
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Sontak, kemunculan gumpalan asap putih sebagai pengganti Erik membuat mata para roh itu terbelalak lebar. Jordan yang menggantikan sang ayah, ikut terkejut saat melihat sosok pria di sebelahnya. Keturunan Boleslav tersebut mendengar jika orang itu adalah Lucifer Flame.
"King D, siapkan rute berikutnya," pinta Vesper berbisik dan sang cucu dengan sigap berlari ke helikopter bersama Junior.
Jordan yang muncul menggantikan sang ayah, terlihat sigap dengan posisi barunya. Jonathan melambaikan tangan dengan wajah berbinar, tetapi keturunan Boleslav itu mengabaikannya.
"Dasar es," gerutu Jonathan sebal.
"Haahhh ...." Lucifer merentangkan tangan dengan mata terpejam dan embusan napas panjang seperti merasakan sebuah kebebasan.
Spontan, Vesper, Jonathan, Tobias dan Jordan langsung mengepung lelaki itu dengan mata terfokus padanya. Jordan yang langsung tanggap dengan kondisi barunya, membuat Vesper tersenyum bangga. Jordan balas mengangguk sebagai salam hormat dan siap ditugaskan.
"Lucifer Flame," panggil Vesper sopan.
Pria itu membuka mata perlahan lalu menatap wanita cantik di depannya lekat.
"Yes? Kau siapa?" tanyanya dengan kening berkerut.
"Vesper. Di sebelahku, Jonathan, lalu Tobias dan yang terakhir Jordan," jawab Vesper menjelaskan.
Mata Lucifer memindai para roh yang menatapnya lekat dan membuat tubuhnya berputar dalam lingkaran. Mata pria itu lalu menyipit, terfokus pada satu-satunya roh wanita di depannya yang tampak tegas.
"Kalian sepertinya mengenalku."
Vesper tersenyum tipis. "Hem, bisa dikatakan demikian, Tuan Flame. Selanjutnya, kami ingin mengingatkan. Apa yang terjadi di masa lalu, sudah tak berlaku lagi di sini. Kita semua telah mati dan mendapat tugas dari sang Kematian. Anda setuju denganku?" tanya Vesper sopan karena bagaimanapun, Lucifer hampir setua ayahnya. Lucifer mengangguk. "Anda pasti mengenal apa itu 13 Demon Heads dan The Circle."
Sontak, mata Lucifer melebar. Ia langsung terbang mundur dengan cepat, tetapi rohnya menabrak Jordan, dan keturunan Boleslav itu tersenyum. Lucifer kembali ke tengah-tengah merasa seperti terancam.
"Kami tak bermaksud melukai Anda, Tuan Flame," ucap Jonathan tenang.
Akan tetapi, BUAKK!
"Haha!" kejut Tobias lalu bertepuk tangan dengan gembira.
Lucifer tiba-tiba meninju Jonathan dan membuat keturunan Benedict itu terhuyung. Napas Lucifer memburu saat menatap roh-roh di depannya.
"Hati-hati dengan emosi Anda, Tuan Flame. Anda tahu tugas dari sang Kematian. Aku pernah lepas kendali dan menjadi roh jahat yang seharusnya kita tangkap. Saranku, tetap tenang. Anda bisa menggunakan kebencian, amarah dan dendam untuk mencari keberadaan roh jahat, bukan untuk berubah menjadi seperti mereka," ucap Vesper menatap Lucifer tajam yang kini mendekat ke arahnya dengan cepat.
__ADS_1
Akan tetapi, pria itu seperti tak segan untuk melukai wanita. Lucifer kembali meluncurkan pukulannya, tetapi kali ini, Vesper berhasil menangkap kepalan tangan itu dengan tangan kanan. Tangan kiri Vesper dengan cepat menangkap pergelangan tangan Lucifer lainnya. Pria itu tertegun. Ditambah, tubuhnya tiba-tiba dipegangi oleh pria berwajah dingin dari belakang yang tak lain adalah Jordan.
"Jangan dikira hanya Anda yang marah akan dua nama itu, kami juga. Asal Anda tahu, Tuan Lucifer. Sierra Becca membuat 13 Demon Heads dan The Circle tercerai-berai. Mungkin, di saat yang sangat tidak tepat ini, Anda bisa menjelaskan kebenaran dari masa lalu. Karena Anda, permusuhan antara dua kelompok mafia terbesar terjadi hampir 1 abad lamanya," terang Jordan yang membuat mata Lucifer melebar.
"Sepertinya kalian sudah menguak banyak hal," ucap Lucifer yang kini matanya bergerak memandangi para roh yang berdiri di samping Vesper.
"Hem. Hanya saja, kami ingin tahu alasan sebenarnya dari sisi Anda, Tuan Flame. Katakan. Benarkah semua itu? Anda yang membentuk 13 Demon Heads?" tanya Vesper.
Lucifer memejamkan mata lalu mengangguk pelan. Wajah para roh serius seketika. Jantung mereka seolah kembali berdebar karena penasaran dengan fakta masa lalu. Cengkeraman Vesper dan dekapan Jordan terlepas. Keturunan Boleslav itu seperti baru menyadari jika sentuhannya tak bisa bertahan lama.
"Lima detik," ucap Tobias dan Jordan mengangguk pelan seraya melihat dua tangannya yang tembus pandang.
"Benarkah seorang perempuan yang bernama Sierra Becca adalah tahanan yang Anda bebaskan dan hal itu malah membuat seorang Flame dipenjara?" tanya Vesper lagi yang kini berdiri tegap di hadapan Lucifer.
"Hem," jawabnya lalu membuka mata dengan sorot tajam.
"Kau mengenal wanita bernama Cecil?" tanya Vesper lagi. Pria itu menatap Vesper lekat lalu mengangguk pelan.
"Bisa dibilang, aku dulu instrukturnya," jawabnya pelan.
Vesper tersenyum miring karena semua informasi dan bukti yang telah ia kumpulkan selama hidup untuk menguak siapa Lucifer Flame banyak benarnya.
"Lalu ... yang paling membuatku penasaran, Tuan Flame," sahut Jonathan tiba-tiba yang wajahnya kembali seperti semula. Keturunan Benedict itu memegangi hidungnya karena yakin jika tadi patah. Lucifer melirik pria yang mendekat ke arahnya lekat. "Apakah benar, jika Anda menghamili banyak wanita hampir di seluruh pelosok dunia untuk sebuah keturunan?"
"Hem, rumornya demikian. Jika benar, Anda Casanova sejati," ucap Jonathan dengan sebuah jempol diacungkan. Kening Tobias berkerut.
"Aku tak mau menjawab itu," jawabnya dengan wajah berpaling.
"Why? Anda tinggal menjawab 'Yes' or 'No'. Just it. Simple," ucap Jonathan heran.
"Dari sikapnya, aku yakin jika jawabannya 'Yes'," sahut Jordan.
"No!" bantah Lucifer. Mata para roh kini terkunci pada pria yang menyimpan banyak misteri tersebut. "Aku tak tahu jika mereka akan hamil dan melahirkan anakku. Bisa dibilang, semuanya hanya cinta satu malam. Aku bertugas di banyak negara, banyak wilayah dengan berbagai macam orang menjadi penghubungku. Aku seorang pria lajang tak beristri apalagi memiliki kekasih. Jadi, wajar jika membutuhkan teman wanita di tempatku bertugas, bukan?" jawabnya tenang.
Tobias dan Jonathan mengangguk membenarkan. Vesper memutar bola matanya dengan wajah malas. Sedangkan Jordan, tetap berwajah datar.
"Namun, ada satu hal yang mengangguku, Tuan Flame," ucap Vesper menatap pria itu tajam. "Sierra Becca. Kenapa Anda membebaskannya? Ada catatan yang mengatakan jika dia adalah istri sah Anda," tanya Vesper yang membuat kening Lucifer berkerut.
"What?" jawabnya kaget.
__ADS_1
"Heh, kupikir seorang Flame adalah orang yang luar biasa. Namun, melihat ekspresinya beberapa kali, ia tak lebih dari seorang pria berpangkat tinggi yang dibodohi. Pantas saja kau mati mengenaskan," ucap Tobias yang membuat mata Lucifer melotot. Tobias yang kecewa, membalik tubuhnya. "Argh!" erang Tobias saat lehernya tiba-tiba ditangkap lalu ditekan kuat dari belakang. Tobias memberontak dan berhasil lolos setelah 5 detik berakhir. Napas Lucifer memburu. "Itu benar! Kau selama ini diagungkan oleh para keturunanmu, termasuk aku. Sierra Becca yang dikenal dengan nama Madam, menjadikan dia pemimpin menggantikanmu. Dia mengatakan banyak hal hebat tentangmu. Ia mengumpulkan para wanita yang hamil anakmu dan menjadikan mereka 8 Mens, pemimpin The Circle di bawah telunjuknya. Ia membentuk kelompok pecahan dari The Circle bernama No Face yang beranggotakan wanita. Ia memiliki pasukan dengan banyak markas di seluruh penjuru dunia. Kau membebaskan orang yang salah, Flame. Dia adalah iblis yang sesungguhnya," ucap Tobias menunjuk pria berwajah tegas di depannya.
Lucifer terlihat shock. Matanya bergerak memandangi tanah di bawahnya. Vesper melirik Jordan dan Jonathan bergantian seperti mengisyaratkan sesuatu.
"Anda belum menjawab pertanyaanku, Tuan Flame. Siapa Sierra Becca?" tanya Vesper mengulang tampak bersabar.
"Dia ... dia adalah putriku. Gadis dari hubungan tak terduga saat aku berada di Italia dengan seorang wanita malam," ucap Lucifer yang mengejutkan semua orang.
"Wow. Oke, lalu?" tanya Jonathan penasaran sampai matanya membulat penuh. Lucifer memijat pangkal hidungnya yang mendadak terasa berat.
"Aku tak tahu sampai ada sebuah surat datang padaku. Surat itu diantarkan saat ibu dari Becca telah meninggal. Ia mengatakan agar menyelamatkan putri kami yang ditahan dalam sebuah penjara berkeamanan maksimum karena telah melakukan pembantaian seluruh keluarga dalam satu malam hanya karena putriku sakit hati melihat ibunya dilecehkan. Dia masih polos, pintar, tetapi pendendam. Aku mencoba mencari tahu tentangnya dan akhirnya menemukan keberadaan putriku. Dia tahu tentangku, pekerjaanku dan lainnya. Padahal, aku tak pernah mengatakan siapa diriku sebenarnya kepada setiap wanita yang kutiduri. Katanya, ia tahu dari para penjaga yang mengawasinya. Dari situlah, aku merasa bertanggungjawab dengan hidupnya. Ia menjadi seperti itu karena aku tak ada untuk menjaga mereka. Saat aku tahu jika Becca akan dipindahkan ke penjara yang tak bisa kujangkau, aku nekat membebaskannya," jawab Lucifer yang membuat para roh terdiam untuk beberapa saat.
"Namun, mendengar pengakuan Tuan Flame barusan, banyak hal janggal di kepalaku," ucap Vesper dengan wajah serius.
"Apa itu?" tanya Lucifer penasaran.
"Bagaimana Anda tahu jika Sierra Becca adalah putri kandung? Apakah Anda melakukan tes DNA dan semacamnya?" Lucifer menggeleng. "Maaf, hanya saja, Anda meniduri seorang wanita malam. Bisa saja itu bukan putri kandungmu," terang Vesper lugas.
"O-o," celetuk Jonathan yang membuat kening Lucifer berkerut.
"Ya, itu benar. Dari mana kau tahu jika surat itu dituliskan oleh salah satu wanitamu? Bagaimana jika itu tulisan Sierra Becca yang sengaja mengincarmu? Bukankah aneh, kau memiliki seorang putri sudah remaja sedangkan kau sendiri baru ditugaskan saat berusia muda? Kau mulai menghamili wanita umur berapa? Lebih muda dariku?" sindir Tobias dengan wajah tengilnya. Lucifer mematung.
"Hem. Kesimpulan tentang Sierra Becca. Dia benar-benar penipu ulung," ujar Jonathan yang spontan diangguki semua roh kecuali Jordan. "Dia poker face dan ratu drama sejati mengalahkanmu, Mom," ucap Jonathan yang membuat Vesper cemberut.
"Oke, cukup. Tak perlu dilanjutkan karena keturunan dari The Circle dan 13 Demon Heads kini telah bersatu. Kami telah berdamai," ujar Jordan yang diangguki semua roh. Lucifer tertegun.
"Ba-bagaimana bisa?" tanya Lucifer sampai tergagap.
"Akan aku ceritakan. Namun, kulihat jika kita memiliki kondisi yang mendesak dari sikap Nyonya Vesper," ucap Jordan.
"Kau pintar, Jordan. Jadi, mari ikut kami sembari mendengarkan cerita membosankan dari pria tampan di sebelah Anda. Bagaimana, Tuan Flame?" tanya Vesper menawarkan seraya terbang memunggungi.
"Apa aku punya pilihan?" jawabnya pasrah.
"Oke. Ayo berangkat!" seru Jonathan gembira seraya terbang mendekati helikopter.
"Wow! Kendaraan yang bagus," ucap Lucifer memuji helikopter Jonathan diikuti Jordan di sebelahnya.
Tobias mendekati Vesper dengan kening berkerut. "Sungguh. Jika aku tahu seorang Flame seperti itu, aku sudah melenyapkan The Circle sejak dulu," ucap Tobias kesal karena sosok Lucifer tak seperti yang dibayangkan. Vesper tersenyum tipis.
__ADS_1
***