
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Sepeninggalan Eko, Vesper kembali berbincang dengan para roh yang kini menjadi anggota timnya. Perlahan, mereka seperti menyadari dan mulai membuat strategi serta penjadwalan selama mengemban tugas dari Sang Kematian. Selama ini, mereka hanya mengikuti alur. Namun, usai merasakan bagaimana menjalani kehidupan baru sebagai roh dan mulai beradaptasi, kini para mafia tersebut mengambil sikap.
"Hem, aku setuju dengan rencanamu itu," ucap Antony saat Axton mengutarakan pendapat.
"Lalu bagaimana mengenai hukuman tambahan? Apakah ini baru bisa diputuskan dengan keterlibatan King D?" tanya Erik di mana para roh itu berdiri dalam posisi melingkar karena mereka tak bisa duduk di suatu benda sekaligus tak merasakan lelah.
"Hem. Kita baru tahu saat dia bangun. Hempf, aku benar-benar menaruh harapan besar kepada para keturunan kita," ucap Vesper seraya melirik papan pemindai yang tadi King D gunakan untuk mengoperasikan GIGA.
"Kira-kira, siapa orang-orang itu? Aku penasaran dengan Junior. Itu sebutan atau memang namanya?" tanya Axton dengan satu alis terangkat.
"Maaf menyela. Dia cucu dari Tuan Boleslav. Junior adalah putra dari Sandara dan Jordan," sahut King D tiba-tiba saat memasuki pintu ruangan.
"Kau sudah bangun? Namun, ini masih gelap," ucap Vesper tertegun.
"Salat malam," jawabnya dengan senyuman seraya melangkah masuk. "Biasanya aku terbangun ketika menjelang subuh. Bolehkah bergabung?" tanyanya sopan.
"Tentu saja. Kau tampan dan sangat diizinkan," sahut Axton mempersilakan duduk di sebuah kursi melayang.
King D tersenyum lalu duduk. Antony menatap King D lekat. Hanya saja, ia tak menanyakan soal Junior. Entah apa yang dipikirkan keturunan Boleslav itu. Namun, sepertinya Antony menyimpan pertanyaan untuk nanti. King D membawa pisang cukup banyak sebagai kudapan.
"Kau sepertinya suka sekali pisang. Apakah makanan itu membuat keperkasaanmu sebesar ukurannya?" tanya Tobias dengan wajah datar.
Sontak, perkataan tersebut membuat King D hampir menjatuhkan pisang yang baru saja dikupas. Axton tertawa terbahak begitupula Erik. Antony menahan senyum dengan menundukkan wajah. Sedangkan Vesper, menutupi senyumnya dengan dua tangan.
"Dad," panggil King D geleng-geleng kepala dan mengurungkan menikmati pisang lezat itu.
"What? Ini pertanyaan serius," jawab Tobias polos.
"Oh! Aku teringat akan sesuatu. Apa kau ingat makanan kesukaan Fara?" tanya King D dengan wajah berbinar.
Kening Tobias berkerut. Ia menatap pisang yang digenggam oleh King D lekat.
"Mungkinkah?" tanyanya langsung melebarkan mata. King D mengangguk mantap.
"Kebun pisang itu adalah milik Fara. Ia yang membangunnya. Dia memintaku untuk merawat tanaman kesayangannya dan selalu mencicipi buahnya saat panen. Bahkan, pisang-pisangnya berumur panjang, tetapi ... tidak dengan pemiliknya. Fara telah tiada, Dad. Namun, dia memiliki anak yang pintar dan tak kalah cantik dengannya. Fara juga memiliki cucu. Mereka masih hidup karena disimpan dalam tabung. Cucu-cucumu, hidup di zaman ini, Dad."
Praktis, ucapan King D membuat Tobias melotot. Pria itu mematung tampak terkejut. Vesper segera mendekat dan memberikan selamat.
"Toby! Mungkin kau terpilih oleh sang Kematian karena doa dari cucu-cucumu yang masih hidup!" ucap Vesper semangat.
__ADS_1
"Mereka mendoakanku?" tanya Tobias mengulang terlihat bingung. Vesper mengangguk cepat.
"Mm, tunggu sebentar. Aku sempat mendengar kalian bicara tentang didoakan sebelum ini. Apa maksudnya?" tanya King D cepat.
Seketika, wajah para roh berubah serius seketika. Kali ini, Antony angkat bicara menjelaskan dengan terperinci. King D tampak terkejut mendengar hal yang baru diketahuinya. Pria itu tegang dan diam untuk beberapa saat.
"Ah, aku mengerti. Jadi ... doa menyelamatkan dari siksa neraka, dan kalian bangkit karena diberi tugas oleh Sang Kematian untuk menangkap satu roh jahat setiap harinya. Wow," ucapnya terlihat tertekan seolah ia yang menjalani.
"Jadi ... bisa kau tolong kami, D? Please?" pinta Vesper memelas.
"Sure, Oma. Aku sekarang tak peduli jika Alva menemukanku. Jika benar dia ingin tahu tentang sejarah dunia, bagiku tak masalah untuk bercerita. Namun, jika dia dan orang-orangnya bermaksud untuk menelitiku karena berumur panjang, aku tak segan untuk bertindak," tegasnya.
"Bagus. Kami akan membantumu jika sampai hal itu terjadi," ucap Vesper mantap.
"Mm, bagaimana caranya? Kalian roh, tak bisa mengusik manusia hidup," ucap King D dengan kening berkerut.
"Heh, kata siapa?" jawab Axton seraya melirik tiga tabung yang tersimpan dalam ruangan itu.
"Sungguh?" tanya King D dengan mata melebar.
"Hehe, kami tak masalah dengan hukuman ganda. Penjara kelas dunia adalah solusi kami mengatasi hal ini," jawab Erik yang membuat putra Javier tersebut tersenyum tipis.
King D kembali mengaktifkan GIGA. Komputer pintar yang terkoneksi dengan satelit itu dengan sigap memberitahukan nama-nama dan lokasi keberadaan orang-orang tersebut. Vesper dan lainnya mengingat-ingat wajah-wajah itu yang tersebar di seluruh penjuru dunia. King D memberikan rute perjalanan mereka yang nantinya akan membawa para roh itu kembali ke Oman sebagai akhir pencarian.
"Oh, hal ini mengingatkanku saat wabah monster dulu. Berpetualang bersama orang-orang sampai akhirnya kami berhasil dan terciptanya Era Evolusi," ucap King D terkenang akan perjalanan hidupnya.
"Sayang sekali aku tak bisa hadir untuk membantu. Padahal, aku bisa menggunakan jasad para manusia monster itu," ucap Vesper kecewa.
King D terkekeh karena baginya, sang nenek tak berubah. Cantik dan garang meski neraka sudah membuatnya tersiksa. King D melihat jika neneknya ini seperti sudah tahu hukuman yang akan diterima atas semua perbuatannya di dunia dan menerima dengan ikhlas.
"Kita pergi usai aku salat subuh," ucap King D dan diangguki semua roh.
Akhirnya, fajar menyingsing. Pantai Sifa Oman menyambut King D dan para roh yang siap pergi pagi itu. King D telah bersiap dengan sebuah penyamaran yang cukup membuat Vesper dan roh lainnya sempat tak mengenalinya.
"Aku hanya tak ingin teknologi Alva membuat orang-orang yang selama ini kusembunyikan asal-usulnya diketahui wanita itu. Aku bukan mengkhawatirkan dirinya, tetapi orang-orang yang bekerja padanya. Manusia di zaman ini sangat gila terhadap kemajuan teknologi dan juga keunikan makhluk hidup. Jadi, aku tak ingin misi ini sebagai ancaman untuk anak cucuku," ucap King D serius yang membuat dirinya menjadi seperti orang lain.
"Kami mengerti. Maaf jika merepotkan dan membuatmu dalam masalah, D," ucap Vesper tak enak hati.
"Aku baik-baik saja, Oma. Jangan khawatir. Meskipun zaman ini bisa dibilang dikendalikan dan diawasi secara ketat, tetapi masih ada celah. Hanya saja, celah itu tak bisa digunakan dalam waktu lama," ucap King D yang diangguki semua roh.
__ADS_1
Mereka bisa merasakan tekanan tersendiri dalam misi menemui para keturunan terakhir. King D dengan sigap menggunakan jam tangan pengendali untuk memanggil kendaraan yang akan digunakannya. Vesper dan lainnya tersenyum tipis saat melihat benda tersebut seperti kapal selam mini berbentuk ikan hiu. Pria itu dengan sigap masuk ke dalam dan mengoperasikannya.
"Wow, ini keren!" pekik Axton kagum dan duduk di bangku belakang.
"Ini sudah dimodifikasi oleh tim paman Jonathan kala itu sebelum ia meninggal. Masing-masing dari kami para keturunan memiliki satu. Sebagai antisipasi mengingat di zaman ini, lautan dikuasai oleh Titan," ucap King D seraya menggerakkan pengendali kapal untuk menyelam.
"Apa itu TITAN? Distrik?" tanya Erik penasaran yang kini menyelam dalam air dan tetap bisa bicara.
"Hem. Kisah hidup mereka juga cukup menarik. Aku menempatkan dua orang di kota bawah air itu. Orang-orang tersebut ikut dalam pertempuran demi tercapainya perdamaian. Hanya saja, mereka kini sudah sangat tua, tetapi memiliki keturunan. GIGA akan meng-update tiap ada kelahiran baru dalam jajaran kita. GIGA sekarang memiliki kemampuan untuk mencuri informasi dari tiap distrik dan negara yang terhubung dengan satelit. Ini semua karena kejeniusan Junior," ucap King D seraya mengemudikan kapal selamnya.
"Aku sangat ingin bertemu dengannya," ucap Boleslav tak sabar.
Namun, hal itu membuat King D langsung berwajah serius seketika. Vesper menyadari perubahan ekspresi tersebut. Terlebih, ketika pandangan antara nenek dan cucu saling bertemu.
"Apa yang kau sembunyikan?" tanya Vesper berbisik.
"Dia berbeda. Aku takut Tuan Boleslav akan kecewa," jawab King D dengan gerakan bibir tanpa suara.
Vesper mengangguk paham dan kembali berenang di samping kapal. King D sendirian di dalam kapal. Sedangkan, para roh berenang di sekitarnya.
"Eh, bagaimana dengan Eko?" tanya Erik saat teringat akan lelaki gundul tersebut.
"Biarkan saja. Nanti juga akan muncul dengan sendirinya. Dia memiliki kemampuan istimewa. Menghilang dan muncul secara tiba-tiba," jawab Axton santai seraya menggosok hidungnya. Benar saja, "Woah!" pekik Axton sampai terperanjat karena Eko muncul di sampingnya.
"Hehe, kangen, ya?" sahutnya dengan senyum terkembang.
"Sungguh. Aku ingin sekali memukulmu," ucap Axton kesal dan langsung berenang menjauh.
"Kau ikut dalam misi kali ini?" tanya Vesper seraya berenang mendekat.
"Tentu dong. Eko belum tahu soal keturunan kita. Eko juga penasaran sama 10 biji hasil bibitnya si Otong. Eko udah pasrah sama kehendak Yang Maha Kuasa. Dia yang lebih tahu akan nasib umatnya," ucap Eko yang membuat para pendengar mengangguk dengan senyuman.
"Oke. Jangan berisik. Aku sedang menikmati dunia bawah laut," ucap Tobias dengan senyuman saat tubuh rohnya menembus ikan-ikan yang berenang bergerombol menuju suatu tempat.
"Bang Dad lagi mode kalem," bisik Eko. Vesper langsung meletakkan telunjuknya di depan bibir. Eko terkekeh pelan.
***
ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE
__ADS_1