TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Kebahagiaan Sempurna


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Kemunculan Lysa Herlambang sebagai penutup permintaan, membuat Vesper tak pernah merasakan kebahagiaan sempurna seperti ini. Meskipun ia sadar jika tak semua bisa dibangkitkan, tetapi baginya hal itu lebih dari cukup. Jiao Yu tak bisa menutupi rasa harunya ketika bisa bertemu dengan empat cucu yang ternyata sangat menyayanginya. Lucifer dianggap seperti malaikat karena begitu mulia. Hari itu juga, Vesper beserta keluarganya memutuskan untuk menghabiskan waktu sampai matahari terbit. Sayangnya, Lucifer memiliki rencana lain.


"Kau bilang apa?" tanya Jordan memastikan pendengarannya.


"Aku ingin menemui King D. Bukankah kita sudah berjanji untuk membantunya memecahkan tragedi yang menimpa Bumi saat ini?" jawab Lucifer tenang.


"Tragedi apa?" tanya Sandara Liu serius.


Vesper akhirnya menjelaskan kejadian yang menimpa beberapa manusia di Bumi secara singkat. Namun, hal itu bisa dimengerti semua orang.


"Tunggu! Jika King D masih hidup, lalu ... bagaimana dengan yang lain?" tanya Lysa Herlambang begitu senang saat mengetahui putranya masih hidup.


"Hanya tersisa Junior, putra dari King D dan Irina yakni RGB, serta King D sendiri," jawab Jordan menjelaskan.


"Kita harus membantu mereka," ucap Jiao Yu yang membuat para roh langsung menatapnya lekat.


"Jika kalian membantu, waktu yang diberikan sang Kematian tidak akan cukup. Lebih baik, aku saja. Saat aku masih hidup dulu, hempf ... bisa dibilang, aku kurang maksimal dalam bekerja. Aku malah berakhir di penjara dan mati sebagai penjahat, bukan pahlawan. Oleh karenanya, anggap saja ini sebagai penebusan dosa," jawab Lucifer yang mendapat gelengan kuat dari Jiao Yu.


Semua roh menatap istri Hashirama itu lekat.


"Meskipun bisa dibilang kami keluarga penjahat, tetapi hati kami tidak. Tak mungkin kami membiarkan kau sendirian menyelesaikan masalah Bumi dengan ribuan orang di dalamnya. Apa kau meremehkan kemampuan kami sehingga merasa jika melakukan sendiri lebih baik?"


"Oh, bu-bukan begitu maksudku," jawab Lucifer gugup.


"Kalian akan membantunya, bukan?" tanya Jiao Yu langsung membalik tubuh dan menatap keluarganya lekat.


"Ya, ya, boleh. Kalau nenek bilang gitu, ya ... mau gimana lagi," jawab Jonathan dengan senyum paksa.


"Wow. Dengan wajah lugu itu, sungguh, dia seperti mencuci otakku," ucap Arjuna yang langsung mendapat senggolan dari sikut kiri Vesper. Arjuna diam seketika.


"Tentu saja, Ibu. Kita lakukan bersama. Kita tim," jawab Vesper dengan senyum kepalsuan.


"Tak ada yang berubah," jawab Sandara dengan helaan napas. Jordan tersenyum tipis lalu merangkul pundak istrinya lembut.


"Kalau begitu, tunggu apa lagi? Ayo!" ajak Jiao Yu gembira.


"Ayo!" sahut Jonathan semangat.


Lysa ikut menggandeng tangan sang nenek karena Jonathan sudah lebih dulu menggandeng tangan kanannya. Sandara berada di sisi kiri Vesper menggenggam tangannya. Saat mereka mulai terbang meninggalkan Lugu Lake, Vesper menyadari jika putranya Arjuna masih diam seraya melihat dua telapak tangannya yang tembus pandang. Vesper mendekat.


"Juna?" panggil Vesper lembut. Arjuna menaikkan pandangan dan menatap sang ibu lekat. "Ada apa?"


Tiba-tiba saja, Arjuna memeluk sang ibu. Sandara dan roh lainnya tertegun. Vesper ikut terkejut, tetapi kemudian ikut tersenyum.


"Mama juga sangat merindukanmu, Juna. Setelah kematianku, kudengar kau menjadi pria yang hebat. Mama bangga karena kau banyak berubah," ucap Vesper seraya memegangi wajah putranya.


"Itu gak bener sama sekali, Ma. Juna masih seorang pecundang dan cowok yang menyebalkan. Banyak orang yang benci sama Juna, tetapi mereka pura-pura ramah. Padahal Juna tau kebenarannya. Hanya saja, Juna membiarkannya," jawab Arjuna dengan wajah tertunduk.


Semua roh terdiam mendengarkan pengakuan putra Vesper tersebut. Sang ibu tersenyum.


"Seperti kataku, kau berubah. Kau berani mengakui kesalahan. Kau melapangkan hati dan membiarkan orang mencelamu. Kau sangat jauh berbeda dengan Kim Arjuna yang mama ingat sebelum meninggal. Namun, seburuk apapun dirimu, kau tetap putra mama. Keburukanmu, adalah kesalahanku di masa lalu," ucap Vesper sendu.


"Dan hal-hal baik yang pernah kau lakukan, itu karena cinta kasih mama padamu. Kau, mengingat kebaikan mama dan menerapkannya," sahut Sandara yang membuat Arjuna kembali memeluk sang ibu erat.

__ADS_1


Pemuda itu tak sanggup bicara. Ia hanya ingin menghabiskan waktu bersama ibunya yang tersisa 5 jam saja. Arjuna lalu menjauh dari sang ibu seraya membalik badan, seperti menahan air mata sialan itu agar tak terlihat yang lain. Lysa dan Jonathan yang sudah memahami watak saudara mereka menahan senyum.


Keduanya mendekati Arjuna yang melayang di atas danau. Anak pertama Vesper tiba-tiba memeluk Arjuna erat. Tak lama, Jonathan menyusul dan diikuti Sandara. Arjuna terkejut, tetapi membiarkan pelukan yang hanya bertahan lima detik saja.


Empat bersaudara itu tersenyum, terlihat saling menyayangi. Vesper terharu menatap empat anaknya di kejauhan. Jiao Yu mendekat lalu menyentuh pundak putrinya lembut. Vesper menoleh.


"Dari caramu bicara soal Arjuna, apa benar kau tahu jika dia telah berubah? Atau ... kau hanya memancing agar dia mengaku?" tanya Jiao Yu berbisik.


Vesper tersenyum lebar. "Kata orang, aku seperti cenayang. Kini, aku tahu. Bakat itu menurun dari siapa. Kau memang luar biasa, Bu."


Jiao Yu tertawa pelan karena tak menyangka jika putrinya sangat cakap dalam berbicara. Saat para roh tersebut akan kembali terbang, tiba-tiba Jonathan yang berada di barisan paling depan menghentikan lajunya. Sontak, hal itu membuat semua roh tertegun.


"Hei!" teriak Arjuna kesal.


"Kita sekarang berada di China 'kan? Sedangkan King D ada di Indonesia. Kita gak bakal sempet sampai sana!" ucap Jonathan panik.


Saat semua roh kembali dilanda kebingungan, tiba-tiba sang Kematian kembali berucap.


"Kuberikan bonus terakhir karena niat baik kalian untuk membantu menyelesaikan konflik di Bumi," ucapnya.


Seketika, para roh berada di tempat King D dan Junior. Ternyata, dua orang itu sudah tak di Pulau Sumatera. Mereka kembali ke sebuah rumah megah di mana para keturunan masih berkumpul di sana.


"Oh, rumah ini ...," ucap Jonathan saat mengenali rumah besar bagaikan mall itu.


"Iris!" sahut Vesper yang membuat Jonathan mengangguk cepat.


"Ini kesempatan bagus. Ayo, kita harus cepat!" ajak Jonathan yang membuat beberapa roh bingung, tetapi mereka mengikuti keturunan Benedict tersebut.


Benar saja, ternyata para keturunan berkumpul di tempat tersebut. Hanya saja, tak semua ada di sana. King D terlihat sedang melakukan teleconference dengan beberapa orang. Terlihat tampilan layar hologram di atas sebuah meja panjang tempat orang-orang itu berkumpul.


"Kalau begitu, kita harus menyampaikan hal ini pada Alva agar dia mengurusnya. Kita jangan terlihat jika terlibat," ucap Fagan.


Para roh yang mengenali beberapa dari keturunan itu menatap mereka lekat. Lysa mendekati putranya yang sedang menyampaikan beberapa hal terkait hasil interogasinya di Riau dari seorang pria tua.


"Para pria berseragam hitam itu menemukan sisa peninggalan dari zaman ketika aku berkua—"


"D?" panggil Iris dengan kening berkerut saat pria tersebut tiba-tiba menoleh dengan wajah gugup karena muncul sosok yang ia kenal berdiri di sampingnya.


"Mi-Mimi? Mimi!" panggil King D yang mengejutkan semua orang.


"Wow, wow, apa yang terjadi?" tanya Riza bingung dari tempatnya duduk di kursi melayang.


"Pasti D melihat roh dari Nyonya Lysa Herlambang. Dia ada di sini. Aku yakin, jika roh lainnya juga," ucap Cora yang mengejutkan semua orang.


"D! Benarkah itu?" tanya Iris karena King D seperti menyalami tangan seseorang yang tak terlihat wujudnya di hadapan.


King D menoleh dengan mata berlinang. Iris langsung merapikan penampilannya dan mengembangkan senyuman.


"Maaf, jika kami tak menyadari kehadiran Anda, Nyonya Lysa, dan para senior semua. Selamat datang. Aku, Iris, dan ... mungkin King D bisa memperkenalkan yang lain," ucap Iris gugup.


"D? Kau bisa melihat mimi?" tanya Lysa tak percaya seraya menyentuh pipi putranya, tetapi tertembus.


"Ya. Aku bisa melihat roh, Mimi. Termasuk RGB. Sayangnya, mereka tak di sini," ucap King D yang diangguki Lysa.


"D. Ada siapa saja?" tanya Wikan gelisah dengan mata melirik ke kanan dan ke kiri tampak waspada.

__ADS_1


King D terlihat gugup seraya menunjuk. Seolah, sebuah dinding kosong yang dilihat oleh para keturunan terdapat manusia di sana.


"Oke, supaya terasa nyata, GIGA, tolong tampilkan visual orang-orang yang kusebut di tempat aku menunjuk," pinta King D.


"Perintah siap dilaksanakan," jawab GIGA. Para roh dan keturunan tersenyum.


"Baik. Di sebelah sana, ada Paman Jordan," ucap King D yang membuat Junior langsung dengan sigap mendekat. Jordan tersenyum melihat putranya berdiri membungkuk di hadapan seraya mengendus. "Lalu, ada Bibi Sandara persis di sisi kirinya. Mereka bergandengan tangan."


"Auuuuu!" Junior melolong yang mengejutkan Jiao Yu.


Jonathan dengan sigap membisikkan hal penting tentang kondisi Junior. Seketika, Jiao Yu yang ternyata memiliki hati lembut itu seperti akan menangis.


"Sungguh malang," ucapnya iba melihat kondisi salah satu cucunya.


Para keturunan tampak tegang saat King D menyebutkan satu per satu dari para leluhur yang ternyata datang di tempat itu. Hingga tiba-tiba, King D diam dengan telunjuk terarah pada sosok perempuan berwajah Asia di samping Vesper.


"Ma-maaf. A-Anda siapa?"


"Oh, maaf. Kau pasti tak mengenalku. Halo, aku Jiao Yu. Ibu dari Liana. Aku, nenekmu, D," ucap Jiao Yu yang membuat mulut pria tampan itu menganga lebar seketika.


"D! Apa yang terjadi? Apa kau terkena serangan jantung?" tanya Oditi panik karena King D seperti orang shock yang memegangi dadanya.


"Ah, ti-tidak. Hanya saja, wow! Aku sungguh tak menduganya. Benarkah itu Anda?" tanya King D tak percaya sampai melangkah mundur.


"Benar, D. Dia adalah istri Hashirama, Jiao Yu. Cantik bukan?" jawab sang ibu yang membuat King D langsung mendekat lalu membungkuk hormat.


Para keturunan dibuat bingung dan penasaran. Mereka terpaksa harus menunggu jawaban dari satu-satunya orang yang bisa melihat arwah.


"Halo, Nenek. Aku ... King D. Putra dari Lysa Herlambang dan Sultan Javier. Senang bertemu dengan Anda," ucap King D sopan seperti ingin menjabat, tetapi ia tahu jika hal tersebut tak bisa dilakukan.


"Senang bertemu denganmu, D. Bertemu kalian semua. Sungguh, aku sangat bahagia," ucap Jiao Yu terharu.


"Apa aku tak salah dengar? Kau tadi menyebut nama seseorang. Jiao Yu?" tanya Oditit dengan kening berkerut.


"Jiao Yu," ucap GIGA seraya menampilkan sosok wanita cantik itu meski dalam bentuk lukisan.


Sontak, hal tersebut mengejutkan para keturunan. Mereka sampai beranjak dari kursi melayang dan berdiri di samping meja panjang.


"Nyonya Jiao Yu Hashirama?" tanya Cora memastikan dan King D mengangguk membenarkan.


"Ya Tuhan," ucap Iris sampai menutup mulutnya karena terkejut.


Jiao Yu melambaikan tangan seolah para keturunan bisa melihatnya. King D yang tak ingin membuang waktu, kembali menunjuk seorang pria yang kini berdiri di paling ujung. Mata orang-orang kini tertuju pada sebuah dinding kosong, menunggu kemunculan sosok hologram tentang siapa roh tersebut.


"Orang yang selama ini menjadi misteri. Tuan Lucifer Flame."


"Oh, my, God!" pekik Iris sampai matanya terbelalak lebar.


Hanya saja, GIGA yang tak memiliki fotonya membuat King D menyebutkan ciri-ciri dari pria tampan tersebut. Lucifer menahan senyum karena gambaran King D tentang dirinya membuat sosok Flame begitu mempesona.


"Hem, sepertinya gambarmu makin bagus, GIGA," puji King D yang membuat Vesper dan lainnya ikut tertegun karena ilustrasi hologram mirip dengan wujud rohnya.


"Terima kasih, D," jawab GIGA seolah ia bukanlah mesin.


"Tuan Lucifer Flame. Selamat datang," ucap Iris sopan yang dilanjutkan tarikan napas dalam. Ia seperti senang karena bisa bertemu dengan salah satu leluhurnya.

__ADS_1


***



__ADS_2