
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
King D yang melihat Lucifer Flame masuk ke helikopternya bersama Jonathan dan Jordan, dengan sigap lepas landas. Keturunan Boleslav itu menatap putranya lekat yang kini sudah tumbuh dewasa dan panjang umur. Jordan tersenyum menyaksikan pria berkulit pucat itu dengan cekatan mengoperasikan tombol-tombol dalam helikopter lalu mengirimkan pesan kepada polisi setempat atas kejadian di kota mati.
"Sial, aku lupa!" pekik King D tiba-tiba yang mengejutkan semua roh.
"Apa, D?" tanya Jonathan heran. Lucifer diam menyimak.
"Para pria berseragam hitam itu. Aku lupa tak menghapus ingatan mereka dengan gas halusinasi. Sial, dengan begini keberadaanku akan diketahui seluruh dunia!" ucapnya memekik.
Junior terlihat tegang karena ia juga bisa terlibat.
"Kalau gitu, puter balik aja!" saran Jonathan, tetapi King D menggeleng.
"Waktu kalian tinggal sedikit. Aku khawatir akan kehabisan waktu," jawab King D merelakan jika dirinya tertangkap.
"Maaf, D. Kami ceroboh," ucap Vesper sendu yang ikut masuk ke helikopter bersama Tobias.
"Bukan. Aku yang ceroboh. Hah, entah kenapa umur panjang tak membuatku jeli dengan hal sepele ini," ucap King D dengan embusan napas malas.
"Hem, menarik," ucap Lucifer tiba-tiba.
"Ya. Seperti kemunculanmu, sungguh menarik," sahut Tobias kesal.
"Kau sepertinya membenciku, Tobias," ucap Lucifer peka akan hal itu.
"Tenang saja, Pak Api. Dia benci semua orang kecuali dirinya sendiri," sahut Jonathan santai yang membuat Tobias melirik sadis. "See?" ucapnya seraya menunjuk pria berwajah garang itu. Lucifer tersenyum dengan gelengan kepala.
"Jadi ... kau berhutang cerita padaku, Jordan," ucap Lucifer tenang.
"Hem," jawab Jordan yang kemudian menceritakan kisah dua jajaran yang bersiteru hampir seabad itu.
Vesper menambahkan beberapa hal tentang bagaimana perjuangannya dulu bersama orang-orangnya untuk melenyapkan The Circle. Tobias memilih diam menyimak tak berkomentar termasuk Jonathan.
"Mengerikan," ucap Lucifer dengan wajah pucat.
"Nah, mau tau yang lebih mengerikan lagi dan nyata di depan kita?" sahut Jonathan dengan mata melotot.
"Apa itu?"
"Hukuman ganda sang Kematian," jawab Jonathan dan Tobias serempak. Dua pria itu terkejut karena satu frekuensi.
"Memangnya ... kenapa ada hukuman ganda? Aku tak tahu tentang hal itu," tanya Lucifer bingung. Jordan ikut mengacungkan telunjuk karena juga tak mengetahuinya.
Kali ini, Vesper yang menjelaskan. Praktis, hal tersebut membuat Jordan dan Lucifer melebarkan mata.
"Jadi ... masih kurang berapa lagi?" tanya Jordan serius.
"Kami ... tak tahu," jawab Vesper karena ia memang tak menghitungnya. Tobias dan Jonathan ikut menggeleng.
Tiba-tiba ....
"Empat puluh empat."
"Wow! Apa itu? Suaranya tak asing," pekik Lucifer tertegun.
"Itu sang Kematian, bodoh," ucap Tobias yang membuat napas Lucifer memburu.
"Hei! Kita sudah tiba. Tempat itu berada di depan bawah sana!" seru King D yang membuat para roh langsung terbang menuju ke kokpit.
__ADS_1
Jendela besar itu menunjukkan sebuah wilayah dengan hamparan hijau yang sejuk dan tampak asri. Terlihat beberapa rumah yang telah ditinggalkan dalam kondisi kosong. Kening Vesper berkerut seperti mengenali kawasan tersebut.
"Tempat itu ... mirip seperti ...."
"Danau Toba," sahut King D. Vesper mengangguk membenarkan.
"Oke, les kilat cara jitu nangkep roh jahat tanpa ikut diseret ke neraka!" seru Jonathan tiba-tiba.
"What? Ada hal semacam itu?" tanya Lucifer kaget.
"Meskipun dari segi umur kau lebih tua dari kami, tetapi di sini kamilah seniornya," tegas Tobias yang kali ini seirama dengan Jonathan.
"Oke, oke," jawab Lucifer dengan anggukan terlihat lugu.
Jonathan dan Tobias menahan senyum karena mencoba untuk tetap terlihat garang. Mereka berdua tampak kompak saat menjelaskan kepada Lucifer cara menangkap roh dan lolos dari tangkapan. Lucifer mendengarkan dengan serius karena ini adalah pertama kali untuknya dalam dunia roh.
"Aku mengerti. Sungguh, aku tak pernah membayangkan akan bergabung dengan tim hebat seperti kalian. Tadi ... berapa katamu? 174?" tanya Lucifer menunjuk Jonathan dan keturunan Benedict itu mengangguk dengan wajah serius. "Lalu ... sang Kematian mengatakan jika masih kurang 44 roh lagi? Kalian luar biasa! Dalam setengah hari sudah mampu menangkap 130 roh!"
"Heh, jangan remehkan kami. Inilah kehebatan saat 13 Demon Heads dan The Circle bergabung," ucap Jonathan bangga dengan dua tangan melipat dengan dada.
"Setuju," ucap Lucifer dengan senyum terkembang.
Jordan terlihat malas dan memilih untuk mengamati putranya yang terlihat baik-baik saja usai kepergiannya. Hingga akhirnya, helikopter King D mendarat di dekat danau. Namun, tempat itu sepi dan tak ada aura jahat. Vesper dan lainnya berusaha mengumpulkan kebencian agar bisa mendeteksi keberadaan musuh, tetapi nihil.
"Kita segera pergi dan cari tempat lain. Ke mana selanjutnya, D?" tanya Jordan dengan sorot mata tajam memindai sekitar.
"Oke, selanjutnya ... kita tetap menyusuri wilayah di Pulau Sumatera sampai ke Pulau Jawa," jawabnya dari peta hologram yang muncul dari jam tangan.
Jordan segera terbang ke atas untuk melihat sekitar. Sedangkan Lucifer, menatap sosok Junior lekat yang membuatnya ngeri. Ia mendekati Jonathan yang terlihat ramah dan sudi memberikan banyak informasi.
"Hei," panggil Lucifer yang membuat Jonathan menatap pria di sampingnya lekat. "Aku merasa kau tahu banyak hal, Jonathan. Jadi ... bisa beritahu aku, makhluk apa itu? Dia menyeramkan, tetapi jinak," tanya Lucifer terlihat ngeri dengan sosok Junior.
"Sttt, jangan bicara sembarangan. Dia putra dari pria bernama Jordan," jawab Jonathan berbisik yang mengejutkan Lucifer.
"Oke. Aku tak mau membuat masalah. Katakan hal-hal penting yang harus kuwaspadai selama bersama kalian," pinta Lucifer waspada.
"Siap, Bro!" jawab Jonathan mantap seraya menepuk pundak Lucifer seolah mereka seumuran.
"Hei, anak baru! Cepat kemari atau kami tinggal!" teriak Tobias terbang di samping helikopter King D yang siap lepas landas.
"Benar-benar tidak sopan," gerutu Lucifer dengan wajah sebal, tetapi menurut.
Jonathan menahan tawa karena tak menyangka jika seorang Lucifer tak segarang yang mereka pikir. Jonathan malah berasumsi jika Lucifer masuk golongan roh baik karena kejahatannya tak sebanyak kisah seram yang pernah diceritakan. Lucifer hanya seorang pria yang mengabdi kepada negara, tetapi salah membuat keputusan dan membuatnya terjerat dalam masalah skenario Madam.
"Kasian amat Pak Api," ucap Jonathan geleng-geleng kepala dan ikut terbang menyusul di luar helikopter.
Saat helikopter mereka terbang meninggalkan kawasan Danau Toba, tiba-tiba kening Jordan berkerut dan memandang ke arah lain.
"Jordan!" panggil Tobias karena pria tampan itu menoleh ke wilayah gunung. "Hei!" panggil Tobias lantang karena Jordan terbang dengan cepat ke arah yang berlawanan dengan rute helikopter.
"Ada apa?" tanya Vesper karena mendengar Tobias berteriak.
"Pria es itu meninggalkan kelompok!" teriak Tobias menunjuk.
"Jonathan! Beritahu King D agar menunggu! Sepertinya Jordan menemukan sesuatu!" titahnya.
"Yes, Mam!" jawab Jonathan dengan anggukan lalu terbang melesat mengejar helikopter King D yang sudah berada di depan.
"Ayo, Tuan Flame! Jangan sampai terpisah!" ajak Vesper dan Lucifer mengangguk mantap.
__ADS_1
Tobias, Vesper dan Lucifer mengejar Jordan yang terbang dengan cepat menuju ke suatu tempat ke kawasan pegunungan. Seketika, mata para roh itu melebar ketika menyaksikan Jordan sedang menyeret seorang roh jahat yang memberontak.
"Wow! Dia cepat dan ... liar," ucap Lucifer karena tak menyangka jika pria es itu mendapatkan tangkapan.
"Bagus, Jordan! Bertahanlah!" teriak Vesper lantang yang dengan sigap terbang melesat diikuti Tobias.
Pria yang dulunya dipenuhi tato itu dengan cepat menghajar roh jahat tangkapan Jordan hingga membuatnya meraung. Jordan menatap Tobias tajam yang terus memukuli roh jahat itu. Gumpalan hitam tersebut tak lagi memberontak karena dua tangan jahatnya dipegangi kuat oleh Jordan.
KRANG! KRANG! KRANG!
"GARRR!"
Lucifer terkejut melihat roh jahat itu tiba-tiba dililit oleh rantai emas yang membuat tubuh bagaikan asap tersebut memadat layaknya raga manusia. Roh itu meraung berusaha membebaskan diri. Lucifer terpaku saat menyaksikan wilayah yang tadinya dipenuhi oleh hijaunya pepohonan kini berubah menjadi lautan magma. Lucifer shock dan panik melihat neraka kembali muncul di depannya.
"Flame!" panggil Vesper yang membuat pandangan pria itu tertuju pada wanita yang mengayunkan tangan seperti mengajaknya.
Lucifer terlihat gugup karena siksa neraka kembali mengingatkannya pada dosa-dosanya dulu yang gemar bercinta tanpa jalinan pernikahan. Mantan orang CIA itu malah memejamkan mata karena ketakutan. Tiba-tiba, ia merasakan tangannya ditarik dan membuat matanya terbuka. Ia melihat Jonathan tersenyum sampai akhirnya genggaman itu terlepas.
"Neraka tak akan mengusik asalkan kau tak berubah jadi roh jahat atau ikut dirantai karena ditangkap olehnya," ucap Jonathan seraya terbang di samping Lucifer yang tadi mematung.
"Oke, oke," jawab pria itu gugup.
Lagi, ternyata Jordan mendapatkan tangkapan, begitupula Tobias. Vesper berhasil merantai satu roh jahat hasil tangkapannya lalu wanita itu terbang dengan cepat ke arah Tobias untuk membelenggu buruannya.
"Mereka sungguh hebat," gumam Lucifer memuji.
"Kita jangan kalah, ayo! Aku lihat ada satu di sana yang sedang kabur. Tampaknya, mereka adalah roh-roh jahat sebelumnya yang menyatu dengan Miles!" ucap Jonathan yang melihat pergerakan roh jahat di dalam rimbunan hutan dan mencoba bersembunyi di antaranya.
"Siapa Miles?" tanya Lucifer bingung.
"Salah satu keturunanmu yang membuat banyak orang tewas mengenaskan," jawab Jonathan geram yang kemudian menukik dengan cepat.
Jiwa patriot Lucifer bangkit. Bagaimanapun, dulunya ia adalah orang yang disegani dalam agensi hingga ia dikhianati dan malah di penjara. Kebencian dalam hati Lucifer bangkit. Ia menyamakan roh jahat itu adalah Sierra Becca yang sudah menjerumuskannya.
"Harghhh!" raung Lucifer yang terbang menukik, tetapi mengambil sudut lain.
Jonathan berusaha mengejar roh jahat incarannya yang dengan gesit berkelit dari tangkapan. Hingga tiba-tiba, BUAKK!!
"GARRR!"
"Haha! Bagus, Api!" seru Jonathan gembira karena Lucifer tiba-tiba muncul dari balik pohon besar lalu meluncurkan kepalan tangan tepat mengenai wajah roh hitam itu.
Jonathan dengan sigap memegangi dua tangan roh jahat yang mencoba mencabik raganya. Lucifer terus memukuli kepala lawan seperti yang diajarkan oleh Tobias agar musuh tak berkutik. Jonathan menarik buruannya ke atas di mana sang ibu baru saja merantai roh jahat tangkapan Jordan.
"Mama!" panggil Jonathan yang membuat Vesper langsung menoleh.
"Ada lagi di sana!" seru Lucifer saat merasakan kehadiran roh jahat yang terbang melesat menjauh.
"Akan kuatasi!" sahut Jordan yang diangguki Vesper.
Lucifer membantu Jonathan dengan menarik kepala roh jahat itu agar tak lepas.
KRANG! KRANG! KRANG!
"Kerja bagus! Ayo, cari yang lain. Aku merasakan tempat ini ada banyak, tetapi mereka berkeliaran di beberapa tempat," ucap Vesper seraya melihat sekitar.
Lucifer segera terbang mengikuti instingnya di mana kebenciannya pada Sierra Becca menuntunnya untuk mendapatkan keberadaan roh jahat. Diam-diam, Vesper tersenyum karena akhirnya Lucifer Flame mulai menunjukkan kemampuan.
"Hem, dia tak sebodoh yang kupikir," gumam Vesper yang mengikuti Lucifer di belakang.
__ADS_1
***