tanggung sendiri akibatnya," ujar Eko seraya terbang dengan tenang.


Vesper dan para roh terdiam. Mereka merasa jika kehidupan setelah mati pastilah sangat sulit dan mencekam melebihi perang. Para roh melihat, kerusakan terjadi tak hanya di satu negara saja, tetapi merata hampir di seluruh dunia. Mantan-mantan mafia itu semakin penasaran dengan kejadian silam. Apakah hal-hal tersebut melibatkan keturunan mereka atau tidak?


***


__ADS_1


wii mbk Ramlah kasih tips lagi😍 uhuy makasih koinnya❤️lele padamu💋met istirahat dan selamat Idul Adha bagi yang merayakan🙏 barbeque, horee!!!


__ADS_2