
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
Para roh yang berkumpul di balik gumpalan awan saat matahari mulai menunjukkan sinarnya itu mulai merenung. Kepergian Hashirama ternyata meninggalkan kesan yang ternyata membuat mereka sadar jika selama ini memang lambat. Namun, perlahan awan mendung datang dan menghujani daratan dengan rintik. Vesper masih berusaha mengendalikan rasa kehilangan dan kesedihannya. Ia berharap agar ayahnya terhindar dari siksa api neraka sepertinya. Akan tetapi ....
"Kau sudah mati, Vesper. Orang mati tak bisa mendoakan orang mati," ucap sang Kematian yang suaranya muncul dalam luasnya langit dengan gemuruh seperti akan terjadi badai.
Vesper tertegun termasuk roh lainnya. Empat roh lelaki itu lalu menantap Vesper lekat yang sepertinya kepergok atas apa yang ia pikirkan.
"Begitu, ya? Baiklah aku mengerti," ucap Vesper dengan senyuman.
Erik dan lainnya menatap satu-satunya anggota perempuan dalam kelompok mereka lekat. Vesper yang sadar jika dipandangi balas memandangi kawan-kawannya bergantian.
"Apa yang kalian pelajari dari ayahku?" tanyanya tiba-tiba.
"Wah, dia berlagak seperti Hashirama sekarang. Heh, kau itu hanya be— argh!"
Axton dan lainnya terkejut saat Vesper mencekik Joel begitu saja. Vesper menatap Joel tajam yang berusaha melepaskan cekikannya. Namun, tanpa ia minta, cengkeraman itu akan lepas dengan sendirinya.
"Apa kau tak ingat apa yang ayahku lakukan? Aku tak ingin membuatnya kecewa. Jadi, jika kalian membuat tugas dari sang Kematian menjadi semakin sulit karena meremehkan, aku tak segan berbuat keji pada kalian. Meskipun kau dulunya suamiku, Joel Ramos," ucap Vesper yang dengan sigap mencekik leher Joel lagi saat cekikan sebelumnya terlepas.
"Herg!" erang Joel marah.
Pria itu langsung menghindar saat cengkeraman kuat Vesper terlepas. Axton, Antony dan Erik tegang karena perubahan Vesper. Wanita itu lalu melayang meninggalkan tim yang mematung karena ucapannya barusan.
"Wajar saja jika ayahku membenci kalian. Benar ucapannya. Kalian lambat," sindir Vesper seraya menoleh.
Napas Axton dan lainnya menderu. Erik bisa melihat dengan jelas perubahan sikap istrinya. Antony dan lainnya kesal, tetapi memilih untuk menurunkan ego agar tetap bisa bersama demi menjalankan tugas dari sang Kematian.
"Hei, Vesper! Hari ini kita sudah menangkap satu. Tak perlu berburu lagi," ucap Axton dengan wajah cemberut.
"Apa kalian sudah bisa keluar dari raga sendirian tanpa dibantu?" tanya Vesper kembali menoleh di mana mereka mulai terbang turun dari langit.
Axton memalingkan wajah sambil menggerutu. Vesper tersenyum miring di mana ia tahu jawaban dari ekspresi itu.
"Beri kami kesempatan agar bisa sepertimu, Sayang," ucap Erik mencoba bersabar.
__ADS_1
"Oke. Kalau begitu, carilah raga yang ingin dirasuki. Kali ini, aku mau menonton saja," jawab Vesper ketus.
"Kenapa kau jadi menyebalkan! Kau sama menjijikkannya dengan— argh!" rintih Joel saat Vesper tiba-tiba membalik tubuhnya lalu menjambak rambut pria itu.
Setelahnya, ia terbang mundur dengan cepat sebelum Joel menyerangnya.
"Jika kau tak bisa menjaga mulut berbisamu, kupastikan selanjutnya yang akan diseret ke neraka adalah kau, Joel Ramos. Sudah cukup aku bersabar padamu saat di dunia. Di sini, kesabaranku telah musnah," ucap Vesper bengis menatap mantan suaminya tajam.
Napas Joel menderu. Antony mendekati pria Filipina itu lalu menyentuh pundaknya. Joel menatap Antony lekat terlihat marah.
"Apa yang dikatakan Hashirama tentang kita adalah benar. Begitu pula yang dikatakan Vesper. Jadi, mulailah menurunkan egomu demi kesuksesan misi. Apa kau tak lelah terus-terusan menggerutu?" tanya Antony menatap Joel lekat.
Namun, pria Filipina itu tampaknya tak setuju dengan hal tersebut. Joel membalik badannya dan terbang menjauh. Praktis, sikapnya membuat roh lainnya terkejut.
"Joel! Apa yang kaulakukan! Kembali!" teriak Antony sampai melebarkan mata.
"Tidak mau! Aku tak sudi diperintah! Apalagi oleh perempuan!" pekik Joel marah dan langsung terbang menjauh dengan cepat.
"Joel! Keparatt tengik, apa yang dia pikirkan!" teriak Axton marah.
"Biarkan saja!" sahut Erik lantang.
"Ya, aku juga berpikir demikian. Namun, kita jaga jarak. Biarkan Joel merasa jika dia memang sendirian. Aku penasaran, akan bertahan berapa lama dia dalam pengasingannya," ucap Vesper seraya mendekat.
"Ya, sudah. Ayo," ajak Erik malas di mana tadinya ia senang karena Joel tak ada.
Diam-diam, Vesper, Erik, Axton dan Antony mengikuti Joel. Mereka berpencar ke empat penjuru. Erik, Antony dan Axton mengamati sekeliling jika ada roh jahat berkeliaran yang bisa ditangkap. Sedangkan Vesper, terlihat serius mengamati pergerakan segerombolan manusia yang menunggangi kuda mengenakan pakaian layaknya kesatria zaman dulu. Vesper bersiul ke arah Erik dan pria tersebut menyadari pergerakan di bawahnya di mana Joel mengikuti gerombolan itu.
"Hem, aku mengerti," ucap Erik lalu terbang turun meski harus menyembunyikan diri di balik rimbunan pepohonan.
Saat Vesper dan lainnya fokus dengan orang-orang yang berpenampilan layaknya prajurit itu, tiba-tiba, terlihat pergerakan dari arah berlawanan. Pasukan berkuda datang dengan cepat. Mereka mengenakan pakaian dengan model yang berbeda dan terlihat seperti siap untuk berperang. Seketika, suara teriakan santer terdengar. Gerakan-gerakan tangan yang menggenggam senjata tajam, siap untuk melukai lawan.
"Apa yang dilakukan si jelek itu?" tanya Axton bingung yang mengawasi dari atas langit karena Joel berdiri di tengah-tengah dua kubu yang siap bertempur.
"Jangan sampai kehilangan jejak Joel!" titah Antony dan diangguki sang Casanova.
__ADS_1
"Aku merasakan adanya roh jahat di antara mereka. Bersiap!" ucap Vesper mengingatkan.
"Sial! Aku belum bisa mengeluarkan rohku dari mayat!" pekik Axton kesal.
"Kalau begitu, biar aku dan Erik yang akan merasuki jasad. Kalian berdua fokus untuk menarik roh jahat. Ingat ajaran ayahku, hajar roh jahat itu agar ia mudah ditarik dari raga manusia," ucap Vesper menegaskan.
Axton dan Antony mengangguk mantap. Erik sibuk mengawasi Joel seperti ingin melakukan sesuatu pada sekumpulan manusia yang tengah bertarung di hutan.
"Cepat, bunuh dia! Aku butuh raganya!" pekik Joel yang mengejutkan Erik.
"Dasar gila. Tanpa perlu berubah menjadi roh jahat, dia memang seorang psikopat," gumam Erik geleng-geleng kepala karena Joel seperti seorang provokator.
Siapa sangka, apa yang diharapkan Joel terkabul. Akibat pertempuran itu, dari dua kubu yang bersiteru, banyak korban tewas bergelimpangan. Joel yang tak ingin kalah dari Vesper, segera merasuki seorang mayat. Akan tetapi, hal tersebut menimbulkan kepanikan para manusia.
"Ha-ha-hantu!" teriak salah satu pria karena mengenali lelaki yang dibunuhnya.
Joel bangun dari seorang raga manusia dengan wajah penuh luka hingga darahnya mengucur. Ia menarik pedang yang menancap di perutnya. Praktis, kejadian itu membuat heboh dua belah pihak. Aksi saling bunuh terhenti seketika. Terlebih, saat dua mayat ikut bangun dan berdiri mengapit pria yang dirasuki Joel.
"Akan kami cabut nyawamu seperti kalian merenggut nyawa kami!" teriak Vesper dengan pedang dalam genggaman, siap bertempur.
"Harghh!" raung Erik yang membuat Joel tertegun.
"Iblis! Mereka pasti dirasuki iblis!" teriak salah satu pria dengan pakaian tempur berwarna hitam panik seraya melangkah mundur.
Joel tersenyum saat ia tahu taktik yang dibawakan dua kawan rohnya.
"Harghhh! Mati kalian semua!" teriak Joel lantang.
"HARGHH!" teriak Vesper, Erik dan Joel bersamaan dengan raga baru mereka.
"AAAA!"
Sontak, hal itu membuat dua kelompok yang sedang bertarung panik lalu membubarkan diri karena tiga orang yang seharusnya telah mati kini hidup kembali.
__ADS_1
***
ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE