TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Menegangkan


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


Praktis, kemunculan sosok yang diyakini adalah Hashirama atau ayah dari roh bernama Vesper, membuat empat roh di depannya tegang seketika. Meskipun Joel tak mengetahui tentang Hashirama, tetapi pria itu bisa merasakan aura dari seorang penguasa yang setiap ucapannya tak bisa dibantah. Joel memilih diam dan memperhatikan.


"Ma-maaf, Tuan Hashirama. Saya ... Antony Boleslav. Lalu ... dia Adrian Axton Giamoco. Selanjutnya di sebelah Axton ada Erik Benedict. Kami adalah penerus 13 Demon Heads. Kemudian Joel Ramos, dia bukan anggota dewan, tetapi mafia seperti kami," ucap Antony tegang sembari memperkenalkan satu per satu anggota timnya.


Pria bernama Hashirama menatap orang-orang itu secara bergantian dalam diam. Sorot matanya yang tajam, membuat empat roh itu tegang. Mereka memilih untuk menjaga jarak, bahkan tak ada niatan untuk mengenal lebih dekat.


"Pertanyaan keduaku belum dijawab," tegasnya.


"He? Oh, apakah ... tentang siapa yang Anda gantikan? Ah, itu Vesper. Dia ... dia putrimu!" jawab Axton lantang.


Wajah Hashirama berubah serius seketika. Ia mendekati sang Casanova dengan sorot mata tajam. Axton terlihat gugup meski masih berdiri tegap di hadapan pemimpin pertama 13 Demon Heads itu. Akan tetapi ....


"Agg!" erang Axton saat ia tiba-tiba saja dicekik.


Antony dan lainnya panik. Axton berusaha melepaskan cekikikan kuat di lehernya. Namun, sepertinya Hashirama tak terkejut ketika cekikan tersebut terlepas usai lima detik. Erik dan lainnya sampai tak berani mendekat. Mereka diam ketika Axton ambruk meski dengan sigap berdiri seraya memegangi lehernya.


"Hem, menarik," ucap Hashirama saat melihat tangannya yang tembus pandang sembari menggerakkan jari-jarinya.


"Maaf, Tuan Hashirama. Apakah Anda mendengar yang tadi Axton ucapkan tentang Vesper? Putri Anda?" tanya Antony gugup saat melihat Axton terbang dengan tergesa ke arah timnya.


"Aku tak memiliki putri bernama Vesper. Sudah mati tetap saja membual. Kenapa? Takut denganku sehingga kalian mengarang cerita itu?" tanya Hashirama yang kembali berdiri tegap dengan wajah dingin.


"Ta-tapi—"


"Diam!" teriak Hashirama garang yang membuat empat roh itu tertegun. Hashirama membalik tubuhnya dan menatap sekeliling saksama. "Aku ingin segera bekerja. Ke mana tujuanku?" tanyanya seperti berbicara dengan seseorang.


Erik dan lainnya bingung saling memandang, tetapi kemudian mereka tersentak saat wilayah suram yang tadi didatangi kembali muncul. Hashirama merentangkan tangan dengan senyuman terkembang seperti menghirup udara kebebasan yang dirindukan. Ia seperti tak terusik dengan suasana abad pertengahan tempat tugas harus dilakukan.


"Apakah ... dia tadi bicara dengan sang Kematian? Mereka berdua berkawan atau bagaimana?" tanya Joel bingung.


Axton dan lainnya menggeleng karena tak tahu hal tersebut. Erik, Joel, Axton dan Antony mengikuti Hashirama yang berjalan lebih dulu di depan. Mereka tampak gugup meski hanya memandangi raga rohnya dari belakang. Tak ada niatan untuk bertanya bahkan mengobrol dengan sosok itu.


"Sangat disayangkan. Padahal di antara kita semua, Vesper yang sangat ingin bertemu dengan ayahnya. Namun, ia malah digantikan. Sial, aku jadi merindukan wanita ular itu," ujar Antony berbisik.


Joel dan lainnya tak berkomentar karena mereka juga merasa demikian. Lebih nyaman bekerja bersama Vesper yang penyabar ketimbang dengan orang paling kejam di zaman itu.


"Siapa di antara kalian pemegang rantai?" tanya Hashirama tiba-tiba.


"A-aku, Tuan," jawab Axton gugup.


"Tetap dekat denganku," pinta Hashirama seraya menoleh ke arah lain saat mereka bertemu persimpangan.


Saat Axton merasa jiwanya terancam karena sosok Hashirama yang baginya tukang perintah dan marah-marah, tiba-tiba ....


"Aaaa! Tidak! Jangan! Jangan!" teriak seorang wanita di kejauhan.


"Oh! Cepat sekali!" pekik Erik terkejut saat Hashirama tiba-tiba terbang melayang dengan cepat.


"Ikuti! Jangan sampai tertinggal!" titah Antony dan diangguki semua roh.


Erik dan tiga kawannya terbang melayang dengan cepat. Saat mereka berhasil mengejar roh Hashirama, mata empat roh tersebut terbelalak lebar ketika melihat pria berambut panjang itu dengan cepat memegang dua tanduk roh jahat yang muncul dari raga seorang pria pembawa pedang.


"Harghh!" raung Hashirama yang berusaha melawan roh jahat dengan menariknya seorang diri.

__ADS_1


Namun, bukannya menolong, empat roh tersebut malah terpaku melihat aksi mantan ketua 13 Demon Heads generasi pertama itu bertarung dengan roh jahat.


"Kau pikir kau kuat, ha!" teriak Hashirama yang berjongkok di atas kepala roh jahat dengan dua tangan memegang tanduknya kuat karena gumpalan asap hitam itu memberontak.


"GAARRR!"


Roh jahat dengan gigi-gigi tajam layaknya pisau itu meraung. Tangan-tangan runcingnya keluar dari raga manusia yang dirasuki, berusaha menyingkirkan tubuh Hashirama. Namun, pria berpawakan gagah tersebut tampak sangat mampu menandingi roh jahat seorang diri.


"Heahhh!"


"Oh!" pekik Erik dan lainnya terkejut saat Hashirama dengan sigap berayun ke samping.


Pria berambut panjang itu melompat dari kepala si roh jahat sembari memegang salah satu tanduknya sebagai pegangan. Kaki Hashirama menendang tangan roh jahat hingga terhempas. Ayah dari Vesper dengan cepat menangkap tangan itu lalu menariknya kuat.


"Giamoco! Kemari! Rantai dia!" teriak Hashirama terus menarik tangan itu kuat hingga sebagian tubuh roh jahat keluar dari raga.


"Shitt! Dia bahkan bisa melakukannya sendirian! Pria itu benar-benar gila!" pekik Joel sampai melotot saat Hashirama juga mampu melakukan tendangan ketika tangan roh jahat yang lain ingin mencabik rohnya.


Axton dengan cepat terbang mendatangi Hashirama. Namun, saat dua tangannya ingin menangkap tangan roh jahat, tiba-tiba ....


"GARRR!"


"Argh!"


"Axton!" panggil Erik panik ketika kepala bertanduk itu malah menyeruduk sang Casanova.


Axton terlempar dan hal tersebut membuat mata Hashirama melotot.


"Tidak berguna!" teriak Hashirama marah.


"Erik, ayo!" ajak Antony dan diangguki keturunan Benedict itu.


"Hargh!"


BUAKK! DUKK!


"GAARRR!"


Roh jahat meraung saat wajahnya ditendangi oleh Hashirama sembari menarik tubuhnya. Tubuh pria Jepang itu sangat lentur dan energik layaknya akrobatik.


"Heahh!"


KRANG! KRANG! KRANG!


"GAARRR!"


"Yeah! Aku berhasil!" seru Axton gembira saat usahanya melilitkan rantai besi ke tubuh roh jahat berhasil.


Hashirama tetap tak melepaskan buruannya karena sebagian tubuh roh jahat masih terperangkap dalam raga manusia.


"Pegangi tubuh manusia itu! Kalian tidak berguna!" pekik Hashirama marah yang membuat Antony serta lainnya tertegun.


Mereka dengan sigap mendatangi pria yang kerasukan itu, tetapi tanpa raga manusia yang dirasuki, mereka tak bisa menahan tubuh manusia.


"Ka-kami tak bisa," jawab Erik saat menyadari hal tersebut.

__ADS_1


Napas Hashirama menderu. Ia meluapkan amarahnya dengan meletakkan satu kakinya di dada roh jahat sembari memegangi dua tanduk besar tersebut dan menariknya kuat.


"Ba-bagaimana ini?" tanya Axton bingung.


"Biarkan saja. Aku ingin melihat kemampuannya," jawab Joel menyindir.


Namun, Antony dengan sigap terbang meninggalkan kelompok entah menunju ke mana. Kali ini, mereka membiarkan Antony melakukan sesuatu karena dirasa akan menolong. Axton dan Erik yang ingin membantu Hashirama dibuat bingung, sebab pria itu seperti bisa melakukan sendiri. Hingga tiba-tiba ....


"Aaaaa!" teriak wanita yang tadi meminta tolong saat melihat mayat hidup muncul di depannya yang tak lain adalah raga dari jasad yang tergantung di perkampungan suram.


Wanita itu berlari ketakutan menyelamatkan diri melihat jasad yang penuh dengan luka tersebut dan tubuh terkoyak berlari tertatih mendekati sosok pria yang dirasuki.


"Herggg!" raung jasad itu memegangi raga yang dirasuki.


"To-Tony? Itu kau?" tanya Axton bingung dengan mata melotot karena jasad tersebut sangat menyedihkan.


Namun, Antony tak menjawab. Ia fokus menahan raga manusia itu ketika roh jahat ditarik oleh Hashirama. Tubuh Axton, Joel dan Erik menegang saat melihat usaha Hashirama membuahkan hasil.


"Harrghhh!"


"GARRR!"


BRUKK!


"Hah, hah, hah!" engah si manusia yang kini tergeletak dengan wajah pucat saat roh jahat berhasil ditarik keluar.


Antony bergegas bangun dan menatap sekitar yang kacau di mana Hashirama kini sedang menghajar roh jahat karena mengamuk.


BUAKK!


"GARRR!"


"Yeah! Good job, Sir!" puji Axton saat melihat Hashirama memukul wajah roh jahat hingga tubuh gumpalan asap hitam itu kini terperangkap seutuhnya dengan lilitan rantai emas.


Hashirama menatap roh jahat itu tajam ketika ditarik ke neraka. Ia lalu mendekati Boleslav dan memintanya keluar dari raga tersebut. Erik dengan cepat membantu menarik rohnya dan membuat jasad itu tergeletak di samping manusia malang.


"A-Anda hebat, Tuan," puji Antony.


Hashirama mendekat, dan tiba-tiba ....


BUAKK!


"Ugh!"


"Tony!"


BUAKK!


"Agh!"


Joel melotot saat melihat Hashirama memukul wajah Antony, Axton dan Erik hingga tiga pria itu terpental. Joel berusaha kabur, tetapi pergerakan Hashirama sungguh cepat. Tangan pria besar itu menangkap pergelangan kaki Joel lalu menarik rohnya hingga ia terhimpit di lengan mantan ketua perkumpulan penjahat tersebut.


"Kenapa aku harus bekerjasama dengan sekumpulan sampah seperti kalian? Lambat, bodoh, dan lemah. Sungguh memalukan nama 13 Demon Heads. Sebaiknya kalian kembali ke neraka. Aku bisa melakukannya seorang diri," ucap Hashirama dengan wajah bengis saat mencekik Joel menggunakan salah satu lengannya.


***

__ADS_1



uhuy akhirnya bisa up lagi. makasih tips koin berlimpahnya jeng Ramlah. lele padamu 💋


__ADS_2