
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Eko dan kumpulan mafia penangkap roh jahat akhirnya terbang meninggalkan Distrik Bengal. Perjalanan panjang itu memakan waktu cukup lama hingga matahari tenggelam dan malam kembali datang. Namun, kali ini suasana tak menjemukkan seperti sebelumnya. Meskipun Tobias banyak diam, tetapi ia mendengarkan kisah-kisah yang diceritakan oleh para senior saat mereka berjaya dulu.
"Toby! Apa kau tahu? Kami sempat bertarung melawan Madam. Sayangnya, ia kabur," ucap Axton yang terbang di depannya dengan kepala menoleh.
"Madam? Sierra Becca?" tanyanya mengulang.
Vesper dan lainnya mengangguk membenarkan. Tobias tampak terkejut. Ia menyipitkan mata seperti memikirkan sesuatu. "Jika Madam saja bisa menjadi roh jahat, aku penasaran dengan para Flame lainnya, termasuk Lucifer."
Sontak, ucapan Tobias membuat Antony ikut berkerut kening. "Menurutmu ... musuh-musuh lama kami bisa muncul dengan wujud roh jahat?"
"Mungkin saja. Aku saja bisa dibangkitkan, pastinya mereka juga," jawabnya serius.
"Tapi, ada bedanya. Kamu bangkit dalam wujud roh murni bukan roh jahat kaya Madam dan minionnya. Mungkin, ini mungkin lho, ya, bisa jadi karena pas ajal menjemput, kamu sempet tobat dan mengenal Tuhan," ucap Eko yang membuat para roh menatap Tobias lekat.
"Tobias mengenal Tuhan?" tanya Erik mengulang.
"Iya. Sayangnya, terjadi kesalahpahaman. Kematian Toby membuat Lysa gelap mata. Dia jadi anak yang durhakim sama emak dan jajarannya. Hingga saat ia akhirnya menemukan pembunuh Toby, bisa dibilang telat buat menyesal. Mbak Vesper mati dan bikin empat anaknya jadi bahan ejekan semua mafia karena dianggap durhaka," ucap Eko yang mengejutkan para pendengar.
"Wow, wow, aku tak tahu tentang hal itu," ucap Tobias sampai menghentikan laju terbang.
Para roh termasuk Vesper menatap Eko lekat.
"Memangnya, siapa yang membunuh Tobias?" tanya Erik ikut penasaran.
"Tora," jawab Vesper dan Eko serempak.
"Woah! Itu ... cukup mengejutkan," sahut Axton yang diangguki Antony.
"Eko. Di antara kami semua, kau mati paling akhir. Ceritakan kehidupan orang-orang dalam jajaran setelah kematian Vesper," pinta Antony yang membuat bodyguard sang ratu mafia mengembuskan napas panjang.
"Intinya, setelah kematian Mbak Vesper, semua gak berjalan semulus yang dibayangkan. Walaupun para mafia dalam jajaran 13 Demon Heads dan The Circle sudah menyatakan bubar serta menunjukkan kalau bergerak di bisnis legal, kita terus diawasi. Eko aja yang udah meninggalkan jalan sesat itu masih dipantau. Tau Eko, kalau banyak agent dari pemerintah yang selalu nguntit dengan pura-pura jadi penjual es dawet, ojek online, penjual warteg, dan lain-lain. Bahkan, ada agent pemerintah di Indosinia yang sampai jadi tetangga persis depan rumah cuma buat ngawasin. Dikira Eko goblok karena gak tau apa, ya? Eko sih santai aja wong bener-bener udah tobat. Malah, Eko pernah ngajak pergi Jumatan segala, hahahaha!" tawanya gembira mengingat masa lalu.
Vesper tersenyum tipis sampai geleng-geleng kepala. Tobias berkerut kening entah apa yang dipikirkan, hingga ia mengutarakan.
"Apa yang terjadi dengan Lysa setelah aku mati?" tanyanya serius yang membuat suasana kembali tegang.
__ADS_1
"Oh. Lysa balikan sama si Sultan Arab."
"What!" teriaknya marah yang sontak membuat semua roh tertegun karena pria itu seperti mengalami perubahan dalam dirinya.
Asap hitam muncul dari tubuh Tobias. Vesper bisa merasakan aura kejahatan penuh dendam dan kebencian keturunan Flame tersebut. Saat Axton dan lainnya dibuat panik sampai terbang menjauh, Eko dengan sigap memegangi dada Tobias dengan tangan kirinya. Vesper dan lainnya melebarkan mata melihat tubuh Eko bersinar dan auranya mengalir ke tubuh Tobias.
"Eling, Nak Toby. Kamu harus inget neraka kaya apa, inget siksaannya. Jangan sampai dendam, emosi dan kebencian datang lagi padamu. Sang Kematian udah hapus itu semua. Kalau sampai semua keburukan itu datang kembali dan merasukimu, kamu bakal berteman dengan iblis dan kekal abadi di neraka sampai kiamat tiba. Hanya kehendak-Nya yang bisa membuatmu naik ke surga. Ingat pesan Eko," ucap pria itu lalu melepaskan tangannya.
Seketika, aura jahat Tobias sirna. Pria itu tampak pucat sampai tubuhnya membungkuk seperti shock akan sesuatu. Vesper segera terbang mendekat dan memeluknya. Namun, pelukan itu dilepas oleh sang ratu karena tahu jika 5 detik akan segera berakhir. Vesper menatap Tobias lekat.
"Toby, dengar. Aku pernah berubah menjadi roh jahat. Sungguh, aku tak sanggup diseret kembali ke neraka. Saat aku kembali, siksaannya menjadi berlipat. Kita semua pernah berbuat salah. Kita adalah penjahat pada masanya dan bangga akan hal itu. Kini, neraka menanti kita. Namun, hanya dengan do—"
"Doa. Ya, kau benar, Mom. Doa, kita butuh doa sebanyak-banyaknya. Tunggu apa lagi, ayo segera temui King D!" pinta Tobias dengan napas tersengal.
Vesper mengangguk cepat dan mengajak kelompoknya untuk segera terbang menuju Oman. Selama perjalanan, Tobias terdiam seperti terganggu akan sesuatu karena berulang kali memegangi dada dan mengatur napas. Vesper dan lainnya yang mengetahui hal tersebut memilih diam. Eko yang tetap harus menjalankan tugas untuk mengantarkan arwah-arwah gentayangan membuat tim Vesper terpaksa menunggu. Namun, kal ini, tak terlihat roh jahat sepanjang perjalanan.
"Kita tak dibatasi harus menangkap berapa roh jahat dalam sehari, bukan?" tanya Tobias seraya melihat sekitar. Kali ini, mereka berada di sebuah wilayah yang diberi nama Distrik India.
"Ya, minimal satu. Kenapa?" tanya Axton bertolak pinggang.
"Jangan habiskan waktu dengan menangkap roh jahat jika dalam sehari sudah mendapatkan satu. Dengan demikian, kita akan tiba lebih cepat ke Oman. Sejauh ini yang kulihat, kita selalu tertunda karena menemukan roh jahat," jawabnya serius.
"Hehe, aku mencium aroma pertikaian," ucap Axton seraya menarik napas dalam.
"Axton," panggil Antony dengan lirikan sadis. Namun, sang Casanova malah terkekeh.
"Hentikan. Fokus dengan tujuan kita," ucap Vesper tegas. Tak lama, Eko kembali bergabung usai menyelesaikan tugasnya. "Eko. Kira-kira berapa lama lagi kita tiba di Oman?"
"Besok seharusnya kalau gak mampir-mampir."
Vesper kembali mengajak kelompok barunya untuk segera pergi. Kali ini, mereka harus bergegas untuk mencari keberadaan King D. Hanya saja, tiap mereka melintasi sebuah distrik, Eko pasti membuat kumpulan itu kembali berhenti karena pria gundul tersebut harus menunaikan tugasnya. Axton yang bosan menunggu, memilih untuk mencari tahu keberadaan mereka.
"Lihatlah rumah itu. Bentuknya aneh sekali," ucap Axton seraya menunjuk bangunan temuannya.
"Hem. Banyak yang memiliki bentuk hampir seperti itu di sekitar sini. Tampaknya, bangunan tersebut dibuat khusus sesuai dengan kultur wilayah. Kawasan ini dikelilingi oleh perbukitan dengan semak belukar seperti gurun," ucap Antony dari hasil pengamatan.
__ADS_1
"Tempat ini juga aneh. Banyak hewan-hewan berkeliaran seperti dibiarkan saja. Mungkin karena itulah rumah-rumah di kawasan ini bertingkat dan berlapis kaca. Seperti safari night," sahut Erik yang disahut dengan tawa kecil oleh Axton.
"Orang-orang yang tinggal di sini pastilah bekerja sebagai pelindung satwa, pengamat, dokter hewan dan semacamnya. Lihatlah isi dalam ruangan itu. Terlihat ada beberapa hewan sakit sedang diobati, ada yang dimasukkan dalam ruangan kaca seperti diobservasi, dan ada yang melakukan pengawasan dari layar-layar seperti terdapat CCTV di beberapa kawasan," ucap Tobias seraya menunjuk dari luar jendela.
"Hem, temuan bagus," ucap Vesper dengan senyuman.
Tobias diam saja tak menjawab dan kembali terbang ke langit untuk melihat apakah Eko sudah selesai dengan tugasnya atau belum. Banyaknya wilayah yang harus dilewati dan berhenti berulang kali, tanpa disadari matahari kembali muncul. Axton menggaruk kepala dan mencoba bersabar karena masih membutuhkan Eko. Ketika para roh memilih untuk melintasi laut Arab, mereka dikejutkan oleh banyaknya armada laut yang berlalu lalang di sepanjang perairan. Vesper kembali dibuat kagum karena kecanggihan teknologi di zaman itu. Terlebih, terdapat sebuah pulau terapung yang diyakini adalah mesin.
"Lihat! Pulau itu bergerak!" pekik Axton saat melihat sebuah pulau kecil layaknya pulau pribadi bergerak dan membuat armada di sekitar mendekat.
"Eko! Apa fungsinya pulau itu?" tanya Erik menunjuk.
"Bahasa sederhananya itu pelabuhan. Jadi yang kapalnya rusak pas tau-tau di tengah laut, habis bahan bakar, atau sekedar pengen singgah, nah bisa ke pulau terapung itu. Namanya Transit Island," ucap Eko mantap.
"Apakah pulau terapung ada banyak?" tanya Antony ikut penasaran.
"Yes. Rata-rata mereka berada di perairan luas. Kaya di Samudera Hindia, Pasifik, Atlantik, Laut Bering, wah banyak lah pokoknya. Mereka wara-wiri gitu kaya kapal feri," jawab Eko menjelaskan.
"Kau tahu banyak. Apakah kau hidup di zaman ini sampai ajal menjemput?" tanya Erik penasaran.
"Gak yow. Eko mati zaman wabah monster muncul pertama kali. Eko gugur pas selametin orang-orang dan tau-tau dibangkitin dapet mandat begini. Lalu Eko dapat semua ilmu sejarah dunia setelah kematian sampai di zaman ini. Singkatnya begitu," ucap pria gundul itu menjelaskan.
"Wah, dia dapat banyak pengetahuan, sedangkan kita tidak. Kenapa sang Kematian pilih kasih?" tanya Axton cemberut seraya melirik ke atas.
"Hei, jaga bicaramu! Nanti kau bisa diasingkan ke tempat antah berantah," ucap Erik mengingatkan.
Sontak, sang Casanova langsung menelengkupkan kedua tangan seperti meminta ampun. Vesper dan lainnya menahan senyum.
"Jika kita sudah berada di Laut Arab, seharusnya di seberang sana adalah Oman. Benar begitu, Eko?" tanya Tobias menduga.
"Yep, 100% bener. Namun, sekarang Oman udah bukan negara lagi, tapi jadi distrik," ucapnya menjelaskan.
"Terserah. Yang terpenting, kita temui King D," ujar Tobias mantap.
"Hem, ayo!" ajak Boleslav mantap dan diangguki semua roh.
__ADS_1
***
ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE