
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Semua roh dan manusia yang berkumpul di ruangan itu diliputi rasa haru karena pertemuan antara Junior dengan neneknya, Vesper. Wanita cantik yang merasuki jasad Reina itu perlahan melepaskan pelukan dengan meninggalkan kecupan manis di kepala sang cucu. Junior menangis dalam diam tanpa isak. Vesper menghapus air mata cucunya yang dikatakan buruk rupa oleh orang-orang dengan usapan satu tangan. Vesper kembali berdiri seraya merapatkan jubahnya.
"Silakan duduk kembali. Wajar jika kalian takut karena hal ini diluar nalar. Benar, bukan?" tanya Vesper menatap para keturunan dari tiga jajaran dengan senyuman.
Orang-orang itu mengangguk dengan gugup lalu kembali duduk di kursi melayang. Junior memberikan kursi untuk digunakan Reina dan Vesper segera duduk meski terlihat canggung. Junior berdiri dengan tubuh membungkuk di samping neneknya. Sedangkan Iris dan Cora, kembali duduk di kursi mereka masing-masing.
"Aku ambil alih dari sini, Iris. Boleh?" tanya Vesper to the point.
"Yes, sure!" jawab wanita itu dengan wajah tegang.
"Heh, dia tak punya nyali di hadapan ibuku. Rasakan!" ledek Tobias.
"Dia semakin mempesona. Aku terlewat banyak hal. Aku sangat yakin, Lily-ku pasti berubah banyak karena penderitaan selalu menimpanya," ujar Erik yang terbang melayang di seberang meja.
"Begitulah, Papa. Kasihan mama," sahut Jonathan dengan helaan napas.
"Oke. Jadi, tanpa RGB, semua orang sudah berkumpul. Tadi aku menghitung kurang satu dan ternyata itu Cora karena dia bersembunyi di balik dinding," ujar Vesper yang membuat Iris tersenyum kaku. "Sebenarnya, tak hanya ada aku di ruangan ini. Namun, ada roh lainnya. Kurasa, kalian juga mengenal mereka," ucap Vesper yang mengejutkan semua manusia.
"Benarkah? Siapa saja, Nyonya?" tanya Wikan langsung melepaskan kacamata lalu digenggamnya. Vesper tersenyum.
"Ada Tuan Antony Boleslav. Dulu dia juga menjabat sebagai ketua 13 Demon Heads. Berikan salam padanya. Ia berdiri di samping Fagan," ucap Vesper menunjuk.
Sontak, para manusia itu terperanjat termasuk Fagan. Vesper menahan senyum karena orang-orang kembali panik dan membuat kursi melayang mereka bergeser dengan cepat menjauhi Fagan.
"Aku seperti cacar. Mereka tiba-tiba menjauhiku. Sialan kau, Vesper," gerutu Antony yang membuat Vesper tersenyum pelan, termasuk King D.
"Benarkah, Tuan Boleslav di sini?" tanya Iris menatap King D lekat.
"Begitulah. Apa yang dikatakan nenekku semua benar. Dengarkan saja apa yang akan ia sampaikan karena waktunya tak banyak," ucap King D yang membuat manusia-manusia itu saling memandang.
"Kenapa waktunya tak banyak?" tanya Cora penasaran.
"Nanti akan dijelaskan olehnya," jawab King D tenang. Vesper mengangguk pelan membenarkan.
"Lalu, ada Tobias Flame. Dia berdiri di sampingmu, Iris," ucap Vesper yang membuat Iris langsung melotot.
"Ha-halo, Tuan Tobias Flame," sapa Iris dengan mata melirik ke kanan dan ke kiri.
"Dasar buta. Aku di depanmu, bodoh," sindir Tobias yang membuat Vesper geleng-geleng kepala.
"Lalu ... ada Tuan Erik Benedict dan Jonathan Benedict. Mereka berdiri di sampingmu, Keno," ujar Vesper yang membuat pria itu mematung seketika di kursinya.
__ADS_1
"Halo," ucapnya kaku dengan pandangan terkunci pada Vesper yang tersenyum padanya.
"Dia ini bodoh apa gimana sih, Pa? Jelas-jelas kita berdiri di sampingnya, eh, yang dilihat mama," ujar Jonathan kesal.
"Biarkan saja. Mereka masih beradaptasi," ucap Erik dengan senyuman.
"Lalu yang terakhir, ada Eko. Dia berada di sampingmu sedari tadi, Cora," ucap Vesper yang membuat gadis kecil itu langsung menoleh ke samping kanan.
Eko terkejut karena posisi mata cucunya itu tepat berada di wajahnya. Eko menelan ludah.
"Halo, Kakek," ucap Cora yang membuat Eko berkerut kening dan spontan melambaikan tangan ke wajah Cora. Namun, gadis itu diam saja.
"Dia bisa ngeliat Eko 'kah?" tanya pria bersayap besar itu gugup.
"Sepertinya tidak. Bisa dibilang kebetulan ia menoleh ke arah yang tepat," jawab Vesper yang membuat Eko tersenyum kaku.
"Benarkah? Kakek Eko berada di sisi kananku?" tanya Cora langsung menatap jasad Reina.
"Benar, sayang," jawab Vesper dengan senyuman. Cora tersenyum lalu menoleh lagi. Eko terharu seperti akan menangis.
Vesper kembali duduk dengan tegap setelah memperkenalkan anggota timnya. Mata para manusia itu kembali tertuju pada sosok Reina yang menunjukkan sebuah aura berkharisma layaknya seorang penguasa.
"Jika saja jasad mama yang duduk di sana, pasti akan lebih terasa dramatis," ujar Jonathan yang diangguki Tobias dan Antony karena sepemikiran.
"Eko bisa sih bikin tabung Mbak Vesper ke sini, tapi nanti hukuman kalian jadi dobel lho. Mau?" tawar Eko, tetapi para roh itu menggeleng cepat bersamaan.
"Jika boleh tahu, apakah ada alasan, kenapa para leluhur bangkit dari kematian? Maaf, jika ucapanku tak sopan. Aku tak bisa memilih kata yang lebih tepat karena gugup," ucap Riza meringis.
"Kami mendapatkan tugas dari sang Kematian. Sebelum kami, ada beberapa roh yang ditugaskan. Namun, mereka kembali diseret ke neraka. Kami, menunggu panggilan itu sembari menjalankan tugas dari-Nya," ucap Vesper serius yang mengejutkan semua orang. Para roh tampak tegang saat teringat akan siksa neraka.
"Maaf, Nyonya Vesper. Sebelum Anda dan para roh yang disebutkan tadi, ada siapa saja?" tanya Keno.
"Ada ayahku, Hashirama. Ketua 13 Demon Heads pertama kali." Praktis, ucapan Vesper kembali membuat para manusia itu tercenang, termasuk Jonathan karena baru mengetahui hal tersebut. "Lalu, ada Gatot Sukoco, Joel Ramos, dan Adrian Axton Giamoco. Kalian bisa tanyakan kebenarannya pada Fagan dan lainnya tentang Axton," ujar Vesper melirik Fagan.
"Itu benar. Kakek Axton merasuki jasad Ryan dan ia marah padaku!" jawab Fagan panik.
"Kenapa Tuan Axton marah padamu?" tanya Cora angkat bicara.
"Wedian! Cucunya simbah Eko berani ngomong. Mantep koe, Nduk!" puji Eko semakin gemas dengan cicitnya.
"Itu karena, aku tak mendoakannya. Dia meminta padaku dan kalian semua untuk didoakan. Katanya, hukumannya di neraka sangat keji. Dia tersiksa setelah kematian hingga saat ini. Oleh karena itu, bantu aku doakan kakek Axton," ucap Fagan yang kembali membuat para keturunan itu tercengang.
"Hei, jangan Axton saja! Kami juga!" seru Tobias.
__ADS_1
Sontak, penuturan Fagan membuat kericuhan di ruangan tersebut. Fagan menjelaskan dengan penuh ekspresi sehingga membuat para pendengarnya panik. Vesper diam mengamati dan mulai sadar jika matahari telah bersinar. Ia merasa waktunya tak banyak mengingat hukumannya kini berlipat untuk mencari roh jahat.
"Dengarkan!" seru Vesper tiba-tiba yang mengejutkan manusia-manusia itu. Mereka langsung diam dan menatap Reina lekat. "Ada konsekuensi dari kemunculan kami. Aku dan para roh harus menangkap roh jahat sesuai dengan jumlah manusia yang melihat mayat hidup. Oleh karena itu, bantu kami dengan terus mendoakan. Setiap waktu, setiap saat dengan tulus. Doakan para leluhur kalian. Ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, kakak, adik bahkan kawan. Doa kalian satu-satunya penolong kami dari siksa neraka yang sangat keji. Percayalah, kami sudah merasakan kematian, dan siksa neraka tak sepadan dengan penderitaan kami di dunia selama hidup," ujar Vesper serius yang diangguki para roh karena benar adanya.
"Aku berjanji akan mendoakanmu, Nyonya Vesper. Mendoakan kalian semua!" ujar Riza.
"Ya! Kami berjanji!" sahut Wikan.
Satu per satu dari para keturunan itu menyerukan janjinya. Vesper tersenyum karena usahanya untuk mengumpulkan doa dan meyakinkan para keturunannya berhasil. Vesper menatap King D yang balas tersenyum.
"Terima kasih. Selanjutnya, doakan kami, karena setelah ini, aku tak akan merasuki jasad lagi. Entah kenapa, aku memiliki firasat jika hari ini adalah hari terakhir aku dan timku bertugas. Menangkap roh jahat sebanyak 174 dalam satu hari sebelum matahari terbenam bukanlah hal mudah meskipun kami dulunya adalah penjahat terhebat di dunia," ucap Vesper yang membuat kawan-kawannya shock karena baru menyadari hal tersebut.
"174? Ya ampun. Baru juga keluar dari neraka masak udah mau masuk lagi. Papa!" rengek Jonathan yang langsung dipeluk Erik meski tak lama.
"Apakah ... jika gagal, kalian ... akan dijebloskan lagi ke neraka?" tanya seorang wanita bermata biru.
"Begitulah aturannya," jawab Vesper yang membuat para manusia itu panik seolah mereka yang ditugaskan.
"Hoh! Hoh!" seru Junior langsung mendekati King D lalu memegangi kakinya.
"Mereka harus menemukan tempat di mana terdapat banyak roh jahat, Junior," ucap King D yang membuat Junior berwajah serius termasuk para manusia di sekitarnya.
"Akan kami bantu!" sahut Iris yang langsung dengan sigap menggerakkan telunjuknya di layar jam tangan. "GIGA!"
"Ya, Nona Iris."
"Katakan padaku di mana lokasi yang dikatakan orang-orang berhantu," ucap Iris yang membuat kening semua orang berkerut. Vesper tersenyum miring.
"GIGA melakukan pencarian," jawab GIGA yang membuat Vesper lalu berdiri dari kursinya.
Junior menatap Reina yang berjalan perlahan menuju tabung. Mata semua manusia tertuju pada wanita tua itu yang menidurkan dirinya kembali dengan dua tangan di depan perut.
"Pesanku. Jangan berbuat jahat. Cukup kami dan leluhur kalian pada masanya yang menjadi mafia. Biarkan kami saja yang disiksa dalam api neraka," ujar Vesper yang membuat beberapa orang menahan tangis. "Selamat tinggal dan ... terima kasih. Aku menyayangi kalian semua," ucap Vesper lalu menutup matanya dengan senyuman.
"Nyonya Vesper!" panggil Fagan, tetapi jasad Reina tak lagi menyahut.
Vesper keluar dari jasad putri pasangan Alex dan Sakura tersebut. Ia bergabung dengan kawan-kawan rohnya. King D menatap kumpulan roh itu yang menunggu jawaban dari GIGA.
"Ditemukan," jawab GIGA lalu memunculkan beberapa lokasi di dinding seperti saat ia memutar video tadi. Seketika, senyum para roh terkembang karena banyak lokasi yang bisa mereka tuju untuk menyelesaikan tugas.
"Saatnya beraksi," ujar Tobias dan diangguki oleh semua roh.
***
__ADS_1
uhuy tengkiyuw tipsnya jeng Riana🥰 libur kasih gambar dulu ya krn udh kasih bonus banyak eps sejak kemarin 😆 sudah hari senin jangan lupa sedekah poin dan lainnya ya❤️ lele padamu 💋