
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Para roh kini terbang menuju negara yang dulunya bernama Kamboja. Eko memimpin di depan. Vesper dan timnya berhasil mengejar benda berbaling-baling besar pada sisi kiri dan kanan. Mereka kini berada di belakang benda terbang tersebut.
Siapa sangka jika sosok yang dikatakan mirip alien oleh pria gundul bersayap besar itu, sedang menerbangkan helikopter jenis khusus. Hal mengejutkan lainnya, helikopter tersebut dikenali oleh Jonathan.
"Eh, itukan ...," pekik putra Erik seraya menunjuk.
"Ada apa?" tanya Tobias karena Jonathan melotot.
"Itu helikopterku! Helikopter yang kuwariskan kepada King D dan ... eh? Jangan-jangan," ucapnya tertegun kemudian.
"Bisakah kau bicara dengan tuntas? Kau bicara setengah-setengah!" pekik Tobias kesal.
"Aku harus membuktikannya!" ucap Jonathan yang dengan cepat terbang melesat melewati para roh termasuk ayahnya.
Para roh menatap Jonathan lekat yang kini terbang menembus badan besi helikopter itu. Saat Vesper dan lainnya akan ikut menyusul, Jonathan keluar dengan wajah semringah. Sontak, hal tersebut membuat para roh berkerut kening.
"Hahaha! Itu Junior! Itu Junior!" teriaknya gembira.
"Junior? Maksudmu ... cucuku?" tanya Boleslav ikut terkejut.
"Ya, benar! Junior! Putra dari Sandara dan Jordan! Wah, dia sudah besar dan ... tetap jelek. Sungguh malang nasibnya," ujar Jonathan geleng-geleng kepala.
"Apa maksudmu jelek?" tanya Antony terlihat marah. Sontak, Jonathan langsung pucat seketika.
"Mm, itu ... bukan maksudku demikian, tetapi ... mm," jawabnya tergagap karena ditatap tajam.
"Waaa!" teriak Tobias tiba-tiba yang ternyata masuk ke dalam helikopter lalu kembali keluar. "Makhluk apa itu?" tanya Tobias ketakutan.
Antony yang penasaran, segera mengejar helikopter yang disinyalir ditumpangi oleh King D dan dipiloti oleh Junior. Antony bergegas menembus dinding helikopter itu. Betapa terkejutnya, saat ia melihat sosok berkulit pucat, berkepala gundul, berpakaian serba putih dan memakai kacamata khusus, sedang berdiri di samping King D seperti memeriksanya. Sistem auto-pilot diaktifkan dengan rute suatu tempat di Kamboja.
Jantung Antony berdebar kencang menatap lekat makhluk yang berjalan dengan membungkuk dan menggunakan dua tangan depannya seperti seekor gorila karena mengepal. Sosok itu memiliki gigi runcing seperti gergaji berukuran kecil, tetapi sangat tajam. Mata lelaki itu berwarna biru pucat. Namun, gerakannya cukup gesit seperti monyet.
"Oh!" kejut Vesper yang diikuti oleh roh lain saat masuk dalam helikopter.
"Apa yang terjadi dengan cucuku?" tanya Boleslav menatap Jonathan saksama.
"Itu karena ... sepersusuan. Ya, begitulah yang kutahu. Kau ingat, jika Nyonya Amanda menyusui Sandara selama 2 tahun? Selain itu, Jordan adalah anak kandung istrimu," jawab Jonathan gugup. Antony mematung seketika saat menyadari hal tersebut. "Namun, aku cukup yakin jika Sandara menyuntikkan serum makhluk Mitologi ke tubuh Junior sehingga dia menjadi seperti itu. Manusia setengah monster."
__ADS_1
"Ya, Tuhan. Malang sekali," ucap Vesper sedih seraya mendekati cucunya yang mengenakan kalung khusus di leher berwarna silver dari besi.
Saat Vesper mengulurkan tangan seperti ingin mengelus kepala pria jakung dengan tubuh kurus itu, tiba-tiba saja Junior menoleh dan melepaskan kacamata transparannya. Praktis, hal tersebut membuat para roh tertegun. Mata Junior bergerak cepat ke sana kemari seperti menyadari keberadaan para roh itu.
"Oke, jangan bergerak. Jangan bilang jika Junior tahu tentang kita," ucap Jonathan gugup.
"Lihat, dia mengendus. Cucumu itu manusia atau bukan?" tanya Tobias ngeri.
BUAKK!!
"Wow!" kejut Jonathan karena Antony meluncurkan pukulannya kuat langsung mengenai wajah keturunan Flame tersebut.
Napas Tobias menderu dan siap untuk membalas pukulan Antony, tetapi tubuhnya dengan cepat ditahan oleh Erik dan Jonathan. Ayah dan anak itu saling berpandangan, tetapi kemudian melepaskan dekapan di tubuh Tobias seraya memalingkan wajah.
"Jangan menghina cucuku. Aku tetap menyayanginya meski ia buruk rupa sekalipun," tegas Antony menatap Tobias tajam.
"Heh, terserah," jawab Tobias yang memilih terbang keluar dari helikopter.
Jonathan melihat isi helikopternya yang tampak berbeda seperti dilakukan modifikasi. Pria itu kagum di mana kini tubuhnya yang dipenuhi oleh tato sirna, seperti pada Tobias. Erik menatap putranya lekat yang selalu riang dan santai dalam menghadapi masalah. Tanpa disadari, Erik tersenyum.
"Jangan kagum dulu, Erik. Axton mengajarkan hal-hal aneh pada putramu. Salah satunya menjadi playboy dan slogan yang membuatku ingin muntah," sahut Antony yang membuat senyum itu lenyap.
"Ketampanan nomor satu," jawab Vesper dan Antony bersamaan.
Erik berdecak kesal dengan gelengan kepala. Namun, kemudian, ia kembali tersenyum.
"Selama ajaran Axton membuatnya tetap hidup, bagiku tak masalah," jawab Erik yang matanya terkunci pada putranya di mana Jonathan sibuk mengitari Junior karena seperti bisa merasakan keberadaannya.
"Eh? Ke mana si botak sok tau itu?" tanya Tobias yang tiba-tiba kembali masuk ke dalam helikopter.
"Oia. Om Eko kenapa bisa berwujud seperti itu? Apakah dia malaikat? Kok bisa?" tanya Jonathan memekik, tetapi semua roh menggeleng tidak tahu.
Hingga tiba-tiba, suara dari sistem dalam helikopter berbunyi yang menginformasikan jika telah sampai di lokasi tujuan. Vesper yang penasaran, terbang keluar. Siapa sangka, jika Jonathan diam-diam mencuri pandang ke arah ayahnya. Ia tersenyum geli, tetapi berusaha menahan rasa senangnya agar sang ayah tak mengetahui. Malam itu, bulan tampak begitu besar seperti menguasai langit. Para roh terkagum-kagum menyaksikan keindahan malam.
"Wow, rumah siapa itu? Kenapa rumah yang dihuni oleh manusia bentuknya aneh-aneh?" tanya Tobias keheranan.
"Bang Dad kenapa jadi ganteng maksimal gini, ya?" tanya Jonathan menatap Tobias saksama. Namun, keturunan Flame tersebut hanya melirik lalu memalingkan wajah.
__ADS_1
"Oh, ada banyak manusia di dalam sana. Apa tidak apa-apa?" tanya Vesper cemas karena helikopter yang diakui milik Jonathan mulai mendarat di helipad pada bagian atas bangunan yang berbentuk seperti jamur raksasa futuristik tersebut.
Para roh melihat sekitar dekat helikopter dengan wajah serius tampak waspada. Hingga tiba-tiba, lantai di ujung kanan helipad terbuka. Muncul sebuah kotak besar berwarna putih senada dengan bangunan tersebut. Vesper dan lainnya terpukau. Terlebih, saat pintu kotak yang mirip dengan lift itu terbuka.
TING!
"Junior!" panggil seorang wanita cantik berambut putih.
"Wow, siapa dia?" tanya Jonathan langsung terpesona.
"Entahlah, tetapi sepertinya ... mereka berdua saling kenal. Lihat," ucap Antony saat Junior keluar dari helikopter dan langsung dipeluk oleh wanita tersebut.
"Hoh, hoh, Riza ...," panggil Junior seraya menatap wanita bermata biru tersebut.
"Hei. Jadi ... bagaimana? Apakah kau menemukan King D? Kau tak pernah gagal, bukan?" tanya wanita yang dipanggil Riza tersebut.
"Hoh, hoh!" jawab Junior seraya mengangguk-angguk dengan tubuh berjongkok.
"Kenapa dia bicara seperti itu?" tanya Vesper bingung karena Junior tak menggunakan bahasa manusia seperti lainnya.
Antony terlihat tegang saat menyaksikan cucunya begitu terampil mengoperasikan tombol-tombol yang terpasang di dinding helikopter. Ranjang tempat King D tidur melayang dan bergerak mengikuti Junior yang berjalan di depannya. Jonathan yang tak sabaran melihat isi rumah mewah itu, meninggalkan kumpulan untuk menjelajah.
"Erik?" panggil Vesper karena suaminya seperti mengejar Jonathan diam-diam.
"Biarkan saja. Dua orang itu saling munafik," sahut Tobias dengan wajah datar. Vesper tersenyum karena baginya, hal itu benar adanya.
Antony, Tobias dan Vesper ikut dalam lift yang kini diisi oleh King D—masih dalam kondisi pingsan, Junior dan wanita cantik berambut putih pendek bernama Riza.
TING!
"Wow!" kejut Tobias karena ruangan yang mereka masuki kini bernuansa merah muda dan muncul seorang anak lelaki berkacamata terlihat keren di depannya.
"Seperti biasa, kau tepat waktu, Wikan," ujar Riza seraya melangkah keluar.
"Hem," jawab anak lelaki tampan itu dengan wajah serius melihat King D terbaring dibalik kacamatanya.
***
ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE
__ADS_1