TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Pamit


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


King D segera melakukan penyelidikan dibantu oleh Junior dan orang-orang di pemukiman tersebut. Mantan presiden dunia itu juga menghubungi Iris dan para keturunan lainnya untuk menguak tragedi.


"Ya, itu benar, D. Aku mendapatkan laporan dari distrik lain jika beberapa warganya hilang atau ditemukan tewas. Jika perkataanmu bisa dibuktikan secara logika dan mendapatkan bukti dengan menangkap pelakunya, kurasa kita bisa menguak kasus ini," ucap Iris.


"Bodohnya, setiap para pria berseragam hitam itu berhasil dilumpuhkan, aku dan Junior tak menginterogasinya," ujar King D karena awalnya merasa orang-orang itu berbuat jahat karena dirasuki iblis.


"Hoh! Hoh!" sahut Junior tiba-tiba di mana mereka melakukan komunikasi jarak jauh dari dalam helikopter.


"Apa yang kau dapatkan, Junior?" tanya Riza dari sambungan teleconference.


Junior memejamkan matanya rapat. Tak lama, kepalanya seperti tersentak. Seketika, GIGA memberikan sebuah informasi kepada semua orang dalam jajaran tentang temuan Junior yang tak disangka.


"Wow! Junior diam-diam melakukan pemindaian semua pria berseragam hitam baik yang sudah mati atau sekarat!" ucap Fagan kagum.


"Bagus. Seharusnya, beberapa laporan yang sudah Junior kirimkan kala itu dan polisi setempat dapatkan di lokasi kejadian, bisa membantu mereka memecahkan misteri ini," ucap King D. Para keturunan mengangguk setuju.


"Tetaplah saling mengirimkan informasi sekecil apapun itu melalui GIGA. Sejauh ini, kita aman karena Nyonya Theresia melindungi kita dengan satelitnya," ucap Iris yang membuat para keturunan Boleslav dan Theresia mengangguk dengan senyuman.


"Baiklah. Aku akan informasikan temuan terbaruku selama di tempat ini. Tetap waspada karena Alva berhasil menemukanku," ucap King D yang membuat Iris mendesis.


"Wanita sialan itu berani mengusik kekasihku. Tenang saja, D. Tak akan kubiarkan Alva mendatangimu lagi. Aku pergi dulu," ucap Iris kesal lalu mematikan sambungannya.


Orang-orang yang mendengar menahan senyum. Sedangkan King D, canggung dan memilih untuk ikut mematikan sambungan komunikasi. Saat wajah pria tampan itu bersemu merah, ia terkejut karena ditatap dingin oleh Junior.


"What! Aku tak mengatakan apa pun. Dia yang menyukaiku, bukan aku," ucap King D membela diri.


"Hem," jawab Junior dengan mata menyipit dan wajah dingin. King D menelan ludah.


Sedangkan di tempat Vesper dan timnya berada.


Para roh yang tubuhnya telah kembali putih, terbang di sekitar kawasan menara terbengkalai. Mereka masih bisa merasakan keberadaan roh jahat di tempat itu, tetapi buruan yang diincar seperti menyembunyikan diri.


"Licik dan cerdik," ucap Vesper dengan mata memindai sekitar.

__ADS_1


"Hem, seperti kau, Mom," sahut Tobias santai yang membuat mata Vesper menyipit.


Saat para roh waspada dengan sekitar, tiba-tiba Eko kembali muncul dan mengagetkan semua roh termasuk Lucifer.


"Woah! Malaikat!" seru pria itu kagum.


"He?" sahut Eko yang mulai meredupkan kilau cahayanya. "Mirip doang," imbuhnya santai.


"Namun, kau bersayap," ucap Lucifer menunjuk.


"Bukan Eko yang minta. Udah dikasih dari sononya," jawab pria gundul itu membela.


"Ah, oke," jawab Lucifer yang merasa jika sosok malaikat di depannya ini sedikit lain karena berkesan santai dan cuek. Tak seperti dalam kitab kepercayaannya yang berparas rupawan, santun, dan bijak. Lucifer memilih diam, tetapi matanya terus menatap Eko lekat.


"Kau ke mana saja, Jelek?" sindir Tobias.


"Ngerjain PR. Emang kamu doang yang punya tugas, Eko juga," sahutnya.


"Jadi, ada apakah gerangan Om Eko sampai sudi hadir kemari untuk menemui kami yang hina ini?" tanya Jonathan yang membuat Vesper spontan terkekeh.


"Apa maksudmu pamit yang sesungguhnya? Kau akan pergi?" tanya Tobias berkerut kening.


"Kenapa? Gak rela, ya? Itu karena Eko udah terlalu banyak bantu kalian. Sang Kematian negur Eko karena hal itu. Jadi, Eko gak fokus kerja. Oleh karenanya, demi kebaikan bersama, ingatan Eko akan masa lalu akan kembali dihapuskan agar gak berpihak," ucapnya yang membuat Vesper sedih.


"Kau ... akan pergi dan melupakan kami?" tanya Vesper sendu.


Eko mendekat dengan senyuman. "Kita semua sudah mati, Mbak Vesper. Jadi, sewajarnya sudah gak ingat lagi. Temen kita di akhirat hanya amal ibadah semasa hidup sampai akhirnya abadi di surga nanti. Hanya saja, Eko gak tau kapan hal itu akan terjadi, tetapi Eko menantikannya. Semoga, kita semua bisa ketemu di sana, ya. Jujur, Eko sedih, tapi gak bisa nangis. Gimana dong?" ucapnya dengan bibir bergelombang.


"Oh, Eko," ucap Vesper lalu memeluknya, tetapi tubuh keduanya tertembus. Vesper bingung.


"Dibilang lho. Kita 'kan beda. Mbak Vesper perempuan, Eko laki-laki. Gak boleh," ucap Eko yang membuat Vesper tersenyum dengan anggukan pelan.


"Kalau Nathan, apakah bisa?" tanya Jonathan seraya mendekat lalu merentangkan tangan, ingin memeluk.


Jonathan terkejut karena hal itu bisa dilakukan. Jonathan memeluk Eko erat begitupula bodyguard Vesper pada zamannya itu. Jordan ikut mendekat lalu memeluk Eko, disusul Tobias dan Lucifer meski pria CIA itu tak mengenal Eko sebelumnya.

__ADS_1


"Dia hangat dan rasanya ... jiwa Nathan damai," ucap Jonathan yang enggan melepaskan pelukan Eko di mana pria gundul itu dipeluk beramai-ramai.


"Eko berasa kasur yang habis dijemur," ucap pria itu yang membuat para pendengarnya tertawa kecil.


Jonathan melepaskan pelukannya termasuk yang lain. Eko tersenyum menatap para roh di depannya dengan embusan napas panjang.


"Sampai jumpa. Semoga sukses dan ... terima kasih atas petualangan luar binasanya. Bye!" ucap Eko dengan wajah berbinar lalu sosoknya menghilang dengan kilatan cahaya.


Mata Vesper dan roh lainnya terpejam sejenak karena kaget. Mereka saling memandang dengan senyuman meski terlihat kesedihan di sana.


"Entah kenapa aku merindukan si botak menyebalkan itu," ucap Tobias. "Woah!" teriak pria tersebut saat Eko tiba-tiba muncul kembali di sampingnya. Eko tertawa.


"Sebentar, lupa. Dikasih satu kesempatan terakhir sama sang Kematian buat bantu kalian," ucap Eko yang membuat Vesper dan roh lainnya mendekat. Namun, Tobias malah terbang menjauh.


"Pasti soal roh jahat 'kan?" ujar Jonathan dengan wajah berbinar. Eko mengangguk membenarkan.


"Rute yang King D kasih beberapa di antaranya memang ada roh jahat di sana. Namun, gak banyak. Roh jahat akan terus bermunculan meski kalian udah selesein tugas dari sang Kematian. Jadi, jangan patah semangat karena stok banyak. Masalahnya, hanya waktu aja. Dah, mending kalian pergi dari sini. Soalnya para roh jahatnya kabur tiap liat Eko muncul. Makanya, Eko jarang nongol karena gak mau bikin kalian gagal," ucap pria tersebut menjelaskan.


"Terima kasih banyak, Eko. Aku benar-benar akan sangat merindukanmu," ucap Vesper tulus yang membuat Eko meneteskan air mata.


"Tuh 'kan, jadi mendung langitnya. Jadi inget cerita Juby yang mood-nya bisa bikin cuaca berubah. Udah, udah, Eko beneran mau pergi sekarang. Nanti sang Kematian ngamuk bisa gaswat. Eko sayang kalian semua," ucap pria gundul itu seraya melambaikan tangan lalu terbang mundur dengan dua sayap besar putih terkembang.


Vesper dan lainnya melambaikan tangan perpisahan. Sangat sedih harus berpisah dengan pria Jawa yang jenaka itu. Sosok Eko menghilang di balik awan besar yang bergerak melintasi langit tempat mereka berada. Vesper mengembuskan napas panjang mulai merelakan orang-orang terkasih yang pergi darinya satu per satu. Vesper melihat dari atas langit betapa indahnya dunia saat ia memiliki kesempatan untuk mencintai ciptaan Tuhan.


"Aku hampir melupakan keindahan ini karena ambisiku di masa lalu," ucap Vesper sedih.


"Hem, aku juga. Mungkin kita semua," sahut Lucifer seraya terbang mendekat dan kini berdiri di samping sang ratu.


"Sebaiknya, kita bergegas. Aku juga merasakan roh jahat sudah tak berada di wilayah ini. Aura mereka menghilang," ucap Jordan dan diangguki semua roh. "Maaf, Nyonya Vesper. Bolehkah aku memimpin perjalanan? Aku ingat rute selanjutnya."


"Dipersilakan," ucap Vesper dengan anggukan.


"Haahhh," keluh Tobias dan Jonathan bersamaan dengan embusan napas panjang, tetapi membuat Vesper dan Lucifer tersenyum.


***

__ADS_1



__ADS_2